Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Deteksi Kematangan Buah Mangga Berbasis Pengolahan Sinyal Digital Menggunakan Radar Fmcw Alvin Banjarsari Sudana; Raditiana Patmasari; Yussi Perdana Saputera
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Indonesia merupakan negara agraris dengan daerah perkebunan yang sangat luas. Selain Kelapa sawit, Singkong dan Pisang, Indonesia merupakan negara dengan komoditas buah Mangga yang besar. Pada tahun 2016 statistik FAO menyebutkan Indonesia merupakan negara dengan produksi Mangga terbesar ke-4 didunia. Hal ini tentunya dapat lebih ditingkatkan apabila banyak terobosan teknologi yang digunakan dalam produksi buah Mangga. Teknologi tersebut dapat diterapkan dalam proses penanaman, perawatan, maupun panen. Pada Tugas Akhir ini dibuat suatu sistem yang dapat mendeteksi kematangan buah Mangga berdasarkan pengolahan sinyal digital pada radar FMCW. Sistem bekerja dengan mengklasifikasi tingkat kematangan mangga berdasarkan besar magnitude gelombang yang didapatkan dengan melakukan transformasi fourier diskrit pada frekuensi beat radar siversima RS3400X terhadap buah mangga. Pengklasifikasin dilakukan dengan memperhatikan jarak antara sistem dengan mangga pada kondisi indoor/outdoor. Hasil penelitian ini merupakan hasil pengujian sistem terhadap klasifikasi kematangan sample mangga dan analisa tingkat kematangan mangga pada kondisi dalam ruangan dan luar ruangan pada jarak 90 cm, 100 cm, dan 110 cm terhadap besarnya magnitude gelombang. Pada penelitian menghasilkan suatu sistem mampu mengklasifikasi tingkat kematangan mangga dengan akurasi 42,77 %. Kata kunci : Mangga, kematangan, FMCW, klasifikasi¸ gelombang, magnitude. Abstract Indonesia is an agricultural country with a vast plantation area. In addition to oil palm, cassava and banana, Indonesia is a country with large mangoes production. In 2016 FAO statistics said Indonesia was the fourth largest country of mango production in the world. This of course can be further improved if there are many technological breakthroughs used in the production of Mango. This technology can be applied in the process of planting, tendance, and harvesting. In this Final Project, a system can be detected that can detect the ripenesse of Mango based on digital signal processing on FMCW radar. The system works by classifying the mango ripenesse level based on the magnitude of the wave obtained by performing discrete fourier transforms on the siversima RS3400X radar beat frequency on the mango. Classification is carried out by observing the distance between the system and the mango on indoor / outdoor conditions. This study obtain the results of a system test on the calcification of sample manggo ripenesse level and analysis the effect of the ripenesse level of mangoes in conditions in indoor and outdoor at a distance of 90, 100, and 110 cm against the magnitude wave. In this study, a system was able to classify manggo ripenesse level with an accuracy of 42,77%. Keywords: Mango, maturity, FMCW, classification, magnitude.
Pt Rti Production Division Manpower Planning Based On Workload Analysis Using Work Sampling Method Alfian Kusuma Aji; Atya Nur Aisha; Yussi Perdana Saputera
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human resources have a role to support the realization of the company's strategic plan and increase company productivity. In the last three years PT RTI can’t fulfill the demand target on time and also due to the lack of manpower, causing the workload in the production division to increase. Workload analysis and manpower planning will be done by using work sampling method. Result of calculation is a standard time that can be used for the manpower planning. The results of the workload analysis show that the workload limit control is from 107,96% to 126,62%. The workload for each job is as follows: Designer (107,11% - Underload), Mechanic (145,59% - Overload), System Developer (118,61% - Optimal), Quality Control Staff (98,46% - Underload). The manpower planning needed in the company are one designer, five mechanics, three system developers and one quality control staff. Keywords : manpower planning, work sampling, workload
Rancang Bangun Antena Persegi Mikrostrip Susunan Array Series Untuk Aplikasi Uplink Esm Missile Sudung Parjuangan Parhusip; Levy Olivya Nur; Yussi Perdana Saputera
eProceedings of Engineering Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain Dan Realisasi Omni Direksional Antena Planar Printed Dipole Array Untuk Frekuensi 1090 Mhz Aplikasi Receiver Mode-s Theodorus Edsa Leo Prabowo; Bambang Setia Nugroho; Yussi Perdana Saputera
eProceedings of Engineering Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ADS-B atau Mode-S Receiver adalah sebuah sistem pemantauan (surveillance) penerbangan nir radar. Pesawat udara yang dilengkapi dengan sebuah transponder mengirimkan data penerbangan secara otomatis (automatic). Data penerbangan seperti posisi dan kecepatan diperoleh dari sistem satelit navigasi GNSS (Global Navigation Satellite System). Data penerbangan yang dipancarkan secara broadcast ini akan diterima dan diproses oleh stasiun penerima (ground station). Terminologi dependent menyatakan bahwa data penerbangan bukan diinisiasi oleh ground station (sebagaimana layaknya sistem radar), melainkan oleh pesawat udara. Sistem ADS-B/MODE-S RECEIVER ini juga memungkinkan komunikasi data antar pesawat udara. Pada sistem ADS-B/MODE-S RECEIVER untuk bagian ground station merupakan sistem penerima dari data yang dikirimkan pesawat pada frekuensi 1090 MHz menggunakan antena sebagai media penerima dari sinyal yang dikirimkan dari pesawat. Antena merupakan salah satu perangkat yang berperan penting bagi komunikasi ADS-B/MODE-S RECEIVER ini, penerimaan sinyal terpenuhi, dengan perkembangan antena yang mengarah ke gain dan bandwidth yang besar. Antena ini bekerja pada frekuensi 1090 MHz menggunakan substrat FR4. Antena mikrostrip akan dibuat simulasi dengan menggunakan software simulasi yang hasilnya akan direalisasikan kedalam bentuk fisik. Hasil pengukuran pada antena mikrostrip ini diharapkan dapat menunjukkan bahwa antenna memiliki bandwith yang lebar dan dapat bekerja pada frekuensi 1090 MHz dengan nilai VSWR sebesar 1.202, dan gain 4.079 dB. Antena yang akan dirancang menggunakan pengembangan antena dipole dengan pengembangan menggunakan metode planar printed. Kata Kunci: Software Simulasi, ADS-B/MODE-S RECEIVER, Antenna Mikrostrip, Pesawat Komersil.
Antena Helix Mode Axial untuk Frekuensi Kerja Radar S-Band M. Reza Hidayat; Aditya Febryana; Nivika Tiffany Somantri; Yussi Perdana Saputera
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 22 No 1 (2023): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55893/jt.vol22no1.478

Abstract

This study designed an axial mode helix antenna with a working frequency used of 2.1 GHz, which has a return loss value of < -10 dB and VSWR < 1.3. The simulation was carried out using the CST studio suite 2020 software by designing a helix antenna from the calculation results to optimization of the helix antenna structure, namely the distance between the windings, the number of windings, the diameter of the windings, and the diameter of the ground plane until the simulation results are in accordance with the specifications of the desired parameters. Based on the final results of the return loss parameters and VSWR has met the designed specification standards, from the simulation results of the axial mode helix antenna, the results were obtained, namely at a return loss of -22 dB and at a VSWR value obtained 1.17. The results of the measurement of the axial mode helix antenna obtained the same result at a return loss of -22 dB and at VSWR 1.17 but the frequency value used in the measurement shifted to 2.45 GHz, this is not a problem because the s-band frequency can work from 2 GHz to 4 GHz.
Antena Multiple-Input Multiple-Output (MIMO) Array 1×4 Axe Patch Microstip pada Frekuensi 2,4 GHz Sabtiawan, Thaufiq; Hidayat, M. Reza; Saputera, Yussi Perdana; Somantri, Nivika Tiffany
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 23 No 1 (2024): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55893/jt.vol23no1.585

Abstract

MIMO (Multiple-Input Multiple-Output) Antenna Technology improves wireless network performance by allowing the use of multiple transmit and receive antennas simultaneously. MIMO antennas use antenna elements in an array, such as circular microstrip antennas, to increase signal throughput and reliability. This research simulates and develops a circular microstrip antenna into a 1×4 axe MIMO with array, operating at 2.4 GHz. The simulation shows return loss (S11) -60.913 dB, insertion loss -50.439 dB, VSWR 1.001, bandwidth 116.3 MHz, and gain 5.709 dBi. The results of fabrication and measurement achieve return loss (S11) -61.69 dB, insertion loss -43.16 dB, VSWR 1.00, bandwidth 137.2 MHz at a frequency of 2.4260 GHz. Even though there is a frequency shift of 260 MHz between the simulation and measurement results, the design of this antenna is successful according to the desired specifications.
Pemodelan Dan Simulasi Antenna Microstrip Array Single, 1x2, 1x4, Dan 1x8 Elemen Patch Untuk Aplikasi Radar Manpack Irawan Saputra, Dede; Thaufiq Sabtiawan; Yussi Perdana Saputera
EPSILON: Journal of Electrical Engineering and Information Technology Vol 21 No 2 (2023): EPSILON: Journal of Electrical Engineering and Information Technology
Publisher : Department of Electrical Engineering, UNJANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55893/epsilon.v21i2.103

Abstract

Microstrip antena can be the main choice in various communication applications because it has a fairly light mass and small size when compared to other types of antenas such as dipole antenas, yagi and so on. To know about the workings of radar. Use the CST Studio Suite application to simulate and analyze the difference in gain of the single antena, 1x2, 1x4, 1x8 arrays that have been made. From the results obtained from Gain with single Gain 1.73 dB, Array 1x2 Gain 2.97dB, Array 1x4 Gain 5.5 dB, Array 1x8 Gain 7.46 dBA Single Microstrip antena has small dimensions that can work at high frequencies However, this single patch Microstrip Antena has a weakness in the amount of radiant power (Gain), and a large polarization angle, to reduce the weakness of this single patch Microstrip Antena.
Simulasi dan Realisasi Microstrip RF Amplifier 9,3 GHz Untuk Radar Pantai RAHAYU, YUSNITA; RITONGA, NICOLAS PEDRO; MAULANA, YUDI YULIYUS; SAPUTERA, YUSSI PERDANA; SANTIKO, ARIEF BUDI; ANHAR, ANHAR
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 12, No 1: Published January 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v12i1.216

Abstract

ABSTRAKIndonesia merupakan negara kepulauan yang membutuhkan kemandirian teknologi radar pantai untuk keperluan pengawasan. Maka, kebutuhan akan RF amplifier yang murah merupakan suatu keharusan. Makalah ini menyajikan simulasi dan realisasi microstrip RF amplifier menggunakan RT/Duroid 5580 dan teknik matching stub pada frekuensi 9,3 GHz. Teknik ini merupakan yang efektif untuk frekuensi tinggi dan mencocokkan impedansi dengan nilai imajiner. Komponen aktif MGF2407A dipilih dengan konfigurasi DC fixed bias. Dari hasil simulasi, RF amplifier yang diusulkan memiliki gain sebesar 10,318 dB, S11 sebesar -26 dB dan S22 sebesar -28 dB dengan kompresi P1dB sebesar 11 dBm. Namun, selama pengukuran, RF amplifier memberikan redaman akibat pengaruh penyolderan, short circuit, dan electro statis discharge. Untuk parameter terukur lainnya memenuhi persyaratan standar. Hal ini menunjukkan realisasi microstrip RF amplifier untuk frekuensi tinggi memiliki tingkat keberhasilan yang rendah.Kata kunci: radar pantai, penguat daya, matching stub, mikrostrip ABSTRACTIndonesia is an archipelagic country that needs to monitor its islands. For the independence of coastal radar technology, the need for low cost RF amplifiers is a must.This paper presents simulation and realization of microstrip RF amplifier used RT/Duroid 5580 and matching stub technique worked at 9.3 GHz. This matching technique is effective for high frequency and to match the impedance with imaginer value. The active component of MGF2407A was chosen with DC fixed bias configuration. From simulation, the proposed RF amplifier has gain of 10.318 dB, S11 of -26 dB and S22 of -28 dB with P1dB compression at 11 dBm. However, during the measurement, the RF amplifier provides attenuation due to soldering, short circuit, and electro statis discharge effects. For other measured parameters met the standard requirements. This demonstrates the low success rate of realizing microstrip RF amplifiers for high frequencies.Keywords: coastal radar, power amplifier, matching stub, microstrip
Rancang Bangun Antena Drone Blocker Jammer Gun Dengan Teknik Lpda (Log Periodic Dipole Array) Berbasis Mikrostrip Untuk Frekuensi 900 Mhz 1,5 Ghz Dan 2,4 Ghz Ardhana, Garin; Wijanto, Heroe; Saputera, Yussi Perdana
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drone, atau pesawat tak berawak, saat ini sedang mengalami masa percepatan pengembangan. Drone berpotensi membahayakan privasi dan keamanan di wilayah tertentu karena kemampuannya dalam mengambil gambar tanpa izin, mengumpulkan informasi, melakukan sabotase, dan bahkan melakukan pemboman. Penanggulangan potensial terhadap ancaman ini dapat melibatkan penerapan drone jammer atau drone blocker. Penghalang atau jammer drone. Pengacau drone rata-rata dapat mempolarisasikan sinar sejauh ribuan meter pada sudut 30 derajat. Frekuensi operasional jammer drone tidak diragukan lagi adalah 2,4 GHz, mengingat di sinilah sebagian besar drone mengirimkan data dan melakukan kontrol. Dari hasil simulasi yang dilakukan didapatkan pada frekuensi 900 MHz nilai return loss -23.48, nilai VSWR 1.14 dengan nilai gain 5.594 dBi. Pada frekuensi 1500 MHz nilai return loss - 23.91, nilai VSWR 1.13 dengan nilai gain 5.008 dBi. Pada frekuensi 2400 MHz didapatkan nilai return loss -12.24, nilai VSWR 1.64 dengan nilai gain 6.41 dBi. Setelah melakukan simulasi dilakukan fabrikasi antena kemudian dilakukan pengukuran. Pada frekuensi 900 didapatkan nilai return loss - 25.63 dengan nilai VSWR 1.1. Pada frekuensi 1500 MHz didapatkan return loss -19.4 dengan nilai VSWR 1.24. Pada frekuensi 2400 MHz didapatkan hasil return loss -19.44 dengan nilai VSWR 1.23. berdasarkan hasil simulasi dan pengukuran hasil yang didapatkan sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan. Kata Kunci: Jammer Drone or Drone Blocker, Microstrip Antenna, LPDA
Antenna Array 4x2 Mikrostrip Patch Persegi Dual Frekuensi untuk BTS 5G Rama Putra Ilyas Eka Cipta; Wijanto, Heroe; Yussi Perdana Saputera
Jurnal Nasional SAINS dan TEKNIK Vol. 3 No. 1 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jnst.v3i1.9591

Abstract

perkembangan teknologi setiap tahun meningkat ,sehingga kebutuhan informasi jauh lebih besar. 5G merupakan perkembangan teknologi yang terbarukan. 5G merupakan sebuah ekosistem jaringan nirkabel yang bekerja secara sinergis untuk menyediakan media komunikasi tanpa batas bagi pengguna Kategori spektrum frekuensi yang dapat digunakan, yaitu di bawah 1 GHz, 1-6 GHz dan di atas 6 GHz. Pada frekuensi 1-6 GHz terdapat kandidat frekuensi yang dapat digunakan untuk mengembangkan teknologi komunikasi 5G, yaitu frekuensi 3.3-4.2 GHz. Pada saat ini di Indonesia akan menggunakan band frekuensi 2.3 GHz untuk komunikasi 5G. Pengembangan teknologi komunikasi 5G membutuhkan antena yang tepat yang mampu untuk mendukung sistem komunikasi 5G. Penggunaan sistem Multiple In Multiple Out (MIMO) pada antena merupakan pilihan yang tepat untuk pengembangan teknologi 5G [2]. MIMO dipilih karena mendukung spesifikasi 5G yang membutuhkan kapasitas yang besar pada sistem komunikasinya. Tugas Akhir ini mengusulkan Antena MIMO 4×2 Array 2 elemen menggunakan patch Rectangular. Untuk mendapatkan Baemwidth kesegala arah akan menggunakan metode empat sektor dengan nilai beamwidth = 90. Dengan metode Array ini diharapkan untuk mendapatkan nilai gain yang maksimal. Dan juga diharapkan antena yang dirancang dapat menghasilkan VSWR ≤ 2 dengan polaradiasi unidireksional pada frekuensi 1,8 GHz dan 2,3 GHz.