Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Meningkatkan Pemahaman Konsep Pecahan Melalui Pendekatan STEAM Pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Robi Agape Barus; Afifaturrizka Syafitri; Monalisa Sinaga; Cindi Safitra Saragih; Dessy Haqiki Wulandari; Hasratuddin
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v8i1.3426

Abstract

Kajian ini bermaksud memaparkan peningkatan dari diterapkannya pendekatan STEAM terhadap pemahaman konsep pecahan siswa kelas IV sekolah dasar. Kajian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang diadaptasi dari model Kemmis dan Taggart dan dilakukan di SD Negeri 054906 Tebasan Lama dengan siswa kelas IV sebagai subyek kajian dengan jumlah 30 siswa. Dengan data yang didapat berasal dari observasi, wawancara dan angket pemahaman konsep matematika, lembar aktivitas guru dan siswa yang selanjutnya data tersebut dianalisis dengan kuantitatif deskriptif. Kajian ini dilakukan sebanyak II siklus dan tiap siklusnya terdapat tahapan perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Hasil kajian memaparkan hasil pratindakan memiliki persentase sebesar 25% capaian rendah, tahap I mendapat persentase 65% capaian baik dan siklus II mendapat persentase sebesar 89% capaian sangat baik. Sehingga dikonklusikan dengan diterapkannya pendekatan STEAM dalam pembelajaran matematika mampu meningkatkan pemahaman konsep pecahan siswa kelas IV sekolah dasar.Kata Kunci: Pendekatan STEAM, Peningkatan, Pemahaman Konsep Pecahan
Program Pengabdian Masyarakat Unnes: Pelatihan Pembelajaran Berdiferensiasi dan Asesmennya Bagi Guru SD Supriyadi Supriyadi; Roudloh Muna Lia; Ani Rusilowati; Wiwi Isnaeni; Endang Susilaningsih; Suraji Suraji; Robi Agape Barus; Ulin Nuha Sun’an; Muhamad Rapi; Rina Fardiana; Supyan Husain
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Vol. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Dharma Samakta Edukhatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61142/psnpm.v1.98

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi adalah bentuk implementasi kurikulum merdeka. Peserta didik tidak dipaksa mengikuti pembelajaran yang memberatkan melainkan pembelajaran yang sesuai dengan kesiapan, karakter dan kebutuhannya. Guru dalam mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi beserta penilaian menggunakan tes diagnostik membutuhkan pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan. Pengabdian kerjasama ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan bagi guru-guru agar dapat menyusun dan melakukan penilaian menggunakan tes diagnostik hingga tindaklanjutnya dengan pelatihan implementasi pembelajaran berdiferensiasi. Metode pengabdian yang diterapkan adalah ceramah, diskusi, dan pelatihan secara luring di Indonesia dan daring di Malaysia. Pesertanya Guru-guru di beberapa sekolah di Malaysia dan 72 guru sekolah dasar dari 12 sekolah dasar negeri se-Korwil Cam Bancak Kabupaten Semarang. Langkah pelaksanaan pengabdian meliputi penyamaan persepsi melalui tutorial, penugasan kelompok, dilanjutkan presentasi, simulasi kelompok pembelajaran berdiferensiasi dilanjutkan evaluasi. Hasil pretest menunjukkan bahwa pemahaman terhadap pembelajaran berdiferensiasi belum dikuasai oleh peserta workshop. Proporsi yang butuh bimbingan lebih dari 60 %. Hal ini menunjukkan bahwa peserta memang belum menguasai kompetensi tentang pembelajaran berdiferensiasi dan asesmennya. Hasil pengabdian tentang pembelajaran berdiferensiasi adalah sejumlah 62% dari guru yang telah melakukan simulasi berkelompok telah dapat mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi. Simulasi mengajar berdiferensiasi tersebut dinilai oleh 3 pakar dosen Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Unnes. Berdasarkan refleksi guru yang mengikuti pengabdian dapat disimpulkan bahwa pengabdian ini memberikan manfaat yang berkelanjutan sesuai dengan tujuan pendidikan.
4C SKILLS OF THE 21ST CENTURY: THEIR NATURE AND IMPORTANCE IN PRIMARY SCHOOL LEARNING Robi Agape Barus
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 2 (2024): Vol. 1 No. 2 Edisi April 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i2.88

Abstract

21st century skills absolutely must be taught at all levels of education, especially elementary schools, because students have experienced very fast changing times. Elementary school students are automatically involved in becoming part of 21st century society. Therefore, 21st century 4C skills, namely Critical Thinking and Problem Solving, Communication, Collaboration, and Creativity and innovation should be taught at all levels of elementary school classes according to the development and needs of students . The aim of the study is to describe the nature of 21st century skills and the importance of their application in elementary schools. The research method used is literature study. The data sources in this study were examined from various reading sources such as books and journal articles. This method is carried out so that this journal article can provide relevant and reliable information based on data sources and provide a clear picture of 21st Century 4C skills in elementary schools. The results of this study indicate that teaching 21st century skills is a necessity for every school to form skilled students in 21st century society. The learning objectives are so that students are familiar with good communication, cooperate in a compact manner, are critical of problems and are able to solve them, and are critical and innovative in their work produce new goods.