Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

KAJIAN TAFSIR AL-QUR’AN SURAH AL-AHZAB AYAT 59 Moh Toyyib
AL - IBRAH Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.016 KB)

Abstract

Jurnal ini secara umum bertujuan untuk mengetahui penjelasan apa yang terkandungdalam surat al-Ahzab ayat 59. Secara lebih rinci tulisan ini menjelaskan pertama, mengetahui penjelasan surat al-Ahzab ayat 59dalam tafsir Al Misbah . Kedua, mengetahui penjelasan surat al-Ahzab ayat 59dalam tafsir-tafsir terdahulu yang sudah di jadikan rujukan oleh mufassirin setelahnya seperti tafsir Ath-Thobari, Ibnu Katsir dan Al-Qurtubi. Ketiga, menjelaskan penyebab perbedaan penafsiran surat al-Ahzab ayat 59 antara M. Quraish Shihab (pengarang tafsir Al Misbah) dan pengarang-pengarang tafsir terdahulu. Jurnal ini merupakan hasilkajian library research yang dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan penafsiran surat al-Ahzab ayat 59menurut M. Quraish Shihabdan pengarang-pengarang tafsir terdahuludengan metode penafsiran muqarrin atau metode komparatif. IbnuKatsir, Ath-Thobari dan Al-Qurtubi cenderung mengatakan bahwa aurat wanita adalah seluruh tubuhnya serta yang boleh di tampakkan hanya satu pandangannya saja.Sementara, M. Quraish Shihab tidak cenderung mendukung pendapatyang mewajibkan wanita menutup seluruh badannya atas dasar bahwaseluruh tubuh wanita adalah aurat dan beliau cenderung mengatakan wanita yang penting memakai pakaian yang bisa dikatakan terhormat dalam adat istiadat di tempatnya. Ini bukan saja karena lemahnyaalasan-alasan yang mereka kemukakan, tetapi juga dengan tampilseperti yang mereka wajibkan berarti gugurlah fungsi hiasan atau keindahan dalam berpakaian, padahal al-Quran sendiri menyebutkanbahwa salah satu fungsi pakaian adalah hiasan. Adapun penyebabperbedaan para ulama dalam surat al-Ahzab ayat 59 adalah penafsiranmereka terhadap kata jalabibihinna dalam surat al-Ahzab ayat 59 dan dari penjelasan surat al-Nur ayat 31 yang mempunyai pembahasan senada dengansurat al-Ahzab ayat 59 yakni tentang kewajiban muslimah untuk berjilbab untuk menutup auratnya.
PEMBENTUKAN KEMAMPUAN MENGHAFAL SURAH AL FATIHAH PADA ANAK USIA DINI Moh Toyyib; ishaq Syahid
AL - IBRAH Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/alibrah.v6i2.175

Abstract

Pembentukan kemampuan menghafal yang akan ditulis dalam jurnal ini adalah kemampuan menghafal surah Al fatihah yang merupakan surah pertama dalam Al qur’an. Penanaman nilai-nilai agama melalui hafalan surah Al fatihah ini sangat baik dilakukan terhadap anak sejak usia dini. Kebiasaan yang diajarkan orang tua di rumah dalam membentuk hafalan surah Al fatihah ini menjadi alasan ketertarikan penulis untuk menulis jurnal ini. Tujuan dalam penuisan jurnal ini adalah sebagai bentuk perhatian pada orang tua agar bisa membiasakan serta mengajarkan kebiasaan yang baik sejak dini termasuk membentuk hafalan surah Al fatihah ini. Penelitian ini termasuk penelitian studi kasus di desa Tlagah Galis Bangkalan dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode triangulasi. Subjek yang akan diteliti sebanyak 3 kelurga tahfidzul qur’an yang berdomisili di desa Tlagah. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah ada perbedaan metode dari ketiga keluarga tahfidzul qur’an tersebut yang sudah dibiasakan pada anaknya agar bisa menghafal surah Al fatihah ini, keluarga pertama yakni keluarga Gus Sodik dan Umi Sara yang membiasakan anaknya setiap mau jalan-jalan di atas sepeda motornya dibiasakan memperdengarkan dan melafadzkan ayat-ayat dalam surah Al fatihah tersebut. sedangkan keluarga Gus Toni dan neng Farideh membiasakan anaknya diperdengarkan ayat-ayat surah Al fatihah tersebut melalui media kaset dan hp. Dan keluarga terakhir adalah keluarga Gus Mujally dan Neng Atiqo yang membiasakan anak-anaknya diperdengarkan mulai dari sejak bayi saat masih dalam gendongan orang tuanya. Dari hasil wawancara ini penulis menyimpulkan bahwa ketiga keluarga ini sangat religius yang membiasakan anak-anaknya mulai sejak dini diperdengarkan surah yang dikenal dengan sebutan “Ummul Qur’an”ini meskipun metodenya berbeda tapi tujuannya tetap sama.
STRATEGI MEDIA SOSIAL“AL IBROHIMY TV” DALAM MENYIARKAN KEGIATAN PONDOK PESANTREN AL IBROHIMY GALIS BANGKALAN Muhammad Fauzi; Moh. Toyyib
AL - IBRAH Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/alibrah.v6i1.128

Abstract

Di era digitalisasi saat ini, media sosial seolah menjadi sesuatu yang wajib dimiliki oleh setiap orang. Hal ini bisa kita lihat dari banyaknya akun di media sosial seperti Instagram, Twitter, atau Facebook. Dengan banyaknya pengguna di media sosial, tidak heran jika platform ini sering digunakan di segala bidang bisnis, pendidikan, sosial dan lain sebagainya. Media sosial pada umumnya dirancang untuk memfasilitasi kebutuhan seseorang dalam bersosialisasi dan berkomunikasi dengan orang lain. Platform ini juga berguna untuk menjalin silaturrahmi, menambah relasi, bahkan saat ini banyak orang yang memanfaatkannya sebagai tempat unjuk karya. Saat ini banyak lembaga dan instansi pendidikan yang juga memanfaatkan kecanggihan media sosial dalam mendukung kegiatannya yang berguna untuk menyiarkan kegiatan madrasah masing-masing. Salah satunya adalah yayasan al-Ibrohimy yang memanfaatkan media sosial sebagai wadah eksistensi dakwah baik di lingkungan pesantren maupun masyarakat. “Al Ibrohimy TV” merupakan media sosial milik Yayasan Al Ibrohimy Bangkalan yang fokus menyebarluaskan hal-hal positif antara lain informasi, postingan kegiatan di pondok pesantren dan hal-hal yang dianggap pantas untuk diposting mengenai Al Ibrohimy dengan harapan dapat menjadi forum promosi dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan. kemajuan proses pendidikan di lingkungan pesantren.
PERMAINAN KARTU KATA BERGAMBAR DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN AWAL BELAJAR MEMBACA DI KELOMPOK B DI TK TARBIYATUL ATHFAL BRAGANG KLAMPIS Idris Afandi; Nur Hasanah; Moh. Toyyib
AL - IBRAH Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/alibrah.v7i2.197

Abstract

Penerapan permainan kartu kata bergambar untuk meningkatkan kemampuan membaca di kelompok B di TK TARBIYATUL ATHFAL Peneliti ini bertujuan untuk mengetahui media kartu kata bergambar dapat meningkatkan kemampuan membaca di kelas B. Penelitian ini dilatar belakangi oleh kemampuan membaca permulaan masih tergolong rendah Rendahnya kemampuan awal membaca dilihat ketika guru melakukan proses pembelajaran membaca hanya beberapa anak yang bisa membaca dengan baik dan yang lain masih ada yang kesulitan dalam menyebutkan huruf. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab rendahnya kemampuan membaca permulaan di kelompok B di TK. TARBIYATUL-ATHFAL Desa Bragang Kecamatan Klampis Kabupaten Bangkalan. Metode yang digunakan ini adalah metode kualitatif melalui wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah adalah siswa kelas B di Tk Tarbiyatul Athfal Desa Bragang Kecamatan Klampis. dengan jumlah 15 anak Hasil penelitian menunjukkan rendahnya membaca di kelompok B karena kurangnya media yang digunakan oleh guru untuk mengajarkan membaca permulaan.
MEMBANGUN KETERLIBATAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: KUNCI SUKSES PEMBELAJARAN ANAK DI DESA GALIS DAJAH MOH TOYYIB
WALADI Vol. 3 No. 1 (2025): Juni, Wawasan Belajar Anak Usia Dini
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/waladi.v3i1.708

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan akhlak anak sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterlibatan orang tua dalam pendidikan agama anak sebagai faktor kunci keberhasilan pembelajaran, khususnya di Desa Galis Dajah, Kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan orang tua, guru, dan kepala sekolah, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua sangat bervariasi, mulai dari pendampingan mengaji, partisipasi dalam kegiatan keagamaan di sekolah, hingga keterlibatan dalam kegiatan sosial keagamaan masyarakat. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan waktu dan rendahnya literasi digital, keterlibatan emosional dan spiritual orang tua tetap berdampak signifikan terhadap perkembangan religius anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi yang kuat antara keluarga, sekolah, dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan pendidikan agama yang efektif, menyeluruh, dan berkelanjutan. Implikasi dari penelitian ini menekankan perlunya strategi peningkatan peran orang tua melalui pelatihan, komunikasi dua arah, dan pemberdayaan komunitas berbasis nilai-nilai Islam.
Hermeneutical Dynamics in Islamic Exegesis: Al-Thabari and the Integration of Riwayah and Linguistic Rationalism Toyyib, Moh.; Syahid, Ishaq; Aziz, Abd; Afandi, Afandi
Journal of Islamic Thought and Philosophy Vol. 4 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jitp.2025.4.1.144-160

Abstract

Al-Thābarī's Tafsīr holds a strategic position in the classical Islamic scho­larly tradition and is often regarded as the primary representation of tafsīr bi al-riwāyah. However, scholarly approaches to his methodology have frequently been confined to a textual-narrative dichotomy, overlooking the deeper interpretive dimen­sions within his work. This study aims to reconstruct Al-Thābarī's exegetical methodology by examining the implicit hermeneutical principles that inform his approach to the Qur'an. Employing a qualitative method through textual analysis and a philosophical hermeneutic approach—particularly Gadamer's theory of the fusion of horizons—this research explores how Al-Thābarī synthesizes the authority of transmitted reports (riwāyah) with linguistic reasoning and historical assessment of isnād. The findings reveal that Al-Thābarī was not merely a transmitter of tradi­ti­on but an active exegete who engaged in a synthesis of tradition and rationality. This study underscores the importance of rereading classical exegesis within a dynamic and contextual modern hermeneutical framework, contributing to the development of a more responsive contemporary tafsīr methodology.
Internalisasi Nilai Budi Luhur pada Anak Usia Dini Melalui Budaya Sungkem di TK PKK Sadah Toyyib, Moh.
JOURNAL OF EARLY CHILDHOOD EDUCATION STUDIES Vol 3 No 1 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini STAI YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54180/joeces.2023.3.1.191-222

Abstract

Artikel ini membuktikan bahwa budaya sungkem mampu menginternalisasi nilai budi luhur pada anak usia dini seperti contoh nilai kesopanan. Penelitian ini diadakan di TK PKK Sadah di Desa Sadah Kecamatan Galis Kabupaten Bangkalan. Tujuan dalam penulisan artikel ini adalah sebagai bentuk perhatian guru pada anak didikagar bisa membiasakan kebiasaan yang baik sehingga tertanam nilai-nilai budi luhur sejak dini. Karena perilaku sopan santun siswa pada guru semakin hari semakin mengalami kemerosotan. Hal ini sejalan dengan meningkatnya tindak kekerasan yang dilakukan siswa pada guru dan menurunnya kesadaran orang tua dalam hal mendidik kesopanan anaknya di rumah.Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan pendekatan studi lapangan (Field Researh) yangmetode pengambilan datanya menggunakan observasi, interview dan dokumentasi. Sedangkan dalam metode analisis datanya menggunakan metode triangulasi.Hasil dari penelitian ini antara lain: ada 2 kegiatan yang dilaksanakan dalam internalisasi nilai ini yakni model internalisasi nilai sepertimodel difusi (pewarisan) dan model pengembangan nilai sedangkan metodenya ada 4 macam yakni metode Pembiasaan seperti budaya sungkem, keteladanan, nasihatdan hukumanserta kerja sama yang baik antara guru, orang tua dan masyarakat adalah factor utama dalam keberhasilan internalisasi nilai budi luhur melalui budaya sungkem ini dan juga sebaliknya factor penghambat yang utama adalah dari buruknya kerjasama dari ke tiga komponen tersebut.
URGENSI PEMBENTUKAN KARAKTER ISLAMI PADA ANAK USIA DINI DALAM KELUARGA DI DESA TLAGAH Toyyib , Moh.; Ramdhan, Tri Wahyudi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2023): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.32026

Abstract

Artikel ini merupakan tinjauan studi lapangan mengenai urgensi pembentukan karakter islami pada anak usia dini dalam kelaurga. Model ini memakai pendekatan aktif yang berpusat pada keluarga yakni peran dari orang tua dalam memberikan pendidikan pada anak-anaknya agar terbentuklah karakter yang islami pada anaknya. Artikel ini memberikan penjelasan tentang metode dan strategi yang dipakai orang tua untuk membentuk karakter islami anaknya serta kendala-kendala yang terjadi di lapangan. Tapi dalam pelaksanaannya ada beberapa kendala dalam penerapan model ini, seperti tingkat pendidikan orang tua, kesibukan, dan pengaruh lingkungan tetangga. Kendala - kendala ini dapat diatasi melalui perencanaan yang efektif dan efisien, pelatihan orang tua, dan pengurangan interaksi anak terhadap lingkungan tetangga yang memiliki kebiasaan yang tidak baik. Kesimpulannya, urgensi pembentukan karakter islami pada anak usia dini mempunyai harapan besar bagi orang tua untuk menanamkan karakter tersebut sejak dini agar kelak saat dewasa anak memiliki karakter-karakter islami yang sudah ditanamkan oleh orang tuanya sejak dini dan mereka mampu menghadapi tantangan di masa depan. Dengan interpretasi yang lebih intensif mengenai metode dan strategi serta usaha-usaha untuk mengatasi kendala yang terjadi, orang tua dapat melakukan kebiasaan–kebiasaan islami yang dilakukan secara rutin di dalam keluarga dan memberikan arahan-arahan yang bermakna bagi anaknya.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AKHLAK BERBASIS TRAUMA-INFORMED TEACHING PADA ANAK USIA DINI DI BANGKALAN Moh Toyib; Abd Azis
WALADI Vol. 3 No. 2 (2025): Desember, Wawasan Belajar Anak Usia dini
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/waladi.v3i2.783

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan akhlak berbasis Trauma-Informed Teaching (TIT) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada anak usia dini. Latar belakang penelitian ini berangkat dari meningkatnya temuan kasus trauma pada anak, baik yang berasal dari kekerasan verbal, pola asuh keras, maupun lingkungan sosial yang tidak mendukung, sehingga memengaruhi kemampuan anak dalam menerima nilai-nilai akhlak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di Bangkalan, melibatkan guru PAI, peserta didik, serta orang tua melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran akhlak berbasis TIT dilakukan melalui penciptaan ruang belajar yang aman, hubungan yang hangat dan penuh empati, penguatan rasa percaya diri anak, serta penggunaan strategi pembelajaran yang fleksibel dan responsif terhadap kondisi emosional anak. Implementasi tersebut terbukti membantu anak lebih mampu mengontrol emosi, menunjukkan perilaku prososial, dan menerima nilai-nilai akhlak secara lebih alami. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan akhlak yang mengintegrasikan sensitivitas trauma dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam mendukung perkembangan karakter dan kesejahteraan psikologis anak usia dini.
Pelatihan Public Speaking Upaya Meningkatkan Percaya Diri Remaja Nurul Makrifah; Moh. Toyyib
BAHRI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/muljeh.v1i2.507

Abstract

Inability to communicate can cause someone to be insecure when appearing in public. For students of SMK Darur Rohman who have a fear of speaking in public, a feeling of panic will arise that is very disturbing to the mind. Before starting to speak in public, the bodies of students of SMK Darur Rohman who are not ready will begin to show early signs of a panic reaction due to the pressure of having to appear. Therefore, public speaking training is very crucial to be held at SMK Darur Rohman with the aim of making students confident to appear bravely in public as public speakers. This training method is held with the presence of speakers, questions and answers between audiences, and speech competitions for students. It can be seen that after the training, students began to open up and dare to appear in public, because in this training several techniques were explained to eliminate panic and fear.