Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penggunaan Blockchain dalam Sistem Manajemen Administrasi Pendidikan: Peluang dan Tantangan Yosi Huzna Nidia Ningrum; Akhmad Ramli; Abdul Hayyi
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Blockchain menjadi opsi inovatif dalam manajemen administrasi pendidikan karena mampu mencatat data akademik secara permanen, terdistribusi, dan transparan. Artikel ini menganalisis peluang dan tantangan penggunaan blockchain dalam sistem administrasi pendidikan melalui kajian literatur sistematis yang berfokus pada pengelolaan arsip akademik, kredensial digital, dan tata kelola data lembaga pendidikan. Hasil sintesis menunjukkan bahwa blockchain memberi peluang pada peningkatan integritas data, percepatan verifikasi dokumen, transparansi audit institusi, dan pengurangan ketergantungan pada pihak perantara. Tantangan yang dihadapi meliputi kesiapan infrastruktur server node, keterbatasan pemahaman teknis tenaga administrasi, kebutuhan biaya pengembangan, penyesuaian sistem lama, serta kerentanan privasi data jika desain perlindungan tidak tepat. Implementasi blockchain berizin, penguatan kapasitas sumber daya manusia, dan penyusunan kebijakan perlindungan data akademik yang adaptif menjadi kebutuhan strategis untuk memastikan adopsi yang efektif dan berkelanjutan pada lembaga pendidikan.
REORIENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS REKONSTRUKSIONALISME DI ERA DISRUPSI DIGITAL abdul hayyi; Noor Malihah; Ferli Septi Irwansyah; Hamsir; Yosi Huzna Nidia Ningrum
Transformasi : Jurnal Kepemimpinan & Pendidikan Islam Vol. 9 No. 2 (2026): Transformasi : Jurnal Kepemimpinan & Pendidikan islam
Publisher : Pascasarjana IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/transformasi.v9i2.3028

Abstract

The rapid development of digital technology has changed the orientation, methods, and learning culture of Islamic education. This article aims to analyze the reorientation of Islamic education learning strategies based on reconstructionism in the era of digital disruption. This study uses a library research method by examining books, journal articles, and relevant academic documents related to reconstructionism, Islamic education, digital transformation, and learning strategies. The data were analyzed through thematic identification, conceptual interpretation, and critical synthesis. The findings indicate that reconstructionism offers an important perspective because it views education as an instrument for rebuilding social, moral, and cultural life. In the context of digital disruption, Islamic education learning strategies need to move from conventional, teacher-centered, and memorization-oriented approaches toward reflective, dialogical, contextual, collaborative, and value-based digital learning. This article emphasizes that Islamic education should integrate Islamic values, digital literacy, critical thinking, social awareness, and ethical use of technology. Therefore, reconstructionism can serve as a conceptual foundation for developing Islamic education that is adaptive, transformative, and relevant to contemporary educational challenges.
OBJECT OF ISLAMIC EDUCATION THEORY BASED ON COMMUNITY DEVELOPMENT Abdul Hayyi; Zamroni Zamroni; Yosi Huzna Nidia Ningrum Ningrum
PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY Vol 3, No 1 (2025): First International Conference on Education, Society and Humanity
Publisher : PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the object of Islamic educational theory based on a community approach by tracing the historical and conceptual roots of critical education, as well as its relevance in contemporary social, political, and cultural contexts. Islamic education from a critical perspective is understood not only as a process of knowledge transfer, but also as a means of liberation and human empowerment from various forms of structural, ideological, and cultural oppression. This study uses a descriptive qualitative approach with a literature study method, which examines relevant national journals indexed by Sinta 2 and international articles (2020–2025). The analysis was carried out using the interactive model of Miles and Huberman, including data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that critical education in Islam has a strong theological basis, rooted in the values of amar ma'ruf nahi munkar and the principle of tahrīr al-insān (human liberation). Islamic education is understood as a process of spiritual and social emancipation that fosters reflective awareness, builds moderation, and strengthens the cultural identity of the community. Furthermore, Islamic education serves as a political product, a means of cultural resistance, and a preserver of just and civilized local values. Thus, the theory of community-based Islamic education integrates spirituality, rationality, and social awareness to shape individuals who are faithful, knowledgeable, and civilized.
Model Pendidikan Inklusif Berbasis Nilai-nilai Surah Luqman: Analisis Pemikiran Syekh Muhammad Mutawalli Al-Sya’rawi dalam Tafsir wa Khawatir Abdul Hayyi; Susanto Susanto; Ahmad Zainuddin; Umar Fauzan; M. Abzar Duraesa
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.913

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk merumuskan model pendidikan inklusif berdasarkan nilai-nilai Surah Luqman ayat 12–19 melalui analisis pemikiran Syekh Muhammad Mutawalli al-Sha'rawi dalam Tafsir wa Khawatir. Pendidikan inklusif tidak hanya membutuhkan akses struktural dan kebijakan institusional, tetapi juga landasan spiritual, moral, dan pedagogis yang kuat yang menghormati martabat dan keberagaman peserta didik. Studi ini menggunakan metode penelitian pustaka kualitatif dengan menggunakan analisis isi. Sumber primer adalah Al-Qur'an, khususnya Surah Luqman ayat 12–19, dan tafsir al-Sha'rawi, sedangkan sumber sekunder terdiri dari karya-karya tentang pendidikan Islam, nilai-nilai Al-Qur'an, pendidikan inklusif, dan metodologi penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Surah Luqman mengandung beberapa nilai pendidikan penting, termasuk kebijaksanaan, rasa syukur, tauhid, penghormatan kepada orang tua, tanggung jawab moral, disiplin ibadah, kesabaran, kerendahan hati, dan komunikasi yang sopan. Dalam interpretasi al-Sha'rawi, nilai-nilai ini disajikan melalui pola pendidikan yang dialogis, humanistik, dan transformatif. Artikel ini berpendapat bahwa nilai-nilai Surah Luqman dapat dikembangkan menjadi model pendidikan inklusif Al-Qur'an yang menekankan kesetaraan spiritual, bimbingan moral, pedagogi yang penuh kasih sayang, anti-diskriminasi, dan lingkungan belajar yang adaptif.