Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PERILAKU PENGRAJIN GULA MERAH TEBU TRADISIONAL DI NAGARI BUKIK BATABUAH, KECAMATAN CANDUANG, KABUPATEN AGAM Ivonne Ayesha; Yurnalis Yurnalis; Mukhnizar Mukhnizar
Jurnal Pembangunan Nagari Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Badan Penelitian and Pengembangan (Balitbang), Padang, West Sumatra, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.913 KB) | DOI: 10.30559/jpn.v1i2.9

Abstract

The objectives of this study was to evaluate, to understand and to analysis production behavior comonted by the farmers as brown sugar cane producer in the Nagari Bukik Batabuah, the sub-district of Canduang, the district oh Agam. Site of the location being studied was determined purposively based on such a determination that this village was one of brown sugar cane production centre which is famous in West sumatera, and known as one of the local specific product in Ranah Minang. Aqualitative design was applied in this case study. The respondents is farmers who produce brown sugar cane. The results of this study indicated that those farmers-brown sugar cane producers had a unique behavior in their business. Their decisios to produce brown sugar cane was depend upon their household requirement upon money income. By those reasons, the farmers-brown sugar cane producers will produce more if the price of this product was relatively low. On the contracy, the will reduce their product wherever the price of brown sugar cane was getting higher. These farmers decision in producing brown sugar cane was imfact not determined by the market demand, si that maximum production was not occur at the high in case of its demand. Conversely, the minimum production was also not occur during its demand decrease.
PENGARUH ARUS PENGELASAN METAL INERT GAS (MIG) TERHADAP KEKUATAN TARIK BAJA ST 37 DENGAN VARIASI ARUS LISTRIK (150, 200, 250 AMPERE Mukhnizar
Journal of Scientech Research and Development Vol 4 No 1 (2022): JSRD, June 2022
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.758 KB) | DOI: 10.56670/jsrd.v4i1.44

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi arus pengelasan terhadap sifat mekanik dan kekuatan tarik. Dimana masing-masing variasi yang digunakan 150 Ampere, 200 Ampere dan 250 Ampere. Pada dasarnya besar kuat arus yang tinggi akan menyebabkan terjadinya penembusan las yang semakin besar, karena dengan adanya penembusan yang besar mengakibatkan las bagian dalam semakin besar akan perpengaruh pula pada hasil pengelasan. Bahan yang digunakan baja karbon rendah, baja pelat ST 37 tebal 10 mm. Jenis kampuh yang digunakan yaitu kampuh V tunggal dengan sudut 60º, dengan menggunakan las Metal Inert Gas (MIG). Kawat las yang digunakan tipe (ER-70S-6). Kemudian spesimen dilakukan pengujian tarik. Dari hasil pengujian tarik dapat disimpulkan bahwa variasi arus pengelasan 150 Ampere lebih kuat digunakan untuk pengelasan baja karbon rendah ST 37 dengan tebal 10 mm dan menggunakan kampuh V dengan sudut 60º.
Perencanaan Mesin Pengupas Kulit Kacang Tanah Kapasitas 800 kg/jam Eka Satrya; Risal Abu; Mukhnizar Mukhnizar
AEEJ : Journal of Automotive Engineering and Vocational Education Vol 3 No 2 (2022): AEEJ : Journal of Automotive Engineering and Vocational Education
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/aeej.v3i2.137

Abstract

This study aims to design a peanut peeling machine (pods) by utilizing an electric motor as a driving machine and a transmission system to continue rotation to a skin-peeling mechanism using a rotary type that drives a roller rotating shaft connected via a v-belt. The planning method in this research is the design of the peanut skin peeler machine, the method of planning elements and machine components, and making technical drawings. The results of this study are in the form of a Peanut Peeling Machine (pod) design, including the working principle of the Peanut Skin Peeler Machine, which is based on friction and surface pressure. Peanut Peeler Machine planning, and Peanut Peeling Machine technical drawings include: design/model, dimensions/size of machine components and elements, materials/materials, as well as instructions for the processing of each component/element of the machine. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan suatu mesin pengupas kulit (polong) kacang tanah dengan memanfaatkan motor listrik sebagai mesin penggerak dan sistem transmisi untuk meneruskan putaran ke mekanisme pengupasan kulit menggunakan tipe rotary yang menggerakkan poros pemutar roller yang dihubungkan melalui v-belt. Metode perencanaan dalam penelitian ini yaitu desain mesin pengupas kulit kacang tanah, metode perencanaan elemen dan komponen mesin, dan pembuatan gambar teknik. Hasil dari penelitian ini berupa rancangan mesin pengupas kulit (polong) kacang tanah, diantaranya prinsip kerja Mesin pengupas kulit kacang tanah yaitu berdasarkan gesekan dan tekanan permukaan roller pengupas (dilapisi karet) yang berputar terhadap kulit (polong) kacang tanah dan kisi Stator, spesifikasi hasil perencanaan mesin pengupas kulit kacang tanah, dan gambar teknik mesin pengupas kulit (polong) kacang tanah meliputi: desain/model, dimensi/ukuran komponen dan elemen mesin, bahan/material, serta instruksi proses pengerjaan masing-masing komponen/elemen mesin.
PERENCANAAN MESIN SERUT BAMBU KAPASITAS 500 BATANG/JAM Mukhnizar; Rivaldy Oktari Hidayat
Journal of Scientech Research and Development Vol 4 No 2 (2022): JSRD, December 2022
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v4i2.62

Abstract

Bambu merupakan tumbuhan berbunga menahun hijau abadi dari subfamili bambusoideae yang termasuk famili poaceae. Bambu digunakan untuk membuat sumpit dan alat memasak lainnya seperti spatula serta kerajinan tangan berbahan baku bambu yang dapat dianyam. Pembuatan sebuah anyaman bambu membutuhkan lembaran tipis sebagai bahan baku anyaman. Pengembangan mesin penyerutan bambu diperlukan untuk membantu mempercepat proses tanpa harus melakukan penyerutan bambu secara manual yang membutuhkan banyak waktu. Prsoses produksi anyaman dilakukan dengan melicinkan atau mengubah bentuk benda yang tidak beraturan menjadi beraturan, sebelumnya proses penipisan batang bambu membutuhkan waktu 2 jam untuk mendapatkan hasil serutan-serutan bambu agar bisa dianyam untuk 1 buah kerajinan tangan itupun juga membutuhkan waktu hingga 5 jam waktu penganyaman. Perencanaan mesin serut bambu meliputi perencanaan elemen-elemen mesin seperti poros, pasak, puli, sabuk, bearing, gear sprocket, rantai, pegas serta terdapat komponen roll karet, mata pisau penipis, mata pisau pembelah, mata pisau pembulat dan kontruksi rangka sebagai tempat semua komponen dan elemen mesin itu terikat dan membentuk suatu mekanisme kerja mesin yang dapat mencapai tujuan melakukan penyerutan bambu, untuk mengetahui prinsip kerja mesin serut bambu, proses perencanaan mesin serta teknik perencanaan desain gambar teknik memakai software AUTOCAD. Hasil akhir pada proses perencanaan mesin serut bambu memungkinkan terjadinya proses penipisan, pembelahan bahkan membuat bulat seperti stik/tusuk sate benda kerja bahan baku bambu tersebut serta membuat gambar teknik mesin serut bambu meliputi desain/model, dimensi/ukuran komponen dan elemen mesin, bahan material, serta intruksi proses pengerjaan masing-masing komponen/elemen mesin dibuat dengan bantuan alat software AUTOCAD gambar dicetak dan dilampirkan sebagai pedoman pembuatan mesin.
Contribution of Pedagogical Competence and Transformational Leadership of the Principal to the Implementation of the Tasks of Design and Build Teachers at SMKN 1 Padang Melda Fajra; Jalius Jama; Sukardi Sukardi; Danyl Mallisza; Mukhnizar Mukhnizar; Oskah Dakhi
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 6 No 2 (2022): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.637 KB) | DOI: 10.33487/edumaspul.v6i2.5248

Abstract

This study aims to reveal and analyze how much (1) the contribution of pedagogical competence to the implementation of teacher duties, (2) the contribution of principals' transformational leadership to the implementation of teacher duties and (3) the contribution of pedagogical competence and principals' transformational leadership to the implementation of teacher duties of SMKN 1 Padang both individually and together. This research uses a quantitative approach. The population is all teachers at SMKN 1 Padang totaling 89 people, while the sample is 56 people determined by Stratified Proportional Random Sampling technique and the strata used are educator certification and length of service. Data were obtained using a Likert scale questionnaire that had been tested for validity and reliability. The results of data analysis show that (1) pedagogical competence contributes significantly to the implementation of teacher duties by 19.2%. (2) principals' transformational leadership significantly contributed 8.2%, while (3) pedagogical competence and principals' transformational leadership together contributed 24%. Data analysis has shown that the three hypotheses can be accepted empirically. From the findings, it can be concluded that pedagogical competence and principals' transformational leadership are two independent variables that have a positive impact on the dependent variable of teachers' task implementation. To improve the implementation of the duties of teachers of SMKN 1 Padang, it is necessary to improve through pedagogical competence and transformational leadership of principals properly and responsibly.
ANALISIS PERFORMA HEAT EXCHANGER OIL COOLER UPPER TIPE M10-BFG PADA UNIT 1,2,3,4 PLTA SINGKARAK UNTUK TINDAKAN PEMELIHARAAN Mukhnizar; Risal Abu; Afdal; Azmil Azman; Didik Agung Nugroho
Journal of Scientech Research and Development Vol 5 No 1 (2023): JSRD, June 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v5i1.88

Abstract

ABSTRACT Heat Exchanger is equipment used to carry out the process of exchanging heat between two fluids, either liquid (hot or cold) or gas, where these fluids have different temperatures. Singkarak hydropower plant also uses a plate type heat exchanger with the code M10-BFG in operation. Serves to exchange heat in the oil used in the upper oil pot, which functions as a cooler and lubricant for the upper bearing and thrust bearing. Seeing the function of the upper and thrust bearings, which are two important bearings in the unit. A good maintenance process is needed on the plate heat exchanger to maintain the condition of the oil at working temperature, which is at 45-55 0C. Through this research, the authors analyzed the performance of the M10-BFG plate heat exchanger with the parameters of the actual heat transfer coefficient and monthly temperature trends. After doing research with quantitative methods through data collection and data processing, it was found that unit 4 has the highest actual heat transfer coefficient of 875.666-900.574 W, but has the shortest usage time, for 42 days based on the existing trending temperature. This is because in unit 4 the oil flow (870-900 l/minute) is below standard, and the size of the heat exchanger plate (55 cm) has shrunk far from the initial value (63 cm). So it is necessary to carry out corrective maintenance on unit 4. Meanwhile, the lowest actual heat transfer coefficient is found in unit 1 with a value of 706.797-770.027 W and the longest plate heat exchanger usage time is in unit 3, with an estimated 121 days before reaching the 55 0C alarm.
PENGUJIAN ALAT UJI PUNTIR Muhammad Rafly Ramadhan; Risal Abu; Mukhnizar; Afdal; Zulkarnain
Journal of Scientech Research and Development Vol 5 No 1 (2023): JSRD, June 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v5i1.162

Abstract

Alat uji puntir adalah suatu alat yang dirancang untuk mengukur seberapa besar gaya puntir yang dapat dilakukan saat melakukan pengujian dari suatu alat. Alat puntir terbagi dua macam, otomatis dan manual. Saat ini alat uji puntir manual masih ada yang menggunakan tenaga manusia untuk menjalankannya dengan cara memutar hendel dan juga masih manual dalam membaca jumlah putaran spesimen dan waktu puntiran. Dalam skripsi dilakukan pengujian alat uji puntir menggunakan motor daya 1 Hp dan putaran 1400 rpm, jumlah putaran spesimen menggunakan sistem elektronika (sensor). Tujuan pengujian alat uji puntir ini mengetahui hasil parameter pengujian. Proses pengujian alat puntir ini adalah : proses memasukkan kawat ke kepala puntir dan kepala tetap, proses menghidupkan tachometer, dan proses hidupkan mesin. Dari hasil pengujian alat uji puntir diperoleh parameter pengujian yaitu: Nilai torsi terbesar 84,04 Nm, Gaya terbesar 16.700 N, Momen puntir terbesar 42,01 N.m, Tegangan terbesar 878.947 N/m2, Regangan paling panjang 0,018 mm, Modulus elastisitas terbesar 29 ×.10-7 N/m2, Tegangan puntir terbesar 14.200 N/m2.
ANALISIS PERAWATAN INJECTION PUMP PADA MOTOR DIESEL Mukhnizar; Bio Oktonius Manurung; Afdal
Journal of Scientech Research and Development Vol 5 No 2 (2023): JSRD, December 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v5i2.265

Abstract

Mesin diesel merupakan bentuk pembakaran dalam (internal combustion engine) dengan prinsip kerja penyalaan bahan bakar yang dilakukan oleh suhu secara kompresi di ruang bakar. Perawatan motor diesel pada kendaraan bermotor terutama pompa ijeksi sangat diperlukan. Tujun penelitian untuk mengetahui prinsip kerja injection pump, penyebab tersumbatnya injection pump dan mengetahui prosedur perawatan injection pump. Penelitian dilakukan dengan mengambil data tekanan penginjeksian pada Injection pump dan Injektor motor Diesel 6 silinder menggunakan tool set, nozzle pump tester, ragum dan test banch serta truck hino FM 260 JD sesuai spesifikasi yang ditentukan. Hasil dari penelitian ini pada analisis volume penginjeksian pada plunger didapatkan data dengan putaran 300, 500, dan 800 rpm secara berturut-turut yaitu rata-rata 3,6 ml, 19,3 ml dan 21,5 ml. Setelah dilakukan penyetelan pada tiap-tiap plunger, diperoleh hasil 2 ml, 20 ml dan 22ml dengan putaran yang sama secara berturut-turut. Perawatan injection pump dilakukan agar mencegah ketidak stabilan rpm dan runaway.
Analisis Penyebab Kerusakan Mesin Diesel pada Generator Set untuk Tindakan Perawatan di Kapal Tanker MT. Sea Serenity Zega, Toniman; Afdal, Afdal; Abu, Risal; Mukhnizar, Mukhnizar; Azman, Azmil
JURNAL SURYA TEKNIKA Vol. 11 No. 1 (2024): JURNAL SURYA TEKNIKA
Publisher : Fakultas Teknik UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jst.v11i1.7862

Abstract

The generator set on the ship has the function of supplying electrical power needs. MT Tanker Ship. Sea Serenity is one of the ships that delivers goods between islands. In operation, the diesel generator engine on the MT. Sea Serenity sometimes experiences problems resulting in blackouts. This research aims to determine the factors that cause damage as well as appropriate maintenance actions and the method used is trouble shooting. Based on the research results, it is found that the causes of damage are: Engine knock, engine exhaust smoke, problems with the injection pump, worn plunger, damage to delivery valve seat, injection nozzle interference, valve opening pressure too low, engine output unstable, worn piston rings. Maintenance carried out: Injection timing must be adjusted according to ignition sequence, set injection timing, replace plunger and delivery valve seat, set valve opening pressure, replace spring, and clean injection orifice. On unstable engine output, the control rack stroke must be checked. Perform regular oil changes and regular tune ups
Perencanaan Mesin Pemipih Biji Melinjo Kapasitas 650 Kg/Jam Fauzan, Idham; Abu, Risal; YH, Veny Selviyanty; Mukhnizar, Mukhnizar; Azman, Azmil
Educativo: Jurnal Pendidikan Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Teknik, Komputer, Agroteknologi dan Sains (Marostek)
Publisher : PT. Marosk Zada Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.328 KB) | DOI: 10.56248/marostek.v1i2.23

Abstract

Melinjo adalah bahan dasar emping melinjo, salah satu makanan ringan yang banyak di gemari masyarakat meski harganya relatif mahal. Proses produksi emping malinjo umumnya dilakukan secara tradisional, rangkaiannya cukup panjang, lama, umumnya proses manual, sehingga produktifitasnya relatif rendah. Kondisi ini sungguh tidak menguntungkan bagi usaha skala kecil menengah (UKM). Diperlukan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) untuk menghasilkan alat berteknologi tepat guna, murah pengadaannya, mudah dan murah pengoperasiannya. Berdasarkan perencanaan dilakukan pada laboratorium proses produksi program studi teknik mesin fakultas teknik dan perencanaan Universitas Ekasakti Padang. Mesin pemipih biji melinjo adalah alat yang digunakan untuk membantu dalam proses pengelolahan emping melinjo. Mesin emping melinjo yang direncanakan untuk kepentingan penerapan program IPTEK bagi masyarakat (IBM) dengan menggunkan dua pasang roll aktif (digerakan motor IPK) berhasil memproduksi emping melinjo berketebalan relatif seragam. Konsekuensi ekonomi yang harus di tanggung oleh UKM berguna mesin di banding proses secara manual adalah konsumsi listrik. Namun dengan produktifitas dan kualitas emping melinjo yang lebih tinggi, konsekuensi penambahan yang dialami relatif bernilai kecil.