Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

REFLEKSI TERHADAP PEMBELAJARAN KELAS DI SMP ISLAM AL AZHAR 14 SEMARANG: Pendekatan School Knowledge dan Action Knowledge Dwi Istiyani; Esti Zaduqisti; Ely Mufidah
Jurnal Penelitian Vol 9 No 2: November 2012
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v9i2.137

Abstract

Penelitian ini mencoba untuk merefleksikan kegiatan belajar dilakukan oleh guru dan siswa di kelas. Apa yang terjadi pada pola mengajar di kelas di sekolah, dan apakah mengajar di kelas di al-Azhar SMP Islam 14 Semarang telah mencapai tingkat pengetahuan tindakan atau masih di sekolah pengetahuan adalah untuk menjawab masalah dalam penelitian ini. Ini Penelitian ini menggunakan pendekatan yang ditawarkan oleh Douglas Barnes, yang pengetahuan sekolah dan pengetahuan tindakan. Hasilnya menunjukkan bahwa kombinasi dari dua pendekatan (pengetahuan sekolah dan pengetahuan tindakan) yang dilakukan di SMP Islam Al Azhar 14, adalah pada dua pendekatan yang diprakarsai oleh Douglas Barnes. Menurut Barnes, secara umum, siswa belajar pengetahuan baru di sekolah tingkat, mahasiswa hanya mendapatkan pengetahuan itu, misalnya, siswa hanya mampu menjawab pertanyaan guru, ujian pertanyaan, dan latihan, tetapi mereka tidak menggunakan pengetahuan itu, atau bahkan melupakannya. Dia mengatakan bahwa idealnya, belajar di kelas harus memperpanjang untuk learning by doing. Siswa tidak hanya menguasai pengetahuan pada waktu di dalam kelas (pengetahuan sekolah), tetapi mereka juga sudah harus menggunakan pengetahuan yang dalam pribadi mereka daerah dalam bentuk tindakan (pengetahuan tindakan). sedang beraksi perspektif pengetahuan, siswa pada dunia dapat diubah, sehingga mereka akan dapat mengambil tujuan hidup mereka sendiri.
PERSEPSI MAHASISWI TERHADAP JILBAB GAUL Sopiah *; Abdul Khobir; Amat Zuhri; Ely Mufidah
Jurnal Penelitian Vol 5 No 2: Nopember 2008
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v5i2.241

Abstract

Penelitian ini mengkaji persepsi jilbab gaul di kalangan mahasiswi STAIN Pekalongan. Jilbab gaul dimaksudkan sebagai busana muslimah yang gaul, yang cenderung seksi sehingga di satu sisi menutup tubuh pemakainya, di sisi lain menampilkan keseksian. Kajian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan paradigma naturalistik. Sifat penelitian ini deskriptif analisis kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswi STAIN Pekalongan terhadap jilbab gaul sangat positif, syar’i secara kognitif namun secara afektif bervariasi. Faktor yang melatarbelakangi pemakaian jilbab gaul berupa faktor personal dan faktor situasional.
Penerapan Sistem Full Day School Sebagai Upaya Peningkatan Mutu Pembelajaran Nur Afifah; Ely Mufidah
Indonesian Journal of Islamic Elementary Education Vol. 2 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Study Program, Faculty of Education and Teacher Training, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.349 KB) | DOI: 10.28918/ijiee.v2i2.6266

Abstract

Full day school adalah proses sekolah sepanjang hari atau proses belajar mengajar yang diberlakukan dari pagi hingga sore hari. Mutu pembelajaran di sekolah merefleksikan keberhasilan sekolah dalam mencapai tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan sistem full day school sebagai upaya peningkatan mutu pembelajaran di SD Islam Terpadu Gondang. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, serta dokumentasi. Wawancara digunakan untuk menggali secara mendalam data tentang proses kegiatan pembelajaran di SDIT Gondang. Observasi digunakan sebagai penguat data. Dokumentasi digunakan sebagai data pendukung terkait profil sekolah. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah bagian kurikulum dan guru kelas. Metode analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis model Miles dan Hubermen. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah bagian kurikulum dan guru kelas. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan full day school untuk meningkatkan mutu pembelajaran di SDIT Gondang dilakukan dengan perencanaan pendidikan yang baik, inovasi kurikulum, program-program unggulan, pembiasaan hal-hal baik dan juga ekstrakurikuler. Perencanaan pendidikan diwujudkan dalam bentuk visi, misi, dan tujuan sekolah. Inovasi kurikulum yang digunakan adalah integrasi antara kurikulum yang dikembangkan oleh kemdikbud, kemenag, dan yayasan. Program-program unggulan yang dilaksanakan berupa pemberian kuis sebelum jam pelajaran, kegiatan TPQ/BTQ, tahsin, dan tahfidz, serta tambahan jam belajar. Selanjutnya terdapat kegiatan ekstrakurikuler antara lain: seni musik, seni tari, seni lukis, seni teater, MTQ (musabaqoh tilawatil Qur’an), olahraga, taekwondo, drumband dan duror yang dapat digunakan sebagai sarana pengembangan bakat dan minat siswa.
Analisis Islamofobia Terhadap Integrasi Muslim Di Negara Minoritas Islam Rini Ramadhani; Kharisatun Nafila; Aulia Maharani; Anisa Dwi Amalia; Ely Mufidah
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 01 (2025): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/mjsi.v2i01.8225

Abstract

Islamofobia telah menjadi salah satu tantangan utama bagi komunitas Muslim yang tinggal di negara-negara dengan mayoritas non-Muslim. Penelitian ini menganalisis dampak islamofobia terhadap proses integrasi Muslim di negara-negara tersebut, khususnya dalam bidang sosial, ekonomi, politik, pendidikan, dan praktik keagamaan. Metode penelitian menggunakan studi literatur dari berbagai sumber, termasuk jurnal, buku yang terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa islamofobia memicu diskriminasi, marginalisasi, dan pembatasan terhadap hak-hak Muslim, terutama di negara-negara Barat. Dampaknya meluas, mencakup penghambatan pembangunan masjid, pembatasan simbol keagamaan, hingga ketidakadilan di sektor ekonomi dan politik. Sebagai langkah mitigasi, pendekatan moderasi Islam, dialog lintas agama, dan kampanye kesadaran publik dapat membantu mengurangi stereotip negatif terhadap Islam dan mendorong integrasi yang harmonis di masyarakat multikultural. 
PRADAEC Learning Model in Determining the Success of al-Qur’an Hadith Cognitive Learning and as a Religious Moderation Among Students of Islamic Schools Ely Mufidah; Ismail; Ibnu Hadjar; Ahmad Luqman Hakim
Edukasia Islamika : Jurnal Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2022): Edukasia Islamika - Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jei.v7i2.6242

Abstract

Al-Qur'an Hadith are sources of law for Muslims. It is crucial to apply teaching and learning models that are easy for teachers and students to understand and form religious moderation. This study explains how the PRADAEC learning model determines the success of cognitive learning of Islam students while also accommodating religious moderation. Based on the results of this library study, there are seven stages (syntax) in the PRADAEC learning model: Preview, Read, Ask, Discuss, Answer, Explain, and Correction. Second, the seven stages of the PRADAEC learning model are then implemented in three learning components, namely: 1) Introduction, including Preview, 2) core activities, namely Read, Ask, Discuss, Answer and Explain and 3) Closing, namely Correction. Third, the stages (syntax) of the learning process include Preview, Read, Ask, Discuss, Answer, Explain, and Correction. The conditions show that the PRADAEC model improves the cognitive learning of Al-Qur'an Hadith while also accommodating students' religious moderation. The enhancement of local school values such as honesty, mutual respect, and courtesy among students needs to concern the values, assumptions, understandings, beliefs, and expectations that are upheld and used by the school, which determines the behaviors in dealing with internal and external parties.  
Integrating Qur’anic Verses through a Pop-Up Book on Earth Structure to Enhance Students’ Science Understanding and Spiritual Development : Penelitian Uki Adi Prasetiya; Akhmad Dalil Rohman; Tri Unggul Sari Asih; Ely Mufidah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4845

Abstract

This study aims to describe the integration of Islamic values into Natural Science (IPAS) learning, specifically on the topic of the Earth's structure, and to analyze the role of Pop-Up media in realizing this integration at the Elementary School (SD/MI) level. The primary purpose of this integration is to holistically educate students, fostering not only intellectual competence but also spiritual strength, characterized by gratitude, a sense of responsibility as guardians of the Earth (khalifah), and deep contemplation (tadabbur) of Allah's creation. Employing a qualitative approach with a library research method, this study analyzes data from relevant scientific literature using content analysis techniques. The findings reveal that the integration of Islamic values can be achieved by correlating scientific concepts of the Earth's structure with relevant Qur'anic verses. Pop-Up media serves as an effective bridge to concretize abstract concepts through interactive three-dimensional visualizations, simultaneously enhancing students' conceptual understanding of science and strengthening their spiritual values. This study recommends that educators develop Islamic-themed Pop-Up media for other science topics to create holistic, contextual, and character-rich learning experiences.
The Effectiveness of Integrated Komsiga Media on Islamic Education Values in Improving Science Literacy among Elementary School Students Warohmah, Mawaddah; Handayani, Mega Setya; Mufidah, Ely
DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 8 No. 2 (2025): VOLUME 8, NUMBER 2, 2025
Publisher : Program Studi PGSD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The science literacy score of Indonesian students is 383, far below the OECD average of 485 (OECD, 2023). This low score is due to IPAS learning process being considered abstract and difficult to understand. There is an urgent need for innovative media that not only visualizes scientific concepts concretely but also instills character values to bridge the cognitive and affective gaps among students. This study aims to examine the effectiveness of Komsiga media, which integrates Islamic educational values, in improving students' science literacy skills in the subject of Force. The study applied a quantitative approach with a one-group pretest-posttest pre-experimental design involving 30 fourth-grade elementary school students as the sole participants. The data were analyzed statistically using the mean difference test and Normalized Gain. The findings show a significant increase in learning outcomes, with the average student score jumping from 63.80 on the pre-test to 87.23 on the post-test. The N-Gain score of 0.65, which falls into the moderate category, confirms that Komsiga integrated with Islamic educational values is able to make science material easier to understand and more relevant to students. Komsiga has been proven to be effective as a bridge for conceptual understanding and character building. This study recommends that this model of integrating technology and values be expanded to other IPAS topics to support holistic learning. Keywords: digital comics, komsiga, science literacy, IPAS learning, islamic educational values
REFLEKSI TERHADAP PEMBELAJARAN KELAS DI SMP ISLAM AL AZHAR 14 SEMARANG:: Pendekatan School Knowledge dan Action Knowledge Dwi Istiyani; Esti Zaduqisti; Ely Mufidah
JURNAL PENELITIAN Vol 9 No 2 (2012): Volume 9 Nomor 2 2012
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/10h9cy68

Abstract

This research tried to reflect on learning activities done by teachers and students in classroom. What happens to the pattern of teaching in the class at the school, and whether teaching in the class at al-Azhar Islamic SMP 14 Semarang has reached the level of action knowledge or it is still at school knowledge are the problems to answer in this research. This research used the approach offered by Douglas Barnes, the school knowledge and action knowledge. The result shows that the combination of the two approaches (school knowledge and action knowledge) done at SMP Islam Al Azhar 14, is upon the two approaches initiated by Douglas Barnes. According to Barnes, in general, students learn new knowledge at school level, the students only gain knowledge of it, for example, students are only able to answer teacher’s questions, exam questions, and exercises, but they do not use that knowledge, or even forget it. He said that ideally, learning in the class should extend to learning by doing. Students do not only master the knowledge at the time in the classroom (school knowledge), but they also already have to use that knowledge in their personal area in the form of the action (action knowledge). In action knowledge, students’ perspective on the world can be changed, so that they will be able to take their own life goals.
Urgensi Konseling Keluarga Dalam Mewujudkan Ketahanan Keluarga (Studi Perspektif Hukum Keluarga Islam Di Indonesia) Jumas, Ahmad Fahim Alwani; Subhi, Muhammad Rifa’i; Mufidah, Ely
Jurnal Inovasi Global Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v4i2.505

Abstract

Tingginya angka perceraian di Indonesia, yang mencapai lebih dari 399.921 perkara diputus pada tahun 2024 , merupakan indikator krisis ketahanan keluarga modern, dipicu oleh faktor-faktor kompleks seperti tekanan ekonomi, krisis komunikasi, pengaruh negatif media sosial, hingga KDRT dan perselingkuhan. Krisis ini diperparah oleh upaya perdamaian formalistis dalam proses hukum yang seringkali gagal menyentuh akar permasalahan psikologis dan emosional pasangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji urgensi konseling keluarga sebagai instrumen vital dalam mewujudkan ketahanan keluarga dari perspektif hukum keluarga Islam di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi literatur library research, menganalisis dan mensintesis data primer Al-Qur'an, Hadis, UU Perkawinan dan data sekunder jurnal ilmiah, buku. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis untuk menghubungkan konsep islah dan tujuan syariat dengan konseling keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling keluarga sangat diperlukan dan memiliki sinergi yang kuat dengan hukum keluarga Islam. Konseling dipandang sebagai profesionalisasi dan modernisasi dari konsep islah syariat yang menawarkan solusi holistik psikologis, spiritual, sosial untuk membangun kembali fondasi pernikahan, berbeda dengan mediasi formal yang cenderung berfokus pada aspek hukum. Integrasi konseling ini tidak bertentangan, melainkan memperkuat tujuan hukum Islam dalam menjaga keturunan dan menciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Oleh karena itu, konseling keluarga harus dijadikan bagian integral dalam proses peradilan agama sebagai upaya preventif dan kuratif untuk mewujudkan ketahanan keluarga yang tangguh.
Improving Students’ Arabic Vocabulary Acquisition through a Flashcard-Assisted Drill Method Azkiya, Laura Rohmatul; Djamilah , Wulan Indah Fatimatul; Mufidah, Ely
Al-Irfan : Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58223/al-irfan.v9i1.564

Abstract

Low students’ learning motivation and limited vocabulary (mufrodat) mastery remain persistent challenges in Arabic language learning, leading to low student engagement and overall learning outcomes. This study aims to improve students’ vocabulary mastery through the implementation of the drill method supported by flashcard media. The study employs a descriptive qualitative approach, with the researcher acting as the instructor in the Arabic language learning process involving 32 seventh-grade students. Data were collected through classroom observations, interviews, and questionnaires to obtain a comprehensive understanding of the teaching and learning process and students’ responses. The results indicate that the systematic application of the drill method combined with flashcard media enhances students’ vocabulary retention, pronunciation accuracy, and learning enthusiasm. Flashcards function as visual stimuli that support memory reinforcement, while repetitive practice through the drill method deepens students’ understanding of vocabulary. In addition, students demonstrate increased motivation, self-confidence, and active participation during classroom activities. Therefore, the integration of the drill method and flashcard media proves to be an effective and enjoyable learning strategy for improving vocabulary mastery in Arabic language learning and can serve as an alternative approach for teachers in developing vocabulary instruction.