Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

TRADISI PERAYAAN KEAGAMAAN “PELA GANDONG” TERHADAP SPENDING BEHAVIOUR Simon Hendrik Leasa; Nanik Linawati
Jurnal Manajemen Pemasaran Vol. 14 No. 2 (2020): OCTOBER 2020
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/pemasaran.14.2.96-102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tradisi keagamaan “Pela Gandong” terhadap spending behaviour. Penelitian ini dilakukan di kota Ambon dengan 100 responden. Jenis penelitian yang digunakan adalah asosiatif dan sumber data menggunakan data primer. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data yang diperoleh dari kuisioner kemudian dianalisis menggunakan aplikasi smartPLS (Partial Least Square). Dan diperoleh hasil penelitian bahwa tradisi dan anggaran perayaan keagamaan berpengaruh positif signifikan terhadap spending behaviour
Technology Acceptance Model (TAM) pada Layanan E-Wallet: Dampaknya terhadap Spending Behavior Generasi Z di Kota Ambon Leasa, Simon Hendrik; Hansen Hein Rumtutuly; Nur Azda
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i4.2177

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola transaksi keuangan masyarakat, salah satunya melalui adopsi layanan dompet digital (e-wallet) yang semakin populer di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi kemudahan (perceived ease of use) dan persepsi kebermanfaatan (perceived usefulness) terhadap niat penggunaan (behavioral intention) serta implikasinya terhadap perilaku pengeluaran (spending behavior) Generasi Z di Kota Ambon. Pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif digunakan untuk menguji hubungan antarvariabel pada 100 responden berusia 17–28 tahun yang aktif menggunakan e-wallet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kemudahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat penggunaan, sedangkan persepsi kebermanfaatan tidak berpengaruh signifikan. Selain itu, niat penggunaan terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku pengeluaran Generasi Z. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin mudah e-wallet digunakan, semakin besar pula kecenderungan peningkatan pengeluaran di kalangan pengguna muda. Secara teoritis, penelitian ini memperkuat relevansi Technology Acceptance Model (TAM) dalam konteks keuangan digital daerah kepulauan, sementara secara praktis hasilnya dapat menjadi dasar bagi penyedia layanan dan lembaga keuangan dalam merancang strategi edukasi literasi digital yang lebih adaptif dan berkelanjutan
Layanan Dompet Digital dan Literasi Keuangan Terhadap Perilaku Konsumtif: Dimoderasi oleh Mental Akuntansi Rumtutuly, Hansen Hein; Leasa, Simon Hendrik; Azda, Nur
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 1: November 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i1.11719

Abstract

Kemajuan teknologi yang semakin berkembang membuat mahasiswa semakin mudah untuk melakukan transaksi, tapi juga mendorong peningkatan consumptive behavior karena promo dan kemudahan akses. Mahasiswa rentan terhadap consumptive behavior disebabkan oleh mudahnya akses transaksi digital, promosi dan promo yang ditawarkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisis pengaruh E-Wallet dan financial literacy terhadap consumptive behavior mahasiswa dengan mental accounting sebagai variabel moderasi. Adapun metode penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner pada mahasiswa pengguna E-Wallet, dan analisis data dilakukan dengan PLS-SEM. Hasil dari penelitian yang dilakukan membuktikan bahwa E-Wallet memiliki pengaruh positif signifikan terhadap consumptive behavior, sementara financial literacy memberikan pengaruh negatif signifikan. Sedangkan mental accounting ternyata mampu memperkuat pengaruh E-Wallet terhadap consumptive behavior dan memperlemah pengaruh financial literacy. Hasil penelitian ini mempertegas akan perlunya faktor psikologis untuk dapat memahami consumptive behavior mahasiswa pada era yang serba digital.
Dari Viral Ke Finansial: Pengaruh Paparan Influencer TikTok Terhadap Financial Management Behavior Generasi Muda di Kota Ambon Melalui Impulsive Buying Leasa, Simon Hendrik
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4580

Abstract

Perkembangan TikTok semakin memengaruhi cara Generasi Muda dalam berbelanja dan mengelola keuangan. Konten promosi oleh influencer seringkali menjadi viral dikarenakan bersifat persuasif, sehingga memicu perilaku pembelian secara impulsif. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh paparan influencer TikTok terhadap perilaku pengelolaan keuangan generasi muda di kota Ambon dengan impulsive buying sebagai variabel mediasi. Sampel penelitian diambil dari 150 responden di kota Ambon yang berusia 17-30 tahun dan aktif menggunakan TikTok. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner secara online dan dianalisis menggunakan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan influencer Tiktok berpengaruh signifikan terhadap impulsive buying, dan impulsive buying berpengaruh signifikan terhadap financial management behavior. Namun, paparan influencer TikTok tidak berpengaruh secara langsung terhadap financial management behavior. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengaruh paparan influencer Tiktok terhadap financial management behavior Generasi muda terjadi secara tidak langsung melalui impulsive buying sebagai variabel mediasi.
Balancing Responsibilities: Financial Self-Efficacy and Financial Well-Being in the Sandwich Generation : Penelitian Hanifa Bennu Nur; Simon Hendrik Leasa
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6481

Abstract

Generasi sandwich menghadapi tekanan ekonomi akibat tanggung jawab finansial terhadap keluarag inti dan orang tua secara bersamaan. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kesejahteraan finansial individu, terutama dalam pengelolaan keuangan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh financial self-efficacy terhadap financial well-being dengan financial behavior sebagai variabel mediasi pada generasi sandwich di Kota Ambon. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 115 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner daring (google form) dengan skala Likert. Analisis data dilakukan menggunakan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial self-efficacy berpengaruh positif terhadap financial behavior maupun financial well-being. Selain itu, financial behavior terbukti berpengaruh positif terhadap financial well-being serta mampu memediasi hubungan antara financial self-efficacy dan financial well-being. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan literatur perilaku keuangan serta menjadi dasar dalam penyusunan program edukasi keuangan bagi generasi sandwich.
Optimalisasi Pemanfaatan Mendeley dalam Meningkatkan Kualitas Sitasi dan Referensi Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura: Pengabdian Novalien Carolina Lewaherilla; Erlinda Tehuayo; Grace Hoberthina Tahapary; Simon Hendrik Leasa; Faras Zulina Ayunani
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6612

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut mahasiswa memiliki kemampuan dalam menyusun karya ilmiah yang sesuai dengan standar akademik, khususnya dalam pengelolaan sitasi dan referensi ilmiah. Namun, berdasarkan hasil observasi awal pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura, Sebagian besar mahasiswa masih menggunakan metode manual dalam penulisan sitasi dan daftar pustaka serta belum memahami penggunaan aplikasi reference manager secara optimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi Mendeley dalam meningkatkan kualitas sitasi dan referensi mahasiswa. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif yang meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, dan pendampingan penggunaan aplikasi Mendeley dalam pengelolaan referensi ilmiah. Kegiatan dilaksanakan kepada 25 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura. Materi pelatihan mencakup instalasi aplikasi Mendeley, pengelolaan referensi digital, penggunaan fitur citation pada Microsoft Word, serta penyusunan daftar pustaka otomatis sesuai gaya sitasi akademi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada seluruh indikator evaluasi. Rata-rata tingkat pemahaman dan keterampilan mahasiswa meningkat dari 46% sebelum kegiatan menjadi 90,5% setelah kegiatan dilaksanakan. Selain itu, sebagian besar peserta telah mampu menggunakan fitur citation dan penyusunan daftar pustaka otomatis secara mandiri. Secara umum, kegiatan PKM ini berhasil meningkatkan literasi digital akademik mahasiswa serta mendukung peningkatan kualitas penulisan karya ilmiah melalui optimalisasi penggunaan aplikasi Mendeley.
Perencanaan Pra-Pensiun sebagai Upaya Peningkatan Literasi Keuangan Guru dan Pegawai: Penelitian Simon Hendrik Leasa; Nur Azda; Ervan Togatorop
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5538

Abstract

Perencanaan Keuangan Pra-Pensiun merupakan fondasi penting dalam mempersiapkan stabilitas finansial sebelum memasuki masa pensiun. Tujuan dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan literasi dan kesadaran keuangan bagi Guru dan Pegawai di SMA Negeri 3 Maluku Tengah dalam merencanakan keuangan jangka panjang. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahapan persiapan, pre-test, sosialisasi dan diskusi, post-test dan evaluasi. Instrumen evaluasi berupa kuesioner pilihan ganda sebanyak lima soal yang mengukur pemahaman peserta mengenai konsep perencanaan keuangan pra-pensiun, perbedaan kebutuhan dan keinginan, strategi pengelolaan pendapatan, pentingnya menabung dan berinvestasi serta resiko tidak memiliki perencanaan keuangan jangka panjang. Hasil menunjukkan bahwa adanya peningkatan skor rata-rata dari 80% pada pre-test menjadi 98% pada post-test dengan selisih peningkatan sebesar 18%. Temuan ini mengindikasikan bahwa melalui kegiatan PKM ini, secara efektif meningkatkan pemahaman dan literasi keuangan peserta. Kegiatan ini diharapkan mendorong Guru dan Pegawai untuk mulai menyusun rencana keuangan jangka panjang guna mencapai kesejahteraan finansial pada masa pensiun. Kata Kunci: Perencanaan Keuangan, Pra -Pensiun, Literasi Keuangan, Aparatur Sipil Negara , Pengabdian M asyarakat Abstract:Pre-retirement financial planning is an essential foundation for preparing financial stability before entering retirement. This community service activity aimed to improve financial literacy and awareness among teachers and staff of SMA Negeri 3 Maluku Tengah in planning long-term finances. The implementation method consisted of preparation, pre-test, socialization and discussion, post-test, and evaluation stages. The evaluation instrument was a five-item multiple-choice questionnaire measuring participants’ understanding of pre-retirement financial planning concepts, differences between needs and wants, income management strategies, the importance of saving and investing, and the risks of lacking long-term planning. The results showed an increase in the average score from 80% in the pre-test to 98% in the post-test, with an 18% improvement. These findings indicate that the educational activity effectively enhanced participants’ financial literacy. The program is expected to encourage teachers and staff to develop long-term financial plans to achieve financial well-being during retirement. Keywords: Financial Planning, Pre-retirement Planning, Financial Literacy, Civil Servants, Community Engagement
Beach-Hub Creative: A Blue Marketing and Digital Finance Strategy for Empowering Coastal Youth Pathrisye Richendi Limba; Venezia Thalia Metekohy; Fredy Hendry Louhenapessy; Hansen Hein Rumtutuly; Simon Hendrik Leasa
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Mei 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i3.1155

Abstract

Coastal tourism areas offer significant opportunities for strengthening local economies through the development of tourism-based creative enterprises. However, in many coastal communities this potential has not been fully optimized due to several structural and capacity-related challenges. Limited entrepreneurial literacy among local youth, low utilization of digital technologies in business activities, and inadequate financial management practices among small enterprises often hinder the transformation of tourism resources into sustainable economic opportunities. Considering that young people represent an important driver of innovation and local economic development, strengthening their entrepreneurial capacity becomes an essential step in maximizing the potential of coastal tourism. This study aims to examine the effectiveness of the Beach-Hub Creative program as a community-based empowerment model designed to enhance youth entrepreneurial capacity in coastal tourism areas. The program integrates blue marketing strategies with basic digital financial management practices to support the development of creative and sustainable businesses. The research employed a participatory approach through educational sessions, practical training, and guided practice on digital marketing, product branding, and the use of simple digital financial recording tools. The findings indicate that participants experienced notable improvements in their understanding of digital promotion strategies, product branding, and more structured financial management practices. Moreover, the program increased participants’ confidence and motivation to initiate tourism-based creative businesses. These results suggest that the Beach-Hub Creative model can contribute to strengthening youth entrepreneurship and promoting sustainable economic development in coastal tourism communities.
Layanan Dompet Digital dan Literasi Keuangan Terhadap Perilaku Konsumtif: Dimoderasi oleh Mental Akuntansi Hansen Hein Rumtutuly; Simon Hendrik Leasa; Nur Azda
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 1: November 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i1.11719

Abstract

Kemajuan teknologi yang semakin berkembang membuat mahasiswa semakin mudah untuk melakukan transaksi, tapi juga mendorong peningkatan consumptive behavior karena promo dan kemudahan akses. Mahasiswa rentan terhadap consumptive behavior disebabkan oleh mudahnya akses transaksi digital, promosi dan promo yang ditawarkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisis pengaruh E-Wallet dan financial literacy terhadap consumptive behavior mahasiswa dengan mental accounting sebagai variabel moderasi. Adapun metode penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner pada mahasiswa pengguna E-Wallet, dan analisis data dilakukan dengan PLS-SEM. Hasil dari penelitian yang dilakukan membuktikan bahwa E-Wallet memiliki pengaruh positif signifikan terhadap consumptive behavior, sementara financial literacy memberikan pengaruh negatif signifikan. Sedangkan mental accounting ternyata mampu memperkuat pengaruh E-Wallet terhadap consumptive behavior dan memperlemah pengaruh financial literacy. Hasil penelitian ini mempertegas akan perlunya faktor psikologis untuk dapat memahami consumptive behavior mahasiswa pada era yang serba digital.
Financing the Circular Future: How Gendered Access to Green Capital Shapes Women’s Participation in Circular Economy Enterprises Afrianto Afrianto; Rukmuin Wilda Payapo; Fatmawati Fatmawati; Nur Azda; Ervan Togatorop; Simon Hendrik Leasa
Pattimura Proceeding 2026: Proceeding of the 3rd International Conference of International Conference on Business and Eco
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/pcst.2026.iconbe.p27-41

Abstract

The transition to a Circular Economy (CE) represents a critical pathway for sustainable development, yet the participation of women in CE enterprises remains constrained by systemic gendered barriers, particularly in access to specialized green finance. This study investigates how gendered access to green capital influences women’s engagement, decision-making, and scaling capacity in CE initiatives across Indonesia. Using survey data from 400 respondents and applying Structural Equation Modeling (SEM), the analysis examines the direct effects of institutional fairness and financial capability on women’s participation, as well as the mediating role of credit constraints. Findings reveal that equitable institutional frameworks and enhanced financial capabilities significantly increase women’s participation in CE enterprises, while limited access to green capital remains a critical barrier. The results underscore the importance of integrating gender-sensitive policies within climate finance mechanisms to ensure an inclusive and effective CE transition. This research contributes to the intersectional literature on gender, finance, and sustainability, offering actionable insights for policymakers, development practitioners, and financial institutions aiming to foster equitable green economic growth.