Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Tingkat Salinitas yang Berbeda terhadap Kelangsungan Hidup Benur Udang Windu (Penaeus Monodon) Pl 10 Selama Transportasi Sistem Basah Tertutup Erdendy Firmansyah; Achmad Kusyairi; Sri Oetami Madyowati
Manfish: Jurnal Ilmiah Perikanan dan Peternakan Vol. 4 No. 1 (2026): Maret : Manfish : Jurnal Ilmiah Perikanan dan Peternakan 
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/manfish.v4i1.327

Abstract

The transportation of tiger shrimp postlarvae (Penaeus monodon) in aquaculture practice is a critical stage as it may induce physiological stress that directly reduces survival rate. Salinity, as a water quality parameter closely associated with osmoregulatory processes, is a key determinant of success in closed wet system transportation. The present study was designed to examine how varying salinity concentrations influence the survival percentage of PL 10 tiger shrimp postlarvae subjected to closed wet transport conditions, as well as to identify the most suitable salinity range for such transport. A Completely Randomized Design (CRD) was employed with five salinity levels as treatments — 10, 15, 20, 25, and 30 ppt — each replicated five times. Each experimental unit contained 1,500 postlarvae in 1 L of oxygenated water packed in plastic bags and transported for approximately 3 hours. The main parameter observed was survival rate (SR), while supporting parameters included temperature, dissolved oxygen (DO), and pH. Statistical evaluation included the Kolmogorov–Smirnov normality test, Levene’s test for variance homogeneity, one-way analysis of variance (ANOVA), and Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at a significance level of α = 0.05. Results showed that salinity differences had a highly significant effect on postlarvae survival rate (Sig. = 0.000 < 0.05). The 25 ppt salinity treatment produced the highest survival rate of 99.64%, while 10 ppt resulted in the lowest at 63.78%. The measured water quality variables — temperature, dissolved oxygen, and pH — did not exert a statistically significant effect on postlarvae survival throughout the transport period.
PENGARUH PERASAN BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) UNTUK MENURUNKAN EKTOPARASIT lernaea sp. PADA IKAN KOI (Cyprinus carpio koi) Indah Setyorini; Sri Oetami Madyowati; Maria Agustini
Vol 15 No 3 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i3.1393

Abstract

Salah satu tantangan dalam budidaya ikan koi yaitu adanya serangan, penyakit yang biasa menyerang ikan koi salah satunya adalah penyakit cacing jangkar. Penelitian ini diharapkan untuk mengetahui pengaruh perasan buah mengkudu terhadap Lernaea dan dosis optimal perasan buah mengkudu untuk melepaskan parasit Lernaea yang menginfeksi ikan koi. Metode penelitian adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam kelompok perlakuan dan empat ulangan, yaitu A (0%) sebagai kontrol, B (1%), C (2%), D (3%), E (4%), dan F (5%). Parameter utama yang diamati adalah lepasnya Lernaea yang menempel pada ikan koi setelah perendaman dengan perasan buah mengkudu. Analisis data menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah Lernaea yang lepas pada perlakuan A (0%) dan B (1%) adalah 0% (tidak ada yang lepas), C (2%) dan D (3%) adalah 6,25% ( 1 Lernaea yang lepas), E (4%) adalah 12,5% ( dua Lernaea yang lepas) dan F (5%) adalah 18,75% ( tiga Lernaea yang lepas) terdapat pengaruh penggunaan dosis perasan buah mengkudu yang berbeda terhadap lepasnya Lernaea pada ikan koi. Kesimpulan dari penelitian ini diperoleh dosis yang optimal yaitu pada perlakuan F (5%). Berdasarkan hasil penelitian disarankan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui konsentrasi ( dosis perasan buah mengkudu yang tepat ) dan lama waktu perendaman yang optimal buah mengkudu untuk menanggulangi Lernaea pada ikan koi.