Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Indikator Asam basa dari Limbah Kulit Rambutan (Nephelium lappaceum. L) Aprillia, Ade Yeni; Faturochman, Muhammad; Tuslinah, Lilis; Gustaman, Firman; Istikomah, Ulfah Nurul; Alifia, Lastri
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Farmasi Galenika Volume 7 No. 1
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v7i1.162

Abstract

Pigmen antosianin yang terdapat pada limbah kulit buah Rambutan (Nephelium lappaceum. L), memiliki kelarutan dalam air sehingga mampu bereaksi baik dengan asam ataupun basa. Perubahan warna antosianin pada ekstrak kulit rambutan ini dapat menjadi potensi sebagai indikator dalam menentukkan titik akhir pada titrasi asam basa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ekstrak dari limbah kulit rambutan dapat digunakan sebagai indicator asam basa. Ekstraksi kulit buah Rambutan dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol_HCl 1%. Karakteristik Indikator meliputi uji perubahan warna dalam asam dan basa, menentukkan trayek, uji stabilitas ekstraks dan aplikasinya dalam titrasi asam basa. Hasil karakteristik indikator dari ekstrak kulit Rambutan (Nephelium lappaceum. L) memberikan perubahan warna yang berbeda dalam lingkungan asam dan basa coklat pada range pH 2-8 dari merah menjadi coklat tua. Ekstrak etanol paling stabil pada pH 2 dan pH 3 dengan nilai signifikansi (p<0,05) yaitu 0,032 yang menandakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada pH 2 dan pH 3. Indicator ekstrak etanol kulit buah Rambutan memiliki hasil analisis yang hampir sama denga indikator Phenofthalein pada titrasi asam basa. Ekstrak etanol dari limbah kulit rambutan dapat digunakan sebagai indikator titrasi asam basa
UJI EVALUASI FISIK DAN AKTIVITAS ANTI JAMUR SEDIAAN OVULA EKSTRAK BAWANG PUTIH TERHADAP CANDIDA ALBICANS Nurdianti, Lusi; Adhani, Ai Gita Aisah; Hidayat, Taufik; Setiawan, Fajar; Aprillia, Ade Yeni; Tuslinah, Lilis; Firmansya, Ardianes
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Faculty of Mathematic and Natural Science, Garut University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jifb.v15i1.2671

Abstract

Kandidiasis vulvovagina merupakan penyakit umum di kalangan wanita yang membutuhkan penanganan cepat. Kandidiasis vagina dapat diakibatkan oleh infeksi jamur, terutama Candida albicans menyebabkan gejala seperti gatal-gatal, keputihan, kemerahan vagina, dan ketidaknyamanan saat berhubungan seksual serta buang air kecil. Bawang putih (Allium sativum L.), khususnya senyawa allicin memiliki potensi sebagai antibakteri dan antijamur. Selain itu, bawang putih juga mengandung saponin dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi ekstrak etanol Allium sativum L sebagai antijamur terhadap Candida albicans dan untuk mengembangkan sediaan ovula berbasis gelatin dengan konsentrasi ekstrak 20%, 25%, dan 30%. Pengujian daya hambat ovula ekstrak Allium sativum L dilakukan dengan metode sumuran menggunakan Cylinder cup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ovula ekstrak Allium sativum L dengan konsentrasi 20%, 25%, dan 30% memiliki daya hambat rata-rata masing-masing 6,1±0,290 mm, 8,06±0,750 mm dan 11,33±0,460 mm. Analisis ANOVA dilanjutkan dengan uji Least Significant Difference (LSD) menunjukkan perbedaan signifikan dalam kemampuan ovula menghambat pertumbuhan Candida albicans. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa ovula ekstrak Allium sativum L memiliki potensi sebagai antijamur yang efektif.
Studi Farmakovigilans Obat Golongan Antipsikotik Pada Pasien Skizofrenia Di Rsud SMC Kabupaten Tasikmalaya Salsabila, Siti Salma; Alifiar, Ilham; Tuslinah, Lilis
Pharmacogenius Journal Vol 3 No 1 (2024): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v3i01.325

Abstract

Pendahuluan: Skizofrenia adalah salah satu jenis penyakit gangguan jiwa disertai beberapa gejala diantaranya halusinasi, delusi, gangguan proses berpikir dan prilaku aneh. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis obat golongan antipsikotik yang sering digunakan, evaluasi obat yang mencakup penilaian, pemahaman juga pencegahan efek samping obat juga gejala dan efek samping setelah mengkonsumsi obat golongan antipsiotik pada pasien skizofrenia di RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya Metode: Jenis penelitian ysng digunakan ialah observasional dengan desain penelitian cross sectional dan pengambilan data dilakukan secara prospektif. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan obat golongan antipsikotik yang paling banyak ialah kombinasi dengan obat jenis lain sebanyak 60 orang dan penggunaan obat golongan antipsikotik kedua (atipikal) tunggal sebanyak 20 orang clozapine 85% dan risperidone 15%. Gejala yang palng banyak pada pasien skizofrenia gejala positif 71% dan negatif 29%, efek samping yang sering muncul yakni sedasi 32%. Evaluasi obat berdasarkan ketepatan indikasi dan dosis 100% Kesimpulan: Hasil analisis menunjukan semua hasil data demografi tidak terdapat hubungan dengan efek samping obat yang muncul, efek samping obat mayoritas disebabkan oleh obat itu sendiri
Kuersetin: Penghambat Uridin 5-Monofosfat Sintase sebagai Kandidat Antikanker Ruswanto, Ruswanto; Garna, Imam Mustaqim; Tuslinah, Lilis; Mardianingrum, Richa; Lestari, Tresna; Nofianti, Tita
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 14, No 2 (2018): September
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.14.2.14396.236-254

Abstract

Kanker adalah pembentukan jaringan baru yang abnormal dan bersifat ganas. Efek toksisitas yang ditimbulkan pada setiap senyawa obat antikanker selalu menjadi problem dalam pengobatan kanker dengan cara kemoterapi, maka dari itu perlu dicari alternatife lain untuk mengatasi kanker. Kuersetin telah diketahui mempunyai aktivitas sitotoksik pada sel kanker tapi belum diketahui mekanisme kerjanya. Pada penelitian ini telah dilakukan penelitiaan in silico untuk mengetahui target reseptor dari senyawa kuersetin melalui identifikasi target reseptor melalui http://lilab.ecust.edu.cn/pharmmapper/ dan studi interaksi melalui metode docking. Hasil menunjukkan bahwa kuersetin memiliki aktivitas pada target reseptor proto-onkogen protein-tirosin kinase dan uridin 5-monofosfat sintase. Berdasarkan nilai energi bebas (∆G) dari hasil docking dapat disimpulkan kuersetin memiliki aktivitas terbaik pada protein target uridin 5-monofosfat sintase dengan nilai energi binding affinity sebesar -8,28617 kkal/mol dan berinteraksi dengan residu asam amino yang sesuai dengan active site dari protein target reseptor uridin 5-monofosfat sintase yaitu membentuk 2 ikatan hidrogen dengan residu Tyr 432 dan Gly 450 dan kontak bagian hidrofobik dengan residu Asn 312, Met 371, pro 417.Quersetine: Uridine 5-Monophosphate Synthase Inhibitor as Anticancer Candidate. Cancer is the abnormal formation of new tissue and malignant. Toxicity effects inflicted on any anti-cancer drug compounds has always been a problem in the treatment of cancer by chemotherapy, therefore it is necessary to find other alternatives to treat cancer. Quercetin has been known to have cytotoxic activity on cancer cells but unknown mechanism of action. This study has been conducted in silico to determine the receptor target of the quercetin compound through the identification of target receptors by http://lilab.ecust.edu.cn/pharmmapper/ and interaction studies through docking methods. The results showed that the quercetin has activity on the receptor target proto-oncogene protein-tyrosine kinase and uridine 5- monophosphate synthase. Based on free energy value (ΔG) of the docking results we can conclude the quercetin has the best activity of the receptor target uridine 5- monophosphate synthase with a binding affinity energy value of -8.28617 kcal/mol and interacts with the amino acid residues to the active site of the receptor target 5-uridine monophosphate synthase which form two hydrogen bonds with Tyr 432 and Gly 450 and the hydrophobic contact with Asn 312, Met 371, and pro 417.