Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Gambaran Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Terkait Bantuan Hidup Dasar (BHD) Di Universitas ‘Aisyiyah Surakarta Margatot, Didik Iman; Khusna, Lailya; Drajad Pamukhti, Bagas Biyanzah
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 12, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v12i1.2921

Abstract

Insiden henting jantung atau henti nafas merupakan kejadian gawat darurat yang sering ditemui di berbagai tempat yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti memiliki riwayat penyakit jantung dan yang disebabkan oleh kecelakaan. Berdasarkan data dari Wolrd Health Organization (WHO, 2021) menyebutkan bahwa penyebab kematian nomor satu secara global adalah penyakit jantung. Sebanyak 17,8 juta jiwa setiap tahun mengalami kematian karena serangan jantung. Tahun 2020 sebanyak 1,9 juta orang meninggal setiap tahun dikarenakan kecelakaan lalu lintas yang ada di Indonesia. Berbagai penanganan kegawatdaruratan yang dapat di implementasikan pada kejadian henti nafas maupun henti jantung, salah satunya yaitu pemberian Bantuan Hidup Dasar (BHD). Bantuan hidup dasar merupakan tindakan yang paling penting dalam memberikan pertolongan pertama dan sangat membantu saat seseorang mengalami henti jantung, sumbatan nafas, hingga tidak sadarkan diri agar dapat mencegah keadaan yang lebih parah. Pemberian pelatihan bantuan hidup dasar sangat penting dimiliki oleh masyarakat umum hingga mahasiswa agar dapat membantu korban yang mengalami henti jantung maupun henti nafas yang berdampak pada kematian. Apabila seorang memiliki pengetahuan yang baik terkait bantuan hidup dasar maka akan memiliki motivasi yang tinggi untuk menolong korban yang mengalami kecelakaan, henti jantung, serta henti nafas.
Hubungan Tingkat Kekambuhan Pasien Skizofrenia Dengan Peran Kader Jiwa Di Masyarakat Ardika, Noviana Ayu; Margatot, Didik Iman; Drajad Pamukhti, Bagas Biyanzah
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 11, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v11i2.2442

Abstract

Kesehatan jiwa masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang signifikan di Dunia. WHO 2021, orang dengan gangguan jiwa terdapat sekitar 35 juta orang terkena depresi, 60 juta orang terkena bipolar, 21 juta terkena skizofrenia, serta 47,5 juta terkena dimensia. Mental Health berdasarkan hasil sensus penduduk Amerika Serikat tahun 2021 bahwa ada sebanyak 44,7 juta orang dewasa berusia 18 tahun atau lebih mengalami gangguan jiwa. Seseorang yang pernah mengalami gangguan skizofrenia akan kembali kambuh karena kondisi yang tidak terkontrol dan tidak meminum obat secara rutin Pemberdayaan masyarakat seperti kader kesehatan jiwa bermanfaat untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah serta mempertahankan kesehatan jiwa masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran kader kesehatan jiwa dengan kekambuhan skizofrenia. Metode menggunakan Literature Review yaitu dengan pencarian melalui database elektronik, Pubmed, Google Schoolar dan Elsevier. Kriteria inklusi yang digunakan adalah artikel pada tahun 2013-2023 dan menghasilkan 5 artikel penelitian yang signifikan. Hasil dari literature yang didapat ada hubungan antara peran kader kesehatan jiwa dengan menurunnya kekambuhan pasien gangguan jiwa, oleh sebab itu kader diharapkan lebih aktif dalam memotivasi pasien agar melakukan kunjungan ke puskesmas secara berkala dan tidak mengalami kekambuhan.
Enhancing Cognitive Function in Older Adults through Brain Gym: A Community Implementation in Petoran Hamlet, Surakarta Janatunnisa, Hesti; Margatot, Didik Iman; Haryani, Nur
Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia Vol 5 No 3 (2025): December 2025
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/jkki.v5i3.523

Abstract

Background: The elderly often struggle to accept the changes and setbacks they encounter. The changes that occur are not only physical, but also cognitive, sexual, and social in nature. Decreased brain function can lead to diseases such as delirium, dementia, psychological disorders, and neurological disorders. Nonpharmacological therapy to prevent cognitive decline in the elderly is an intervention that includes Cognitive Rehabilitation Therapy (CRT), one of which is activity therapy, namely, brain exercises. Objective: This study aimed to evaluate the effectiveness of  brain gymnastics application on improving cognitive function in the elderly in Petoran RT 01 RW 07 Jebres Village, Jebres District, Surakarta City. Method: This type of research employs a case study approach, utilizing descriptive methods and administering pre-test and post-test MMSE sheets. Results: Based on the application's results, there is an improvement in cognitive function. Conclusion: There are differences in the final results of cognitive function scores before and after participants were given brain gymnastics, with both groups showing an increase.
Managing Pain Related Gout Arthritis in Elderly: An Intervention Using Ergonomic Exercise and Warm Lemongrass Compress in Joyotakan Village, Surakarta Dentaningtyas, Fernanda Ayu; Margatot, Didik Iman; Haryani, Nur
Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia Vol 5 No 3 (2025): December 2025
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/jkki.v5i3.527

Abstract

Background: Gouty arthritis is a degenerative joint disease that affects many elderly people, characterized by severe pain that can interfere with daily activities. Non-pharmacological treatments are an essential alternative in reducing this pain. Objective: To determine the effectiveness of ergonomic exercises and warm compresses of lemongrass on pain levels in elderly people with gouty arthritis in RT 03 RW 02 Joyotakan Village, Serengan District, Surakarta City. Method: The research method employs a descriptive approach with observation sheets monitored by two respondents. Results: The study showed a decrease in pain levels in both respondents, from moderate to mild pain, and this improvement persisted after the intervention. Pain reduction was achieved through increased muscle relaxation and improved blood circulation, resulting from a combination of gymnastic movements and the analgesic effect of lemongrass leaves. Conclusion: Ergonomic gymnastics and warm compresses made from lemongrass leaves are effective in reducing pain levels in the elderly with gouty arthritis and can be applied as an alternative non-pharmacological therapy in the community.