Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN SISWA SMA AL-ISLAM SIDOARJO MELALUI PROGRAM BINAAN: DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN PANGAN BERBASIS TEPUNG-TEPUNGAN HANDARINI, KEJORA; Yuniati, Yuyun; Sumaryam; Tajuddin Noor, M.; Trisbiantoro, Didik; Hayati, Nurul; Hariani, Nunuk; Nirmala Siregar, Rena
KARYA ABDI Vol 4 No 2 (2023): Article
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/karyaabdi.v4i2.2970

Abstract

Pentingnya pendidikan bagi generasi muda Indonesia telah mendorong institusi pendidikan gencar meningkatkan mutu kurikulum. Kerja sama antar jenjang institusi pendidikan perlu dilakukan sehingga kualitas peserta didik semakin diperkaya. Fakultas Pertanian (FP) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya telah melaksanakan program pengabdian masyarakat dengan SMA Al-Islam Sidoarjo melalui program binaan. Dalam hal ini FP Unitomo melaksanakan pendampingan edukasi terhadap 525 siswa SMA Al-Islam dengan menggunakan topik Diversifikasi Produk Olahan Pangan Berbasis Tepung-Tepungan. Pendampingan edukasi ini dilaksanakan melalui pemaparan materi, praktik pengolahan pangan, dan pameran produk hasil olahan tepung-tepungan yang dirancangkan. Adanya pelaksanaan rangkaian acara ini telah berhasil memperkaya minat dan pengetahuan peserta didik SMA Al-Islami sehingga inovasi dan jiwa kewirausahaan peserta didik terbentuk.
PENYIAPAN MEDIA BUDIDAYA LELE DUMBO SISTEM BIOFLOK DI KOPRAL BUMILIS (KOLAM TERPAL BULAT MINIMALIS) PERKOTAAN Sri Oetami Madyowati; Achmad Kusyairi; Sumaryam; Muhajir; Indra Wirawan; Didik Trisbiantoro; Kejora Handarini; Retnani Rahmiati
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v4i2.4824

Abstract

Pekarangan merupakan lahan terbuka yang terdapat di sekitar rumah tinggal. Pekarangan rumah dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan produktif, seperti untuk tanaman hias, buah, sayuran, rempah-rempah dan obat-obatan. Potensi lahan pekarangan dapat dimanfaatkan sebagai salah satu pilar untuk mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan keluarga. Salah satu Program yang sedang menjadi tren dan giat dilakukan masyarakat kota Surabaya adalah dengan memanfaatkan lahan pekarangan, untuk budidaya tanaman pangan, perikanan dan peternakan dikenal yang akrab disebut urban farming. Komoditas perikanan yang sangat potensial yang banyak diminati masyarakat untuk dibudidayakan di pekarangan adalah pembesaran lele dalam Kopral Bumilis (kolam terpal bulat minimalis). Permasalahan pada kelompoktani dalam membudidayakan ikan lele adalah penataan kolam dalam pekarangan dan tingkat mortalitas lele yang tinggi selama proses budidaya, berdasarkan permasalahan diatas perlu dilakukan penyuluhan dan pelatihan bagaimana penataan kolam dalam pekarangan yang baik serta penyiapan media air dalam budidaya lele di Kopral Bumilis. Tujuan Kegiatan penyuluhan dan pelatihan ini adalah memanfaatkan lahan pekarangan dengan budidaya lele dalam Kopral Bumilis, dan menyiapkan media pemeliharaan lele dalam Kopral Bumilis. Metode pendekatan yang digunakan adalah dengan cara pendekatan partisipatif aktif secara berkelanjutan antara tim pengusul dengan mitra, sebagai pengendali program Kemitraan Masyarakat berperan aktif melakukan pendampingan dan pembinaan secara berkala kepada mitra. Hasil kegiatan pertemuan disepakati tempat penyuluhan dan pelatihan dilaksanakan di Balai Kelurahan Bendul Merisi Kecamatan Wonocolo dengan tema penataan ruang pekarangan untuk urban farming dan penyiapan air media pemeliharaan lele sistem bioflok di Kopral Bumilis. Selama kegiatan penyuluhan anggota kelompotani sangat antusias dengan banyaknya pertanyaan terutama terkait kematian benih lele di awal benih lele ditebar. Kolam yang digunakan adalah kolam terpal bulat minimalis milik kelompoktani. Cara menekan tingginya kematian adalah menyiapkan air kolam sistem bioflok, kualitas dan ukuran benih lele 7-9 cm saat ditebar, kontrol pemberian pakan setiap harinya. Kendala yang sering dialami adalah seringnya anak anak kecil menyerok benih lele dan memancing ikan karena tempat pekarangan yang terbuka di lahan fasum, pemberian pakan yang melebihi takaran dan pakan pellet yang tidak dibasahi sebelum diberikan pada ikan. Kesimpulan dari kegiatan ini pertama adalah Budidaya lele dumbo dalam Kopral Bumilis di Pekarangan diterima dengan antusias sekali, dan minta didampingi mulai dari persiapan kolam, pemilihan benih, penebaran benih, monitoring dan evaluasi; kedua yaitu Kunci keberhasilan usaha budidaya lele dalam Kopral Bumilis di pekarangan adalah pemilihan benih yang teradaptasi dengan fluktuasi lingkungan (disarankan benih ukuran 7-9 cm), monitoring kualitas air dan frekwensi dan jumlah pemberian pakan selama proses budidaya.
Coral Reefs Condition and Fish Abundance in Gilimanuk Waters, Jembrana Regency, Bali Province Safli, Fuad Feisal; Yusrudin; Sumaryam
Physical Sciences, Life Science and Engineering Vol. 2 No. 2 (2025): March
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pslse.v2i2.377

Abstract

Coral reefs are complex marine ecosystems consisting of corals (Anthozoa), algae and other organisms (Barnes, 1987). They have an important role in maintaining the balance of marine ecosystems and provide habitat for many species of fish and invertebrates (Odum, 1993). The method used in the coral reef condition survey is the Underwater Photo Transect method. This method is a method for monitoring coral reef conditions. This method is a development of the Point Intercept Transect (PIT), Line Intersect Transect (LIT), and Rapid Reef Assessment (Towing) methods. According to the results of the study, location 2 has the highest percentage of live coral cover category of 16.77%, Furthermore, at location 1, the percentage of live coral was 13.21%, Based on the Decree of the Minister of Environment No. 4 In 2001, it was shown that the coral conditions at both points 1 and 2 were in the poor category. The abundance of coral fish in the Drinking Waters at station I point I has 5 species with an abundance of 46 individuals and an abundance of 0.46 (individuals/m3). Point II station I has 6 species of fish with 52 individuals and an abundance of coral fish 0.52 (individuals/m3).
Evaluation of Frequency of Feeding Silkworms (Tubifex sp.) on the Survival Fish Larvae of Puntius denisonii Ali, Mohammad Ali Fadilah; Sumaryam; Didik Budiyato, Didik Budiyato; Wisnaningsih
JURNAL MINA SAINS Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jmss.v11i1.18898

Abstract

Puntius denisonii is a highly valuable ornamental fish that is in great demand in the international trade market. However, overexploitation and habitat degradation have led to a decline. Cultivation efforts with an optimal feeding strategy are necessary to enhance the Survival and growth of this species in a controlled environment. This study aims to analyze the effect of different feeding frequencies of Tubifex sp. worms on the growth and survival rate of P. denisonii larvae and determine the optimal feeding frequency and timing. This research was conducted from January 20 to 29, 2025, at Bogorian Aquatics Farm, Bogor City, using a completely randomized design (CRD) with three feeding frequency treatments: three times per day (A), four times per day (B), and five times per day (C), with nine replications for each treatment. The observed parameters included survival rate and water quality. Data were analyzed using ANOVA at a 95% confidence level, followed by the Least Significant Difference test. The results showed that feeding frequency significantly affected the growth and survival rate of P. denisonii larvae but did not significantly affect water quality. Parameters of dissolved oxygen (5.35-5.37 mgL⁻¹), temperature (27.30-27.41°C), and pH (7.97-8.00) remained stable across all treatments. The treatment with a feeding frequency of five times per day yielded the best results in enhancing larval growth and Survival compared to other treatments. Increasing feeding frequency in P. denisonii aquaculture can improve survival rates without adversely affecting water quality if the aeration system is properly managed.
PENYIAPAN MEDIA BUDIDAYA LELE DUMBO SISTEM BIOFLOK DI KOPRAL BUMILIS (KOLAM TERPAL BULAT MINIMALIS) PERKOTAAN Sri Oetami Madyowati; Achmad Kusyairi; Sumaryam; Muhajir; Indra Wirawan; Didik Trisbiantoro; Kejora Handarini; Retnani Rahmiati
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v4i2.4824

Abstract

Pekarangan merupakan lahan terbuka yang terdapat di sekitar rumah tinggal. Pekarangan rumah dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan produktif, seperti untuk tanaman hias, buah, sayuran, rempah-rempah dan obat-obatan. Potensi lahan pekarangan dapat dimanfaatkan sebagai salah satu pilar untuk mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan keluarga. Salah satu Program yang sedang menjadi tren dan giat dilakukan masyarakat kota Surabaya adalah dengan memanfaatkan lahan pekarangan, untuk budidaya tanaman pangan, perikanan dan peternakan dikenal yang akrab disebut urban farming. Komoditas perikanan yang sangat potensial yang banyak diminati masyarakat untuk dibudidayakan di pekarangan adalah pembesaran lele dalam Kopral Bumilis (kolam terpal bulat minimalis). Permasalahan pada kelompoktani dalam membudidayakan ikan lele adalah penataan kolam dalam pekarangan dan tingkat mortalitas lele yang tinggi selama proses budidaya, berdasarkan permasalahan diatas perlu dilakukan penyuluhan dan pelatihan bagaimana penataan kolam dalam pekarangan yang baik serta penyiapan media air dalam budidaya lele di Kopral Bumilis. Tujuan Kegiatan penyuluhan dan pelatihan ini adalah memanfaatkan lahan pekarangan dengan budidaya lele dalam Kopral Bumilis, dan menyiapkan media pemeliharaan lele dalam Kopral Bumilis. Metode pendekatan yang digunakan adalah dengan cara pendekatan partisipatif aktif secara berkelanjutan antara tim pengusul dengan mitra, sebagai pengendali program Kemitraan Masyarakat berperan aktif melakukan pendampingan dan pembinaan secara berkala kepada mitra. Hasil kegiatan pertemuan disepakati tempat penyuluhan dan pelatihan dilaksanakan di Balai Kelurahan Bendul Merisi Kecamatan Wonocolo dengan tema penataan ruang pekarangan untuk urban farming dan penyiapan air media pemeliharaan lele sistem bioflok di Kopral Bumilis. Selama kegiatan penyuluhan anggota kelompotani sangat antusias dengan banyaknya pertanyaan terutama terkait kematian benih lele di awal benih lele ditebar. Kolam yang digunakan adalah kolam terpal bulat minimalis milik kelompoktani. Cara menekan tingginya kematian adalah menyiapkan air kolam sistem bioflok, kualitas dan ukuran benih lele 7-9 cm saat ditebar, kontrol pemberian pakan setiap harinya. Kendala yang sering dialami adalah seringnya anak anak kecil menyerok benih lele dan memancing ikan karena tempat pekarangan yang terbuka di lahan fasum, pemberian pakan yang melebihi takaran dan pakan pellet yang tidak dibasahi sebelum diberikan pada ikan. Kesimpulan dari kegiatan ini pertama adalah Budidaya lele dumbo dalam Kopral Bumilis di Pekarangan diterima dengan antusias sekali, dan minta didampingi mulai dari persiapan kolam, pemilihan benih, penebaran benih, monitoring dan evaluasi; kedua yaitu Kunci keberhasilan usaha budidaya lele dalam Kopral Bumilis di pekarangan adalah pemilihan benih yang teradaptasi dengan fluktuasi lingkungan (disarankan benih ukuran 7-9 cm), monitoring kualitas air dan frekwensi dan jumlah pemberian pakan selama proses budidaya.
Administration of Different Doses of Basil Leaf Extract (Ocimum Sp.) as a Preventive Measure Against Disease in the Survival of 7-Day-Old Pearl Catfish (Clarias Gariepinus) Seeds Rahmadheny Gandesha, Floranda; Budiyanto, Didik; Sumaryam; Rahmiati, Retnani; Handarini, Kejora
Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 3 No. 12 (2026): Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/enrichment.v3i12.638

Abstract

This study aims to determine the ability of basil leaf extract as a disease prevention measure in pearl catfish seeds aged 7 days. The research was conducted using experimental methods. The experimental design used was a Completely Randomized Design (CRD) with one factor, namely the difference in the dose of basil leaf extract, which consisted of six treatments with four replicates. The treatment tested was the difference in the dosage of basil leaf extract, namely treatment A (0 mL), B (20 mL), C (30 mL), D (40 mL), E (50 mL), and F (60 mL), in 3 L of rearing water. The data were analyzed using ANOVA. The test animals used were pearl catfish (Clarias gariepinus) aged 7 days that were indicated to be sick. The results of the study showed that the administration of basil leaf extract had a significant effect as a disease prevention measure on the survival of pearl catfish seeds aged 7 days, with the highest survival rate reaching 82.5%. The optimal dose of basil leaf extract as a disease prevention measure was the administration of 30 mL/3 L of basil leaf extract (Treatment C). Water quality data were still supportive of the growth of catfish seeds, with pH values ranging from 6.08–7.08, dissolved oxygen ranging from 3.07–4.00 mg/L, and a temperature of around 27.7 °C, which is still within the water quality standard for fish rearing, except for ammonia levels ranging from 0.13–0.44 mg/L, which exceed the optimum water quality standard.