Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JESASI

PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BERBASIS PERMAINAN EDUKATIF BAGI SISWA SMP NEGERI 3 PAGIMANA : Training and Mentoring in Game-Based English Language Learning for Students at SMP Negeri 3 Pagimana Fadila Saluki; Yusniati N. Sabata; Nurintan Purnamasari H. Kadir; Ikhe Uswadi; Sofia Melita
JESASI (JURNAL EDUKASI, SAINS, DAN INOVASI) Vol. 3 No. 1 (2026): JESASI (Jurnal Edukasi, Sains, dan Inovasi) edisi April 2026
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/jesasi.v3i1.33

Abstract

Pendidikan merupakan proses sadar yang bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik melalui pewarisan nilai, pengetahuan, dan keterampilan. Dalam konteks pendidikan formal, pembelajaran Bahasa Inggris memiliki peran strategis dalam meningkatkan kompetensi komunikasi siswa di era global. Namun, hasil observasi di SMP Negeri 3 Pagimana menunjukkan bahwa pembelajaran masih didominasi metode konvensional yang berpusat pada guru dan belum memanfaatkan pendekatan berbasis permainan edukatif, sehingga keaktifan dan motivasi belajar siswa cenderung rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi guru dan siswa mengenai penerapan pembelajaran Bahasa Inggris berbasis permainan edukatif sebagai strategi inovatif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar. Metode pelaksanaan meliputi tahap observasi, koordinasi dengan pihak sekolah, serta implementasi pembelajaran interaktif pada siswa kelas VIII. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan permainan edukatif mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, partisipatif, dan komunikatif. Siswa menjadi lebih aktif, antusias, dan percaya diri dalam menggunakan Bahasa Inggris pada aspek listening, speaking, reading, dan writing. Dengan demikian, pembelajaran berbasis permainan edukatif dapat menjadi alternatif strategi yang efektif untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah.
PENDAMPINGAN KOMUNITAS SEKOLAH BERBASIS INTERCULTURAL COMMUNICATION DI ANUBAN MUSLIM KRABI SCHOOL THAILAND: School Community Assistance Based on Intercultural Communication at Anuban Muslim Krabi School, Thailand Dg Pageso, Muhammad Mansyur; Sutrisno K. Djawa; Armin Haluti; Hardianti; Yusniati N. Sabata
JESASI (JURNAL EDUKASI, SAINS, DAN INOVASI) Vol. 3 No. 1 (2026): JESASI (Jurnal Edukasi, Sains, dan Inovasi) edisi April 2026
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/jesasi.v3i1.35

Abstract

Artikel pengabdian ini menggambarkan praktik pendampingan komunitas sekolah dalam konteks lintas negara sebagai ruang pembelajaran bahasa sekaligus interaksi budaya, khususnya pada lingkungan sekolah dasar Muslim di Thailand yang memiliki latar bahasa dan kebiasaan sosial berbeda dengan mahasiswa Indonesia. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk mengenalkan Bahasa Indonesia kepada siswa sekolah dasar di Anuban Muslim Krabi School melalui pendekatan komunikasi antarbudaya (intercultural communication) dengan memanfaatkan media lagu anak-anak Indonesia. Pendekatan intercultural communication diterapkan sebagai strategi untuk menjembatani perbedaan bahasa, nilai, dan kebiasaan antara mahasiswa KKN dan siswa Thailand. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui observasi awal, perkenalan berbasis komunikasi nonverbal dan adaptasi budaya, pembelajaran interaktif, serta kompetisi sederhana untuk meningkatkan partisipasi dan minat belajar siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa Anuban Muslim Krabi School menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti pembelajaran, mampu menirukan kosakata Bahasa Indonesia melalui lagu, serta memahami perintah sederhana yang diberikan. Dengan demikian, pendekatan pendampingan berbasis intercultural communication berpotensi diterapkan kembali sebagai kerangka operasional kegiatan pengabdian internasional pada pendidikan dasar, khususnya di sekolah multikultural, karena mampu mengintegrasikan tujuan pembelajaran bahasa, penguatan karakter toleransi, dan pengembangan kompetensi global peserta didik secara simultan.