Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

IMPLEMENTATION OF THE REGULATION OF THE MINISTER OF PPPA NO. 6 OF 2015 CONCERNING THE ROLE OF THE OFFICE OF WOMEN'S EMPOWERMENT AND CHILD PROTECTION DURING THE COVID-19 PANDEMIC IN SAMARINDA CITY Turah Nurul Aini; Marwiah Marwiah; Suryaningsi Suryaningsi
Educational Studies: Conference Series Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/escs.v1i1.873

Abstract

To create a just society, the government develops programs that have been planned, one of which is to provide protection to women and children as the nation's next generation. During the COVID-19 pandemic, many cases occurred to women and children so that the role of the government was needed. 6 of 2015 concerning the Women's Empowerment and Child Protection System, and more violence in the role. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. With resource persons who have the criteria. Using data collection techniques, namely observation, interviews, and documentation as well as data analysis techniques, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Based on the results of the study indicate that the implementation of the Minister of PPPA Regulation No. 6 of 2015 concerning the Role of the Office of Women's Empowerment and Child Protection during the COVID-19 Pandemic in Samarinda City has gone well with the existence of the Integrated Service Center for Women's Empowerment and Child Protection (P2TP2A) and has changed since 2019 into an Integrated Implementation Unit for Women's Protection Areas and Children (UPTD PPA) with the issuance of Regulation of the Minister of PPPA No. 4 of 2018. The implementation and role of the Office has been running smoothly through the P2TP2A institution to become UPTD PPA. Suggestions for research that can be done is to propose to the Regional Government to issue a budget for the construction of Safe Houses to provide services.
IMPACT OF COAL PROPER ASSESSMENT AND FOLLOW-UP SUPPORTING SUSTAINABLE DEVELOPMENT AT PT. CAHAYA ENERGY MANDIRI Suryaningsi Suryaningsi; Mohammad Bahzar; Jawatir Pardosi
Educational Studies: Conference Series Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/escs.v1i1.879

Abstract

Development environmental insight is carried out consciously and planned, especially the management of mineral and coal resources to improve the quality of human life. The purpose of the study was to determine the response of PT. Cahaya Energi Mandiri on the impact and follow-up on the performance of mining companies to support sustainable development. This research is a qualitative descriptive study using an empirical legal design. The research location is PT Cahaya Energi Mandiri. The types of data used include primary data, secondary data and tertiary data. The data technique used in interviews and literature study. Data analysis used an interactive analysis model. The research findings are 1) The impact of the mining company's performance appraisal is very helpfulfor the company to always apply environmental care and improve environmental management. The mine reclamation/closure program takes into account the inputs/needs of the community around the mine. 2) Follow-up efforts for the company by complying with government directives, implementing the recommendations of applicable regulations, including when the company encounters problems in following up, the government is always ready, caring, and open to give directions without delay. The conclusion is that the impact of the mining company's performance assessment is effective and able to increase the compliance of the company's management in maintaining and being responsible for environmental management. Since 2019 the Company has not operated so that in 2021 there will be no visits from the mining company's performance. So that in 2020 the company only won the title of "Red Flag". However, the Company is always committed to complying with the mining company's performance appraisal criteria.
Bueng Selimpat: The Existence of Kutai Tradition Through Philosophical and Spiritual Values Septiani Eka Syaputri; Asnar Asnar; Alim Salamah; Endang Herliah; Jawatir Pardosi; Wingkolatin Wingkolatin; Suryaningsi Suryaningsi; Reza Reza
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v8i1.24343

Abstract

This study examines the Bueng Selimpat tradition practiced by the Kutai ethnic group in Benua Baru Village as a worldview that links three key elements: humanity, nature, and ancestral heritage. For the Kutai community, rivers serve not only as a resource but are also regarded as the abode of sacred forces believed to be their ancestors. The main objective is to analyze the existence and sustainability of this tradition amid changing times. Using a Husserlian phenomenological approach, data were collected from ten informants: five Kutai residents who still practice, understand, and preserve the tradition, and five university students who offered perspectives on its relevance today. The findings show that Bueng Selimpat has remained preserved and practiced despite cultural acculturation; the community maintains the tradition as ancestral heritage while integrating local cultural values with formal religious teachings. This research enriches studies in the social sciences, provides educational material to instill noble values, fosters harmonious living, and strengthens national unity based on local wisdom that aligns with the values of Pancasila.
Efektifitas Klinik Probebaya sebagai Konsultan pada Penerapan Probebaya Perwali Kota Samarinda No 11 Tahun 2022 Marwiah Johansyah; Endang Herliah; Suryaningsi Suryaningsi; Ariani Songli; Farrah Naila Tabina
Doh Gisin Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/dohgisin.1764

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Klinik Probebeya sebagai konsultan dalam penerapan Probebeya Perwali Kota Samarinda No 11 Tahun 2022.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci, Hasil penelitian menunjukkan bahwa Klinik Probebaya memiliki peran yang efektif dalam membantu masyarakat memahami dan menerapkan Probebaya. Klinik Probebaya menyediakan berbagai layanan konsultasi, pelatihan, dan pendampingan kepada masyarakat.
Implementasi Hukum Kesetaraan dan Keadilan Gender di Kota Samarinda (Konsentrasi Yuridis: Pasal 27 Ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945) Endang Herliah; Suryaningsi Suryaningsi; Ariani Songli; M. Nur Darussalam Utsa
Doh Gisin Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/dohgisin.1765

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi hukum kesetaraan dan keadilan gender di Kota Samarinda, dengan fokus pada Pasal 27 ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi hukum kesetaraan dan keadilan gender di Kota Samarinda masih belum optimal. kurangnya pemahaman masyarakat terhadap kesetaraan gender di Kota Samarinda. Berdasarkan hasil penelitian ini, salah satu langkah untuk meningkatkan implementasi hukum kesetaraan dan keadilan gender di Kota Samarinda adalah Meningkatkan sosialisasi dan edukasi tentang hukum kesetaraan dan keadilan gender kepada masyarakat.
Pentingnya Penerapan Gender Mainstreaming dalam Segala Aspek Kerja Profesional: Strategi untuk Mewujudkan Keadilan dan Efisiensi Organisasi Suryaningsi Suryaningsi; Herni Johan; Widyatmike Gede Mulawarman; Endang Herliah
Doh Gisin Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/dohgisin.2944

Abstract

Penerapan gender mainstreaming di lingkungan kerja profesional merupakan strategi penting untuk menciptakan organisasi yang adil, setara, dan efisien. Pendekatan ini tidak hanya memiliki landasan moral dan hukum, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, efektivitas tim, serta daya saing institusi. Gender mainstreaming dipahami sebagai proses sistemik yang mengintegrasikan kebutuhan perempuan dan laki-laki secara setara dalam seluruh kebijakan dan praktik organisasi. Berdasarkan Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2000, implementasinya masih menghadapi hambatan struktural dan budaya. Penelitian ini bertujuan menjelaskan konsep dasar gender mainstreaming dalam kerja profesional, menelaah urgensi serta tantangan pelaksanaannya, dan merumuskan strategi guna mewujudkan organisasi yang inklusif dan responsif gender. Metode studi pustaka dengan pendekatan normatif dan sosiologis digunakan untuk mengkaji hubungan antara kebijakan, struktur, budaya organisasi, dan transformasi institusional menuju kesetaraan gender. Gender mainstreaming menuntut kepemimpinan visioner, regulasi mendukung, dan perubahan budaya kerja. Hambatan resistensi struktural dan kultural menuntut sinergi kebijakan, edukasi, dan advokasi. Dalam konteks globalisasi, pengarusutamaan gender menjadi pilar penting bagi tata kelola organisasi modern yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan.
Efektivitas Pendidikan Anti Korupsi dalam Upaya Mencegah Pelanggaran Hak Asasi Manusia: Tinjauan Berdasarkan Perspektif Gender Ana Rahayu; Titin Pujianti; Alma Elvira; Ratiani Puspitasari; Ali Gilang Pratama; Suryaningsi Suryaningsi; Endang Herliah
Doh Gisin Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/dohgisin.2956

Abstract

Penelitian ini menganalisis efektivitas pendidikan antikorupsi dalam mencegah pelanggaran hak asasi manusia (HAM) melalui pendekatan perspektif gender. Dengan desain eksperimen semu, 200 mahasiswa FKIP Universitas Mulawarman dibagi menjadi kelompok eksperimen (menggunakan modul berbasis gender) dan kelompok kontrol (menggunakan modul standar). Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan wawancara, lalu dianalisis menggunakan uji-t dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan signifikan dalam sikap antikorupsi dan kesadaran HAM dibanding kelompok kontrol. Modul berbasis gender terbukti menumbuhkan kesadaran kritis, empati, dan partisipasi aktif mahasiswa, khususnya perempuan. Pendekatan ini juga meningkatkan efektivitas pendidikan antikorupsi secara keseluruhan. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan antikorupsi yang inklusif gender memiliki dampak transformasional dalam mencegah pelanggaran HAM dan membangun budaya integritas yang lebih adil.