Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

INDEKS KUALITAS TANAH PADA SATUAN LAHAN YANG DITANAMI JAGUNG DI KENAGARIAN MUNGKA, KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Fadil Hukama Hamdi; J Juniarti; A Agustian
Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan Vol. 8 No. 2 (2021)
Publisher : Departemen Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.471 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtsl.2021.008.2.25

Abstract

Land continuously planted with corn will decrease land quality. Good land quality is needed to support soil function as a growing medium and keep a sustainable environment. This research was aimed to identify the soil quality index at land unit planted with corn in Mungka, ,Lima Puluh Kota Regency. This research used an explorative descriptive method through land survey and soil analyses in the laboratory. The samples were taken based on purposive random sampling at each land unit under the same slope (8%). There were three land units being sampled, and those were corn-corn, corn-eggplant, and corn-cassava cropping pattern. Corn-corn ropping pattern had the best soil quality index (0.89), followed by corn-cassava (0.86), and corn-eggplant (0.85) on the top 20 cm soil depth. On the 20-40 cm soil depth, the soil quality indices 0.82, 0.82, 0.83, for corn-eggplant, corn-corn, and corn-cassava cropping pattern, respectively. The quality index of the land under the corn cropping pattern was considered good either on the top 0-20 cm or 20-40 cm soil depth. This was due to the addition of organic matter from poultry manure to the land regularly. Based on this research, it is recommended to apply OM regularly to corn cropping pattern to keep a good soil quality index.
Exploration and Characterization of Grain Morphology and Rice (caryopsis) Genotypes of Local Rice in Solok Regency, West Sumatra Vera Septaria; Musliar Kasim; Irfan Suliansyah; Auzar Syarif; Juniarti Juniarti
Jurnal Biologi Tropis Vol. 23 No. 3 (2023): July - September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v23i3.5010

Abstract

South Solok Regency is one of the potential areas for rice development in West Sumatra Province. The local rice in South Solok Regency is a type of rice that can potentially be developed for germplasm conservation. One genetic resource that needs to be developed is abiotic and biotic resistance to conserve germplasm so that the local rice plants in South Solok can be maintained on certain lands. The first step that must be taken in conservation efforts is to find, identify and collect local rice genotypes in South Solok Regency. This study aimed to explore and characterize the morphology of local grain and rice in Solok Selatan Regency. This study used a survey method, and the exploration location was determined by purposive sampling. The survey results found 18 local South Solok rice genotypes from four sub-districts. The results of grain morphological characterization showed differences in quantitative properties (length, width, thickness, and weight of 100 grains of grain and caryopsis and grain tail length) as well as differences in qualitative characteristics (lemma and palea color, rice color (caryopsis) and shape, rice (caryopsis). Dendrogram results from cluster analysis of 18 local rice genotypes of South Solok, the coefficient of similarity was between 0.27 – 0.64 (27 -64%) with the highest similarity coefficient of genotypes G013 (rambuman variety) and G016 (redek sangir variety) with a value of 0.64 (64%).
Pengaruh Penggunaan Lahan Kakao yang diintegrasikan dengan Kelapa Sawit terhadap Keanekaragaman Serangga Predator dan Parasitoid Nurfina Yenti; Juniarti Juniarti; Siska Effendi
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 2, No 1 (2020): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v2i1.220

Abstract

Perubahan tipe penggunaan lahan kakao monokultur menjadi polikultur secara tidak langsung akan mempengaruhi komponen penyusun ekosistem tersebut. Serangga adalah komponen biotik yang respon terhadap perubahan ekosistem, sehingga menarik untuk dikaji khususnya serangga predator dan parasitoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan lahan kakao yang diintegrasikan dengan kelapa sawit terhadap keanekaragaman serangga predator dan prasitoid. Penelitian ini dilaksanakan pada beberapa tipe penggunaan lahan yakni lahan kakao-kelapa sawit, kakao, kelapa sawit dan hutan di Nagari Sitiung, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya. Penelitian ini berbentuk survei dengan metode penentuan petak sampel yakni systematic sampling menggunakan pola yang disesuaikan dengan bentuk masing-masing lahan. Metode pengambilan sampel yakni pitfall trap, yellow pan trap, insect net, dan hand collecting. Total serangga predator dan parasitoid yang dikoleksi terdiri dari 9 ordo, 33 famili, 84 morfospesies dan 2,848 individu. Keanekaragaman serangga predator dan parasitoid dipengaruhi oleh tipe penggunaan lahan (p = 0.0034). Keanekaragaman serangga pradator Serangga predator yang memiliki kelimpahan individu tertinggi pada semua lahan yakni Formicidae. Serangga parasitoid yang memiliki kelimpahan individu tertinggi yakni Braconidae pada lahan kakao-kelapa sawit, Tachinidae pada lahan kakao, Tiiphidae pada lahan kelapa sawit dan Ichneumonidae pada hutan
PAMERAN DISEMINASI HASIL RISET PADA PEKAN NASIONAL PETANI DAN NELAYAN (PENAS) XVI DI KOTA PADANG, SUMATERA BARAT Ryan Budi Setiawan; Indra Dwipa; Yaherwandi Yaherwandi; Reflinaldon Reflinaldon; Afrima Sari; Doni Hariandi; Juniarti Juniarti; Meisilva Erona S; Dede Suhendra; Awang Al Hamdi; Agil Syah Putra; Shinta Mulyana; Siti Rahmah; Nadila Aulia Ardi; Aries Novita Putri; Nandita Samaralya Tori
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i3.18422

Abstract

Hasil temuan suatu penelitian harus diketahui oleh masyarakat, baik secara spesifik dalam kelompok tertentu maupun kepada kalangan umum untuk menghasilkan dampak terhadap pembangunan. Diseminasi hasil riset dapat dilakukan melalui pameran pada kegiatan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVI. PENAS menjadi wadah tukar menukar informasi, pengalaman serta pengembangan kemitraan dan jejaring kerjasama antara para petani nelayan dan petani hutan, peneliti, penyuluh, pihak swasta dan pemerintah sehingga dapat membangkitkan semangat, tanggung jawab serta kemandirian sebagai pelaku utama pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan. Kegiatan PENAS dilaksanakan pada tanggal 10-15 Juni 2023 di Kota Padang, Sumatera Barat. Metode yang digunakan adalah pameran hasil penelitian, sosialisasi ketahanan pangan dan urban farming, diskusi dengan pengujung, pembagian benih dan leaflet gratis, serta pemasaran produk UKM hasil binaan dosen. Kegiatan pameran dan diseminasi hasil riset serta kerjasama pada PENAS ke XVI mendapat sambutan baik dan antusias yang tinggi oleh masyarakat dan peserta PENAS. Pengunjung mengetahui tentang hasil riset yang telah dilaksanakan oleh dosen, mendapatkan informasi tentang tanaman dan pertanian, memperoleh benih yang nanti akan ditanam untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Sosialisasi Pengolahan Jahe menjadi Produk Cookies Jahe di Nagari Sungai Talang, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota Yulmira Yanti; Hasmiandy Hamid; Dede Suhendra; Juniarti Juniarti; Ilham Wibowo; Fatma Andria Wahyuni
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Vol. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Dharma Samakta Edukhatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61142/psnpm.v1.94

Abstract

Cookies jahe adalah inovasi dalam pengolahan jahe yang populer, digunakan sebagai bahan dasar dalam makanan yang enak dan sekaligus bermanfaat untuk kesehatan. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat jahe dan cara mengolahnya menjadi cookies jahe, serta meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mereka dalam memanfaatkan jahe sebagai komponen dalam makanan yang sehat. Kegiatan dilaksanakan di Nagari Sungai Talang, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota, dengan metode penyuluhan, demonstrasi pengolahan jahe menjadi cookies jahe, dan evaluasi. Hasil kegiatan mencakup peningkatan pengetahuan peserta tentang berbagai jenis jahe, manfaat kesehatannya, dan proses pengolahan menjadi cookies jahe. Peserta juga memahami langkah-langkah penting dalam pengeringan, penyimpanan, dan pengemasan yang benar. Melalui pelatihan, peserta memperoleh keterampilan praktis dalam mengolah jahe menjadi cookies jahe, termasuk pemilihan jahe berkualitas, pengupasan, pengirisan, pengeringan, penyimpanan, dan pengemasan yang benar. Kegiatan pelatihan ini memiliki potensi untuk mendorong inovasi dalam produk-produk yang berbasis jahe. Selain itu, diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memanfaatkan potensi jahe sebagai sumber pendapatan tambahan. Diharapkan, setelah mengikuti pelatihan ini, masyarakat dapat membuka usaha berbasis produk cookies jahe, meningkatkan pendapatan mereka, serta memberikan kontribusi positif dalam memenuhi minat pasar akan makanan sehat yang terus berkembang.