Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PROVIDING CLEAN WATER FOR THE GENERAL PUBLIC IN KORONG PASA LIMAU Muknizar, Muknizar; Danyl Mallisza; Risal Abu; Dewirman Prima Putra; Ade Setia Wati; Retno Aprilla Hardi; Robi Arianto; Muhammad Afdil; M. Iqbal; Maharani Syabila JR; Viola Aysiah
Journal of Community Service Vol 6 No 2 (2024): JCS, December 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jcs.v6i2.327

Abstract

Providing clean water is an effort to meet the community’s need for clean water, which is a basic need for the community. Providing clean water is carried out in various ways, such as drinking water supply systems (SPAM), regional drinking water companies (PDAM) and construction of water strage tanks. Water supply clean water is carried out, namely by building a system of water storage tanks for community ablutions. There is also a goal of providing clean water, namely to improve the level of community health. In providing clean water, students have a work program to fulfill the results or value of KKN. Therefore, in order to manage development As the provision of clean water becomes more well planned, a database is needed that accommodates information regarding the availability of clean water in a location. Nagari atan Korong which can then be developed by Ekasakti University KKN-PPM Students 2024.
Perencanaan Mesin Pemipih Biji Melinjo Kapasitas 650 Kg/Jam Fauzan, Idham; Abu, Risal; YH, Veny Selviyanty; Mukhnizar, Mukhnizar; Azman, Azmil
Educativo: Jurnal Pendidikan Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Teknik, Komputer, Agroteknologi dan Sains (Marostek)
Publisher : PT. Marosk Zada Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.328 KB) | DOI: 10.56248/marostek.v1i2.23

Abstract

Melinjo adalah bahan dasar emping melinjo, salah satu makanan ringan yang banyak di gemari masyarakat meski harganya relatif mahal. Proses produksi emping malinjo umumnya dilakukan secara tradisional, rangkaiannya cukup panjang, lama, umumnya proses manual, sehingga produktifitasnya relatif rendah. Kondisi ini sungguh tidak menguntungkan bagi usaha skala kecil menengah (UKM). Diperlukan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) untuk menghasilkan alat berteknologi tepat guna, murah pengadaannya, mudah dan murah pengoperasiannya. Berdasarkan perencanaan dilakukan pada laboratorium proses produksi program studi teknik mesin fakultas teknik dan perencanaan Universitas Ekasakti Padang. Mesin pemipih biji melinjo adalah alat yang digunakan untuk membantu dalam proses pengelolahan emping melinjo. Mesin emping melinjo yang direncanakan untuk kepentingan penerapan program IPTEK bagi masyarakat (IBM) dengan menggunkan dua pasang roll aktif (digerakan motor IPK) berhasil memproduksi emping melinjo berketebalan relatif seragam. Konsekuensi ekonomi yang harus di tanggung oleh UKM berguna mesin di banding proses secara manual adalah konsumsi listrik. Namun dengan produktifitas dan kualitas emping melinjo yang lebih tinggi, konsekuensi penambahan yang dialami relatif bernilai kecil.
Perencanaan Mesin Tempa Logam Dengan Sistem Forging Hammer Antonnius, Antonnius; Afdal, Afdal; Mukhnizar, Mukhnizar; Abu, Risal; Azman, Azmil
Educativo: Jurnal Pendidikan Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Teknik, Komputer, Agroteknologi dan Sains (Marostek)
Publisher : PT. Marosk Zada Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.398 KB) | DOI: 10.56248/marostek.v1i2.29

Abstract

Penempaan (forging) adalah proses pembentukan logam secara plastis dengan mempergunakan gaya tekan untuk mengubah bentuk atau ukuran dari logam yang dikerjakan. Proses tempa ini bias dilakukan dengan 3 cara yaitu pengerjaan dingin (cold working), pengerjaan hangat (warm) dan pengerjaan panas (hot working) dimana parameter dasarnya adalah temperature rekristalisasi. Tujuan Penelitian Perencanaan Mesin Tempa Logam Dengan Sistem Forging Hammer adalah untuk mempermudah pekerjaan manusia untuk meningkatkan produktifitas dan waktu yang relative cepat. Mesin ini menggunakan daya yang dihasilkan oleh motor listrik, karena adanya daya motor listrik sehingga poros dapat berputar dan berfungsi sebagai pemutar noken penekan, sehingga lengan ayun dan hammer / palu  naik turun  menempa logam material. Cara kerja mesin tempa logam dengan sistem forging hammer, digerakkan oleh mesin listrik melalui pulley dan sabuk menghasilkan lengan ayun dan hammer (palu) turun naik sehingga menempa logam material dengan bentuk yang diinginkan. Daya motor mesin tempa logam dengan sistem  forging hammer ini menggunakan daya 1 HP dengan 2900 rpm dan diameter poros lengan ayun ∅12 mm dan diameter noken penekan  ∅35 mm, panjang lengan ayun 650 mm dan tinggi palu 136,5 mm dengan berat 2 kg, untuk hasil mesin tempa logam, mesin ini mampu menempa logam material Plat ST 37 dengan ketebalan 3 mm sampai 5 mm.
Analisis Pengaruh Variasi Kecepatan Rata-Rata Konstan Sepeda Motor Yamaha Bensin 4-Langkah Terhadap Konsumsi Bahan Bakar Irpandi, Wahyu; Mukhnizar, Mukhnizar; Zulkarnain, Zulkarnain; Abu, Risal; Afdal, Afdal
Educativo: Jurnal Pendidikan Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Teknik, Komputer, Agroteknologi dan Sains (Marostek)
Publisher : PT. Marosk Zada Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.874 KB) | DOI: 10.56248/marostek.v1i2.30

Abstract

Pertumbuhan sepeda motor di Indonesia mencapai 1 juta unit per tahun, jumlah populasi kendaraan bermotor akan berbanding lurus. Estimasinya, pertumbuhan terjadi sekitar 10 persen setiap tahunnya. Pertumbuhan sepeda motor di Indonesia akan menyebabkan peningkatan stok cadangan BBM yang bertambah tiap tahunnya. Oleh karena itu, penulis mengamati pengaruh variasi kecepatan rata-rata terhadap konsumsi bahan bakar pada sepeda motor Yamaha vixion bensin 4 langkah dengan melalui serangkaian pengujian dengan beberapa variasi yaitu pengujian berjalan dengan variasi kecepatan rata-rata 30, 50 dan 70 km/jam, pengujian dengan variasi posisi transmisi 1-2-3, 1-2-3-4, 1-2-3-4-5 dengan jarak 2 km. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi bahan bakar paling irit pada pengujian dengan jarak tempuh 2 km terjadi pada kecepatan 50 km/jam yaitu sebanyak 63 ml disusu l dengan kecepatan 30 km/jam sebanyak 74 ml. Sedangkan pada jarak 5 km di kecepatan 70 km/jam yaitu sebanyak 115 ml dan disusul dengan kecepatan 30 km/jam sebanyak 131 ml. Konsumsi rata-rata bahan bakar pada posisi transmisi 1-2-3, 1-2-3-4, 1-2-3-4-5 yaitu 79 ml, 75 ml, 70 ml. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat dilihat bahwa jarak tempuh dan kecepatan kendaraan mempengaruhi konsumsi bahan bakar. Hal ini disebabkan pembakaran yang tidak selalu stabil di dalam ruang bakar.
Pengujian Mesin Tempa Logam Dengan Sistem Forging Hammer Adami, Mukhlis; Abu, Risal; Mukhnizar, Mukhnizar; Afdal, Afdal; Zulkarnain, Zulkarnain
Educativo: Jurnal Pendidikan Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Teknik, Komputer, Agroteknologi dan Sains (Marostek)
Publisher : PT. Marosk Zada Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56248/marostek.v2i1.92

Abstract

Dalam berbagai kehidupan, manusia pada saat ini berusaha untuk mempermudah pekerjaannya, khususnya dalam usaha produksi, sehingga manusia terdorong untuk membuat alat atau mesin salah-satunya mesin tempa logam. Mesin tempa logam telah banyak digunakan dalam dunia industri dan pandai besi untuk menipiskan besi atau baja. Selain mudah pengoperasian dan perawatannya, mesin ini juga sederhana sehingga dapat di buat sendiri oleh pemilik bengkel-bengkel kecil. Berdasarkan hal tersebut maka akan dilakukan pengujian kinerja mesin tempa sistem forging hammer terlebih dahulu sehingga aman untuk digunakan. Mesin tempa logam ini menggunakan motor dengan daya 1HP dan dengan kecepatan putaran 2900 Rpm. Logam yang diuji baja ST37 dengan tebal 3mm dan 5mm dan aluminium dengan tebal 3mm dan 5mm. Proses pengujian mesin tempa logam ini dilakukan dengan meletakkan benda kerja diatas landasan tempa kemudian menyalakan elektro motor (mesin). Selanjutnya setelah penempaan selesai, lakukan pengukuran terhadap benda kerja dengan menggunakan alat ukur jangka sorong. Dari hasil pengujian mesin tempa logam, mesin mampu menipiskan logam untuk jenis baja ST37 terjadi penipisan rata-rata 0,2mm dan untuk benda kerja jenis aluminium terjadi penipisan rata-rata 1,7mm. Gaya yang diterima untuk penempaan benda kerja ST37 ketebalan 5mm dan 3mm adalah 1N dan 3N, sedangkan untuk benda kerja Aluminium ketebalan 3mm dan 5mm adalah 3N dan 2N.
Planning and Design of a Coffee Peeling Machine with a Capacity of 100 Kg/Hour Rahman, Hidayatur; Abu, Risal; Mukhnizar, Mukhnizar; Koto, Rahmat Desman
MOTIVECTION : Journal of Mechanical, Electrical and Industrial Engineering Vol 6 No 3 (2024): Motivection : Journal of Mechanical, Electrical and Industrial Engineering
Publisher : Indonesian Mechanical Electrical and Industrial Research Society (IMEIRS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46574/motivection.v6i3.341

Abstract

This research aims to design a coffee peeling machine with a capacity of 100 kg/hour to improve the efficiency and effectiveness of the coffee peeling process, which is currently done manually by Indonesian farmers with limited results. The machine is equipped with a motor, V-belt, pulley, peeling rollers, and a hopper. Test results show an average peeling time of 35 seconds per kilogram, with a capacity of 102.8 kg/hour and an efficiency of 95%. Its innovative design prevents coffee bean buildup, ensures smooth flow, and is easy to use and maintain. This machine not only enhances productivity and coffee quality but also reduces labor costs. By using this machine, farmers can speed up the peeling process and be more efficient in meeting market demands. Further development is recommended to improve material quality, optimize the design, and provide training for farmers on machine use. Penelitian ini merancang mesin pengupas kulit kopi berkapasitas 100 kg/jam untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengupasan kopi, yang selama ini dilakukan secara manual oleh petani di Indonesia dengan hasil yang terbatas. Mesin ini dilengkapi motor penggerak, V-belt, pulley, roller pengupas, dan hopper. Hasil pengujian menunjukkan waktu pengupasan rata-rata 35 detik per kilogram dengan kapasitas 102,8 kg/jam dan efisiensi sebesar 95%. Desain inovatifnya mencegah penumpukan biji, memastikan aliran yang lancar, serta mudah digunakan dan dirawat. Mesin ini tidak hanya meningkatkan produktivitas dan kualitas kopi, tetapi juga mengurangi biaya tenaga kerja. Dengan penggunaan mesin ini, petani dapat mempercepat proses pengupasan dan lebih efisien dalam memenuhi permintaan pasar. Pengembangan lebih lanjut disarankan untuk meningkatkan kualitas material, optimasi desain, dan pelatihan penggunaan bagi petani.
Optimalisasi Sistem Perawatan pada Tumbler Drayer dengan Metode RCM di Hotel X Fadlan, Muhammad; Mukhnizar, Mukhnizar; Selviyanty, Veny; Abu, Risal; Afdal, Afdal
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 8 No. 3 (2025): July
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v8i3.46254

Abstract

Reliability Centered Maintenance (RCM) is a process to determine effective maintenance. Dryer Tumbler is a drying machine that has a concentrated air flow pattern and a sealed cylinder rim to ensure the water management system works optimally. This tool is very useful and beneficial especially for laundry because it can produce the highest output in meeting the workload. Repeated component damage occurs in the dryer tumbler machine at Hotel X due to less than optimal maintenance. This is because the maintenance and repair estimates for the existing dryer tumbler machine have not been managed with good and suitable methods. Repeated component interference in the machine makes the machine's performance less than optimal, thus hampering the production process. The production process that is not running optimally causes the resulting product to also experience a decrease in quality. Based on the calculation of component replacement costs, cost savings of 85.17% were obtained for dryer bearings, 2.84% for flatbelts, 58.59% for sizepress bearings and 75.23% for gear couplings.
Pengaruh Heat Exchanger pada Pipa Ganda dengan Variasi Jumlah dan Jarak Sirip Selviyanty, Veny; Abu, Risal
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.14856

Abstract

Heat exchangers are widely used in various industries because they have several advantages, heat exchangers have an overall heat transfer coefficient so they are able to transfer heat and have a low pressure drop (∆P), the problem is to reduce the pressure drop but have a high heat transfer coefficient which is very difficult. This research tries to provide a solution by adding Delta Wing shaped fins, with materials namely aluminum, copper, stainless steel and varying the distance and number of fins on the inner pipe (tube) to produce a heat exchanger that has a high heat transfer coefficient and has a pressure drop. the low one. The results showed that the variation in delta wing fin spacing in aluminum was 6.55%, copper 6.4% and stainless steel 11.61%, variation in the number of delta wing fins in aluminum 18.36%, copper 17.98%, stainless steel 20, 18% means that the effect of varying the distance and number of fins on the tube surface can increase the heat transfer coefficient with an increase of 3% for variations of 4/10 to 4/20 and increase the pressure drop.
Analisis Kenaikan Temperature pada Turbine Guide Bearing untuk Pemeliharaan Periodik Unit 2 PLTA Maninjau Pratama, Bagas Adi; Mukhnizar, Mukhnizar; Zulkarnain, Zulkarnain; Selviyanty, Veny; Abu, Risal
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 6 No. 3 (2023): July 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v6i3.17093

Abstract

Turbine Bearing is a piece of equipment used to keep the shaft rotating about its axis or to keep a linearly moving component on track. The operation at PLTA Maninjau also makes use of a Turbine Bearing with a Journal Bearing type. The turbine bearing of the Maninjau hydropower plant experienced an abnormality, with the bearing temperature rising from 60°C to 80°C. Using the fishbone diagram method and failure mode and effects analysis, the authors conducted a root cause analysis of the causes of the increase in turbine bearing temperature in this study (FMEA). The cause of the increase in. The cause of the increase in the temperature of the turbine bearing unit 2 of the Maninjau Hydropower Plant was found to be a misalignment caused by a small bearing clearance of 0.2 mm, which should have been 0.4 mm according to the design value, after conducting research using the observation method through data collection and data processing. And reduced cooling water effectiveness from 18.41% to 1.15%. As a result, corrective maintenance on Maninjau Hydropower Unit 2 is required.
Analisis Perbaikan dan Pemeliharaan Sistem Pendingin (Air Conditioner) Pada Mobil Jazz New Gowasa, Estomi; Afdal, Afdal; Selviyanty, Veny; Abu, Risal; Mukhnizar, Mukhnizar
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 6 No. 3 (2023): July 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v6i3.17096

Abstract

In a new Honda Jazz car, there is a rotten smell coming from inside the AC cabin, the temperature is not cold and causes the windshield to fog up. The purpose of the research is to find out the causes of damage to the AC system and appropriate maintenance actions. The method used is primary data, namely by direct inspection it is known that the refrigerant parameters are low on the pressure gauge manifold device on both sides LO 0.6–0.8 kg/cm2 and HI 8–9 kg/cm2. Damage to the capillary pipe is leaking. The action taken is to replace the capillary tube components, so the temperature parameters become LO=1.5–2.0 kg/cm² and HI=14.5–15 kg/cm². Once the pressure on the compressor, LO=4–6 kg/cm² and LO=7–10 kg/cm². The temperature is hot in the vehicle cabin. After replacing the compressor Normal pressure LO=1.5–2.0 kg/cm² and HI=14.5–15 kg/cm². Unstable Condenser temperature, LO=15Psi. HI=300–350Psi. cleaning is carried out at the temperature parameters LO=25Psi and HI=150 Psi, normal conditions. The hot room temperature = 29.2ºC and the cleaning action is carried out, then the temperature becomes = 16.8ºC, the AC room temperature returns to normal.