Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : EBAMUKAI

PEMANFAATAN PEKARANGAN UNTUK MEWUJUDKAN KETAHAN PANGAN DI PESANTREN ITTIBA AS SUNNAH KAMPUNG HOLTEKAMP JAYAPURA Elisabet Bre Boli; Oktliana Pasangka; Dwi Astuti; Benny Abraham Bungasalu
EBAMUKAI PAPUA JURNAL PENGABDIAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/ejpipt.v1i1.102

Abstract

Ketahanan pangan dapat diwujudkan melalui pemberdayaan pekarangan sebagai bentuk pemanfaatan lahan yang tidak digunakan untuk memproduksi tanaman pangan. Hal ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan maupun ekonomi dari pesantren, terutama produksi sayur-sayuran. Pesantren tidak hanya merupakan tempat pemberdayaan spiritual, tetapi juga pemberdayaan life skill. Melalui pemanfaatan pekarangan ini, berbagai manfaat dapat diperoleh dari sisi ekologis maupun ekonomis. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga pesantren dalam pemanfaatan pekarangan, mengembangkan pekarangan, serta meningkatkan ketersediaan sayuran di Pesantren Ittiba As Sunnah Kampung Holtekamp Jayapura. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemanfaatan pekarangan di Pesantren Ittiba As Sunnah Kampung Holtekamp Jayapura. Pelaksanaan pengabdian menggunakan metode demonstrasi plot, diawali dengan persiapan alat dan bahan, pembuatan media tanam, penyemaian benih dan bibit, pemupukan dan pemeliharaan. Kegiatan ini melibatkan seluruh warga Pesantren Ittiba As Sunnah Kampung Holtekamp Jayapura dan dilaksanakan selama 5 (lima) bulan. Hasil kegiatan menunjukkan pemanfaatan pekarangan dilakukan dengan baik melalui praktik bercocok tanam yang tepat, sehingga lahan kosong dapat dikelola dan memberikan hasil bagi warga Pesantren Ittiba As Sunnah. Pemberdayaan perlu terus dijalankan dan dipantau agar dapat mewujudkan kemandirian pangan bagi warga Pesantren Ittiba As Sunnah.
SOSIALISASI POTENSI GEMPA BUMI DI SMKN 8 KOTA JAYAPURA Eva Papilaya; Benny Abraham Bungasalu; Martina Bunga
EBAMUKAI PAPUA JURNAL PENGABDIAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/ejpipt.v1i1.139

Abstract

Kondisi geografis, demografis, sosiologis, meteorologis dan klimatologis Indonesia menjadikan Indonesia berada di daerah rawan terhadap bencana (alam, non alam, dan sosial). Pulau Papua terletak diujung pertemuan lempeng samudera yaitu Lempeng Samudera yaitu Lempeng pasifik yang menyusup di bawah Papua bergerka kea rah barat daya dengan kecepatan 12 cm/tahun dan lempeng Indo-Australia yang menyusup dibawah Lempeng Eurasia bergerak ke utara sekitar 7 cm/tahun. Mitigasi bencana merupakan serangkaian upaya yang dilakukan untuk mengurangi risiko bencana , baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi bencana (Pasal 1ayat 6 PP No 21 Tahun 2008) Pentingnya pendidikan kebencanaan di sekolah melalui kegiatan penyuluhan dan peningkatan kewaspadaan masyarakat. Menerut peraturan BNPB Nomor 4 Tahun 2008 dijelaskan upaya atau kegiatan dalam rangka pencegahan dan mitigasi yang dilakukan, bertujuan untuk menghindari terjadinya bencana serta mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh bencana. Kegiatan ini pengabdian dilaksanakan pada tanggal 5 November 2016. Khalayak sasaran pada kegiatan ini adalah siswa-siswi SMKN 8 Kota Jayapura
SENAM LANSIA DALAM UPAYA PENINGKATAN KEBUGARAN DI KOYA BARAT Bre Boli, Elisabet; Astuti, Dwi; Pasangka, Oktliana; Bungasalu, Benny Abraham; Martina Bunga'
EBAMUKAI PAPUA JURNAL PENGABDIAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/ejpipt.v2i1.170

Abstract

Beberapa masalah kesehatan yang sering dialami lansia, di antaranya adalah menurunnya kemampuan kognitif dan fisik. Upaya pencegahan perlu dilakukan, misalnya melalui peningkatan aktivitas fisik ringan dengan frekuensi lebih sering. Senam lansia juga berperan dalam meningkatkan kekebalan tubuh, terutama jika dilakukan secara teratur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkenalkan aktivitas fisik berupa senam bagi lansia agar tubuh lebih bugar. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini, yaitu demonstrasi berupa praktik langsung gerakan senam lansia dan dilaksanakan dalam beberapa tahap, yaitu advokasi dan pelaksanaan senam yang diawali dengan penyuluhan kesehatan. Kegiatan pengabdian diikuti oleh 14 peserta lansia di Koya Barat. Senam lansia dilaksanakan selama 30 menit berupa gerakan-gerakan yang mudah dan ringan, serta dipimpin oleh instruktur. Para peserta sangat antusias dalam mengikuti penyuluhan kesehatan dan senam lansia. Kegiatan ini perlu dilakukan secara rutin untuk meningkatkan kebugaran lansia untuk tetap hidup sehat.
PERCOBAAN PENGARUH KEDALAMAN TERHADAP TEKANAN BAGI KELOMPOK ANAK DI BTN PUSKOPAD SENTANI KABUPATEN JAYAPURA Flinn Radjabaycolle; Papilaya, Eva; Martina Bunga; Daniel Napitupulu; Endang Haryati; Benny Abraham Bungasalu
EBAMUKAI PAPUA JURNAL PENGABDIAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/ejpipt.v2i1.181

Abstract

Fisika merupakan salah satu mata pelajaran yang paling kurang diminati karena tingkat kesulitannya, sehingga perlu diperkenalkan kepada anak sejak dini melalui suatu pengalaman ilmiah yang menyenangkan supaya dapat menimbulkan minat terhadap pelajaran fisika itu sendiri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat diikuti oleh tujuh orang peserta yang terdiri dari anak-anak berusia tujuh sampai dua belas tahun, berdomisili di Perumahan BTN Puskopad Sentani Kabupaten Jayapura, dan sedang menempuh pendidikan sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yang meliputi pembuatan model, pengamatan, dan penyampaian hasil pengamatan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah agar anak dapat memahami dan menjelaskan bagaimana hubungan antar dua buah kuantitas fisis yaitu kedalaman dan tekanan melalui sebuah percobaan fisika sederhana. Kegiatan ini bermanfaat untuk membantu anak mampu berpikir kritis dan terampil dalam memecahkan masalah. Secara keseluruhan, kegiatan ini mencapai tujuan yang diharapkan. Sebagai indikasi keberhasilan, pertanyaan-pertanyaan ilmiah yang diajukan tim pengabdi selama kegiatan berlangsung dapat dijawab dengan baik oleh para peserta.
SOSIALISASI PROGRAM STUDI FISIKA FMIPA UNIVERSITAS CENDERAWASIH PADA SMA MUHAMMADIYAH KOTA JAYAPURA Rahman; Eva Papilaya; Flin C. C. Radjabaycolle; Khaeriah Dahlan; Wahyu Kumala Sari; Hardi Hamzah; Bungasalu, Benny Abraham; Martina Bunga'; Ahmad Rezaldi Maulana; Nalince Naomi Paraibabo
EBAMUKAI PAPUA JURNAL PENGABDIAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/ejpipt.v2i2.217

Abstract

Ketertarikan lulusan SMA, SMK atau yang sederajat terhadap program studi fisika terutama pada Program Studi Fisika Universitas Cenderawasih dapat dikategorikan rendah. Permasalahan rendahnya minat lulusan SMA dan sederajat untuk melanjutkan studinya ke Program Studi Fisika menjadi tantangan untuk menumbuhkan kembali minat terhadap pelajaran fisika serta minat alternatif dalam pilihan program studi ketika para siswa akan melanjutkan pendidikan tinggi. Pengabdian dilakukan dengan metode ceramah yang ditunjang dengan penggunaan media yang modern sehingga dapat menarik minat para siswa SMA Muhammadiyah pada materi yang diberikan. Penyampaian materi diberikan oleh dosen yang disebar ke empat kelas dengan materi yang sama. Pelaksanaan pengabdian diawali dengan kunjungan ke sekolah SMA Muhammadiyah Kota Jayapura sehari sebelumnya untuk koordinasi kepada pihak sekolah, sekalian berkenalan dengan pihak sekolah.  Kegiatan Sosialisasi diawali dengan perkenalan kepada siswa pada setiap kelas yaitu mengenalkan dosen dan mahasiswa yang melakukan sosialisasi pada setiap kelas, lalu dilanjutkan dengan memberikan materi dan penjelasan mengenai program studi Fisika Universitas Cenderawasih dengan menggunakan sarana yang tersedia pada setiap kelas yaitu monitor TV dengan ukuran yang besar. Sosialisasi pada SMA Muhammadiyah Kota Jayapura sangatlah bermanfaat untuk melihat tingkat ketertarikan siswa SMA terhadap Program Studi Fisika Uncen dan berupaya untuk memperkenalkan Program Studi Fisika Uncen sehingga mengubah cara pandang para siswa mengenai Program Studi Fisika Uncen dan ilmu fisika pada umumnya.
PEMBELAJARAN FISIKA MELALUI EKSPERIMEN SEDERHANA PADA MATERI INERSIA UNTUK ANAK-ANAK DI SENTANI Flinn Radjabaycolle; Papilaya, Eva; Martina Bunga; Tatang Sutarman; Khaeriah Dahlan; Benny Abraham Bungasalu; Sikaren Salak
EBAMUKAI PAPUA JURNAL PENGABDIAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/ejpipt.v2i2.220

Abstract

oleh anak-anak. Untuk meningkatkan minat dan pemahaman mereka, pengenalan konsep dasar fisika sejak dini sangat diperlukan, salah satunya melalui eksperimen sederhana. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan konsep inersia kepada anak-anak sekolah dasar di Perumahan BTN Puskopad, Sentani, Kabupaten Jayapura, dengan menggunakan eksperimen tumpukan koin. Eksperimen ini efektif untuk menggambarkan prinsip dasar inersia, yaitu kecenderungan benda untuk tetap dalam keadaan diam atau bergerak, kecuali ada gaya luar yang mengubahnya. Keunggulan eksperimen ini terletak pada kesederhanaannya yang memungkinkan anak-anak untuk mengamati dan memahami fenomena fisika secara langsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa anak-anak sangat antusias dan mampu memahami konsep inersia setelah mengikuti eksperimen yang dilengkapi dengan penjelasan sederhana dan pengulangan aktif. Anak-anak terlibat secara langsung dalam eksperimen, dan pengulangan yang dilakukan membantu memperkuat pemahaman mereka terhadap konsep yang diajarkan. Meskipun terdapat keterbatasan fasilitas, kegiatan ini terbukti efektif, menunjukkan bahwa eksperimen praktis dengan sumber daya minimal dapat meningkatkan pemahaman ilmiah anak-anak. Ke depan, disarankan agar lebih banyak waktu dialokasikan untuk sesi diskusi, sehingga anak-anak dapat merefleksikan konsep yang dipelajari dan mengajukan pertanyaan, yang akan semakin memperdalam pemahaman mereka.