Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Ruang Publik Digital Sebagai Panggung Performatif Studi Etnografi Digital Pada Food Content Nanakoot Di Instagram Yanah Agustin; Ahmad Muhaimin; Muslimin Ritonga
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6800

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah ruang publik menjadi arena digital yang bersifat terbuka, partisipatif, dan sarat dengan praktik performatif. Instagram tidak hanya berfungsi sebagai media berbagi informasi, tetapi juga sebagai panggung tempat individu membangun citra diri dan menjalin keterikatan dengan audiens. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana akun Instagram @nanakoot sebagai food content creator memanfaatkan ruang publik digital sebagai panggung performatif dalam membentuk citra diri dan membangun keterikatan dengan audiens. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi digital (netnografi). Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif terhadap unggahan konten, caption, serta interaksi di kolom komentar pada periode 28-31 oktober 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik performativitas Nanakoot tampak melalui empat elemmen utama, yaitu visual, verbal, konsistensi, dan interaksi. Keempat elemen tersebut berperan dalam membangun persona yang autentik, mudah dikenali, serta menciptakan hubungan emosional dengan audiens. Temuan ini mengaskan bahwa instagram berfungsi sebagai ruang publik digital yang tidak hanya memfasilitasi komunikasi, tetapi juga menjadi arena pertunjukan simbolik yang membentuk identitas dan keterikatan sosial antara kreator dan pengikutnya.
Refresentasi Pesan Moral Kehidupan Remaja Dalam Sinetron Asmara Gen Z : Analisis Semiotika Roland Barthes Liza Apriani; Sepriadi Saputra; Muslimin Ritonga
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6801

Abstract

Di era digital saat ini, media massa termasuk sinetron memiliki pengaruh yang sangat besar dalam membentuk cara pandang, perilaku, dan gaya hidup masyarakat terutama remaja. Penelitian ini menganalisi representasi pesan moral kehidupan remaja dalam sinetron Asmara Gen Z, melalu perspektif komunikasi dengan menggunakan analisis Semiotika Roland Batrhes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi pesan moral kehidupan remaja dalam sinetron Asmara Gen Z. Metode penelitian yang gunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi non-partisipan, studi pustaka dan dokumentasi. Dengan menggunakan analisis semiotika roland barthes untuk melihat makna denotasi, konotasi dan mitos dari adegan, dialog, serta alur cerita yang di tampilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinetron asmara gen z tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media yang merepresentasikan berbagai pesan moral kehidupan remaja. Representasi tersebut tampak melalui pesan moral personal yang meliputi nilai percaya diri, mandiri, menjadi diri sendiri, rendah hati, kejujuran, keberanian, dan tanggung jawab yang muncul dari karakter dan konflik tokoh. Selain itu sinetron ini juga menghadirkan pesan moral dalam keluarga, yaitu dukungan orang tua terhadap masa depan remaja dan pengaruh pola komunikasi orang tua terhadap kondisi psikologis anak, yang mencerminkan dinamika kehidupan remaja dalam lingkungan sosial dan keluarga
Komunikasi Budaya Dalam Festival Karnaval Nuzulul Quran Sebagai Upaya Pembentukan Citra Desa Seri Tanjung Di Kabupaten Ogan Ilir Ade Rizky; Komaruddin Komaruddin; Muslimin Ritonga
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8058

Abstract

Festival budaya merupakan salah satu bentuk komunikasi sosial yang memiliki peran strategis dalam menyampaikan nilai, identitas, serta citra suatu komunitas kepada masyarakat luas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses komunikasi budaya dalam Festival Karnaval Nuzulul Qur’an serta perannya dalam pembentukan citra Desa Seri Tanjung di Kabupaten Ogan Ilir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari aparatur pemerintah desa, tokoh agama, ketua pelaksana festival, perwakilan pemuda, dan masyarakat desa. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi budaya dalam Festival Karnaval Nuzulul Qur’an berlangsung secara terencana, partisipatif, dan dialogis melalui proses musyawarah desa, penggunaan simbol-simbol keagamaan, serta keterlibatan aktif masyarakat. Komunikasi budaya tersebut berperan penting dalam membentuk citra Desa Seri Tanjung sebagai desa religius dan berbudaya, yang tercermin dari konsistensi penyelenggaraan festival, kuatnya representasi nilai-nilai Islam, serta meningkatnya pengakuan sosial dari masyarakat luar desa.
Pengaruh Kualitas Layanan Informasi Produk Iconnet Pln Terhadap Kepuasan Pelanggan Anisah Fitriyani; Ainur Ropik; Muslimin Ritonga
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8059

Abstract

Perkembangan teknologi dan modernitas mendorong persaingan yang semakin ketat di industri layanan internet. Iconnet PLN memanfaatkan media sosial Instagram sebagai sarana komunikasi untuk menyampaikan informasi produk kepada pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas layanan informasi produk Iconnet PLN terhadap kepuasan pelanggan menggunakan pendekatan teori Stimulus–Organism–Response (S-O-R). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 100 responden yang merupakan pelanggan sekaligus pengikut akun Instagram @iconnet_sumbagsel. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan informasi produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan, dengan nilai t hitung sebesar 14,150 lebih besar dari t tabel 1,984 dan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Besarnya pengaruh kualitas layanan informasi produk terhadap kepuasan pelanggan sebesar 67,1%, yang menunjukkan bahwa semakin baik kualitas informasi produk yang disampaikan melalui Instagram, semakin tinggi tingkat kepuasan pelanggan Iconnet PLN.
Branding Jajuluk Sebagai Penguatan Identitas Etnis Komering : Studi Kasus Masyarakat Komering Di Kota Palembang Mei Rida Safira; Yenrizal; Muslimin Ritonga
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5902

Abstract

Penelitian ini mengkaji proses branding budaya tradisi Jajuluk (pemberian gelar adat pascapernikahan) sebagai strategi penguatan identitas etnis Komering di wilayah urban multikultural Kota Palembang. Di tengah arus modernisasi yang berpotensi mereduksi tradisi menjadi sekadar formalitas, pendekatan branding atau komunikasi pemasaran sosial menawarkan kebaruan perspektif dalam menjelaskan fenomena pelestarian budaya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tahapan branding Jajuluk dan mengidentifikasi hambatan yang mengiringinya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan Teori Interaksi Simbolik George Herbert Mead. Hasil kajian mengungkap bahwa branding Jajuluk dikonstruksi melalui empat tahapan sistematis: pembentukan identitas berbasis konsensus keluarga, penggunaan aktif dalam komunikasi harian, penyebaran sosial melalui institusi dan media digital, serta pemertahanan melalui kesadaran kolektif. Meski demikian, proses ini terhambat oleh faktor internal, yakni degradasi pemahaman filosofis generasi muda dan minimnya regenerasi pemangku adat, serta faktor eksternal berupa tingginya mobilitas sosial urban. Kesimpulannya, Jajuluk mengalami pergeseran makna dari instrumen kedewasaan sosial yang sakral menjadi label identitas selektif. Diperlukan sinergi strategis antara lembaga adat, pemerintah, dan akademisi untuk merancang strategi komunikasi budaya yang lebih adaptif bagi masyarakat modern.
Peran Komunitas Wasababes dalam Membangun Citra Merek Wabisabi Cosmetics di Kota Palembang Molly Kurnia; Eraskaita Ginting; Muslimin Ritonga
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): EduTIK : April 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i2.340

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan industri kosmetik di Indonesia yang semakin kompetitif, sehingga menuntut brand lokal untuk membangun citra merek yang kuat melalui strategi inovatif, salah satunya berbasis komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran komunitas Wasababes dalam membangun citra merek Wabisabi Cosmetics serta mengidentifikasi strategi komunikasi yang digunakan dalam proses tersebut di Kota Palembang. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap delapan informan yang terdiri dari pihak internal perusahaan dan anggota komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas Wasababes berperan signifikan dalam meningkatkan kesadaran merek atau brand awareness melalui interaksi sosial, berbagi pengalaman, serta aktivitas promosi berbasis komunitas baik secara langsung maupun melalui media sosial. Selain itu, strategi seperti community engagement, kegiatan edukatif, kolaborasi, serta program afiliasi mampu membangun kedekatan emosional dan kepercayaan konsumen terhadap merek. Kesimpulannya, keberadaan komunitas Wasababes tidak hanya berfungsi sebagai wadah interaksi sosial, tetapi juga sebagai strategi komunikasi pemasaran yang efektif dalam membentuk citra merek Wabisabi Cosmetics yang positif, kuat, dan berkelanjutan di tengah persaingan industri kosmetik lokal.  
Representasi Kekuatan Hubungan Sosial dalam Bermasyarakat pada Tradisi Pumpungan di Wilayah Tangga Buntung Kota Palembang Adinda Ratu Karuwana; Komaruddin; Muslimin Ritonga
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): EduTIK : April 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i2.366

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk pelaksanaan tradisi Pumpungan di wilayah Tangga Buntung kota Palembang serta menganalisis peran tradisi Pumpungan dalam menjaga keharmonisan dan solidaritas sosial masyarakat Tangga Buntung. Penelitian tersebut menggunakan metode kualitatif dan melakukan wawancara guna menggali informasi yang mendalam mengenai objek yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian, tradisi Pumpungan merupakan tradisi yang dibawa oleh masyarakat suku Ogan Komering Ulu yang bermigrasi dan menetap di wilayah Tangga Buntung Kota Palembang. Tradisi ini dilaksanakan untuk anak laki-laki pertama dari suatu keluarga yang akan memasuki jenjang pernikahan, tujuannya untuk mengumpulkan sumbangan dari masyarakat sebagai bentuk dukungan demi terlaksananya acara pernikahan. Tradisi Pumpungan masih dilaksanakan oleh masyarakat Tangga Buntung sampai saat ini. Adapun proses pelaksanaan tradisi Pumpungan di wilayah Tangga Buntung Kota Palembang berlangsung melalui tahapan yang terstruktur, dimulai dari perencanaan melalui musyawarah, pembentukan panitia, persiapan administrasi, penentuan waktu, hingga tahap pelaksanaan inti. Tradisi Pumpungan dapat dipahami sebagai bentuk komunikasi simbolik yang hidup dalam masyarakat, unsur-unsur seperti undangan, kehadiran, pemberian bantuan, hingga interaksi sosial memiliki makna yang disepakati bersama dan berperan sebagai media pembentukan kohesi sosial sekaligus sarana pewarisan nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong. Setiap tahapan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga sarat dengan makna sosial dan simbolik yang mencerminkan nilai gotong royong, kebersamaan, serta tanggung jawab kolektif dalam masyarakat.