Claim Missing Document
Check
Articles

PROTOTIPE SISTEM PEMANTAUAN STATUS GIZI BALITA BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Mooniarsih, Neilcy Tjahya; Imansyah, Fitri
Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika (JEPIN) Vol 6, No 1 (2020): Volume 6 No 1
Publisher : Program Studi Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jp.v6i1.37784

Abstract

Kota Pontianak merupakan salah satu daerah di Indonesia yang mengalami masalah  gizi buruk pada balita. Berbagai upaya pencegahan telah dilakukan, akan tetapi masih saja terus terjadi tiap tahunnya, sehingga diperlukan pendekatan yang berbeda yaitu dengan pemetaan status gizi balita. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan prototipe sistem informasi geografis yang mampu menangani data history kasus balita gizi buruk, memberikan informasi status gizi balita suatu daerah, sehingga pada akhirnya sistem ini dapat menjadi solusi alternatif bagi pemerintah dan pihak-pihak terkait untuk mendukung upaya pencegahan terjadinya kasus gizi buruk pada balita. Selain itu Sistem ini dapat membantu proses analisis data gizi balita yang berhubungan dengan data geografis suatu wilayah yang mencakup kondisi eksisting wilayah tersebut sehingga dapat menjadi indikator tambahan bagi Dinas Kesehatan dan Pemerintah Kota Pontianak serta pihak-pihak terkait dalam menentukan strategi untuk perbaikan gizi balita di Kota Pontianak. Dengan menggabungkan dua komponen data tersebut diatas dalam bentuk pemetaan pemerintah Kota Pontianak akan lebih mudah dalam memantau segala sesuatu yang dapat mempengaruhi gizi balita suatu daerah sehingga dapat dengan cepat menanggulanginya.
Pengolahan Limbah Ikan Menjadi Produk Bernilai Ekonomis Tinggi Dengan Sentuhan Teknologi Tepat Guna Mesin Pembuat Tepung Ikan Ratiandi, Redi -; Imansyah, Fitri; T. Mooniarsih, Neilcy
Jurnal Pengabdi Vol 3, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jplp2km.v3i1.40742

Abstract

Besarnya potensi perikanan di Kabupaten Mempawah berbanding terbalik dengan taraf hidup dan tingkat kesejahteraan masyarakat nelayan, khususnya di daerah Sungai Kunyit. Menurut data-data Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Mempawah dan hasil survey di lapangan yang telah dilakukan pada mitra Sumber Alam kelompok nelayan pengolah limbah ikan dan Borneo Arwana (Budidaya ikan keramba), ditemukan bahwa kondisi dan permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah: Kelompok nelayan pengolah limbah ikan laut mempunyai sarana dan prasarana penunjang yang sangat terbatas (tidak tersentuh teknologi); Limbah ikan (ikan rucah) hasil tangkapan sebagian besar tidak termanfaatkan atau dibuang sia-sia; (3) Keterbatasan pemahaman dan keterampilan kelompok masyarakat nelayan dalam pengembangan usaha sektor perikanan laut. Solusi yang diajukan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat kelompok usaha pengolahan ikan laut maka dilakukan transfer ipteks dan memberikan keterampilan penerapan Teknologi Tepat Guna Mesin Pembuat Tepung Ikan dengan memanfaatkan besarnya potensi limbah ikan yang tersedia. Target luaran dari kegiatan ini adalah: Dengan diberikannya keterampilan pemanfaatan teknologi tepat guna tersebut diharapkan dapat memberikan peluang usaha dengan prospek yang menjanjikan yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat meningkat, khususnya kelompok masyarakat yang bergerak dalam bidang usaha pengolahan dan budidaya ikan.
Pemodelan Klaster Frekuensi Suara Bising Mesin Pesawat Menggunakan Metode Extended Kalman Filter Tjahjamooniarsih, Neilcy; Putra, Leonardus Sandy Ade
JEPIN (Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika) Vol 7, No 2 (2021): Volume 7 No 2
Publisher : Program Studi Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jp.v7i2.48415

Abstract

Kebisingan adalah bunyi yang tidak diinginkan dari usaha atau kegiatan dalam tingkat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan. Salah satunya kebisingan pada wilayah bandara yang terpancar dari gelombang suara mesin pesawat udara dan dapat mengganggu lingkungan. Menurut World Health Organization (WHO) suara bising sekeras 85 dB hanya dapat didengar secara terus menerus maksimal selama 8 jam per-hari. Setiap peningkatan suara bising sebesar 3 dB maka suara bising bertambah dua kali lipat. Suara bising dapat menjadi salah satu penyebab gangguan pendengaran (Noise Induced Hearing Loss). Penelitian ini menyajikan perencanaan mekanisme identifikasi sistem yang mencakup perencanaan skema identifikasi, pembentukan pasangan data identifikasi, dan penurunan algoritme identifikasi. Metode Extended Kalman Filter digunakan dalam mekanisme identifikasi untuk menemukan model hubungan antara komponen dominan pembentuk suara bising dengan suara bising secara keseluruhan yang kemudian dilakukan validasi terhadap model tersebut. Pengujian terhadap model dilakukan menggunakan sinyal-sinyal hasil pengukuran yang tidak diikutsertakan selama proses identifikasi. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa frekuensi noise saat pesawat tinggal landas berkisar antara 50 Hz – 7000 Hz dengan model matematis spreaded continuous frequency.
ANALISA KUALITAS HANDOVER TERHADAP KOMUNIKASI VIDEO CALL PADA JARINGAN 4G LTE (LONG TERM EVOLUTION) BERDASARKAN DATA DRIVE TEST DI KOTA KETAPANG SETIADI, KHARISMA ARIO; Tjahjamooniarsih, Neilcy; Marpaung, Jannus; Imansyah, Fitri
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan semakin berkembangnya sistem komunikasi dan banyak orang yang menghendaki terjaminnya kontinuitas hubungan dalam berkomunikasi yang tidak terbatas pada saat pemakai dalam keadaan diam di tempat, juga ketika mereka dalam keadaan bergerak. Salah satu keunggulan dari komunikasi bergerak adalah handover. Handover diperlukan untuk menjaga hubungan pembicaraan agar tidak terputus ketika sebuah MS (Mobile Station) keluar dari sebuah sel menuju ke sel yang lain. Penelitian tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui kualitas handover jaringan 4G pada saat komunikasi video call dengan 2 periode waktu yaitu jam sibuk dan jam tidak sibuk sesuai dengan standar yang diinginkan oleh Operator menggunakan metode Drive Test. Parameter yang dipakai oleh operator yaitu RSRP, RSRQ, SNR. Berdasarkan pengukuran yang dilakukan di area Ketapang nilai RSRP dengan G-Net Track saat jam sibuk masuk kategori baik yaitu dengan rata - rata -85 dBm  sedangkan pengukuran saat jam tidak sibuk masuk kategori baik yaitu dengan rata - rata 87.25 dBm sedangkan nilai RSRQ pada jam sibuk masuk kategori baik yaitu dengan rata - rata -11.37 dB, pada jam tidak sibuk masuk kategori sangat baik dengan rata - rata -8 dB. Untuk nilai SNR pada jam sibuk masuk kategori sangat buruk dengan rata - rata -6.75 dB, pada jam tidak sibuk masuk kategori sangat baik dengan rata - rata 14.7 dB. Sedangkan pengukuran menggunakan Nemo Outdoor pada nilai RSRP masuk dalam kategori baik yaitu -89.68, nilai RSRQ masuk dalam kategori sangat baik yaitu -8.54 dB, nilai SNR masuk dalam kategori baik yaitu 2.66 dB. Hasil dari kualitas layanan tersebut bekerja dengan baik karena masih memenuhi Key Performance Indikator (Standar KPI) dari PT. Telkomsel Ketapang.
A Grid-Connected Photovoltaic Interface System for Delivering Active and Reactive Powers Neilcy T Mooniarsih; Syafrudin Masri; Mohd Hafeez; Ayong Hiendro
International Journal of Power Electronics and Drive Systems (IJPEDS) Vol 9, No 3: September 2018
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.012 KB) | DOI: 10.11591/ijpeds.v9.i3.pp1140-1146

Abstract

This paper presents a grid-connected photovoltaic (PV) interface for delivering both active and reactive powers. The PV interface employs H-bridge topology DC-DC converter and inverter with analog control technology. The power flow is controlled solely by the adjustable DC output voltage of the DC to DC converter. In order to evaluate the PV interface system’s performances, it is tested by delivering power to the grid with low pawer factor. The experimental results show that at 300W active load, the inverter could deliver the reactive power of 400VAR. The PV interface could also produce very low harmonic voltage and current distorsions. The laboratory measurements show that the total harmonic distortions of inverter output voltage and current are 0.46% and 0.05%, respectively
Pengenalan dan Pelatihan Internet Of Thinks Bagi siswa/i Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Singkawang Syaifurrahman Syaifurrahman; Neilcy Tjahjamooniarsih; Ade Elbani; Muhammad Saleh; Dedy Suryadi
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 19, No 1 (2022): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/br.v19i1.3585

Abstract

Pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) telah dilaksanakan pengenalan dan praktek penggunaan Internet of Thinks (IoT) bagi siswa/i Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Singkawang. Pengenalan IoT terhadap siswa/i SMAN 1 Singkawang dimaksudkan agar para siswa dapat mengetahui dan mempraktekan secara langsung suatu perkembangan teknologi baru dalam bidang  informatika dan komunikasi. Internet of  Things merupakan suatu metode baru dimana objek/think memiliki kemampuan untuk mengirimkan data lewat jaringan tanpa melibatkan interaksi dari manusia ke manusia ataupun dari manusia ke perangkat komputer. Dengan menerapkan IoT pada suatu objek seseorang dapat mengetahui informasi yang berkaitan dengan objek tersebut secara langsung dari jarak jauh selama terhubung dengan internet.  Perkembangan teknologi IoT ini perlu di sampaikan ke siswa sekolah mengingat peran yang penting dalam sistem monitoring dan kendali suatu objek dari jarak jauh hanya dengan menggunakan aplikasi Blynk pada smartphone. Metode yang di lakukan adalah dengan memberi penjelasan tentang IoT serta diikuti dengan pelatihan penggunaan Modul IoT  dan perangkat lunak yang mendukung penggunaan modul IoT tersebut. Modul IoT dibuat oleh tim dosen dan mahasiswa di Laboratorium Elektroteknika dan sudah mengalami serangkaian uji coba sebelum di guakan oleh siswa. Hasil dari kegiatan PKM ini  para siswa sangat antusias untuk mendengarkan dan mencoba modul Iot yang telah dibuat dan berharap modul IoT dapat di sumbangkan ke sekolah. Pada bagian akhir dari kegiatan PKM adalah penyerahan Modul IoT kepada Pihak sekolah agar para siswa menjadi semangat untuk mempelajari IoT.
Sistem Informasi dan Proses Data Buta Aksara Dalam Rangka Sosialisasi Sistem Pendataan Keaksaraan Fitri Imansyah; Jannus Marpaung; Redi Ratiandi; Ade Elbani; Neilcy Tjahya Mooniarsih
Al-Khidmah Vol 5, No 2 (2022): AL-KHIDMAH (Desember)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/al-khidmah.v5i2.3291

Abstract

Dalam rangka membantu untuk merencanakan pengeleloaan di bidang pendidikan khususnya pemberantasan buta aksara, dipandang perlu memanfaatkan sistem informasi geografis (SIG). Untuk membangun SIG diperlukan data utama yaitu data spasial (peta) dan data atribut (statistik). Kedua jenis data harus tersedia secara bersama-sama untuk memberikan informasi yang akurat. Masalah yang muncul bagaimana mentransformasikan kondisi real (real world) ke domain SIG, bagaimana manajemen datanya, dan bagaimana membangun aplikasi SIG yang bermanfaat sebagai salah satu unsur penunjang dalam pengambilan keputusan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menghasilkan suatu pemetaan masyarakat buta aksara beserta data yang mendukung sebagai rumusan kebijakan yang diharapkan dapat menjadi landasan dalam upaya menekan jumlah masyarakat buta aksara, memberikan gambaran situasi dan kondisi existing keaksaraan, dan tersusunnya data spasial sebaran masyarakat buta aksara by-name, by-address dan by-foto yang dapat di-update sesuai perkembangannya. Pemetaan Keaksaraan tersebut dibuat dalam bentuk Web untuk memperoleh informasi mengenai persebaran data buta aksara dengan cepat, akurat, dan dapat diakses oleh siapa saja, dimana saja, kapan saja tanpa mengenal jarak dan waktu. Dalam pembuatan sistem informasi untuk proses data buta aksara dalam rangka sosialisasi sistem pendataan keaksaraan perlu di buat WebGIS buta aksara. WebGIS digunakan karena dalam penyampaian dan tampilan sistem informasi geografis lebih informatif serta mempresentasikan kondisi sebenarnya. Aplikasi ini dibuat menggunakan struktur website HTML, bahasa pemrograman (javascript dan PHP), MySQL sebagai pembuat database, serta menggunakan peta dasar Google Map.
Analisis Kualitas Jaringan Internet Dengan Sinyal 4G LTE Dengan Metode QOS Arief Rahman Hakim; Neilcy Tjahjamooniarsih; Dedy Suryadi
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.48187

Abstract

Tujuan pada penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui kualitas layanan jaringan internet dengan sinyal 4G LTE menggunakan metode QoS (Quality of Service) pada Kantor Bupati Kubu Raya dan untuk mengetahui faktor-faktor pengujian layanan jaringan internet dengan sinyal 4G LTE menggunakan metode QoS (Quality of Service) pada Kantor Bupati Kubu Raya. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode QoS dengan parameter yang digunakan yaitu Throughput, Jitter, Packet Loss dan Delay. Dari hasil pengukuran dan analisis QoS terhadap jaringan server internet pada Kantor Bupati Kubu Raya maka dapat disimpulkan : (1) Untuk mengukur Quality of Service di Kantor Bupati Kubu Raya parameter-parameter yang digunakan yaitu delay/latency, jitter, packet loss dan throughput dengan menggunakan aplikasi wireshark sebagai tools pengukurannya; (2) Waktu yang dibutuhkan oleh sebuah paket data terhitung dari saat pengiriman oleh transmitter sampai saat diterima oleh receiver (throughput) yaitu saat jam kantor pada hari kedua lantai 1 sebesar 244,338 kbps (Sedang), pada lantai 2 sebesar 404,248 kbps (Sedang), pada lantai 3 sebesar 197,698 kbps (Jelek) dan pada luar Gedung sebesar 142,079 kbps (Jelek); (3) Perbedaan selang waktu kedatangan antar paket di terminal tujuan (delay/latency) yaitu saat jam kantor pada hari kedua lantai 1 sebesar 17,088ms (Sangat Bagus), pada lantai 2 sebesar 13,629ms (Sangat Bagus), pada lantai 3 sebesar 25,957ms (Sangat Bagus) dan pada luar Gedung sebesar 53,824ms (Sangat Bagus).; (4) Banyaknya paket yang hilang selama proses transmisi ke tujuan (packet loss) yaitu saat jam kantor pada hari kedua lantai 1 sebesar 1,5% (Sangat Bagus), pada lantai 2 sebesar 0,9% (Sangat Bagus), pada lantai 3 sebesar 0,7% (Sangat Bagus) dan pada luar Gedung sebesar 0,1% (Sangat Bagus); (5) Jumlah bit yang diterima dengan sukses perdetik melalui sebuah sistem atau media komunikasi (kemampuan sebenarnya suatu jaringan dalam melakukan pengiriman data) (jitter) yaitu saat jam kantor pada hari kedua lantai 1 sebesar 17,087 (Sangat Bagus), pada lantai 2 sebesar 13,628ms (Sangat Bagus), pada lantai 3 sebesar 25,954 (Bagus) dan pada luar Gedung sebesar 53,8131ms (Bagus).
RANCANG BANGUN MODULASI AM DSB SC DAN PEMBANGKIT GELOMBANG SI5351 SEBAGAI KIT PRAKTIKUM ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI Ngurah Made Mecky Iswaranto; Dedy Suryadi; Neilcy Tjahjamooniarsih; Syaifurrahman -; Jannus Marpaung
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 1: Januari 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i1.52682

Abstract

Modulasi AM DSB SC diperuntukan dalam memenuhi keperluan praktikum. Mahasiswa perlu melakukan kegiatan praktikum elektronika telekomunikasi untuk mengoperasikan modulator AM DSB SC agar dapat memahami cara kerja alat dan karakteristik sinyal yang ditunjukkan dari alat tersebut. Ketersediaan alat di laboratorium sangat minim dan banyak kondisi alat praktikum yang rusak atau tidak berfungsi secara normal lagi. Untuk melakukan pengadaannya dibutuhkan proses yang sangat panjang untuk mendapatkan alat praktikum yang baru. Dengan adanya modulator ini mahasiswa dapat menggunakan KIT praktikum ini untuk percobaan di Lab dengan baik. Dalam penelitian ini di mana analisis dilakukan pada dua alat yang terpisah yaitu Pembangkit Gelombang SI5351 dan Balanced Modulator MC1496 kemudian dikombinasikan menjadi satu alat yang akan menghasilkan modulasi Double Sideband Suppressed Carrier (DSB SC). Untuk Pembangkit Gelombang SI5351 didapatkan hasil output sinyal yang cukup akurat dengan error rata-rata sebesar 0,16% pada 15 kali percobaan dengan frekuensi sebesar 1MHz – 15MHz pada tiap pengukuran. Untuk balanced Modulator MC1496 didapatkan hasil output berupa Modulasi DSB SC, Pengujian ini dilakukan dengan variabel frekuensi carrier dan informasi yang bernilai tetap pada setiap percobaan, variabel yang diubah-ubah pada pengujian ini hanya amplitudo dari Function Generator untuk menghitung indeks modulasi beserta spektrum yang dihasilkan oleh modulasi DSB SC. Dari hasil pengukuran yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa modulasi yang dihasilkan terlihat cukup baik dan dapat teridentifikasi sebagai modulasi DSB SC. Dari KIT praktikum ini mahasiswa diharapkan bisa Mengetahui dan memahami karakteristik sinyal carrier, sinyal informasi, dan sinyal termodulasi, Mengetahui dan memahami proses modulasi amplitudo, dan Mampu menghitung indeks modulasi amplitudo.
STUDI KEBUTUHAN DAN PENENTUAN LOKASI BASE TRANSCEIVER STATION DALAM PENERAPAN MENARA BERSAMA TELEKOMUNIKASI DI KABUPATEN SAMBAS MENGGUNAKAN WEIGHTED PRODUCT METHOD (WPM) Azi Amarul; Neilcy Tjahjamooniarsih; Dedy Suryadi
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 1: Januari 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i1.52530

Abstract

Meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan telekomunikasi membuat operator seluler berlomba-lomba untuk meningkatkan layanan, agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Pembangunan sarana dan infrastruktur telekomunikasi berupa menara BTS merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan layanan telekomunikasi. Namun, pembangunan yang dilakukan secara terus menerus akan menimbulkan permasalahan baru dari segi efektifitas penggunaan lahan, perangkat, dan estetika ruang. Permasalahan tersebut dapat diselesikan dengan melakukan perecanaan pembangunan menara BTS bersama serta menentukan daerah prioritas untuk dibangun menara BTS bersama di Kabupaten Sambas dalam jangka waktu 5 tahun. Perencanaan menara BTS dilakukan dengan memprediksi jumlah penduduk, prediksi jumlah pelanggan seluler, menghitung kebutuhan BTS dan menghitung  kebutuha menara BTS bersama pada 19 Kecamatan yang ada di Kabupaten Sambas. Daerah prioritas pembangunan menara BTS bersama ditentukan dengan implementasi Weighted Product Method, yang merupakan sistem pendukung keputusan (SPK) yang dapat menyelesaikan permasalahan pengambilan keputusan dengan banyak atribut dengan kriteria yang dipilih yaitu kepadatan penduduk, BTS eksisting dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Berdasarkan perhitungan jumlah menara BTS di Kabupaten Sambas, dibutuhkan 121 menara BTS bersama yang akan menopang 359 BTS yang ada di Kabupaten Sambas sampai dengan tahun 2026. Daerah yang menjadi prioritas untuk dibangun menara bersama adalah Kecamatan Pemangkat, sedangkan Kecamatan Sajingan Besar merupakan daerah yang tidak diprioritaskan untuk dibangun menara BTS bersama.