Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PELATIHAN KETRAMPILAN PRAKTIK KHUTBAH JUM'AT BERBASIS MULTIMEDIA PADA MAHASISWA BARU FAI UM METRO TA 2024/2025 Cahaya Khaeroni; Prabowo Adi Widayat; Garianto Garianto
SINAR SANG SURYA Vol 9 No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v9i2.4433

Abstract

AbstrakMuhammadiyah, sebagai salah satu organisasi Islam modern terbesar di Indonesia, menghadapi tantangan signifikan dalam hal kaderisasi mubaligh. Indikasi krisis ini terlihat dari minimnya jumlah kader mubaligh, terutama di tingkat akar rumput. Hal ini diperparah oleh beberapa faktor, seperti kurangnya pesantren tradisional yang menekankan penguasaan kitab kuning, kecenderungan dakwah yang elitis dan kurang membumi, serta orientasi organisasi yang lebih terfokus pada pengelolaan amal usaha. Fenomena ini menjadi ironi bagi Muhammadiyah, yang memiliki misi utama sebagai gerakan dakwah Islam.Dalam konteks lokal, situasi ini tercermin di Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Metro. Mahasiswa FAI, yang seharusnya menjadi calon mubaligh, masih banyak yang belum memiliki pengalaman praktik khutbah Jumat. Padahal, khutbah Jumat merupakan keterampilan fundamental yang wajib dimiliki oleh lulusan FAI. Kondisi khutbah Jumat saat ini cenderung formalistik, kurang menarik, dan tidak efektif dalam menyampaikan pesan dakwah kepada jamaah. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan terobosan melalui pendekatan inovatif.Program pengabdian masyarakat yang diajukan bertujuan untuk mengembangkan keterampilan mahasiswa FAI dalam praktik khutbah Jumat berbasis multimedia. Pendekatan ini memanfaatkan teknologi audio-visual untuk meningkatkan daya tarik khutbah, sekaligus memastikan pesan dakwah dapat diterima secara efektif oleh jama’ah. Program ini mencakup pelatihan teori khutbah, simulasi menggunakan perangkat multimedia, serta evaluasi performa mahasiswa melalui rekaman video.Penggunaan multimedia dalam khutbah Jumat diharapkan dapat meningkatkan perhatian jamaah terhadap pesan yang disampaikan, tanpa mengabaikan syarat dan rukun khutbah sesuai ketentuan fiqih. Dengan pendekatan ini, program tersebut tidak hanya bertujuan mengatasi krisis mubaligh di Muhammadiyah, tetapi juga membekali mahasiswa FAI dengan keterampilan yang relevan dalam dakwah modern. Program ini juga berkontribusi pada revitalisasi peran Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Kata Kunci: Khutbah Jumat, Mahasiswa Baru, Keterampilan Praktik, Multimedia, FAI UM Metro
The effect of information technology devices on student learning outcomes: a systematic literature review Edy Sasmito; Garianto; Sutrisni Andayani
Lentera Negeri Vol. 7 No. 1 (2026): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/993050

Abstract

Objective of this study is to systematically synthesize empirical evidence on the effect of Information Technology (IT) devices on student learning outcomes and to identify multi-level factors that moderate this relationship, guided by the Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) framework, Cognitive Load Theory (CLT), and Self-Determination Theory (SDT). Method employed is a Systematic Literature Review (SLR) following the PRISMA 2020 protocol. Literature searches were conducted in Google Scholar, Scopus, and ERIC databases using Boolean search strings: ("information technology" OR "ICT" OR "digital learning" OR "educational technology") AND ("learning outcomes" OR "academic achievement" OR "student performance") AND ("education" OR "school" OR "higher education") within the 2019–2025 range. After identification, screening, and quality assessment using the JBI Critical Appraisal Checklist and Cochrane Handbook criteria (minimum score ≥70%), 56 articles met the inclusion criteria. Inter-rater reliability for screening was assessed using Cohen's kappa (κ = 0.84, 95% CI [0.78, 0.90]), indicating strong agreement. Due to high heterogeneity (I² > 75%), narrative synthesis was employed rather than statistical meta-analysis. Results show that 80.4% of studies reported significant positive effects with effect sizes (Cohen's d) ranging from moderate to very large (d = 0.85 to d = 2.58). Influencing factors include teacher competence (TPACK) appearing in 73.2% of studies, student readiness (attitudes and intrinsic motivation) in 66.1%, school infrastructure in 57.1%, and contextual factors such as education level (highest effect in senior high school) and subject area (science > mathematics) in 53.6%. Conclusion of this study is that information technology acts as an effective catalyst for improving learning outcomes, but its effectiveness depends on the synergy between teacher pedagogical competence, student readiness, institutional support, and contextual suitability. Recommended policy implications include the need for continuous TPACK training for teachers and addressing the digital divide in schools.
Pengaruh Perbedaan Kepemimpinan Transformasional dan Transasksional Terhadap Kinerja Guru pada Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Gedung Meneng Tulang Bawang Amelia Riyanti; Garianto Garianto; Marzuki Noor
Continuous Education: Journal of Science and Research Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/ce.v7i2.3715

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Perbedaan Kepemimpinan Transformasional dan Transasksional Terhadap Kinerja Guru pada Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Gedung Meneng Tulang Bawang. Terkait dengan hal ini penulis merasa ada hal yang harus digali terkait dengan kepemimpinan kepala sekolah. Peran kepala sekolah sangat penting untuk tercapainya pembelajaran yang bermakna. Kepala sekolah tidak hanya menuntut guru pada beban administratif saja tanpa memperhatikan esensi dari rancangan pembelajaran yang di susun oleh guru. Selain itu kemampuan kepala sekolah dalam mengelola dan mengarahkan sumber daya manusia yang ada di sekolah menjadi sebuah kunci susksesnya proses pendidikan yang berlangsung di sekolah. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan regresi linear berganda. Sampel terdiri dari guru-guru SMP yang dipilih menggunakan purposive sampling, dan data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis dilakukan menggunakan aplikasi JASP, meliputi uji parsial (t-test), uji simultan (F-test), dan koefisien determinasi (R²).Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perbedaan hasil penelitian ini juga terlihat dari nilai statistik yang diperoleh. Kepemimpinan transformasional memiliki nilai t hitung sebesar 7,517 dengan tingkat signifikansi 0,000, sedangkan kepemimpinan transaksional hanya memperoleh nilai t hitung sebesar 1,380 dengan tingkat signifikansi 0,174. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa guru lebih merasakan manfaat dari perilaku kepala sekolah yang memberikan inspirasi, pembinaan, perhatian individual, dan stimulasi intelektual dibandingkan dengan pendekatan yang hanya menekankan penghargaan dan pengawasan.
Penerapan Interactive Flat Panel (IFP) Untuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran TK di Kecamatan Gedung Meneng Tulang Bawang Ferdinand Ferdinand; Garianto Garianto; Marzuki Noor
Continuous Education: Journal of Science and Research Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/ce.v7i2.3716

Abstract

Teacher learning quality and children's learning activities are essential indicators of successful early childhood education. Preliminary observations conducted in kindergartens in Gedung Meneng District, Tulang Bawang Regency revealed that classroom instruction was still dominated by conventional teaching methods, resulting in limited children's participation during the learning process. One of the efforts to improve learning quality is the utilization of digital learning media, particularly the Interactive Flat Panel (IFP). This study aimed to analyze the implementation of the Interactive Flat Panel in improving teacher learning quality and children's learning activities. The study employed a quantitative approach using Classroom Action Research based on the Kemmis and McTaggart model, consisting of two cycles with four meetings in each cycle. The participants were 40 children in Group B and 12 teachers at TK 02 Yapindo, Gedung Meneng District, Tulang Bawang Regency. Data were collected through observations, documentation, and assessment sheets, and analyzed using descriptive quantitative techniques by comparing the results of the pre-cycle, Cycle I, and Cycle II. The findings indicated that the implementation of the Interactive Flat Panel improved teacher learning quality from 67% in the pre-cycle to 79% in Cycle I and 91% in Cycle II. Children's learning activities also increased from 71% in the pre-cycle to 78% in Cycle I and 89% in Cycle II. These findings demonstrate that the Interactive Flat Panel effectively creates a more interactive, engaging, and child-centered learning environment while enhancing teachers' competence in utilizing digital technology for instructional purposes. Therefore, the Interactive Flat Panel can be recommended as an alternative digital learning medium to improve the quality of learning in early childhood education.