Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Factors related to the quality of life of people with diabetes mellitus in Kediri: Cross-sectional Study wahyuni, sri; Apriyanto, Bagus; Pujiastutik, Yanuar; Colis, Eko
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 5 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v5i1.182

Abstract

ABSTRAK Diabetes melitus (DM) menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia, yang menjadi penyebab menurunnya kualitas hidup masyarakat khususnya penyandang diabetes mellitus, yang saat ini banyak ditemukan di masyarakat. Penyakit diabetes melitus tidak bisa disembuhkan tetapi dapat dikontrol, dampak dari penyakit diabetes jangka panjang adalah dapat berpengaruh terhadap kualitas hidup, dimana kualitas hidup yang buruk jika tidak diatasi dengan baik dapat mengakibatkan berbagai macam komplikasi yang akan membahayakan penyandang diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup penyandang diabetes melitus di Kediri. Desain penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan cross-sectional dengan jumlah sampel yaitu 140 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Hasil analisis uji chi-square di dapatkan hasil bahwa ada hubungan faktor usia, jenis kelamin, lama menderita diabetes, efikasi diri, dan kecemasan terhadap kalitas hidup penyandang diabetes. Penyandang diabetes mellitus sangat penting memiliki keyakinan diri serta memanajemen kecemasan sehingga dapat meningkatkan kesadaran dalam melakukan self-manajemen sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup yang jangka Panjang dapat mencegah terjadinya komplikasi yang lebih lanjut. Kata kunci: Diabetes mellitus; Efikasi diri; Kecemasan; Kualiatas hidup
Evaluating the Impact of Semi-Immersive Virtual Reality on Urinary Catheterization Skills, Motivation, and Satisfaction in Nursing Students Apriyanto, Bagus Sholeh; Akasyah, Wildan; Wahyuni, Sri; Rias, Yohanes Andy
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 10 No. 5 (2024): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v10i5.741

Abstract

Aims: The basic core skill and competency nursing students need is urinary catheterization. Semi-immersive virtual reality (SIVR) based research innovations based on situational learning theory have not been widely used to improve student proficiency. This study aimed to analyze the skills, motivation, and satisfaction of nursing students with urinary catheterization learning before and after the implementation of SIVR. Methods: The study was designed as a pre-test and post-test randomized controlled trial (RCT). The study population was undergraduate nursing students at the Bhakti Wiyata Health Sciences Institute, Kediri. The SIVR group (n=52) received catheterization skill practice through SIVR, whereas the control group (n=52) was given 2-dimensional video learning. The results obtained were catheterization skills, motivation, and satisfaction, which were evaluated before and after the intervention. In this study's statistical test analysis, the chi-square test and the independent t-test were used. Results: Post-test results showed a significant improvement in catheterization skills in the SIVR group (M = 92.74, SD = 1.05, p = 0.032) compared to the control group (M = 79.95, SD = 1.51), a significant improvement in motivation in the SIVR group (M = 6.48, SD = 0.54, p = 0.010) compared to the control group (M = 5.23, SD = 0.49), and a significant improvement in satisfaction in the SIVR group (M = 3.49, SD = 0.83, p = 0.024) compared to the control group (M = 2.88, SD = 0.52). Conclusion: SIVR simulation and video learning can improve nursing students' skills, motivation, and satisfaction. SIVR program learning can be recommended as an intervention for the effectiveness of the quality of practical learning following current technological advances and in the long term it is expected to improve graduates' practical skills.
Self-care management intervention for glycemic control in type 2 Diabetes Mellitus patients Wahyuni, Sri; Prasetyowati, Christina Dewi; Pujiastutik, Yanuar Eka
Riset Informasi Kesehatan Vol 14 No 1 (2025): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/rik.v14i1.913

Abstract

Background: Diabetes mellitus (DM) is a chronic condition with severe effects. Diabetes patients are advised to adopt various self-management decisions and participate in care activities to improve glycemic control. Self-care management strategies assist people with diabetes in making decisions and behaviors that improve health outcomes. Self-care management strategies can be the basis for limiting and preventing serious diabetes-related consequences and financial expenses that emerge from this disease problem. This study aims to evaluate the effect of self-care management interventions on glycemic control in people with diabetes. Method: The study was quasi-experimental, with a pre-posttest design. This study used the purposive sampling strategy with 80 participants (40 controls and 40 interventions). Data was acquired by a questionnaire from the Godin Leisure-Time Exercise Questionnaire (GLTEQ) and the UK Diabetes and Diet Questionnaire. For normal variables, paired and independent t-tests were utilized, whereas Wilcoxon and Mann-Whitney tests were applied for abnormal variables. Results: The study was quasi-experimental, with a pre-posttest design. This study used the purposive sampling strategy with 80 participants (40 controls and 40 interventions). Data was acquired by a questionnaire from the Godin Leisure-Time Exercise Questionnaire (GLTEQ) and the UK Diabetes and Diet Questionnaire. For normal variables, paired and independent t-tests were utilized, whereas Wilcoxon and Mann-Whitney tests were applied for abnormal variables. Conclusion: This study suggests that administering self-care management treatments can enhance glycemic control in diabetic patients
Edukasi Manajemen Self-Care untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Penyandang Diabetes Mellitus Wahyuni, Sri; Pujiastutik, Yanuar Eka; Prasetyowati, Christina Dewi
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus (DM) terjadi karena gangguan metabolisme disebabkan karena gangguan sekresi insulin atau aktivitas insulin, yang mengakibatkan tubuh tidak cukup memprodukasi glukosa untuk energi. Hiperglikemia dan hipoglikemia pada pasien DM merupakan komplikasi akut yang dapat terjadi secara tiba-tiba, dapat memperburuk keadaan, bahkan dapat mengakibatkan kematian. Tingginya prevalensi dan komplikasi DM seperti hiperglikemia dan hipoglikemia berkaitan erat dengan pengetahuan dan sikap penyandang DM yang kurang tepat. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap penyandang DM tentang manajemen self-care DM. Metode kegiatan dengan memberikan edukasi kesehatan dengan media booklet dan materi yang disampaikan meliputi definisi, tanda gejala, penyebab, dampak dan manajemen self-care DM. Jumlah peserta sebanyak 30 orang. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah pengetahuan peserta sebelum diberikan edukasi sebagian besar kurang (56.7%), sedangkan sesudah diberikan edukasi hampir seluruh peserta adalah baik (83.3%. Pada variabel sikap pada penyandang  DM sebelum edukasi Sebagian besar adalah negative (63.3%), sedangkan sesudah edukasi hampir seluruh peserta adalah positif (80%). Diharapkan dengan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap pada penyandang DM diharapkan dapat meningkatkan kontrol  gula darah pada pasien sehingga komplikasi jangka panjang yang dikaibatkan karena ketidakstabilan gula darah dapat dicegah.
The Correlation of Knowledge and Duration of Illness Towards Self Management With Diabetes Mellitus Patients in the Pan-demic Era of COVID-19 Wahyuni, Sri; Wibowo, Galuh Ayu
Holistic Nursing Plus Vol. 1 No. 1 (2023): Holistic Nursing Plus
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/hnp.v1i1.74

Abstract

(1) Background: Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease that, if not treated trigger various disease, and also cause the severity of COVID-19 infection. People with DM need proper knowledge and management to improve the quality of life of patients during a pandemic and the treatment process will take a lifetime. The purpose of this study is to determine the relationship between knowledge and duration of illness on diabetes mellitus self-management; (2) Methods: The study's design is a correlational study with a cross-sectional approach, with a total sample of 138 respondents who were taken by convenience sampling technique. Data was collected using the diabetes knowledge questionnaire (DKQ-24), the COVID-19 knowledge questionnaire, and the diabetes self-management questionnaire (DSMQ); (3) Results: The Chi-Square statistical test analysis revealed a p-value of 0.00 relationship between knowledge and self-management; (4) Conclusions: There is a relationship between knowledge of diabetes mellitus and COVID-19 on self-management of diabetes mellitus, and there is no relationship between duration of illness and diabetes mellitus self-management during the COVID-19 pandemic.
Kepatuhan Pengobatan terhadap Kontrol Tekanan Darah dan Quality of Life Penderita Hipertensi: A Cross-Sectional Survey Wahyuni, Sri; Sholeh Apriyanto, Bagus; Eka Pujiastutik, Yanuar; Yauri, Indriani
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 6 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v6i1.266

Abstract

Jumlah kasus hipertensi meningkat secara global, namun penyebab penyakit ini belum diketahui secara pasti, namun masih menjadi penyebab kematian terbesar di seluruh dunia. Kepatuhan pengobatan menjadi hal utama dalam kontrol tekanan darah sehingga akan meningkatkan kualitas hidup penderita hipertensi jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kualitas hidup pasien hipertensi, pengendalian tekanan darah, dan kepatuhan pengobatan. Penelitian menggunakan desain cross-sectional, dengan besar sampel sebanyak 104 responden yang diambil berdasarkan pada kriteria inklusi penelitian dan dihitung dengan aplikasi program G-Power. Teknik pengambilan sampel adalah dengan consecutive sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS) untuk menilai kepatuhan pengobatan penderita dan WHOQOL-BREF untuk menilai kualitas hidup penderita hipertensi. Perangkat lunak software SPSS digunakan untuk menganalisis data, dengan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan pengobatan terhadap tekanan darah dengan nilai p=0.003, sedangkan kepatuhan pengobatan terhadap kualitas hidup dengan nilai p=0.001. Kesimpulan: terdapat hubungan significant antara variabel kepatuhan pengobatan terhadap tekanan darah dan kualitas hidup penderita hipertensi. Diharapkan dengan peningkatan kepatuhan pengobatan penderita hipertensi, sebagai salah satu inisiatif untuk membuat kualitas hidup pasien hipertensi jangka panjang menjadi ideal dan optimal.
Interventions to Prevent Chronic Energy Deficiency in Women of Reproductive Age Pujiastutik, Yanuar Eka; Apriyanto, Bagus Sholeh; Wahyuni, Sri; Yauri, Indriani; Cholis, Eko Prasetyo
Journal of Scientific Research, Education, and Technology (JSRET) Vol. 4 No. 3 (2025): Vol. 4 No. 3 2025
Publisher : Kirana Publisher (KNPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/jsret.v4i3.853

Abstract

Women of childbearing age (WUS) belong to a vulnerable group whose health status must be considered, especially their nutritional status. Ignorance about nutritious food can lead to high cases of KEK in WUS. The provision of health education is expected to increase knowledge in WUS so as to increase efforts to prevent KEK early and can reduce the incidence of KEK, especially during pregnancy and the First 1000 Days of Life (HPK). This study aims to analyze the effect of health education on the level of knowledge of WUS about the prevention of KEK. This study used PreExperimental method with one group pre-test post-test design. The sampling technique used in this study was total sampling with a population of 42 WUS in Surat Village. This study was analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results of this study indicate that there is an increase in knowledge value with an average value of each respondent as much as 29% after the provision of health education on the prevention of KEK with the significance value of the Wilcoxon test is 0.000 which means that the significance value is less than the ρ-value (sig <0.05).
Lecturing Method and Video Learning Media Effectively Increases Knowledge and Motivation on Health Education Wahyu Nur Pratiwi; Sri Wahyuni; Yanuar Eka Pujiastutik
Journal of Ners and Midwifery Vol 9 No 3 (2022)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v9i3.ART.p288-295

Abstract

The selection of health education media should be based on target tastes, broad impact, and presented in an attractive manner. Health Education on Breast Self-Examination (BSE) is generally still carried out using the conventional method, namely face-to-face (FF). This study aimed to determine the effect of health education on BSE using the Lecture Plus Animation Video Demonstration (VBL) on the knowledge and motivation of Vocational High School students. There were 80 respondents who were divided into 2 groups, 40 students in the control group with health education provided with direct FF, and the rest with VBL. The level of knowledge and motivation were obtained through a questionnaire and then the Wilcoxon signed-rank test was conducted to determine the effect of the intervention on each group, while Mann-Whitney to find out which group had better knowledge and motivation after receiving the intervention. The results showed that the Wilcoxon test in both the control and treatment groups showed p = 0.000 for the knowledge and motivation variables. Meanwhile, the Mann-Whitney test for the knowledge variable showed a p-value = 0.004 with a mean rank of 36.00 for the control group and 45.00 for the treatment group. In the motivational variable, the value of p = 0.003, and the mean rank of 46.13 in the treatment group. This meant that health education with FF methods or through VBL could increase students' knowledge and motivation, but VBL had a greater influence on increasing respondents' knowledge and motivation in doing BSE.
Pendidikan Kesehatan dengan Booklet dalam Meningkatkan Health Literacy Pasien Tb Paru Di Puskesmas Wilayah Kota Kediri Prasetyowati, Christina Dewi; Wahyuni, Sri
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 4 No 1 (2020): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v4i1.14004

Abstract

Tuberculosis merupakan penyakit menular paling mematikan di dunia. Diperkirakan 1-6 juta orang meninggal karena tuberculosis. Pendidikan kesehatan sebagai upaya pencegahan penyakit yang dilakukan untuk menurunkan angka kematian pasien. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan dengan booklet dalam meningkatkan health literacy pasien TB paru. Metode penelitian menggunakan desain penelitian quasy eksperimen dengan rancangan non equivalent pretest-posttest with control group. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling, jumlah sample 60 responden dibagi menjadi 2 kelompok, 30 responden sebagai kelompok intervensi dan 30 responden sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data dengan kuesioner Health Study Literacy Asia Questionnaire (HSL Asia-Q). Untuk mengetahui pengaruh pada kedua kelompok dilakukan uji Mann whitney. Hasil penelitian: Health literacy pasien TB paru kelompok intervensi meningkat, dari 21,33 ± 7,707 menjadi 41,03 ± 2,735. Sedangkan pada kelompok kontrol juga mengalami peningkatan dari 26,80 ± 4,937 menjadi 28,93 ± 4,464, hasil analisis kedua kelompok yaitu p<0.05. Kesimpulan: ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan booklet terhadap health literacy pasien TB paru di Puskesmas Wilayah Kota Kediri.
Analisis Faktor Resiko Kejadian Diabetes Mellitus Tipe 2 Berbasis Transkultural Nursing Pradina, Widy Sebri; Wahyuni, Sri
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 5 No 1 (2021): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v5i1.15844

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit dengan gangguan metabolisme kronis dengan peningkatan glukosa dalam darah. Kasus DM tipe 2 terus meningkat setiap tahun, salah satu penyebabnya adalah karena faktor perubahan gaya hidup maupun budaya masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor resiko kejadian DM berbasis transcultural nursing. Metode penelitian adalah observasional analitik dengan desain penelitian cross-sectional. Sampel pada penelitian ini adalah 80 orang pasien yang aktif mengikuti prolanis, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner terdiri dari kuesioner tentang faktor pendidikan, ekonomi, peraturan dan kebijakan, religiusitas dan filosofi, dukungan sosial dan keluarga serta teknologi yang dimodifikasi oleh peneliti. Analisis data menggunakan uji statistik regresi linier. Hasil penelitian: faktor pendidikan, ekonomi, peraturan dan kebijakan, budaya dan gaya hidup, religiusitas dan filosofi, dukungan sosial dan keluarga serta teknologi berhubungan dengan kejadian DM tipe 2 (p<0.05). Kesimpulan: terdapat hubungan semua variabel faktor pada penelitian ini.