Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGARUH MODEL GROUP INVESTIGATION (GI) BERBASIS CASE METHOD TERHADAP KETERAMPILAN KOLABORASI DAN PEMECAHAN MASALAH Herlinda Oktavi Nayla; Ririn Andriani Kumala Dewi; Kiki Fatkhiyani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.31406

Abstract

This study originated from the recognition that students lacked sufficient exposure to collaborative learning environments and had limited experience in structured problem-solving. The research set out to analyze the impact of implementing the Group Investigation model, combined with the Case Method approach, on enhancing students’ teamwork and problem-resolution capabilities. A true experimental method was applied, utilizing a pretest-posttest control group design, and the research was conducted at MI Miftahul Ulum 2 Kaplongan Lor. The participants included 40 students, evenly assigned to experimental and control groups. Data collection instruments included essay-based assessments to gauge problem-solving and closed-format questionnaires to measure collaboration. Analysis through independent samples t-tests revealed meaningful distinctions between the two groups in both areas, as indicated by an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.000. The R² value of 0.462 suggests that 46.2 percent of the variance in problem-solving improvement could be linked to the intervention. These results demonstrate that the Group Investigation learning strategy, when integrated with the Case Method, is effective in significantly strengthening both collaborative and problem-solving skills among students.
PENERAPAN MODEL NHT DENGAN METODE POLAMATIKA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DAN AKTIVITAS SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR Sukasny; Ririn Andriani Kumala Dewi; Kiki Fatkhiyani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.34921

Abstract

This study was motivated by the low level of students’ learning mastery in mathematics, where 55% or 18 out of 33 students had not yet achieved the minimum competency standard. This condition occurred because the learning process was still teacher-centered, using conventional methods such as lectures and practice exercises. To address this issue, the Polamatika method was implemented, emphasizing student-centered learning through the use of shadow boxes and collaborative problem-solving related to everyday life. The purpose of this study was to determine the implementation of the Polamatika method and its effectiveness in improving mathematical problem-solving skills in multiplication and learning activity among third-grade students of UPTD SD Negeri 2 Mundu. The research employed Classroom Action Research (CAR) based on Kurt Lewin’s model, consisting of four stages: planning, implementation, observation, and reflection. The study was conducted in two cycles involving 33 students. The results showed an improvement in both learning mastery and student engagement across cycles. Learning mastery increased from 18 students (55%) in the first cycle to 25 students (80%) in the second cycle, meeting the classical success indicator of 80%. Likewise, students’ learning activity improved from 65.15% (active category) in the first cycle to 75.15% (very active category) in the second cycle. In conclusion, the application of the Student-Centered Learning model through the Polamatika method effectively enhanced students’ mathematical problem-solving abilities in multiplication and increased their learning activity in elementary school.
PENGARUH MODEL TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) BERBANTUAN FLASHCARD TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD Safitri, Wiwi; Kiki Fatkhiyani; Ririn Andriani Kumala Dewi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 4 (2025): Vol. 5 No. 4 Edisi November 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i4.4164

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika khususnya materi pecahan. Proses mengajar guru masih menggunakan metode pembelajaran konvensional. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya keterlibatan siswa, kurangnya antusiasme, serta kesulitan dalam memahami konsep-konsep yang diajarkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model Team Games Tournament (TGT) berbantuan flashcard terhadap minat dan hasil belajar matematika siswa. Metode yang digunakan adalah True Exsperimental Design dengan bentuk Randomized Pretest-Posttest Control Group Design. Subjek penelitian ini adalah 60 siswa kelas IV SDN 1 Bakung Kidul yang terbagi menjadi dua kelompok yaitu, kelas eksperimen yang mendapatkan perlakuan dengan model TGT berbantuan flashcard dan kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian terdiri dari angket untuk mengukur minat belajar matematika siswa dan tes untuk mengukur hasil belajar matematika siswa. Analisis data dilakukan melalui uji prasyarat, uji-t, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek minat belajar, N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,29 (kategori rendah) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 0,15 (kategori rendah). Sedangkan hasil belajar, uji N-Gain kelas eksperimen mencapai 0,53 (kategori sedang) lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol sebesar 0,40 (kategori sedang). Uji-t memperkuat temuan tersebut dengan menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol, yaitu sig.(2-tailed) sebesar 0,001 untuk minat belajar dan sig.(2-tailed) sebesar 0,047 untuk hasil belajar, keduanya berada pada taraf signifikansi α < 0,05. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran TGT berbantuan flashcard terbukti berpengaruh terhadap peningkatan minat dan hasil belajar matematika siswa kelas IV, sehingga dapat dijadikan salah satu alternatif strategi pembelajaran inovatif yang relavan untuk diterapkan di sekolah dasar.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS III SEKOLAH DASAR Rajani, Hawa; Lyana Sunanto; Ririn Andriani Kumala Dewi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 4 (2025): Vol. 5 No. 4 Edisi November 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i4.4173

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah siswa dan kurangnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Selain itu, siswa juga kesulitan dalam memahami materi dan merasa pembelajaran di kelas cenderung monoton. Penelitian ini memiliki beberapa tujuan yakni untuk mengetahui efektifitas pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran matematika dan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berdiferensiasi terhadap kemampuan pemecahan masalah pada mata pelajaran matematika. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian true experimental design, dengan jenis desain pretest posttest control grup design. Subjek penelitian ini adalah kelas III SD Negeri 2 Karangampel dengan jumlah sampel yakni 47 siswa. Pada desain ini, dalam pemilihan kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen dipilih secara random atau acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) pembelajaran berdiferensiasi cukup efektif pada pelajaran matematika dengan nilai rata-rata 73%. (2) terdapat pengaruh pembelajaran berdiferensiasi terhadap kemampuan pemecahan masalah pada mata pelajaran matematika, hal ini terlihat dari sig (2- tailed) 0,000 < 0,05, yang berarti bahwa model pembelajaran berdiferensiasi secara statistik lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dibandingkan dengan model pembelajaran biasa. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi ini efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika pada mata pelajaran matematika kelas III di SDN 2 Karangampel.
Pengaruh Integrasi Artificial Intelligence dalam Project-Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Fithry Muthmainnah; Ririn Andriani Kumala Dewi; Asrizal Wahdan Wilsa
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 2 (2026): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i2.9205

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh AI-assisted Project-Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia pada mata kuliah Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Indonesia. Penelitian menggunakan desain true experimental dengan pretest-posttest control group design. Partisipan penelitian adalah mahasiswa semester IV yang dipilih melalui teknik random sampling. Data dikumpulkan menggunakan tes kemampuan berpikir kritis dan dianalisis melalui uji N-Gain, uji normalitas, uji homogenitas, serta independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI-assisted PjBL berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa (t = 4,732; Sig. = 0,000). Kelompok eksperimen memperoleh skor N-Gain sebesar 0,59, sedangkan kelompok kontrol memperoleh skor 0,32 yang keduanya berada pada kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan berbagai platform AI generatif untuk mengeksplorasi dan memverifikasi informasi serta membandingkan alternatif solusi, dipadukan dengan penggunaan Canva dalam merancang dan merevisi bahan ajar berbasis proyek, mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menganalisis permasalahan, mengevaluasi argumen berdasarkan bukti, menyusun keputusan secara logis, dan merefleksikan kualitas produk yang dikembangkan. Oleh karena itu, integrasi AI dalam PjBL dapat menjadi strategi pembelajaran inovatif untuk mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis di pendidikan tinggi.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Riashastuti, Novi; Kiki Fatkhiyani; Ririn Andriani Kumala Dewi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 09 No. 2 Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i2.13701

Abstract

This research was conducted to evaluate the effectiveness of the Discovery Learning Model on student activity and learning outcomes at the elementary school level. The research uses quantitative methodology with experimental techniques, namely pre-test and post-test measures, as well as a well-designed control group. The research sample consisted of grade 5 students at Riyadul Muta’allimin Elementary School for the 2022/2023 academic year who were chosen randomly. With an independent t-test, the data were analyzed. Activeness (5.319) and learning outcomes (5.320) have tcount greater than the critical t value from table (1.703) as indicated by the research results (Sig = 0.00). The influence of the Discovery Learning Model on learning activities and student learning outcomes is said to be significant if the Sign value is less than α (0.05). The results of the linear regression analysis show that learning outcomes significantly influence student learning outcomes (variable Y). Based on the data obtained, it was concluded that in the 2022–2023 school year, fifth grade students at Riyadul Muta'allimin Elementary School were positively influenced by the Discovery Learning Model, both in terms of activity and learning outcomes.