Perkembangan layanan bimbingan dan konseling (BK) menegaskan pentingnya komunikasi sebagai inti proses bantuan, namun kajian sebelumnya masih dominan membahas aspek komunikasi umum dan belum secara spesifik mengintegrasikan etika komunikasi Islam dalam kerangka konseptual BK di pesantren. Penelitian ini bertujuan merumuskan model konseptual internalisasi etika komunikasi Islam dalam layanan BK berbasis nilai-nilai Qur’ani. Metode yang digunakan adalah studi literatur konseptual dengan teknik analisis isi dan pendekatan interpretatif terhadap sumber non-empiris (buku, jurnal, dan teks keislaman). Proses analisis dilakukan melalui identifikasi kata kunci, pemetaan literatur, kategorisasi tema, serta sintesis konseptual secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi etika komunikasi Islam dapat diformulasikan dalam model tiga tahap (transformasi, transaksi, dan transinternalisasi nilai) yang dioperasionalkan melalui enam prinsip “qaulan” (sadidan, balighan, ma’rufan, kariman, layyinan, dan maysuran) sebagai basis komunikasi edukatif-terapeutik. Model ini tidak hanya meningkatkan efektivitas komunikasi, tetapi juga membentuk relasi konseling yang humanis, spiritual, dan berorientasi pada pembinaan akhlak. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa integrasi etika komunikasi Islam menjadi kerangka normatif-aplikatif yang memperkaya teori BK sekaligus menawarkan pendekatan transformatif dalam praktik layanan BK di pesantren.