Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

POLA MUSIM IKAN TERI (Stolephorus sp) DAN UPAYA PENANGKAPAN PAYANG DI KECAMATAN PASONGSONGAN SUMENEP, MADURA Miftahol Arifin; Zulkarnain; Wazir Mawardi; Dwi Putra Yuwandana
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 4 No. 2 (2020): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.4.2.159-168

Abstract

Sumberdaya ikan teri di Kabupaten Sumenep salah satunya adalah ikan teri nasi (Stolephorus sp.) yang umumnya ditangkap menggunakan alat tangkap payang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pendugaan pola musim penangkapan teri pada alat tangkap payang teri di Pasongsongan. Pola musim penangkapan teri diambil menggunakan data sekunder dari Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep, sedangkan keragaan alat tangkap payang teri menggunakan data primer yang diambil secara langsung dari nelayan setempat. Penelitian ini dilakukan selama 30 hari dengan menggunakan metode purposive sampling untuk mendeskripsikan keragaan alat tangkap payang teri. Sampel yang diambil sebanyak 8 perahu payang teri yang beroperasi di Kecamatan Pasongsongan. Pola musim penangkapan dihitung menggunakan metode rata-rata bergerak (moving average), sedangkan keragaan payang teri di analisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menujukkan bahwa musim penangkapan ikan teri yang baik dilakukan pada bulan Januari, Februari, Maret, Oktober, November, dan Desember ditunjukkan oleh IMP lebih dari 100%. Kata kunci: ikan teri, musim ikan teri, Pasongsongan, payang, Sumenep
Kelimpahan Ikan Karang Di Sekitar Atraktor Cumi-Cumi Berbahan Pipa PVC Sudrajat Danu; Mulyono S. Baskoro; Zulkarnain Zulkarnain; Roza Yusfidanayani
Jurnal Kelautan Nasional Vol 14, No 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1015.077 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v14i2.7234

Abstract

Atraktor cumi-cumi yang telah memberikan manfaat pada sektor perikanan, akan tetapi perlu dilakukan rekayasa teknologi sehingga memungkinkan manfaat yang diberikan dapat berlangsung lama dan memberikan dampak yang lebih signifikan terhadap sektor perikanan. Tujuan penelitian ini adalah fungsi atraktor cumi-cumi berbahan pipa PVC sebagai artificial reef dan untuk mengetahui kelimpahan ikan karang pada atraktor cumi-cumi. Penelitian ini menggunakan 2 buah tipe atraktor yaitu Tipe 1 (T1) yaitu atraktor pada bagian atas dan sisi kiri dan kanannya diberi penutup jaring waring PE 40%,  dan Tipe 2 (T2) atraktor pada bagian atasnya saja yang diberikan penutup jaring PE 40%. Metode pengumpulan data ikan yang berada pada atraktor cumi-cumi menggunakan metode sensus visual (Visual Census Method) dengan menggunakan Underwater cam “SENU”, yang disimpan dalam Digital Video Recorder (DVR). Hasil di dalam DVR inilah yang selanjutnya akan dilakukan perhitungan jumlah ikan pada atraktor cumi-cumi. Individu yang diamati adalah yang berada di dalam dan di sekitar atraktor cumi-cumi dalam setiap jamnya, dengan jarak terluar yang diamati dari atraktor cumi-cumi sekitar 50 cm. Atraktor pipa VPC dapat menjadi terumbu karang buatan, dan masing-masing Atraktor T1 dan T2 mempunyai nilai indeks keanekaragaman (H') termasuk keanekaragaman tinggi dengan indeks H' 3,2908 dan 3,303, indeks keragaman (E) menunjukan komunitas stabil dengan indeks E 0,7943 dan 0,8029 dan indeks dominasi (C) termasuk dominasi rendah indeks C 0,4028 dan 0,3974.
PENGARUH CUACA TERHADAP POLA MUSIM PENANGKAPAN IKAN PELAGIS DI PERAIRAN TELUK LAMPUNG Mella Sari; Eko Sri Wiyono; Zulkarnain
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 5 No. 3 (2021): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.5.3.277-289

Abstract

Kelimpahan ikan pelagis untuk beberapa spesies cenderung sensitif terhadap perubahan lingkungan. Jenis-jenis ikan pelagis tersebut merupakan jenis ikan ekonomis penting. Namun saat ini, musim penangkapan ikan tidak menentu, sulit diprediksi, dan mempengaruhi pendapatan nelayan. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan hasil tangkapan dominan beserta alat tangkapnya di PPP Lempasing, menganalisis pola musim penangkapan ikan pelagis tangkapan dominan yang berbasis di PPP Lempasing, dan mengidentifikasi hubungan cuaca terhadap hasil tangkapan yang memengaruhi produktivitas penangkapan di PPP Lempasing. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis indeks musim penangkapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan perhitungan persentase total nilai produksi, hasil tangkapan dominan adalah menggunakan alat tangkap mini purse seine yaitu ikan pelagis (tongkol, kembung, dan cumi-cumi). Pola musim penangkapan ikan pelagis yang dominan berfluktuasi selama 5 tahun dari tahun 2016-2020. Musim penangkapan tongkol terjadi pada bulan Mei-Agustus dengan musim puncak pada bulan Juni, musim penangkapan kembung dari bulan Maret-September dengan musim puncak pada bulan Agustus, dan musim penangkapan cumi-cumi dari bulan Maret dan Mei-September dengan musim puncak pada bulan Juni. Pengaruh cuaca terhadap musim ikan pelagis menunjukkan variabel kecepatan angin berpengaruh secara signifikan terhadap hasil tangkapan tongkol, variabel jumlah hari hujan dan jumlah curah hujan yang berpengaruh secara signifikan terhadap hasil tangkapan kembung serta variabel kecepatan angin yang berpengaruh secara signifikan terhadap hasil tangkapan cumi-cumi. Kata kunci: cuaca, ikan pelagis, kapal mini purse seine, pola musim penangkapan, PPP Lempasing
DAMPAK FLUKTUASI PASAR IKAN UNI EROPA TERHADAP UTILITAS INDUSTRI PERIKANAN DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA NIZAM ZACHMAN JAKARTA Doni Suhadak; Darmawan Darmawan; Zulkarnain Zulkarnain
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 17, No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jsekp.v17i1.9633

Abstract

Penelitian terdahulu dan pernyataan beberapa asosiasi bidang perikanan menyatakan bahwa tingkat utilitas unit pengolahan ikan rendah sebagai akibat kekurangan bahan baku ikan. Di sisi lain, pada saat yang sama data statistik menunjukkan peningkatan hasil tangkapan yang didaratkan. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah benar tingkat utilitas unit pengolahan ikan disebabkan oleh kekurangan bahan baku. Penelitian ini menginvestigasi tahapan pengadaan bahan baku di unit pengolahan ikan beku dengan tujuan ekspor Uni Eropa. Penelitian yang bersifat kualitatif ini dilakukan dengan wawancara mendalam dan diskusi berkelanjutan dengan responden yang memiliki kewenangan dan pengetahuan terkait proses pengadaan bahan baku. Informasi diolah dengan teknik 5W1H dan dikaji secara deskriptif dengan bantuan referensi teori dan kasus pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unit pengolahan ikan beku hanya berproduksi apabila ada pesanan dari pembeli luar negeri. Artinya, unit pengolahan hanya akan membeli bahan baku setelah menerima kepastian permintaan dari pembeli (Uni Eropa). Hal ini menunjukkan bahwa pasar produk ikan beku di Uni Eropa bersifat oligopsoni. Terbukti bahwa dalam kasus ekspor produk ikan beku ke Uni Eropa, ketersediaan bahan baku ikan bukanlah faktor penentu rendahnya utilitas unit pengolahan ikan. Direkomendasikan langkah aksi untuk memperluas jaringan pembeli dan meningkatkan jumlah penjualan dengan target negara-negara Uni Eropa yang memiliki tingkat konsumsi ikan tinggi dengan jumlah produksi ikan domestik rendah.Title: Fluctuation Impact of the European Union Fish Market on Utility of Fisheries Industries in the Nizam Zachman Jakarta Ocean Fishing PortPrevious research and statements from several fishery associations mentioned that the utility level of fish processing units is low because of fish raw materials shortage. On the other hand, at the same periode statistical data shows an increase in catches landed. This raises the question of whether it is true that the level of utility of fish processing unit is caused by shortage of raw materials. This study investigates the stages of procurement of raw materials for frozen fish processing units for export to the European Union. This qualitative research was conducted through in-depth interviews and iterative discussions with respondents who have the authority and knowledge regarding the raw material procurement process within the companies. Information is processed using the 5W1H technique and analyzed descriptively with the help of theoretical references and marketing cases. The results showed that the frozen fish processing unit only produced when there was an order from foreign buyers. This means that the processing unit will only buy raw materials after receiving confirmed requests from EU buyers. This shows that within the scope of the research, it was revealed that the market for frozen fish products in the European Union is oligopsony. So it is proven that in the case of frozen fish products to the European Union, the availability of fish raw materials is not a determining factor for the low level utility of fish processing unit. Action steps are recommended to expand the network of buyers and increase the number of sales by targeting European Union countries that have high levels of fish consumption with low amounts of domestic fish production.
REKAYASA LAMPU LED CELUP UNTUK PERIKANAN BAGAN APUNG DI PERAIRAN PATEK KABUPATEN ACEH JAYA PROPINSI ACEH Taufiq Taufiq; Wazir Mawardi; Mulyono S Baskoro; Zulkarnain Zulkarnain
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 6 No 1 (2015): MEI 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4266.62 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.6.51-67

Abstract

Kegiatan pemanfaatan potensi perikanan tangkap di perairan Aceh Jaya masih banyak tergantung pada teknologi penangkapan ikan masih terbatas. Jenis alat tangkap yang digunakan di Aceh Jaya adalah pukat pantai, pancing, jaring insang, dan bagan. Jenis bagan yang digunakan oleh nelayan patek yaitu bagan apung. Bagan merupakan salah satu perikanan light fishing. Jenis lampu yang digunakan oleh nelayan patek adalah neon yang ditempatkan di permukaan, sedangkan lampu permukaan ini kurang efektif untuk digunakan. Penelitian ini menggunakan lampu LED celup. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan konstruksi lampu celup dalam air dan menentukan efektifitas lampu LED celup. Konstruksi lampu LED celup dirancang sebuah inovasi yaitu lampu dapat diredupkan sehingga ikan-ikan yang sudah mendekat ke cahaya sehingga lebih terfokus ke bagan. Metode penelitian ini adalah deskriptif, rancang bangun alat, percobaan atau experimental fishing. Dengan adanya lampu LED celup bisa membantu nelayan patek dalam menangkap ikan dan mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Total hasil tangkapan dengan menggunakan lampu neon sebesar 2343 kg. Sedangkan, total hasil tangkapan dengan lampu LED celup adalah sebesar 3779 kg. Jenis ikan yang tertangkap pada alat tangkap bagan yaitu teri, peperek, tembang, kembung, selar, japuh, dan layur selama 10 trip, 5 trip bulan gelap dan bulan terang. Terlihat bahwa ada perbedaan jumlah dan komposisi hasil tangkapan dengan menggunakan lampu neon dan lampu celup. Dari hasil penelitian didapatkan kesimpulan lampu LED celup lebih efektif untuk digunakan sebagai alat bantu pada perikanan bagan.
MUSIM PENANGKAPAN DAN KELAYAKAN HASIL TANGKAPAN LAYUR (Trichiurus spp) YANG BERBASIS DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PALABUHANRATU Zulkarnain; Wazir Mawardi; Ajeng Agia Pratiwi
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 5 No. 1 (2021): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.5.1.091-101

Abstract

Ikan layur (Trichiurus spp) merupakan ikan demersal ekonomis penting dan salah satu komoditas ekspor yang potensial di PPN Palabuhanratu, Sukabumi. Ikan layur di Teluk Palabuhanatu dominan ditangkap menggunakan alat tangkap pancing layur. Informasi mengenai musim penangkapan dianggap sebagai faktor penting agar kegiatan penangkapan ikan efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola musim penangkapan ikan layur, CPUE, ukuran ikan yang layak tangkap, dan korelasi ukuran panjang mulut dan bukaan mulut layur. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan metode deskriptif. Analisis data menggunakan metode rata-rata bergerak, analisis CPUE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola musim ikan layur terdapat pada bulan April, Juni, Agustus, September, Oktober, dan November berdasarkan nilai indeks musim penangkapan. CPUE tertinggi dari pancing layur tahun 2015-2019 terjadi pada tahun 2019 dan nilai CPUE bulanan tertinggi pada bulan Oktober. Ukuran rata-rata ikan layur lebih besar dari kali pertama matang gonad dan masuk ke dalam kategori layak tangkap. Korelasi antara panjang total dan panjang mulut serta lebar bukaan mulut dapat dijadikan acuan dalam menentukan panjang dan lebar mata pancing yang digunakan dalam alat tangkap pancing layur. Kata kunci: CPUE, layak tangkap, musim ikan, pancing layur
PENGGUNAAN BOOSTER RUMPON (FAD) UNTUK PEMIKAT DAN PENGUMPUL IKAN YANG EFEKTIF PADA ALAT TANGKAP BAGAN APUNG Zulkarnain; Ronny Irawan Wahju; Fis Purwangka; Indah Ainun Firdaus; M Syarif Budiman
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 7 No. 1 (2023): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.7.1.001-013

Abstract

Pengoperasian alat tangkap bagan apung selalu mengandalkan cahaya lampu, baik dari penggunaan jenis lampu maupun daya lampu yang digunakan. Sifat pasif dalam pengoperasian bagan apung adalah menunggu berkumpulnya ikan di bawah sumber cahaya dalam waktu menunggu yang cukup lama. Pada Kondisi tersebut, jumlah pengangkatan jaring (hauling) menjadi sedikit dan akan mempengaruhi jumlah tangkapan ikan yang diperoleh. Ketepatan solusi dengan inovasi teknologi alat bantu pengumpul ikan yang akan dilakukan adalah menyempurnakan solusi yang pernah diimplementasikan, yaitu peningkatan penggunaan alat bantu pemikat dan pengumpul ikan dari penggunaan atraktor rumpon atau atraktor umpan pada pengoperasian bagan menjadi penggunaan booster rumpon (FAD) yang merupakan kombinasi penggunaan atraktor rumpon dan atraktor umpan vertikal. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan komposisi hasil tangkapan, menentukan pengaruh penggunaan booster rumpon (perlakuan) terhadap jumlah hasil tangkapan dan jumlah hauling, serta menentukan pendapatan bagan perlakuan dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan atraktor rumpon dan umpan vertikal pada bagan apung perlakuan memberikan hasil tangkapan dan jumlah jenis ikan yang lebih banyak dibandingkan dengan bagan apung kontrol. Penggunaan booster rumpon berpengaruh secara signifikan baik terhadap peningkatan jumlah tangkapan maupun jumlah hauling bagan apung. Persentase produksi bagan apung yang menggunakan booster rumpon terhadap bagan kontrol meningkat hingga 165,1 % dengan pendapatan bersih sebesar Rp13.883.414.0 dan rata-rata pendapatan bersih adalah Rp694.170,7/trip. Kata kunci: bagan apung, booster rumpon berumpan, pemikat ikan
KERAGAAN TEKNIS DAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN UMPAN PADA BUBU NAGA DI PERAIRAN BONDET CIREBON JAWA BARAT Melianti; Mohammad Imron; Zulkarnain
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 7 No. 2 (2023): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.7.2.243-260

Abstract

Hasil tangkapan yang diperoleh nelayan sedikit menyebabkan pendapatan nelayan tidak dapat menutupi kebutuhan sehari-hari, sehingga diperlukan cara untuk meningkatkan produktivitas bubu naga, salah satu caranya dengan penggunaan umpan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unit penangkapan bubu naga, menghitung komposisi hasil tangkapan yang menggunakan umpan dan tidak menggunakan umpan pada bubu naga, dan menghitung pendapatan usaha perikanan bubu naga. Penelitian dilakukan di Perairan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Bondet pada bulan Maret hingga April 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah experimental fishing dengan menggunakan umpan ikan rucah yaitu ikan tembang dan ikan pepetek dalam 20 kali ulangan (trip) di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 20 bubu naga yang digunakan dalam penelitian memiliki dimensi (50 cm  37 cm  35 cm) dengan panjang bubu yaitu 10 m. Total hasil tangkapan bubu naga kontrol (tanpa umpan) yaitu 82,53 kg (672 ekor) dari 11 jenis ikan dan total hasil tangkapan bubu naga perlakuan atau dengan menggunakan umpan 131,721 kg (904 ekor) dari 11 jenis ikan. Berdasarkan analisis keuntungan yang telah dihitung bahwa usaha perikanan bubu naga layak untuk dilanjutkan. Umpan ikan rucah dapat dijadikan sebagai implementasi teknologi tepat guna untuk alat tangkap bubu naga karena hasil tangkapan bubu naga yang menggunakan umpan lebih banyak jika dibandingkan dengan bubu naga yang tidak menggunakan umpan. Kata kunci: Bondet, bubu naga, ikan rucah, umpan