Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis Yuridis Pemanfaatan Media Sosial sebagai Sarana Perjanjian Jual Beli dalam Hukum Perdata Indonesia Rani Eka Arini; Nuryati Solapar; Ilham Akbar Bunyamin
Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains Vol 4 No 03 (2025): Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jhhws.v4i03.2982

Abstract

Penelitian ini mengkaji validitas hukum dan keberlakuan perjanjian jual beli yang dilakukan melalui platform media sosial dalam kerangka hukum perdata Indonesia. Seiring dengan semakin dominannya komunikasi digital dalam interaksi komersial, platform seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp telah menjadi pasar yang luas untuk transaksi informal. Menggunakan metode yuridis normatif, penelitian ini menganalisis sumber hukum primer—termasuk Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), undang-undang perlindungan konsumen, dan yurisprudensi yang relevan—serta tafsiran doktrinal sekunder. Temuan menunjukkan bahwa transaksi berbasis media sosial dapat dianggap sebagai perjanjian yang mengikat secara hukum selama unsur-unsur esensial kontrak—persetujuan, kapasitas hukum, objek yang spesifik, dan sebab yang sah—terpenuhi. Pesan elektronik dan catatan digital dari media sosial diperbolehkan sebagai bukti hukum berdasarkan UU ITE, meskipun keandalan mereka bergantung pada dokumentasi yang tepat. Meskipun ada potensi pengakuan hukum, tantangan signifikan tetap ada terkait verifikasi identitas, kekuatan bukti, risiko penipuan, dan kurangnya pertanggungjawaban platform. Mekanisme perlindungan konsumen juga terbatas akibat sifat informal dan desentralisasi transaksi media sosial. Studi ini menyimpulkan bahwa meskipun perdagangan media sosial secara hukum sah, ia kekurangan jaminan yang memadai, sehingga memerlukan kerangka regulasi yang lebih jelas dan peningkatan literasi digital untuk memastikan keadilan, kepastian hukum, dan keamanan konsumen di pasar digital Indonesia.
Pencegahan dan Penanganan Konflik Sosial Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial Salwa Aulia Novitasari; Arief Fahmi Lubis; Ilham Akbar Bunyamin
Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains Vol 5 No 01 (2026): Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jhhws.v5i01.3258

Abstract

Konflik sosial tetap menjadi tantangan yang signifikan dalam masyarakat pluralistik, memerlukan kerangka hukum yang komprehensif untuk memastikan pencegahan, penyelesaian, dan pembangunan perdamaian yang berkelanjutan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pencegahan dan pengelolaan konflik sosial berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Konflik Sosial melalui pendekatan yuridis normatif. Penelitian ini mengkaji ketentuan undang-undang, prinsip hukum, dan mekanisme kelembagaan yang mengatur pencegahan konflik, penyelesaian, dan pemulihan pasca-konflik di Indonesia. Bahan-bahan hukum dianalisis menggunakan metode interpretasi undang-undang, konseptual, dan sistematis untuk mengevaluasi koherensi dan efektivitas kerangka regulasi. Temuan menunjukkan bahwa undang-undang menekankan deteksi dini, partisipasi masyarakat, koordinasi antarlembaga, dan perlindungan hak asasi manusia sebagai unsur fundamental pencegahan konflik. Selain itu, undang-undang menyediakan mekanisme terstruktur untuk mediasi, penegakan hukum, dan rehabilitasi sosial guna menangani konflik secara komprehensif. Namun, tantangan tetap ada dalam hal koordinasi institusional, harmonisasi hukum, dan implementasi yang konsisten di tingkat regional. Studi ini menyoroti pentingnya memperkuat kejelasan hukum, meningkatkan tata kelola kolaboratif, dan mengembangkan strategi adaptif untuk merespons dinamika sosial yang terus berkembang. Analisis yuridis normatif ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana kerangka hukum dapat berfungsi sebagai alat untuk menjaga stabilitas sosial dan mempromosikan pengelolaan konflik yang berkelanjutan di Indonesia.
Analisis Dampak Adopsi Embedded Finance dan Disiplin Keuangan terhadap Arus Kas UMKM Perdagangan di Jawa Tengah Mekar Meilisa Amalia; Junet Kaswoto; Ilham Akbar Bunyamin
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 5 No 04 (2026): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v5i04.3332

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak manajemen keuangan terintegrasi dan disiplin keuangan terhadap arus kas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor perdagangan di Jawa Tengah. Pendekatan penelitian kuantitatif digunakan dengan memanfaatkan data primer yang dikumpulkan dari 85 pelaku UMKM melalui kuesioner terstruktur yang diukur menggunakan skala Likert. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS versi 25, meliputi statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linier berganda. Hasil menunjukkan bahwa manajemen keuangan terintegrasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap arus kas, yang mengindikasikan bahwa perencanaan, pencatatan, dan pengendalian keuangan yang sistematis meningkatkan stabilitas keuangan. Disiplin keuangan juga memiliki pengaruh positif dan signifikan, yang menyoroti pentingnya perilaku keuangan yang konsisten dalam mengelola keuangan usaha. Secara bersamaan, kedua variabel tersebut secara signifikan mempengaruhi arus kas, dengan koefisien penentuan (R²) sebesar 0,487, artinya 48,7% variasi arus kas dijelaskan oleh kedua variabel independen tersebut. Temuan ini menyarankan bahwa integrasi sistem manajemen keuangan yang terstruktur dan perilaku keuangan yang disiplin sangat penting untuk meningkatkan keberlanjutan keuangan UMKM. Studi ini memberikan implikasi praktis bagi pelaku UMKM dan pembuat kebijakan untuk memperkuat kemampuan keuangan guna meningkatkan kinerja dan ketahanan bisnis.
To What Extent Do Brand Image and Perceived Value Contribute to Customer Trust and Purchase Decisions for Local Skincare Products in Indonesia? Dila Padila Nurhasanah; Dasa Rahardjo Soesanto; Ilham Akbar Bunyamin
West Science Journal Economic and Entrepreneurship Vol. 4 No. 02 (2026): West Science Journal Economic and Entrepreneurship
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsjee.v4i02.2894

Abstract

The rapid growth of the local skincare industry in Indonesia has intensified competition among domestic and international brands, making it essential to understand the factors that influence consumer purchasing behavior. This study aims to examine the extent to which brand image and perceived value contribute to customer trust and purchasing decisions regarding local skincare products in Indonesia. A quantitative research approach was employed using a survey method. Data were collected from 250 consumers who had purchased and used local skincare products through a structured questionnaire measured on a five-point Likert scale. The collected data were analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS 3). The findings reveal that brand image and perceived value significantly and positively influence customer trust. Brand image and perceived value were found to enhance consumers’ confidence in local skincare brands. Furthermore, brand image, perceived value, and customer trust significantly influence purchasing decisions. The results also demonstrate that customer trust partially mediates the relationships between brand image and purchasing decisions, as well as between perceived value and purchasing decisions. The structural model explains 61.8% of the variance in customer trust and 72.1% of the variance in purchasing decisions, indicating substantial explanatory power. The study concludes that customer trust plays a crucial role in translating favorable brand perceptions and value evaluations into actual purchasing decisions. These findings contribute to consumer behavior and marketing literature by providing empirical evidence from the Indonesian local skincare market. Practically, the results suggest that local skincare companies should focus on strengthening brand image, delivering superior perceived value, and fostering customer trust to enhance consumer purchasing decisions and maintain competitive advantage in the increasingly dynamic beauty industry.
Peran Financial Literacy, Risk Perception, dan Social Media Exposure pada Investor Muda di Jakarta Adi Masliardi; Yendri Deswin; Ilham Akbar Bunyamin
Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science Vol 4 No 03 (2026): Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jekws.v4i03.3776

Abstract

Meningkatnya partisipasi investor muda di pasar modal Indonesia telah menciptakan kebutuhan untuk memahami faktor-faktor yang membentuk keputusan investasi mereka. Studi ini meneliti pengaruh literasi keuangan, persepsi risiko, dan paparan media sosial terhadap keputusan investasi di kalangan investor muda di Jakarta. Pendekatan kuantitatif eksploratif digunakan dengan data primer yang dikumpulkan dari 175 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Responden diharuskan berusia antara 18 dan 35 tahun, berdomisili di Jakarta, memiliki pengalaman investasi, dan aktif menggunakan media sosial. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur menggunakan skala Likert lima poin dan dianalisis dengan IBM SPSS Statistics Versi 25. Analisis meliputi statistik deskriptif, pengujian validitas dan reliabilitas, pengujian asumsi klasik, regresi linier berganda, koefisien determinasi, uji t, dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi, dengan koefisien standar sebesar 0,352 dan nilai signifikansi di bawah 0,001. Persepsi risiko juga memiliki pengaruh positif dan signifikan, dengan koefisien standar 0,291 dan nilai signifikansi di bawah 0,001. Paparan media sosial memiliki pengaruh positif terkuat, dengan koefisien standar 0,401 dan nilai signifikansi di bawah 0,001. Secara simultan, ketiga variabel independen tersebut secara signifikan memengaruhi keputusan investasi, dengan nilai F sebesar 99,821 dan nilai signifikansi di bawah 0,001. Model tersebut menjelaskan 63,7% variasi dalam keputusan investasi. Hasil ini menunjukkan bahwa perilaku investasi di kalangan investor muda dibentuk oleh pengetahuan keuangan, evaluasi risiko, dan paparan informasi keuangan digital. Studi ini menyoroti pentingnya meningkatkan pendidikan keuangan, memperkuat kesadaran risiko, dan mempromosikan penggunaan media sosial yang bertanggung jawab sebagai sumber informasi investasi.
The Impact of Data Engineering Maturity and Analytics Pipeline Automation on Operational Prediction Accuracy through Data Quality in Warehousing Logistics in Tangerang Diky Wardhani; Ilham Akbar Bunyamin; Paramita Andiani
West Science Interdisciplinary Studies Vol. 4 No. 04 (2026): West Science Interdisciplinary Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsis.v4i04.2787

Abstract

This study aims to examine the effect of data engineering maturity levels and analytics workflow automation on operational prediction accuracy through the mediating role of data quality in warehouse logistics in Tangerang. A quantitative research approach was employed using data collected from 75 respondents involved in warehouse operations. The data were gathered through a structured questionnaire based on a Likert scale and analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS 3). The results indicate that data engineering maturity levels have a positive and significant effect on data quality, and analytics workflow automation also significantly influences data quality. Furthermore, data quality has the strongest positive effect on operational prediction accuracy. Direct effects show that data engineering maturity and analytics workflow automation also significantly influence prediction accuracy, although their effects are weaker compared to the indirect effects through data quality. Mediation analysis confirms that data quality partially mediates these relationships. These findings highlight that improving operational prediction accuracy in warehouse logistics is not solely dependent on advanced analytical tools but is strongly influenced by the quality of data generated through mature data engineering practices and automated analytics workflows. This study contributes to the literature by integrating technological capability and data quality perspectives and provides practical implications for logistics companies in enhancing data-driven decision-making and operational efficiency.
The Impact of Data Engineering Maturity and Analytics Pipeline Automation on Operational Prediction Accuracy through Data Quality in Warehousing Logistics in Tangerang Diky Wardhani; Ilham Akbar Bunyamin; Paramita Andiani
West Science Interdisciplinary Studies Vol. 4 No. 04 (2026): West Science Interdisciplinary Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsis.v4i04.2787

Abstract

This study aims to examine the effect of data engineering maturity levels and analytics workflow automation on operational prediction accuracy through the mediating role of data quality in warehouse logistics in Tangerang. A quantitative research approach was employed using data collected from 75 respondents involved in warehouse operations. The data were gathered through a structured questionnaire based on a Likert scale and analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS 3). The results indicate that data engineering maturity levels have a positive and significant effect on data quality, and analytics workflow automation also significantly influences data quality. Furthermore, data quality has the strongest positive effect on operational prediction accuracy. Direct effects show that data engineering maturity and analytics workflow automation also significantly influence prediction accuracy, although their effects are weaker compared to the indirect effects through data quality. Mediation analysis confirms that data quality partially mediates these relationships. These findings highlight that improving operational prediction accuracy in warehouse logistics is not solely dependent on advanced analytical tools but is strongly influenced by the quality of data generated through mature data engineering practices and automated analytics workflows. This study contributes to the literature by integrating technological capability and data quality perspectives and provides practical implications for logistics companies in enhancing data-driven decision-making and operational efficiency.