Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Journal of Tropical Aquatic Resource Management

POLA PERTUMBUHAN DAN FAKTOR KONDISI IKAN BETUTU ( Oxyeleotris marmorata) DI PERAIRAN SUNGAI KAPUAS KECAMATAN TERENTANG KABUPATEN KUBU RAYA Wahyuni, Eva Sri; Sirojul Munir, Ahmad Mulyadi; Anzani, Yunita Magrima
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 2, No 2 (2024): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v2i2.86263

Abstract

Terentang adalah sebuah Kecamatan di Kabupaten Kubu Raya yang terdiri dari 10 Desa dengan luas wilayah 746,40 km ² dan jumlah penduduk 13,416 jiwa. Tujuan menganalisis pola pertumbuhan, faktor kondisi dan faktor lingkngan Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata) di perairan Kecamatan Terentang Kabupaten Kubu Raya. Teknik yang digunakan dalam pengambilan data adalah menggunakan metode purposive sampling, yaitu pengambilan sampel ikan yang dilakukan secara terpilih berdasarkan stasiun yaitu stasiun ke-1 dekat dermaga pelabuhan kapal dan stasiun ke-2 di desa Kaliampo. Penelitian dilaksanakan selama 1 bulan pada bulan Juni 2024 di perairan Kecamatan Terentang Kabupaten Kubu Raya. Pola pertumbuhan Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata) di Perairan Kecamatan Terentang Kabupaten Kubu Raya yaitu bersifat alometrik negatif karena nilai b 3, Nilai faktor kondisi secara keseluruhan ikan betutu yang didapat di perairan kecamatan terentang pada rata-rata 0,46053-2,64429, ini menandakan faktor kondisi Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata) di Perairan Kecamatan Terentang Kabupaten Kubu Raya berbentuk kurus pipih, Kondisi perairan Kecamatan Terentang Kabupaten Kubu Raya masi sesuai untuk kehidupan Ikan Betutu.
Identifikasi Ektoparasit Pada Ikan Toman (Channa micropeltes) Hasil Tangkapan Alam dan Budidaya Di Desa Beringin Kabupaten Sambas Nurfatehah, Nurfatehah; Mulyadi, Ahmad; Anzani, Yunita Magrima
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 3, No 1 (2025): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v3i1.91422

Abstract

Ikan Toman (Channa micropeltes) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat kerena memiliki nilai gizi dan ekonomis yang tinggi. Ektoparasit merupakan parasit yang menyerang ikan di bagian luar pada tubuh ikan. Pada dasarnya infeksi ektoparasit pada ikan dapat menimbulkan kerugian. Meskipun kerugian tersebut tidak sebesar kerugian akibat infeksi organisme patogen lain seperti virus dan bakteri, infeksi ektoparasit dapat menjadi salah satu faktor predisposisi bagi infeksi organisme patogen yang lebih berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ektoparasit yang menyerang ikan toman baik dari tangkapan alam maupun budidaya di Desa Salwa Kabupaten Sambas. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode Purposive Sampling dan Random Sampling yang dilakukan di setiap stasiun. Hasil pengamatan selama penelitian yaitu jenis ektoparasit yang ditemukan ada dua jenis ektoparasit yang menyerang ikan toma yaitu Dactylogyrus sp pada organ insang dan Argulus pada kulit ikan. Prevalensi ikan toman stasiun I yaitu 15% termasuk kategori sering dan infeksi sering, stasiun II yaitu 10% termasuk kategori sering dan infeksi sering dan stasiun dan IV yaitu 5% termasuk kategori terkadang dan infeksi terkadang sedangkan pada kolam budidaya stasiun I yaitu 80% termasuk kategori biasa dan infeksi biasa, stasiun II dan III yaitu 50-60% termasuk kategori sering kali dan infeksi sangat sering, dan stasiun IV 30% termasuk kategori umumnya atau infeksi biasa. Intensitas stasiun I, II, III dan IV pada tangkapan alam dan budidaya berkisar antara 1-2 ekor/ind, dan termasuk dalam kategori infeksi rendah.Kata Kunci: Desa salwa, Ektoparasit, Ikan Toman
Identifikasi Ektoparasit pada Benih Ikan Biawan (Helostoma temminckii) di Unit Pelaksana Teknis Perikanan Budidaya Air Payau dan Laut (UPT-PBAPL) Kalimantan Barat Fajar, Frolensius Fernando; Mulyadi, Ahmad; Anzani, Yunita Magrima
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 2, No 1 (2024): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v2i1.78330

Abstract

Ikan biawan (Helostoma temminckii) adalah ikan asli indonesia yang terdapat di beberapa sungai di Sumatera dan Kalimantan, seperti daerah Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Di Kalimantan Barat budidaya ikan biawan di lakukan di UPT-PBAPL Anjongan Kalimantan Barat.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ikan biawan yang berada di kolam UPT-PBAPL Kalimantan Barat terdapat infeksi parasit. Untuk mengidentifikasi jenis parasit apa saja yang menginfeksi Ikan biawan (Helostoma temminckii) dari kolam yang berada dikolam UPT-PBAPL Kalimantan Barat. Penelitian dilaksanakan kurang lebih 2 bulan di dua tempat yaitu, untuk pengambilan sampel dilakukan di UPT-BPAPL. Pengukuran kualitas air pengukuran suhu dan DO mengunakan DO Meter dengan mencelupkan ke dalam air, maka dengan otomatis nilai oksigen terlarut dan suhu akan terlihat pada monitor DO Meter. Identifikasi parasit pada ikan biawan dengan dilakukan menggunakan metode pengambilan sampel purposive sampling adalah metodologi pengambilan sampel secara purposive (ikan dengan gejala-gejala seperti kerusakan pada organ luar tubuh dan tingkah laku ikan) dimana kelompok sampel ditargetkan memiliki atribut-atribut tertentu. Hasil penelitian yang telah dilakukan pada 120 sampel benih ikan biawan dari satu kolam, ditemukan 14 sampel ikan positif terserang ektoparasit dan hanya satu jenis ektoparasit yang menginfeksi benih ikan, yaitu Dactylogyrus sp. Prevalensi pada ikan biawan menunjukan jumlah ikan yang terinfeksi paling banyak ditemukan di sampling ke IV yaitu 5 ekor sedangkan jumlah ikan yang teridentifikasi yang paling sedikit di temukan pada sampling ke II yaitu 2 ekor. Intensitas pada ikan biawan menunjukan intensitas pada sampling I, II, III dan IV termasuk dalam kategori rendah menurut Kabata (1985), intensitas ikan yang terinfeksi ektoparasit adalah 1-2 individu /ekor yang masuk kedalam kategori rendah.
Bioekologi Ikan Tilan (Mastacembelus unicolor) Di Sungai Sangah, Desa Banying, Kabupaten Landak Lestari, Ayu; Soetignya, Widadi Padmarsari; Anzani, Yunita Magrima
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 3, No 1 (2025): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v3i1.91413

Abstract

 Fish are one of the important components in the aquatic ecosystem, therefore we need important information, one of which is through a bioecological approach, one of which is the bioecology of black tilan. Black spiny eel fish (Mastacembelus unicolor) living in the Sangah River, Banying Village, Landak Regency has never been researched on bioecology. The purpose of this study is to analyze longitudinal distribution, feeding habits, population structure and its relationship with aquatic habitat. The research was conducted March to May 2024 at 3 sampling station, namely Station I, Station II, and Station III. Sampling was carried out using trawlers, arrows and fishing rods. Water quality measurements are carried out in-situ at the time of fish sampling. The number of black spiny eel obtained was 32.   The results of the study show that the distribution is spread across the three stations with different abundances. food habits are classified as carnivores with the RGL of station I of 0,286, station II of 0,284, station III of 0,302. The main food consisted of the food group of platyhelmintes with a percentage of 77.59%, the food group of crustaceans and nematodes as complementary foods with a percentage of 9.80% and 8.33%, then the food group of insects, annelids, phytoplankton and plants was supplementary food with a percentage of 4%. The relationship between the length weight of black spiny eel with the regression equation y = 3,36x "“ 3,1945 shows that the growth pattern of black tilan is allometric positive and the condition factor value is 0.000206 which indicates that the black spiy eel population is in poor condition. The average water quality value of each station in Sungai Sangah is DO in the range of 5,6-6,4 mg/l, temperature 27,9-28,4 OC, pH 6,4-6,6, current velocity 21,8-32,6 m/s, brightness 66,7-67,1 cm and depth range 99-120 cm.