Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISA PENGARUH PERUBAHAN KEMIRINGAN SUDUT PANCAR DAN SUDUT AZIMUTH ANTENA SEKTORAL TERHADAP KUALITAS LAYANAN JARINGAN SELULER 4G LTE MENGGUNAKAN SOFTWARE ATOLL 3.4 Yusuf Maulana; Neilcy Tjahjamooniarsih; Seno D. Panjaitan
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 9 (2024): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3785/kohesi.v4i9.6401

Abstract

Semakin berkembangnya jaringan komunikasi mengakibatkan meninggkatnya pengguna jaringan komunikasi jaringan berbasis seluler. Untuk mengoptimalkan kualitas jaringan di dalam coverage area suatu BTS digunakan teknik tilt pada antena sektoral. Salah satu BTS yang dilakukan optimasi bernama 4115874E_TEKAM MEPAWAH yang berada di jalan Tj.Harapan, Kota Pontianak Kalimantan Barat. Pada penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari tilt antena sektoral terhadap kualitas jaringan dengan parameter RSRP yang diterima di dalam coverage area antena sektoral tersebut. Pengambilan data dilakukan di lokasi penelitian dan simulasi menggunakan ATOLL 3.4 dengan menggunakan metode tilting dan drive test. Perubahan tilt antena yang terjadi pada sektor 2 dan sektor 4 dari 3° ke 2° pada mechanical tilt. Pada saat mechanical tilt 2° di lokasi penelitian diperoleh persentase kualitas jaringan RSRP pada -70 sd. -80 dBm sebesar 0,29%, pada -80 sd. -90 dBm sebesar 9,80%, pada -90 sd. -100 dBm sebesar 31,12%, pada -100 sd. -110 dBm sebesar 52,74%, dan -110 sd. -120 dBm sebesar 6,05%. Sedangkan pada saat simulasi mechanical tilt 2° diperoleh persentase kualitas jaringan RSRP pada -60 sd. -70 dBm sebesar 0,7%, pada -70 sd. -80 dBm sebesar 0,7%, pada -80 sd. -90 dBm sebesar 11,27%, pada -90 sd. -100 dBm sebesar 16,20%, -100 sd. -110 dBm sebesar 53,52% dan -110 sd. -120 dBm sebesar 17,61%. Kemudian mechanical tilt pada sektor 2 dan sektor 4 dirancang kembali menggunakan ATOLL 3.4 secara bervariasi dengan tilt berkisar antara 2°, 3° dan 4° yang belum diterapkan di lapangan dan simulasi untuk memperkirakan persentase kualitas jaringan RSRP yang akan diterima di lapangan, dari new palnning mechanical tilt ini diperoleh rancangan terbaik pada saat sektor 2 mechanical tilt 4° dan sektor 4 mechanical tilt 2° karena memiliki persentase parameter RSRP terbaik dari rancangan tilt antean yang lainnya yaitu pada parameter RSRP -90 sd. -100 dBm dengan nilai 27,60%, -100 sd. 110 dBm 62,45% dan -110 sd. 120 dBm sebesar 0,75%.
PENGARUH INTERFERENSI SISTEM KOMUNIKASI LORA PADA FRESNEL ZONE ANTARA END DEVICE DENGAN GATEWAY Putra, Ramadhan Thalib; Yacoub, Redi Ratiandi; Marpaung, Jannus; Tjahjamooniarsih, Neilcy; Imansyah, Fitri
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.60758

Abstract

Teknologi ini memiliki keunggulan dibandingkan dengan jenis komunikasi lainnya seperti seluler, bluetooth, maupun WIFI. Keunggulan LoRa adalah jangkauan komunikasinya sejauh seluler namun berdaya rendah seperti bluetooth, sehingga penggunaannya sangat cocok untuk perangkat sensor yang dioperasikan setiap tahun dengan sumber daya baterai dan dalam jangkauan area yang luas. Fresnel Zone didefinisikan sebagai letak suatu titik sinyal tidak langsung yang berbentuk elips pada jalur perambatan gelombang radio yang wilayahnya dibatasi oleh gelombang tidak langsung (indirect signal), sehingga diusahakan tidak terhalang oleh obstacle. Pada penelitian ini proses pengujian dilakukan di Universitas Tanjungpura, tepatnya di area Laboratorium Telekomunikasi, Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura. Pada ketinggian antenna pemancar 1 meter dan antenna penerima 1 meter pada jarak 50 meter, interferensi terjadi akibat interferensi dari gelombang pantul yang mengenai tanah yang menyebabkan sinyal total dari pemancar menuju penerima sedikit melemah. Pada ketinggian antenna pemancar 6 meter dan antenna penerima 3 meter pada jarak 50 meter, interferensi terjadi akibat interferensi dari gelombang pantul yang mengenai tanah yang menyebabkan sinyal total dari pemancar menuju penerima sedikit melemah. Pada ketinggian antenna pemancar 6 meter dan antenna penerima 6 meter pada jarak 50 meter, tidak terjadi interferensi yang terjadi dikarenakan Fresnel Zone tidak menyentuh tanah yang mengakibatkan kuatnya total sinyal dari pemancar menuju penerima. Pada ketinggian antenna pemancar 12 meter dan antenna penerima 3 meter pada jarak 100 meter, interferensi terjadi akibat interferensi dari gelombang pantul yang mengenai tanah yang menyebabkan sinyal total dari pemancar menuju penerima sedikit melemah. Pada ketinggian antena pemancar 12 meter dan antena penerima 12 meter pada jarak 100 meter tidak terjadi gangguan yang terjadi karena Zona Fresnel tidak menyentuh tanah yang mengakibatkan kuatnya total sinyal dari pemancar ke penerima. Ketinggian antenna pemancar dan antenna penerima akan mempengaruhi tinggi dari fresnel zone dimana semakin tinggi antenna maka halangannya semakin kecil dan terjadi minim nya pengaruh interferensi.
RANCANG BANGUN NOZEL PELONTAR PAKAN IKAN DUA DERAJAT KEBEBASAN DENGAN TEKNOLOGI LORA GATEWAY Nazarudin, -; Yacoub, Redi Ratiandi; Marpaung, Jannus; Ade Putra, Leonardus Sandy; Tjahjamooniarsih, Neilcy
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.60769

Abstract

Dalam hal budidaya ikan tambak yang dilakukan petani/nelayan tambak, perlu adanya sentuhan teknologi. Petani tambak masih menggunakan cara-cara tradisional dalam melakukan aktifitasnya, seperti pemberian pakan dengan cara tabur atau lontar dengan tangan. Beberapa kelemahan dengan cara seperti adalah: 1) jangkauan lontaran dan volume pakan yang terbatas; 2) penjadwalan pemberian pakan yang tidak teratur; 3) kendala cuaca menyebabkan pemberian pakan bisa terhenti 4) tenaga yang diperlukan cukup besar 5) sebaran tidak merata. Pakan sebagai sumber energi untuk tumbuh merupakan komponen biaya produksi yang jumlahnya besar yaitu 40-89% .Selain itu, pakan komersil memiliki kandungan protein sekitar 2630%, Di samping itu, pemberian pakan yang dilakukan dengan cara konvensional, yaitu menebar pakan secara manual, dapat digantikan dengan menerapkan teknologi, dalam hal ini teknologi pelontar pakan. Teknologi ini akan membantu petambak ikan dalam memberikan pakan, termasuk kuantitas pakan, jarak lontaran, jadwal pemberian pakan yang dapat diupdate setiap saat. Penelitian yang diusulkan ini bertujuan mendesain dan mensimulasikan suatu peralatan yang berfungsi untuk memberikan pakan ikan secara elektromekanik yang dapat diaktifkan dari jarak jauh menggunakan teknologi LoRa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan peralatan yang mudah didapatkan di pasaran. Komponen utama yang akan didesain dan dismulasikan dalam adalah bagian katup-katup solenoid pada kontainer pakan, unit nozel, unit kompresi udara, perangkat komunikasi data jarak jauh (LoRa) dan program untuk mengaktifkan komponen-komponen di atas. Luaran yang ditargetkan dalam penelitian ini adalah suatu desain mekanisma pelontaran pakan yang dilakukan dari jarak jauh menggunakan teknologi LoRa. Untuk menguji desain dilakukan simulasi pada unit solenoid. secara simultan dapat dilakukan dari jarak jauh menggunakan ponsel (smartphone). Desain dan simulasi akan diuji di lingkungan laboratirum fakultas Universitas Tanjungpura.
PEMETAAN COVERAGE AREA BASE TRANSCEIVER STATION (BTS) DI KECAMATAN HULU GURUNG KABUPATEN KAPUAS HULU KALIMANTAN BARAT MENGGUNAKAN SOFTWARE ARCMAP Pratama, Aditya Cahya; Pontia W, F. Trias; Ade Putra, Leonardus Sandy; Imansyah, Fitri; Tjahjamooniarsih, Neilcy
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.56176

Abstract

Base Tranceiver Station merupakan perangkat pemancar (Transceiver) dan penerima (Receiver) yang memberikan pelayanan radio kepada Mobile Station (MS). Setiap BTS melayani sebuah sel. Dalam daerah layanan tersebut, pelanggan dapat bergerak secara bebas sambil berkomunikasi tanpa terjadinya pemutusan hubungan komunikasi. Dalam permodelannya, sel biasanya digambarkan dalam bentuk heksagonal (atau bentuk lain) untuk mempermudah penggambaran pada layout perancanaan. Guna mengetahuai cakupan sebenarnya dari sebuah BTS, diperlukan penelitian pemetaan coverage area dengan mengambil nilai sudut tilting antena, ketinggian antena serta arah cakupan antena dari suatu BTS yang kemudian diolah menggunakan software ArcMap. Output penelitian berupa peta coverage area BTS Kecamatan Hulu Gurung Kabupaten Kapuas Hulu. Hasil penetian menunjukkan bahwa dari 15 desa yang ada, hanya 8 desa yang sudah terlayani jaringan telekomunikasi dan 7 sisanya merupakan blankspot area.
PEMANTAUAN LOKASI BERBASIS GPS MENGGUNAKAN TRANSCEIVER SX1276 UNTUK KESELAMATAN PADA KAPAL NELAYAN Noraldo, Advendri; Marpaung, Jannus; Tjahjamooniarsih, Neilcy; Yacoub, Redi Ratiandi; Imansyah, Fitri
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.57129

Abstract

Proses kemajuan digitalisasi sudah sangat berkembang pada sektor perikanan, terutama nelayan, seperti pada penggunaan radio untuk alat komunikasi bagaimana keadaan nelayan, selama nelayan mencari ikan di laut. Media transmisi udara sangat banyak digunakan pada masa sekarang disebut sebagai wireless, pada penelitian ini alat yang digunakan adalah Transceiver SX1276 dan teknologi ini merupakan salah satu teknologi nirkabel yang sedang berkembang, penelitian ini dilakukan di Jl.Sei Duri, Karimunting, Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, pada lokasi yang telah ditentukan berdasarkan, faktor yang telah ditentukan untuk dapat melakukan penelitian tentang alat keselamatan pada kapal nelayan seperti tempat untuk meletakkan receiver pada posisi yang tinggi dekat dengan laut, serta kapal nelayan untuk meletakkan transmitter dan tidak adanya penghalang. Pada saat kapal pergi dari dermaga teluk suak menuju dermaga pulau penata kecil, cuaca sedang berawan mendung, namun pada saat kapal pulang dari dermaga pulau penata kecil menuju dermaga teluk suak pada saat ditengah perjalanan terjadi hujan yang cukup lebat sehingga mengakibatkan terjadinya obstacle atau penghalang pada saat transmisi data dari satelit ke sensor GPS sehingga menyebabkan delay. Dari hasil pengujian terhadap transmitter pada saat menerima data lokasi dari kapal saat sedang berlayar dilaut mengalami delay yang disebabkan oleh cuaca yang menjadi penghalang, sehingga mengakibatkan data lokasi yang diterima menjadi kurang maksimal, dan data waktu yang diterima oleh transmitter mengalami data rusak dan error data yang diterima.
ANALISIS QOS (QUALITY OF SERVICE) PADA LAYANAN INTERNET JARINGAN BIZNET HOME KOTA PONTIANAK Apriza, Uray Dini; Tjahjamooniarsih, Neilcy; Imansyah, Fitri; Pontia W, F. Trias; Kusumawardhani, Eka
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.57249

Abstract

Untuk menjamin komunikasi internet yang stabil dan baik diperlukan layanan internet yang mumpuni. Tentunya semakin besar bandwidth yang digunakan, maka semakin cepat pula informasi dapat diakses dari internet. Quality of Service (QoS) mengacu pada kemampuan suatu jaringan untuk menyediakan layanan yang lebih baik pada trafik jaringan tertentu melalui teknologi yang berbeda-beda. Pada penelitian ini menganalisis QoS jaringan layanan Internet Service Provider (ISP) Biznet. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui performa layanan jaringan tersebut dengan menggunakan parameter QoS yaitu parameter throughput, packet loss, delay dan jitter dengan standarisasi TIPHON. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan aplikasi wireshark untuk mengukur parameter QoS pada beberapa pengguna Biznet Home paket 50 Mbps di Kota Pontianak. Dari semua rekapitulasi kualitas kecepatan transfer data pada paket 50 Mbps yang di Biznet Home dapat disimpulkan dari keempat parameter bahwa kenaikan throughput dapat disebabkan jumlah paket data yang diterima, semakin besar paket data yang diterima maka akan semakin meningkatnya nilai throughput sedangkan menurunnya throughput dapat disebabkan oleh tingginya nilai packet loss, delay dan jitter. Nilai packet loss mengalami perubahan peningkatan dapat disebabkan terjadinya kelebihan paket data di dalam jaringan sehingga policing control akan membuang kelebihan paket data sedangkan penurunannya dapat disebabkan paket data yang dikirim atau diterima nilainya sama. Nilai delay mengalami perubahan peningkatan dapat disebabkan besarnya nilai paket yang akan dikirim, apabila paket yang akan dikirim kecil maka nilai delay akan mengalami perubahan penurunan. Nilai jitter mengalami peningkatan dapat disebabkan oleh tingginya nilai delay, sedangkan apabila nilai delay rendah maka akan menghasilkan nilai jitter yang rendah.
RANCANG BANGUN TRACKING SYSTEM TRANSPORTASI DARAT MENGGUNAKAN KOMUNIKASI GSM DENGAN INTERFACE APLIKASI BLYNK Kharisma Juda, Imam Firdaus; Yacoub, Redi Ratiandi; Imansyah, Fitri; Marpaung, Jannus; Tjahjamooniarsih, Neilcy
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.57234

Abstract

Salah satu pengamanan kendaraan bermotor yaitu menggunakan GPS Tracker. Pada penelitian kali ini, penulis merancang sebuah GPS Tracker System yang dapat melihat posisi kendaraan berjalan berupa titik koordinat melalui Aplikasi Blynk tanpa harus mengirimkan perintah. Perangkat keras yang digunakan dalam GPS Tracker System ini yaitu TTGO T-CALL ESP32 SIM800L, modul GPS u-Blox NEO 6-M, dan baterai lithium. Untuk perangkat lunak yang digunakan yaitu aplikasi Arduino IDE dan aplikasi Blynk. Pengukuran tingkat akurasi dilakukan dengan mengukur titik kendaraan berhenti dengan titik yang diberikan oleh aplikasi Blynk. Akurasi data GPS untuk komersial memiliki akurasi yang bervariasi, yaitu sekitar 20 meter. Penelitian ini dilakukan di jalan raya sekitaran kampus FT UNTAN. Pengambilan data dilakukan dengan metode pengulangan sebanyak 10 kali, nilai akurasi yang diperoleh menggunakan alat GPS Tracker System yaitu 93,47%, sementara nilai akurasi rata-rata menggunakan Live Satellite View GPS Map yaitu 93,28%.
ANALISIS EVALUASI KUALITAS JARINGAN 3G DENGAN 4G PADA PROVIDER TELKOMSEL MENGGUNAKAN METODE DRIVE TEST DI DESA TERAJU Seda, Yudokus Frans; Tjahjamooniarsih, Neilcy; Imansyah, Fitri; Pontia W, F. Trias; Marpaung, Jannus
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.57067

Abstract

Perkembangan teknologi telekomunikasi saat ini berkembang begitu cepat, seiring dengan kebutuhan orang dalam berkomunikasi. Dalam layanan tersebut setiap generasi pada masanya memiliki keunggulan masing-masing. Pada penelitian ini membahas analisis evaluasi kualitas jaringan 3G dengan 4G pada provider Telkomsel menggunakan metode drive test di Desa Teraju. Pengukuran performansi jaringan 3G dan 4G dilakukan dengan aplikasi speedtest dan G-Net Track Pro dengan memperhitungkan parameter RSRP, RSRQ, dan SNR. Dari hasil penelitian kecepatan unduh dan unggah jaringan 3G adalah 0,46 Mbps untuk kecepatan unduh dan 1,68 Mbps untuk kecepatan unggah, sedangkan kecepatan unduh dan unggah jaringan 4G adalah 26 Mbps untuk kecepatan unduh dan 38,3 Mbps untuk kecepatan unduh. Dan juga memperlihatkan nilai rata-rata keseluruhan RSRP jaringan 3G sebesar -84,44 dBm dengan angka menunjukkan pada skala good (bagus) warna biru, nilai rata-rata keseluruhan RSRP jaringan 4G sebesar -98,78 dBm dengan angka menunjukkan pada skala medium (sedang) warna kuning. Untuk nilai rata-rata keseluruhan RSRQ jaringan 3G sebesar -10 dB dengan angka menunjukkan pada skala medium (sedang) warna kuning, nilai rata-rata keseluruhan RSRQ jaringan 4G sebesar -12,46 dB dengan angka menunjukkan pada skala medium (sedang) warna kuning. Kemudian untuk nilai rata-rata keseluruhan SNR jaringan 4G sebesar 10,03 dB dengan angka menunjukkan pada skala good (bagus) warna biru. Dari data tersebut memperlihatkan kualitas sinyal yang terdapat pada site id SAG014 di Desa Teraju provider Telkomsel tersebut belum maksimal dan masih memerlukan perbaikan.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI KOMUNIKASI LORA DUPLEX PADA PELONTAR PAKAN IKAN Saputra, Aldi Rio; Yacoub, Redi Ratiandi; Marpaung, Jannus; Tjahjamooniarsih, Neilcy; Saleh, Muhammad; Imansyah, Fitri
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.60668

Abstract

Ikan mempunyai nilai ekonomis penting dan potensial untuk dibudidayakan karena cepat pertumbuhannya dan toleran terhadap ruang terbatas dan perubahan lingkungan. Pemanfaatan perairan laut dan pantai serta sumberdayanya untuk kegiatan budidaya ikan telah lama dikembangkan dan terus ditingkatkan. Salah satu pemanfaatan perairan laut pantai yang menjanjikan prospek yang bagus adalah budidaya ikan tambak. Dalam upaya meningkatkan produksi budidaya ikan tambak diperlukan teknologi yang ramah lingkungan, dapat dioperasikan dengan mudah, terukur parameter dan dapat dipantau atau dimonitoring menggunakan perangkat yang relevan dan terbaru. Para petambak umumnya menggunakan teknologi tradisional ataupun tradisional plus, yaitu budidaya dengan teknologi tradisional ditambah dengan sedikit pemberian pakan dan teknologi sederhana lainnya. Pengetahuan akan parameter air, seperti suhu, pH, salinitas, kekeruhan dan lain-lain mutlak diketahui oleh petambak ikan. Petambak ikan perlu mendapatkan edukasi (teori) sekaligus praktik nyata akan pengetahuan parameter air agar dihasilkan produksi ikan budidaya yang meningkat dan berkualitas baik. Di samping itu, pemberian pakan yang dilakukan dengan cara konvensional, yaitu menebar pakan secara manual, dapat digantikan dengan menerapkan teknologi, dalam hal ini teknologi pelontar pakan. Teknologi ini akan membantu petambak ikan dalam memberikan pakan, termasuk kuantitas pakan, jarak lontaran, jadwal pemberian pakan yang dapat diupdate setiap saat. Penelitian yang diusulkan ini bertujuan mendesain dan mensimulasikan suatu peralatan yang berfungsi untuk memberikan pakan ikan secara elektromekanik yang dapat diaktifkan dari jarak jauh menggunakan teknologi LoRa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan peralatan yang mudah didapatkan di pasaran. Komponen utama yang akan didesain dan dismulasikan dalam adalah bagian katup-katup solenoid pada kontainer pakan, unit nozzel, unit kompresi udara, perangkat komunikasi data jarak jauh (LoRa) dan program untuk mengaktifkan komponen-komponen di atas. Luaran yang ditargetkan dalam penelitian ini adalah suatu desain mekanisma pelontaran pakan yang dilakukan dari jarak jauh menggunakan teknologi LoRa. Untuk menguji desain dilakukan simulasi pada unit solenoid. Penelitian ini juga menyertakan monitoring parameter air seperti suhu dan pH, yang secara simultan dapat dilakukan dari jarak jauh menggunakan ponsel (smartphone). Desain dan simulasi akan diuji di lingkungan laboratirum fakultas Universitas Tanjungpura.
SUSTAINABLE ENERGY EDUCATION THROUGH IOT-BASED PLTS KIT TRAINING AND MENTORING AT SMAN 3 SINGKAWANG Aula, Abqori; Syaifurrahman, Syaifurrahman; Suryadi, Dedy; Tjahjamooniarsih, Neilcy; Husin, Fitriah
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.58399

Abstract

The integration of Internet of Things (IoT) technology into training and mentoring programs for Photovoltaic Power System (PLTS) kits can significantly enhance the education of renewable energy, particularly in West Kalimantan, Indonesia. The partner in this community service program is State High School 3 of Singkawang City, West Kalimantan. The purpose of this community service is both to educate on the use of IoT for monitoring PLTS kits and to educate high school students about renewable energy. This approach involves classical teaching and hands-on learning, which enables real-time monitoring and data analysis, making it more effective and engaging for students. The method used in this service consists of the preparation stage, the implementation stage, and the evaluation stage. Within the preparation stage, PLTS kits were designed and constructed with an embedded IoT module. The implementation stage involved socialization about new and renewable energy as well as the trend in IoT, followed by hands-on training for participating students using the PLTS kits. There were about 20 students and a couple of accompanying teachers. The results of the evaluation stage show that the student participants were happily thrilled with the hands-on training, and the teachers were satisfied with the mentoring program.Integrasi teknologi Internet of Things (IoT) ke dalam program pelatihan dan pendampingan untuk kit Sistem Tenaga Fotovoltaik (PLTS) dapat secara signifikan meningkatkan pendidikan energi terbarukan, khususnya di Kalimantan Barat, Indonesia. Mitra dalam program pengabdian masyarakat ini adalah SMA Negeri 3 Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mendidik penggunaan IoT untuk memantau kit PLTS dan juga untuk mendidik siswa sekolah menengah tentang energi terbarukan. Pendekatan ini melibatkan pengajaran klasikal dan pembelajaran langsung yang memungkinkan pemantauan waktu nyata, dan analisis data, sehingga lebih efektif dan menarik bagi siswa. Metode yang digunakan dalam layanan ini terdiri dari tahap persiapan, tahap implementasi, dan tahap evaluasi. Dalam tahap persiapan, kit PLTS dirancang dan dibangun dengan modul IoT yang tertanam. Tahap implementasi melibatkan sosialisasi tentang energi baru dan terbarukan serta tren di IoT, diikuti oleh pelatihan langsung bagi siswa yang berpartisipasi menggunakan kit PLTS. Ada sekitar 20 siswa dan beberapa guru pendamping. Hasil tahap evaluasi menunjukkan bahwa para peserta siswa merasa gembira dan gembira dengan pelatihan praktik, sedangkan para guru merasa puas dengan program bimbingan.