Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PELAKSANAAN VAKSINASI AWAL BAGI MASYARAKAT ACEH SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN PANDEMI COVID 19 Marniati Marniati; Herawati Herawati; Masthura Sianipar; Yusra Meiduri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Himbauan vaksinasi yang diserukan pemerintah bagi masyarakat sebagai upaya penanggulangan Covid 19 dihadapkan dengan berbagai dilema pemberlakuan kebijakan ini. Dimana gencarnya seruan kelompok yang menolak vaksin Covid-19 hampir di setiap media massa dan media sosial. Hal yang sangat disayangkan dengan fenomena kelompok anti vaksin ini justru didominasi dari kalangan masyarakat yang berpendidikan tinggi (hampir 40 persen), sehingga berdampak pada persepsi negatif masyarakat yang menyurutkan kesediaan untuk menerima vaksin. Oleh karena itu, peran kampus dalam menyadarkan kekeliruan pandangan masyarakat ini menjadi suatu keniscayaan yang tidak dapat dipungkiri untuk segera disahuti oleh Universitas Ubudiyah Indonesia. Kegiatan vaksinasi ini dibuka pada Pukul 08.00 WIB; kehadiran peserta disambut oleh panitia untuk selanjutnya diarahkan ke meja registrasi guna verifikasi data diri dan kemudian diminta untuk mengisi data diri dan riwayat kesehatan pada formulir yang diberikan serta pengambilan nomor antri. Setelah peserta mengantongi nomor antri dan selesai mengisi formulir akan diarahkan menuju meja pengecekan tekanan darah. Tekanan darah yang melampui 180 tidak dilanjutkan proses penyuntikan vaksinasi. Namun untuk tekanan darah normal akan dilanjutkan dengan konsultasi.scanning kesehatan untuk menentukan kelayakan vaksinasi. Jika dinilai layak dengan tidak adanya riwayat penyakit kronis, maka peserta akan diarahkan panitia ke ruang penyuntikan vaksin. Prosedur akhir yang dilakukan peserta setelah penyuntikan vaksin adalah menuju meja administrasi untuk memperoleh bukti cetak telah melakukan vaksinasi untuk kebutuhan masing-masing peserta, di antaranya: untuk syarat perjalanan keluar kota serta keperluan lainnya. Untuk selanjutnya peserta diperbolehkan pulang atau melakukan foto di area yang telah disediakan oleh panitia. Setelah pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Kegiatan vaksinasi memperoleh respon positif dari masyarakat Aceh, (2) Kesadaran masyarakat Aceh tentang urgensi vaksinasi dalam penanggulangan Covid 10 tampak meningkat dengan sikap antusiasme menginformasikan kepada keluarga dan kerabat akan, serta tidak terpengaruh isu negative tentang vaksinasi, dan (3) Peserta vaksinasi meminta pelaksanaan vaksinasi tahap 2 dilaksanakan dalam waktu dekat.Kata Kunci: Vaksinasi, Penanggulangan Bencana, dan Covid 19.AbstractThe government calls for vaccinations for the community as an effort to deal with Covid 19. They are faced with various dilemmas in implementing this policy. Where are the incessant calls of groups that reject the Covid-19 vaccine in almost every mass media and social media. It is very unfortunate that the phenomenon of the anti-vaccine group is actually dominated by highly educated people (almost 40 percent), so that it has an impact on negative public perceptions which discourages willingness to accept vaccines. Therefore, the role of the campus in making people aware of the erroneous views of this society is a necessity that cannot be denied by the University of Ubudiyah Indonesia. This vaccination activity opens at 08.00 WIB; the presence of participants was welcomed by the committee to be directed to the registration desk to verify personal data and then asked to fill in personal data and medical history on the form provided and take a queue number. After the participant has pocketed the queue number and finished filling out the form, they will be directed to the blood pressure checking table. Blood pressure that exceeds 180 is not followed by the vaccination injection process. However, for normal blood pressure, it will be continued with a consultation. health scanning to determine the feasibility of vaccination. If deemed fit with no history of chronic disease, the participant will be directed by the committee to the vaccine injection room. The final procedure carried out by participants after injecting the vaccine is to go to the administration desk to obtain printed evidence that they have vaccinated for the needs of each participant, including: for out of town travel requirements and other needs. Henceforth participants are allowed to go home or take photos in the area provided by the committee. After the implementation of this community service activity, it can be concluded that: (1) Vaccination activities received a positive response from the people of Aceh, (2) Acehnese people's awareness of the urgency of vaccination in tackling Covid 10 appears to have increased with enthusiasm in informing family and relatives of, and not being affected negative issues regarding vaccination, and (3) Vaccination participants request that phase 2 of vaccination be carried out in the near future.Keywords: Vaccination, Disaster Management, and Covid 19.
INTERNALISASI AKHLAKUL KARIMAH DI LINGKUNGAN SEKOLAH DALAM RANGKA PEMBENTUKAN KARAKTER ISLAMI PADA GENERASI MUDA SISWA (I) SMAN 1 JAYA KABUPATEN ACEH JAYA Murnia Suri; Nelli Raharti; Fitriliana Fitriliana; Salwa Hayati; Yusra Meiduri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak sekolah di tingkat SMA merupakan calon pemimpin di masa depan. Mereka diharapkan mempunyai panduan dan panutan dari sumber yang benar sebagai modal menghadapi zaman yang akan datang. Ilmu pengetahuan yang mereka dapatkan di sekolah hendaknya dibarengi dengan penguasaan akhlakul karimah. Namun sayangnya akibat serbuan budaya asing dari berbagai sudut menjadikan mereka keliru dalam berpikir dan bertindak. Untuk itulah dirasakan penting untuk mengembalikan pemikiran dan pandangan generasi penerus bangsa ini ke arah yang benar sesuai dengan tuntunan agama, Islam. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk membantu generasi ini adalah dengan melakukan sebuah pendekatan internalisasi yang sesuai dengan gaya anak muda. Pendekatan yang dimaksud yaitu sebuah kegiatan pengabdian kepada masyarakat terhadap siswa(i) di SMAN 1 Jaya Kabupaten Aceh Jaya. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini, berisi sosialisasi pentingnya penguasaan akhlakul karimah sebagai seorang muslim dan aktualisasi generasi muda sesuai bakat dan minat, yaitu Story Telling (ST), Drawing (D) dan Performing Art (PA). Sebanyak 59 orang siswa terlibat dalam kegiatan ini dan mereka memilih katagori yang disediakan masing-masing 7 orang pada bakat minat ST, 9 orang untuk D dan 43 orang yang berada dalam tujuh kelompok, memilih PA. Secara keseluruhan peserta tampak antusias mengikuti kegiatan ini dan diharapkan dapat membekas di hati mereka dan menjadi sumbangsih pengalaman berharga yang dapat dikenang di lain waktu.Kata Kunci: Akhlakul Karimah, Internalisasi, Generasi MudaHigh school students are the future leaders. They are expected to have expected to have guidance and role models from the right sources as capital to face the times to come. The knowledge they get at school should be accompanied by mastpi teery of Islamic characters. Yet, unfortunately due to the invasion of foreign cultures from various angles, they are mistaken in both thinking and acting. Thus, it is felt important to return the thoughts and views of this nation’s next generation to the right direction in accordance with religious guidance, Islam. One of the effort which can be made to help this generation is by adopting an approach that suits the style of this people. The approach is in form of a community service activity for students at SMAN 1 Jaya in Aceh Jaya Regency. The activity which listed for two days, contained the socialization of the importance of mastering Akhlakul Karimah as a Muslim and the actualization of the young generation according to their talents and interests, namely, Story Telling (ST), Drawing (D) and Performing Art (PA). There were 59 students are involved in the activity and they chose the categories provided by 7 students for the ST interest talent, 9 students for D and 43 students, which divided into seven groups, chose PA. Overall the participants seemed enthusiastic about participating in this activity and it is hoped that it will leave a nice impression on their hearts and contribute value experiences that can be remembered at another time.Keywords: Akhlakul Karimah, Internalization, Young Generation
SOSIALISASI POLA HIDUP SEHAT ALA RASULULLAH SAW BAGI SISWA DI SIT FAJAR HIDAYAH INTEGRATED BOARDING SCHOOL BLANG BINTANG ACEH BESAR Herawati Herawati; Armia Armia; Sahbainur Rezeki; Rulia Meilina; Periskila Dina Kali Kulla; Safrizan Safrizan; Marniati Marniati; Yusra Meiduri; Masthura Sianipar; Arpaini Bako
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa Perguruan Tinggi wajib melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu: pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Program pengabdian kepada masyarakat juga dilaksanakan oleh Universitas Ubudiyah Indonesia secara berkala dalam satu semester atau pun pertahun akademik. Sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dapat dilakukan oleh Universitas Ubudiyah Indonesia adalah: “Sosialisasi Pola Hidup Sehat Ala Rasulullah di SIT Fajar Hidayah Integrated Boarding School Blang Bintang Aceh Besar”. Pentingnya pendidikan kesehatan di sekolah sebagai bentuk bimbingan dan/atau tuntunan kepada siswa agar dapat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di sekolah. Selain itu, kiranya siswa dapat memiliki keterampilan dan kesadaran dalam pemeliharaan, pertolongan, dan perawatan kesehatan. Oleh karena itu, pelaksanaan pengabdian masyarakat guna membantu para siswa agar memiliki perilaku hidup sehat dalam mempersiapkan diri sebagai SDM bangsa yang berkompeten dan unggul sesuai dengan nilai-nilai Islam (Ala Rasulullah). Metode pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini mengikuti teknis pelaksanaan tindakan yang terdiri dari 4 tahapan, yang terdiri dari tahap: persiapan atau perencanaan, pelaksanaan sosialisasi, evaluasi dan refleksi. Hasil pelaksanaan sosialisasi pola hidup sehat ala Rasulullah ini menunjukkan: (1) Adanya peningkatan perilaku hidup sehat pada diri siswa sejak dilakukannya kegiatan sosialisasi pola hidup sehat ala Rasulullah; (2) Para siswa antusias mengikuti kegiatan sosialisasi karena selain terkait dengan kesehatan ala Rasulullah/sunnah, juga menjadi sarana ibadah dan aktualisasi diri sebagai muslim yang sehat dan berkompeten; dan (3) Adanya peningkatan minat para siswa untuk melanjutkan studi ke bidang kesehatan, arsitektur dan PGSD oleh karena rasa ingin tahu yang lebih lanjut terkait materi yang disampaikan dalam kegiatan sosialisasi pola hidup sehat ala Rasulullah.Kata Kunci: Kegiatan Sosialisasi, Pola Hidup Sehat, Sehat Ala RasulullahIn Law Number 20 of 2003 concerning the National Education System, it is stated that Universities are obliged to implement the Tri Dharma of Higher Education, namely: teaching, research and community service. Community service programs are also carried out by the University of Ubudiyah Indonesia periodically in one semester or per academic year. As one of the forms of community service that Ubudiyah University Indonesia can do is: "Socialization of the Healthy Lifestyle of the Prophet at SIT Fajar Hidayah Integrated Boarding School Blang Bintang Aceh Besar". The importance of health education in schools as a form of guidance and/or guidance for students to be able to apply Clean and Healthy Behavior in schools. In addition, presumably students can have skills and awareness in maintenance, assistance, and health care. Therefore, the implementation of community service is to help students have healthy living behaviors in preparing themselves as competent and superior human resources in accordance with Islamic values (Ala Rasulullah). The method of implementing this socialization activity follows the technical implementation of the action which consists of 4 stages, consisting of stages: preparation or planning, implementation of socialization, evaluation and reflection. The results of the socialization of the Prophet's healthy lifestyle show: (1) There has been an increase in students' healthy living behavior since the socialization of the Prophet's healthy lifestyle; (2) The students enthusiastically participated in the socialization activities because apart from being related to the health of the Prophet/Sunnah, they were also a means of worship and self-actualization as healthy and competent Muslims; and (3) There is an increase in the interest of students to continue their studies in the fields of health, architecture and PGSD due to further curiosity regarding the material presented in the socialization activities of the Prophet's healthy lifestyle.Keywords: Socialization Activities, Healthy Lifestyle, and Healthy Ala Rasulullah
SINERGITAS DOSEN DAN MASYARAKAT DALAM MENDUKUNG RAMADHAN PRODUKTIF DI GAMPONG SURIEN KECAMATAN MEURAXA KOTA BANDA ACEH Nelliraharti Nelliraharti; Mastura Mastura; Yusra Meiduri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 4, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan rahmat Allah SWT, dimana pada bulan ini ,umat Islam diwajibkan untuk berpuasa. Tuntutan ekonomi tidak menghalangi masyarakat untuk tetap beraktivitas di bulan Ramadhan walaupun di tengah pandemic covid 19. Hal ini tentu saja dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Sosialiasi tingkat kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan covid-19 terus genjar dilakukan mengingat saat ini kasus covid kembali terjadi peningkatan. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengertian dan pemahaman kepada masyarakat dalam beraktivitas di bulan ramadhan di tengah covid 19 dengan tetap menjaga protokol kesehatan, memberikan bantuan berupa sembako bagi masyarakat sebagai salah satu upaya untuk meringankan beban masyarakat dalam bulan ramadhan di masa covid-19, serta mengenalkan kembali kepada masyarakat tentang tanaman obat dan manfaatnya yang dapat di tanami di sekitar pekarangan rumah. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan peran serta kepala desa, sekretaris dan perangkat desa serta masyarakat gampong Surien kecamatan Meuraxa kota Banda Aceh. Kegiatan pengabdian ini disambut antusias oleh masyarakat serta mendapat dukungan dari perangkat desa dengan harapan dapat berlanjut di lain kesempatan.Kata Kunci : Sinergitas Dosen dan Masyarakat, Ramadhan Produktif, covid 19 The month of Ramadan is a month filled with the grace of Allah SWT, where this month, Muslims are required to fast. Economic demands do not prevent people from continuing their activities in the month of Ramadan even in the midst of the Covid 19 pandemic. This is of course by maintaining health protocols. Dissemination of the level of public awareness of health protocols as an effort to prevent Covid-19 continues to be carried out considering that currently covid cases have increased again. The purpose of this activity is to provide understanding and understanding to the community in activities in the month of Ramadan in the middle of Covid 19 while maintaining health protocols, providing assistance in the form of basic foodstuffs for the community as an effort to ease the burden on the community during the month of Ramadan during the Covid-19 period. , as well as reintroducing to the community about medicinal plants and their benefits that can be planted around the yard of the house. This activity was carried out by involving the participation of village heads, secretaries and village officials as well as the Surien village community, Meuraxa sub-district, Banda Aceh city. This service activity was greeted enthusiastically by the community and received support from village officials in the hope that it can continue at another time. Keywords: Lecturer and Community Synergy, Productive Ramadhan, Covid 19
SOSIALISASI PENTINGNYA PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DALAM PEMBELAJARAN DI SMK NEGERI I SABANG Nelliraharti Nelliraharti; Murnia Suri; Rahmat Fajri; Fitriliana Fitriliana; Amru Sujud; Yusra Meiduri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang semakin berkembang telah mengakibatkan perubahan dalam semua sektor kehidupan termasuk bidang  pendidikan. Dalam merespon perubahan ini, dunia pendidikan dituntut mampu mengimplementasikan TIK dalam pembelajaran agar proses belajar mengajar menjadi lebih efektif dan efisien.  Tujuan dari kegiatan pengabdian ini untuk mengedukasi dan membangun kesadaran siswa agar senantiasa cerdas memanfaatkan TIK dalam pembelajaran serta berbagi pengetahuan dalam implementasi TIK dalam  pengelolaan pendidikan sehingga bisa menambah wawasan dan pemahaman tentang pemanfaatan TIK dalam pembelajaran. Bentuk kegiatan  yang dilakukan adalah berupa sosialisasi/penyuluhan dengan pemaparan materi menggunakan media powerpoint melalui metode ceramah dan tanya jawab dengan  tema kegiatan “Sosialisasi Pentingnya Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pembelajaran di SMK Negeri I sabang”. Kegiatan ini  terlaksana karena terwujudnya kerjasama antara seluruh anggota kelompok pengabdian masyarakat dalam menjalankan kegiatan serta dukungan berbagai pihak terutama kepala sekolah dan jajarannya dengan harapan dapat berlanjut di lain kesempatan dengan berbagai program lainnya.Kata Kunci : Teknologi Informasi dan Komunikasi, PembelajaranThe growing Information and Communication Technology (ICT) has resulted in changes in all sectors of life including education. In responding to this change, the world of education is required to be able to implement ICT in learning so that the teaching and learning process becomes more effective and efficient. The purpose of this service activity is to educate and build student awareness so that they are always smart in using ICT in learning and sharing knowledge in the implementation of ICT in education management so that they can add insight and understanding about the use of ICT in learning. The form of the activity carried out was in the form of socialization/counseling by presenting material using PowerPoint media through the lecture and question and answer method with the theme of the activity "Socialization of the Importance of Using Information and Communication Technology (ICT) in Learning at SMK Negeri I Sabang". This activity was carried out due to the realization of cooperation between all members of the community service group in carrying out activities and the support of various parties, especially the school principal and his staff with the hope that this will continue on other occasions with various other programs.Keywords: Information and Communication Technology, Learning
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR UNIVERSITAS UBUDIYAH INDONESIA PEDULI KUALITAS LITERASI ANAK MELALUI PROGRAM BIMBINGAN BELAJAR BACA, TULIS DAN HITUNG (BIMBEL BALISTUNG) DI GAMPONG ALUE NAGA KECAMATAN SYIAH KUALA KOTA BANDA ACEH PROVINSI ACEH Herawati Herawati; Marniati Marniati; Yusra Meiduri; Mastura Sianipar; Arpaini Bako; Lena Hati; Henni Putri; Evi Afriana; Nurul Wardah; Sahbainur Rezeki; Armia Armia; Periskila Dina Kali Kulla
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 4, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program studi pendidikan guru sekolah dasar Universitas Ubudiyah Indonesia peduli kualitas literasi anak melalui program bimbingan belajar baca, tulis dan hitung (bimbel balistung) di gampong Alue Naga Gampong merupakan program bimbingan belajar bagi anak usia TK dan anak SD yang jalankan dalam bulan Ramadhan dimana juga merupakan pengabdian pada masyarakat.  Balistung Aneuk Gampong dirancang sebagai pusat sumber pembelajaran setelah kegiatan pembelajaran oleh pihak sekolah. Program ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan peserta didik dan membantu peserta didik dalam perkembangan belajarnya. Kegiatan dilaksanakan di kampung Alue Naga, kecamatan Syiah kuala, kota banda Aceh. Bentuk kegiatan yang dilaksanakan terdiri dari dan bimbingan membaca, menulis, dan berhitung (BALISTUNG). Kegiatan ini memberikan hasil berupa peningkatan pemahaman dan pengetahuan peserta didik bahwa pentingnya belajar. Secara umum program ini dirancang oleh himpunan mahasiswa PGSD Universitas Ubudiyah Indonesia untuk memberikan kontribusi nyata bagi desa diruang lingkup kampus UUI dan bangsa Indonesia, khususnya dalam mengembangkan kesejahteraan dan kemajuan bangsa Indonesia. Ki Hajar Dewantara mengartikan pendidikan sebagai daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya Nurkholis, 2013).Kata Kunci: Bimbingan Belajar, Baca-Tulis dan Hitung, Literasi AnakThe education study program for elementary school teachers at the University of Ubudiyah Indonesia cares about the quality of children's literacy through a tutoring program for reading, writing and arithmetic (bimbel balistung) in the Alue Naga village. community service. Balistung Aneuk Gampong is designed as a learning resource center after learning activities by the school. This program aims to improve the quality of student education and assist students in their learning development. The activity was carried out in Alue Naga village, Syiah Kuala sub-district, Banda Aceh city. The form of activities carried out consists of reading, writing, and arithmetic guidance (BALISTUNG). This activity gives results in the form of increasing students' understanding and knowledge of the importance of learning. In general, this program was designed by the PGSD student association of the University of Ubudiyah Indonesia to make a real contribution to the village within the UUI campus and the Indonesian nation, especially in developing the welfare and progress of the Indonesian nation. Ki Hajar Dewantara defines education as an effort to advance children's character, mind and body, so that they can advance the perfection of life, namely living and reviving children in harmony with nature and society (Nurkholis, 2013).Keywords: Tutoring, Reading-Writing and Counting, Children’s Literacy 
MENJADI GURU YANG TETAP DIRINDUKAN DI ERA PANDEMI COVID 19 Herawati Herawati; Yusra Meiduri; Masthura Sianipar; Arpaini Bako
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 3, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pandemi covid 19 menyebabkan 1,4 milyar siswa terdampak. Pendidikan berubah drastis ditandai dengan pembelajaran daring (dalam jaringan). Pendidikan daring jarak jauh ini dihadapkan oleh berbagai persoalan; salah satunya kurangnya interaksi guru dan siswa secara emosional yang berdampak pada kurangnya kesan akan kehadiran guru dalam proses pembelajaran di era pembelajaran daring pandemi covid 19. Sejumlah sekolah dan keluarga/orangtua selama masa pandemi ini mengutarakan bahwa; selain kurangnya motivasi siswa dalam belajar, sosok guru di masa belajar daring ini juga tampak tak lagi dirindukan; bahkan dianggap membosankan karena terkesan memberi banyak tugas tanpa adanya bimbingan sebagaimana layaknya pembelajaran luring sebelum pandemi. Oleh karena itu, masalah ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut dan perlu segera diatasi oleh seluruh pihak terkait, sebagai bentuk upaya mewujudkan cita-cita/tujuan pendidikan nasional tersebut membutuhkan berbagai strategi; salah satunya adalah dengan melakukan webinar pengbadian masyarakat “Menjadi Guru yang Tetap Dirindukan Siswa di Era Pandemi Covid 19” yang sekiranya dapat membuka cakrawala dan wawasan berpikir guru dan praktisi terkait agar senantiasa inovatif dan inisiatif dalam proses pembelajaran agar kesan positif siswa terhadap proses pembelajaran senantiasa terjaga dan memberi pengalaman belajar yang signifikan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pada guru, terutama guru pendidikan dasar yang merupakan peletak pengalaman dasar pendidikan bagi setiap anak dan penentu estafet pendidikan yang mumpuni atau sebalinyal bagi masa mendatang. Setelah pelaksanaan webinar pengabdian dapat disimpulkan bahwa: (1) seluruh peserta menunjukkan respon positif terhadap berbagai kegiatan terkait upaya-upaya dalam mewujudkan diri sebagai sosok guru yang dirindukan siswa kendati melalui proses pembelajaran daring; (2) adanya peningkatan kesadaran dan kreatifitas guru dalam proses pembelajaran dengan adanya komunikasi intens peserta setelah pelaksanaan webinar pengabdian masyarakat; dan (3) para peserta webinar antusias untuk mengikuti webinar lanjutan dalam waktu dekat. Kata Kunci: Guru Kreatif, Pembelajaran Era Pandemi, Guru yang Dirindukan