Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Guru Dalam Mengembangkan Kemandirian Anak Usia 5-6 Tahun Di TK GMIT Syaloom Airnona Kota Kupang Irul Khotijah; Gallex Simbolon; Oktafiani Sunarti Purnama; Sartika Kale
Jurnal Golden Age Vol. 7 No. 1 (2023): JURNAL GOLDEN AGE
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/goldenage.v7i1.15044

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran guru dalam mengembangkan kemandirian anak usia 5-6 tahun di TK GMIT Syaloom Airnona Kota Kupang serta apa saja faktor yang menghambat perkembangan kemandirian anak. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian yang digunakan adalah guru kelompok B2 dan Kepala Sekolah di TK GMIT Syaloom Airnona. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa peran guru dalam mengembangkan kemandirian anak di TK GMIT Syaloom Airnona kota kupang sudah sangat baik, dimana guru menjalankan 6 peranan yang dapat membantu mengembangkan kemandirian anak, antara lain; peran dalam memberikan pemahaman positif, Peran dalam membiasakan anak untuk rapi, Peran dalam memberikan permainan, Peran dalam memberikan anak pilihan sesuai dengan minat, Peran dalam membangun komunikasi dengan orangtua anak komunikasi Sedangkan faktor yang menjadi penghambat dalam perkembangan kemandirian anak ada faktor internal (karakter anak yang berbeda) dan faktor eksternal ( pola asuh orangtua dan lingkungan).        Kata kunci: peran guru, kemandirian, anak usia dini
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Guru Menggunakan Lembar Kerja Anak (LKA) Dalam Pembelajaran Di TK Pertiwi Florentina Ina Lewowerang; Sartika Kale; Fredik Lambertus Kollo; Gokma N. Tampubolon
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.46433

Abstract

Children's Worksheets (LKA) are commonly used learning media in Early Childhood Education (PAUD) because they are considered practical. However, their dominant use has the potential to limit learning variations and children's exploration. This study aims to analyze the factors influencing teachers' use of LKA at TK Pertiwi, Kupang City. The approach used is descriptive qualitative with observation, interviews, and document studies. , as well as data validity through technical triangulation and source triangulation. The research informant were the principal, the B1 class teacher, and the B2 class teacher, who are directly involved in the use of LKA. The data analysis technique used the Miles and Huberman model, which includes data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that teachers' use of LKA is influenced by two main factors: internal and external factors. Internal factors include teachers' skills in using LKA and teachers' teaching motivation, while external factors include parents' responses to the use of LKA. The use of LKA by teachers is based on considerations of practicality, ease of classroom management, and its effectiveness in supporting the smooth learning process. Thus, efforts are needed to develop more varied learning media in order to optimally meet the developmental needs of early childhood.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KETIDAKSESUAIAN PENERAPAN PEMBELAJARAN DENGAN RPP (RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN) DI PAUD STUDI KASUS PADA KELAS B DI TK KARTIKA VII-7 KOTA KUPANG Stevania A. Eda; Sartika Kale; Amabara S. Mardani; Angelikus N. Koten
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.46575

Abstract

ABSTRAK Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan salah satu perangkat pembelajaran yang penting karena RPP dapat mengarahkan guru untuk dalam melaksanakan pembelajaran. Namun di TK Kartika VII, Kota Kupang, ditemukan adanya perbedaan antara RPP dan pembelajaran yang berlangsung, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab ketidaksesuaian antara pelaksanaan pembelajaran dengan RPP. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi yang melibatkan 3 orang guru, yakni guru kelas B1, B2, B3, selama kurang lebih tiga minggu. Pengecekenan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Setelah semua data terkumpul, data dianalisis melalui tahap reduksi, penyajian, dan verifikasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perbedaan antara pelaksanaan pembelajaran dengan RPP diuraikan dalam faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal mencakup (1) pengelolaan waktu; dan (2) motivasi mengajar. Faktor eksternal mencakup (1) karakteristik anak; (2) tugas administrasi; dan (3) kondisi ruang kelas. Ketidakonsistenan dalam pengelolaan waktu dan administrasi evaluasi menjadi faktor yang paling menonjol. Faktor-faktor ini mengindikasikan bahwa perlu adanya pembenahan dari guru dan pihak sekolah agar pelaksanaan pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan RPP yang telah disusun agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.
Workshop: Implementing Positive Discipline for Leading Principals in Alor Regency Credo Gregori Betty; Engelbertus Nggalu Bali; Angelikus Nama Koten; Sartika Kale; Theodorina Novyani Seran; Vanida Mundiarti; Frans K. Selly
Early Childhood Education Development and Studies (ECEDS) Vol 5 No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/eceds.v5i1.17739

Abstract

The Sekolah Penggerak Program launched by the Ministry of Education and Culture of Indonesia aims to improve the quality of education by accelerating schools to become drivers of positive change. This program focuses on the development of students' literacy, numeracy, and character through training for principals and teachers. Its implementation is carried out through stages of preliminary studies, method identification, workshops, and evaluation. The main challenges in this program include teachers' lack of understanding of the Independent Curriculum and limited facilities. However, ongoing training and support from school leaders are crucial for the program's success. The results show an increase in the competence of teachers and principals in implementing the curriculum, which positively impacts the quality of education and student learning outcomes. This program is expected to be a catalyst for transforming the education system in Indonesia, creating an inclusive and high-quality educational ecosystem.