Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PEMIKIRAN TAFSIR SEBAGAI RESPON SOSIAL: STUDI ATAS KARYA MUFASIR MESIR DARI AL-SUYUTHI HINGGA AS-SYA’RAWI Muhtadin, Khoirul
Jurnal Syaikh Mudo Madlawan: Kajian Ilmu - Ilmu Keislaman Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Syaikh Mudo Madlawan
Publisher : LPPM IAI Dar Aswaja Rokan Hilir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis evolusi pemikiran tafsir di Mesir dengan mengkaji strategi penafsiran lima tokoh kunci yang mewakili era dan corak berbeda: Jalaluddin Al-Suyuthi, Muhammad Abduh, Jawhari Tanthawi, Amin Al-Khulli, dan Mutawalli As-Sya’rawi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kepustakaan dan kerangka teori Sosiologi Pengetahuan, penelitian ini berargumen bahwa setiap metodologi tafsir yang lahir merupakan sebuah "respons sosial" terhadap tantangan dan kebutuhan konteks sosio-historis yang spesifik. Sumber data primer berasal dari karya-karya utama para mufasir tersebut, didukung oleh artikel dan jurnal relevan sebagai data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap corak tafsir merupakan respons yang khas: pendekatan kodifikasi-tradisional Al-Suyuthi menjawab kebutuhan pelestarian warisan; tafsir rasional-kontekstual Abduh menjawab tantangan kolonialisme dan stagnasi intelektual; tafsir ilmi Tanthawi merespons hegemoni wacana sains; hermeneutika sastra Al-Khulli merupakan respons terhadap perkembangan akademik; dan strategi dakwah As-Sya’rawi menjawab kebutuhan komunikasi massa di era media. Studi ini menyimpulkan bahwa pelajaran utama dari dinamika tafsir di Mesir adalah pentingnya fleksibilitas metodologis dalam menghadapi tantangan zaman serta perlunya memahami keragaman pendekatan tafsir untuk menumbuhkan sikap intelektual yang moderat dan toleran.
Teknik Identifikasi Cepat Qira’at ‘Asyr (Analisis Infiradat al-Qurra’ atau Keunikan Bacaan Imam dan Rawi) Muhtadin, Khoirul; Mohammad Iqbal Muadzin; Suhairi
Jurnal test Vol 3 No 1 (2024): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58363/alfahmu.v3i1.189

Abstract

Qira'at or accepted readings of the Qur'an come from ten imams, of these ten there are twenty riwayat. The seven qira'ats were based on initiation from Ibn Mujahid, while the three following qira'ats were based on Ibn Jazari's research and decisions. Studying these twenty riwayat sequentially or all at once is considered difficult or will take a long time and is inefficient with the learning system in Indonesia, so it is not uncommon for qira'at students to choose to withdraw from studying this knowledge. Not to mention, there is a doctrine that requires you to memorize the Quran with mutqin or strength first before getting to know the science of qira'at. The author feels that fast techniques are needed to identify the readings of imams and rawi’s. With this technique, it can be seen which riwayat readings were seen and heard by the learner. This qualitative article collects unique readings or infiradat from qira'at rawi’s based on the works of Sheikh Ibrahim Dhamrah. It is hoped that this article will be easy for readers to understand because it uses the theory and approach of musykilat and gharib in reading the Quran which is already popularly known by the muslim community in Indonesia.
PENDAMPINGAN TADARRUS AL-QUR'AN METODE 5T KUNCI PENINGKATAN MOTIVASI DAN INTERAKSI SANTRI TAHFIDZ LTIQ AS-SYIFA DENGAN AL-QUR'AN Khoirul Muhtadin; Asep Warnudin
Bisma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat (Bisma) / In Press
Publisher : Universitas Darunnajah, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61159/bisma.v3i2.579

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mengatasi masalah umum dalam program tahfidz di Indonesia, di mana hafalan seringkali mengesampingkan pemahaman, pengamalan, dan pembentukan akhlak. Studi ini bertujuan meningkatkan motivasi dan interaksi mendalam dengan Al-Qur'an pada 110 santri baru (80 putri, 30 putra) di LTIQ As-Syifa, dengan fokus pada surat Fathir ayat 32. Menggunakan model ceramah interaktif, "Metode 5T" (Tamhid, Tilawah, Tafsir, Tadabbur, Tazkiyah) diimplementasikan. Hasil pre-test menunjukkan santri belum familiar dengan metode 5T, motivasi intrinsik rendah, pemahaman tafsir terbatas, dan belum pernah praktik tazkiyah. Hasil post-test menunjukkan seluruh santri menguasai teknik 5T, mengalami koreksi niat yang mendalam, memperoleh pemahaman tafsir yang mudah diakses, serta antusiasme terhadap tadabbur dan tazkiyah aplikatif. Ini menandakan efektivitas metode dalam membina interaksi Al-Qur'an yang komprehensif, menyarankan integrasi sering pada program tahfidz untuk menghasilkan penghafal yang holistik.
Pelatihan Tadarus Al-Qur’an dengan Metode 5T Bagi Musyrif Ponpes Baitul Qur’an Subang Sartika, Ela; Muhtadin, Khoirul; Amin, Amin; Rohman, Abdul; Wahyudi, Wahyudi
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Bisma) Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat (Bisma) / In Press
Publisher : Universitas Darunnajah, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61159/bisma.v3i2.646

Abstract

The Quran recitation training using the 5T method for supervisors at the Baitul Quran Islamic Boarding School was motivated by the main issue of the low variety of methods used by students to understand Quranic verses, considering the challenges of the digital era that demand religious guidance based on structured, adaptive, and relevant methods. The objective of this activity is to equip supervisors with the skills to apply the 5T method (Tamhid, Tilawah, Tafsir, Tadabbur, and Tazkiyah) so that they can enhance the quality of students' Quran recitation in a more systematic and comprehensive manner. The research methodology was conducted in three stages: planning, implementation, and evaluation. The training results showed that musyrif experienced an improvement in their skills in understanding and practicing Quran recitation using the 5T method. Additionally, participants were able to integrate the aspects of recitation with the application of the meanings of Quranic verses, although further follow-up in the form of continued mentoring and the utilization of digital media is still needed to optimize the implementation of the 5T method.