Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

OPTIMASI PERENCANAAN KEBUTUHAN LIFT PENUMPANG MENGGUNAKAN TRAFFIC VISION SYSTEM PADA BANGUNAN PERKANTORAN DI JAKARTA Adelia, Eilsa; Johan, Johny
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v2i2.2774

Abstract

The elevator, escalator and moving walk industries are an inseparable part of the construction industry. This industry has created the means of transportation that humans need to travel within a building. Planning a proper elevator planning must be done from the beginning of the planning of a building. This is done so that long queues do not occur in a building. One way that can be done is to coordinate with several experts in their fields such as elevator suppliers, to get the results of planning that is in accordance with SNI 03-6573-2001 standards. Optimization of elevator specification planning that is carried out using the Traffic Vision System has considered the factors that most influential towards the traffic in a building such as building area, vacancy factor, population or building occupant capacity, building function, elevator function and several other factors. Based on the results of the optimization carried out on 10 passenger elevator planning data in office buildings in Jakarta, this optimization affects the quantity, capacity, and speed of the elevator when implementing elevator planning. The average savings obtained is 5.01% of the contract value of a project and also has an average effect of 0.37% greater than the initial planning of the contract value of a project. This shows that the initial planning of the 10 passenger elevator data that was being investigated was included in the over specification category.Keywords: Planning for elevator needs, Traffic Vision System, savingsIndustri lift, escalator dan moving walk merupakan bagian yang sulit dilepaskan dari industri konstruksi. Industri ini telah menciptakan alat transportasi yang dibutuhkan manusia untuk melakukan perjalanan di dalam suatu bangunan. Perencanaan kebutuhan lift yang baik perlu dilakukan sejak awal perencanaan suatu bangunan. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi antrian yang panjang dalam suatu gedung. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan melakukani koordinasi dengan beberapa pihak yang ahli dibidangnya seperti supplier lift, untuk mendapatkan hasil perencanaan yang sesuai standar SNI 03-6573-2001. Optimasi perencanaan spesifikasi lift yang dilakukan menggunakan Traffic Vision System telah mempertimbangkan faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap traffic pada suatu bangunan seperti luas bangunan, faktor kekosongan, populasi atau kapasitas penghuni gedung, fungsi gedung, fungsi lift dan beberapa faktor lainnya. Berdasarkan hasil optimasi yang dilakukan terhadap 10 data perencanaan lift penumpang pada bangunan perkantoran di Jakarta, optimasi ini berpengaruh terhadap kuantitas, kapasitas, dan kecepatan lift pada saat melaksanakan perencanaan lift. Penghematan rata-rata yang didapatkan sebesar 5,01% terhadap nilai kontrak suatu proyek dan juga memiliki pengaruh rata-rata 0,37% lebih besar dari perencanaan awal terhadap nilai kontrak suatu proyek. Hal ini menunjukkan bahwa perencanaan awal ke 10 data lift penumpang yang diselidiki termasuk kedalam kategori over specification.Kata kunci: Perencanaan kebutuhan lift, Traffic Vision System, penghematan
Pengaruh Desain Rak Sepatu Terhadap Tingkat Kelembaban Didalamnya Friska Damayanti; Prasiska Damastuti; Eilsa Adelia
JIE Scientific Journal on Research and Application of Industrial System Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : President University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33021/jie.v8i2.4646

Abstract

The existence of shoe racks has become one of the needs in every residential house and certain building facilities. So far, the design of shoe racks is often neglected both in terms of design and also moisture considerations. Shoes stored in a storage area are susceptible to fungal growth triggered by high humidity in them and can shorten the life of shoes. This study aims to find out the influence of shoe rack design in this case is the ventilation applied to the shelf door design against the moisture inside, so that the shoe rack can function optimally. Humidity measurements were made on 3 shoe racks with 3 door hole design modifications. Modification 1 is a door without ventilation holes, modification 2 is a door with ventilation on part of the door and modification 3 is a door with ventilation on the entire door. Based on the results of humidity measurements on the three modifications, it was obtained that the larger the ventilation holes on the rack, the lower the humidity in it. 
KAJIAN ESTETIKA IMPLEMENTASI BAMBU LAMINASI PADA TRANSFORMABLE FURNITURE BRUNA CABINET Eilsa Adelia; Sany, Nukhbah; Damastuti, Prasiska; Damayanti, Friska; Ma’Wa, Safarah Putri
Jurnal Kreatif : Desain Produk Industri dan Arsitektur Vol. 12 No. 02 (2024): Vol.12, No. 02, Oktober 2024
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/jkdpia.v12i1.715

Abstract

The limitation of wood as a raw material for furniture production has prompted researchers to seek non-wood alternative materials. Among these alternatives, bamboo has been utilized for furniture production. However, the bamboo used is typically in its whole form, which restricts the types and shapes of furniture that can be produced. Using the design thinking method, starting from the empathize, define, ideate, prototype, and test stages, the goal of this research was to explore the aesthetic value of a cabinet that can transform from one function to another using processed bamboo material—specifically, vertically laminated bamboo with grooves. Data collection involved initial questionnaires distributed to potential users, interviews with bamboo processing industry practitioners, and a literature review of books, journals, and internet articles. The final outcome of this study is a working drawing and a prototype cabinet made from laminated bamboo material that can transform into a writing desk. Respondent evaluations indicated that the prototype was 71.39% comfortable (Good) and had an average aesthetic rating of 84.125%. Additionally, 33% of respondents expressed interest in purchasing the prototype at the specified price.
PENDAMPINGAN TEKNIS DESAIN PRODUK INDUSTRI KECIL MENENGAH FURNITUR DI DESA KERTOSARI, KENDAL Eilsa Adelia
ACADEMICS IN ACTION Journal of Community Empowerment Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : President University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33021/aia.v5i2.4253

Abstract

Indonesia memiliki potensi untuk melakukan ekspor furnitur. Salah satu daerah yang berpotensi tinggi untuk melakukan hal tersebut adalah Kendal. Pemerintah Indonesia memberikan himbauan dan dukungan kepada seluruh pelaku industri kecil menengah (IKM) untuk mengutamakan kualitas barangnya jika ingin produknya bersaing di pasar Internasional. Adapun kendala yang dihadapi adalah terkait desain furnitur terkini. Oleh karena itu, pendampingan teknis diperlukan kepada pelaku IKM agar dapat meningkatkan pemahaman atas perancangan desain produk furnitur sehingga dapat bersaing di pasaran. Metode yang digunakan yakni presentasi, demonstrasi, tanya jawab dan praktik. Hasil yang didapatkan adalah pelaku IKM Desa Kertosari merasa puas dengan skala baik hingga sangat baik dari segi materi, fasilitator maupun fasilitas pendukung lainnya.
Pelatihan Perancangan dan Praktik Merakit Knockdown Furnitur di Desa Kertosari Kendal Prasiska Damastuti; Nukhbah Sany; Eilsa Adelia; Friska Damayanti
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v7i3.2815

Abstract

Desa Kertosari merupakan desa yang terletak di Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal yang sebagian penduduknya menggantungkan hidupnya dan mendapatkan sumber penghasilan dari usaha dibidang furnitur. Terdapat kurang lebih 30 pelaku usaha yang bergerak di bidang furnitur. Produk furnitur yang dihasilkan masih dikerjakan secara manual dengan desain yang konvensional dan teknik yang sederhana. Untuk memenuhi pangsa pasar terkini, pelaku usaha harus mengutamakan desain dan kualitas produk yang dihasilkan. Oleh karena itu diperlukan upskilling bagi pelaku usaha furniture terkait perancangan dan perakitan knockdown furnitur sehingga dapat mengembangkan inovasi produk yang sesuai dengan masyarakat modern. Tahapan dalam kegiatan ini adalah identifikasi permasalahan, persiapan kegiatan, penyampaian materi dan evaluasi. Setelah diadakannya kegiatan pelatihan ini, para peserta telah memahami tahapan merancang sebuah produk furniture yang dapat dilihat pada hasil  pretest dan  posttest yang dikerjakan oleh peserta yang menunjukkan peningkatan dari yang semula skor 4,4 menjadi 5,7. Pengetahuan tersebut dapat digunakan oleh pelaku usaha untuk mengembangkan produk yang dihasilkan sehingga dapat meningkatkan penjualan produknya.
Pelatihan SketchUp untuk Meningkatkan Kemampuan Desain bagi Industri Jawa Tengah Adelia, Eilsa; Amarta, Zain; Fariz, Nuthqy; Agung Setiyawan, Alfanadi; Etruly, Niki; Sany, Nukhbah; Damayanti, Friska; Damastuti, Prasiska; Hutasoit, Nicolas; Kusumaningrum, Noni; Sundara, Gilar; Putri Ma’wa, Safarah
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 1 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i1.1729

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat akan dilaksanakan melalui pelatihan penggunaan perangkat lunak SketchUp oleh Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu, bekerja sama dengan ASMINDO (Asosiasi Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia). Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dalam industri furnitur, khususnya di wilayah Jawa Tengah, dalam bidang desain furnitur berbasis digital. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya penguasaan perangkat lunak desain 3D di kalangan karyawan industri furnitur, baik dari industri kecil, menengah, maupun besar. Pelaksanaan kegiatan ini meliputi teori, praktik, dan diskusi. Teori diberikan dalam bentuk pengajaran di ruang kelas Sedangkan praktik akan dilakukan secara individu di kelas dengan cara menyelesaikan beberapa tugas yang telah disiapkan oleh narasumber. Pelatihan ini ditujukan untuk membekali peserta dengan keterampilan teknis pemodelan tiga dimensi yang presisi, efisien, dan sesuai dengan tuntutan pasar global. Selain itu, penguasaan SketchUp diharapkan dapat mempercepat proses desain, menurunkan biaya produksi, dan meningkatkan daya tarik visual produk melalui visualisasi yang realistis. Pelatihan ini juga mendukung transformasi digital sektor industri kreatif serta berperan strategis dalam memperkuat daya saing industri lokal di era digitalisasi dan e-commerce. Dari sisi sosial, kegiatan ini berkontribusi terhadap pemberdayaan komunitas perajin dan desainer lokal, serta mempererat hubungan antara akademisi dan pelaku industri dalam membangun ekosistem kolaboratif dan berkelanjutan.