Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pembangunan Sistem Informasi Inventaris Barang Asset Management dengan Metode Iconix pada XYZ Kharisma, Muhammad; Lestari, Ika; Putera, M. Ihsan Alfani
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.2121

Abstract

XYZ adalah salah satu perangkat daerah provinsi di Indonesia. XYZ menggunakan berbagai barang peralatan dan perlengkapan kantor yang sangat banyak, baik dalam bentuk barang bergerak maupun dalam bentuk barang tidak bergerak. Dalam penata usahaan pengelolaan barang, XYZ masih menggunakan sistem pencatatan manual dengan menggunakan Microsoft Excell. Menyusun daftar inventaris kantor dengan sistem manual tersebut membutuhkan ketelitian dan kesabaran yang tinggi serta waktu yang relatif lama. Data juga tersebar dan tidak terintegrasi sehingga sulit untuk mencari data yang paling Aktual dan menghambat dalam proses pembuatan laporan. Disamping itu, dengan semakin meningkatnya jumlah barang inventaris, semakin banyak staf yang diperlukan untuk mengelolanya dan semakin luas juga tempat penyimpanan yang dibutuhkan, sementara ruang penyimpanan dan jumlah staf terbatas. Karena itu, perlu dibangun suatu sistem informasi inventaris barang yang menggunakan teknologi QR Code yang di-generate dan akan di tempelkan pada barang. Digunakan metode pengembangan Sistem ICONIX Process dan framework Laravel dalam pembangunannya. Dilakukan Tahapan-tahapan pada metode ICONIX antara lain yaitu Requirement, Analysis/Preliminary Design, Detailed Design, dan Implementation. Metode ICONIX dipilih agar lebih berfokus pada requirement pelanggan serta menyederhanakan prosesnya sehingga tidak terlalu banyak mempersoalkan analisis, perancangan maupun implementasi programnya, agar proses pengembangan sistem menjadi lebih efisien. Penelitian ini bertujuan untuk membangun Sistem Informasi Inventaris Barang menggunakan QR Code pada XYZ dengan mengimplementasikan metode ICONIX dan framework Laravel dalam pengembangannya. Diharapkan Sistem yang dibangun mampu membantu XYZ dalam penata usahaan pengelolaan barang.
Information Security Maturity Assessment Using the KAMI Index 5.0 Based on ISO/IEC 27001:2022: A Case Study of a Government Agency Under the Ministry of Finance of the Republic of Indonesia M. Ihsan Alfani Putera; Nana Aulia Tabita; Dwi Nur Amalia
Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik Vol. 8 No. 2 (2026): Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/jequi.v8i2.322

Abstract

Background: XYZ Agency has adopted information technology but faces phishing attacks, spam, unclear information security roles, and a lack of prior security evaluation. Therefore, its readiness and maturity must be assessed using the KAMI Index 5.0 and ISO/IEC 27001:2022. Objective: This study aims to evaluate the level of information security readiness and maturity at Institution XYZ, a government agency under the Ministry of Finance of the Republic of Indonesia, using the KAMI Index Version 5.0 aligned with ISO/IEC 27001:2022, and to formulate structured improvement recommendations. Methods: This study employed a qualitative descriptive case study approach through interviews, observation, and document review. Data were assessed using KAMI 5.0, validated through triangulation and member-checking, with coder reliability confirmed by Cohen’s Kappa. Results: The assessment results obtained for the Electronic Systems Category were 29 points, indicating a high level of dependency, with a total score of 347 points across the six evaluation areas. The maturity level falls within the range of I–II, corresponding to a status of basic framework compliance. Subsequently, 97 recommendations for improvement were provided, referring to ISO/IEC 27001:2022. Conclusion: The formulation of these recommendations is expected to assist XYZ Agency in enhancing information security management and mitigating identified risks.