Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENATAAN PEKARANGAN PERKOTAAN BERBASIS TANAMAN OBAT DAN SAYURAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT Titiek Widyastuti; Gatot Supangkat
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2018: 3. Penguatan Inovasi Kesehatan dan Obat Bagi Pemerintah Daerah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.294 KB)

Abstract

Titiek Widyastuti, Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian UMY, Jl. Lingkar Selatan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Telp. (0274) 387656 Email : titiekw@umy.ac.id ABSTRAK PKK merupakan ujung tombak pemberdayaan masyarakat. Lewat PKK pembangunan masyarakat bisa dilakukan. Program PKK melibatkan partisipasi masyarakat dan untuk masyarakat. Demikian juga halnya dengan POSYANU, apabila dikelola dengan baik kegiatan POSYANDU bisa sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh PKK maupun POSYANDU terkendala oleh sumber daya penggerak atau motivator dan juga tutor. Keinginannya begitu banyak tetapi pembimbing atau pendampingnya kurang memadai. Oleh karena itu sangat diperlukan adanya transfer pengetahuan dan teknologi khususnya dari pihak- pihak yang berkompeten., antara lain Perguruan Tinggi. Satu kegiatan yang diangankan oleh PKK RT 51 RW 14 Kel. Suryodiningratan, Kec. Mantrijeron, Kota Yogyakarta dan belum terlaksana adalah tentang penataan perkarangan berupa pengembangan dan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) serta gerakan tanam sayuran (penggalakan penanaman sayuran). Sedangkan Kegiatan yang diangankan oleh POSYANDU Sambiroto dan belum terlaksana adalah sosialisasi pengembangan dan manfaat TOGA (Tanaman Obat Keluarga) serta adanya Taman POSYANDU. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi masyarakat Minggiran tersebut maka kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang berjudul “Penataan Pekarangan Perkotaan Berbasis Tanaman Obat Dan Sayuran Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat” telah dilaksanakan di RT 51 RW 14 Kel. Suryodiningratan, Kec. Mantrijeron, Kota Yogyakarta, dengan khalayak sasaran anggota PKK dan kader POSYANDU. Program ini dipilih karena masyarakat Minggiran mempunyai perkarangan yang cukup luas, namun belum ada kesadaran masyarakat untuk memanfaatkannya dengan baik, karena masih kurangnya pengetahuan tentang budidaya tanaman yang mudah dan cocok untuk perkarangan perkotaan. Sementara disisi lain dijumpai kenyataan masih adanya balita yang bergizi kurang/buruk. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan motivasi anggota PKK dan kader POSYANDU tentang pemanfaatan perkarangan dengan tanamann obat dan sayuran, meningkatkan pengetahuan anggota PKK dan kader POSYANDU tentang pengertian TOGA dan manfaatnya serta manfaat sayuran sebagai sumber gizi, meningkatkan kemampuan anggota PKK dan kader POSYANDU dalam budidaya tanaman yang cocok untuk perkarangan perkotaan berupa budidaya tanaman dalam pot dan budidaya sistem vertikultur. Adapun program kegiatannya meliputi : Penyuluhan dan motivasi kepada anggota PKK dan Kader POSYANDU mengenai pemanfaatan perkarangan, khususnya dengan tanaman obat dan sayuran, Pelatihan tentang budidaya tanaman berupa penanaman tanaman dalam pot dan budidaya tanaman sistem vertikultur, Pendampingan penataan perkarangan dengan penanaman tanaman obat dan sayuran, Penguatan teknologi penataan perkarangan yang sehat berupa pengadaan satu set peralatan budidaya tanaman berupa seperangkat alat-alat berkebun. Harapannya dengan adanya kegiatan ini pekarangan yang ada bisa bermanfaat dalam pemenuhan gizi keluarga dan asri. Hasil pantauan terhadap pelaksanaan pelatihan menunjukkan bahwa peserta antusias dalam mengikuti pelatihan dan praktek. Hasil monitoring menunjukkan bahwa pihak sekolah berkomitmen untuk mengembangkan dan menjaga keberlanjutan dari program kegiatan yang sudah diberikan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan semacam ini sangat diperlukan dan bermanfaat bagi khalayak sasaran, karena halaman bisa lebih asri dan terbukti bisa menambah sumber gizi keluarga serta menjalin kerukunan dan kebersamaan.
PKM ANEKA OLAHAN KELOR (Moringa oleifera) DI KELOMPOK TOGA SURTRI’AS PANBAR BANTUL Titiek Widyastuti; Eni Istiyanti; Sukuriyati Susilo Dewi
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 4. Pemberdayaan Kapasitas Perempuan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (876.362 KB) | DOI: 10.18196/ppm.34.284

Abstract

Abstrak Dusun Gluntung Kidul, Kelurahan Caturharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul, DIY merupakan suatu wilayah yang subur dan masih terdapat banyak pekarangan. Kelompok TOGA Surtri’as Panbar Bantul yang berlokasi di Dusun Gluntung Kidul, telah rutin membudidayakan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di pekarangan. Beberapa TOGA yang ada sudah dimanfaatkan untuk pengobatan keluarga maupun dijadikan makanan olahan. Kelompok TOGA Surtri’as Panbar juga sudah merintis usaha yang mengarah ke ekonomi produktif berupa penjualan makanan berbahan baku TOGA menggunakan angkringan yang berlokasi di pekarangan. Rintisan yang sudah ada ini ingin dikembangkan. Permasalahan yang dihadapi adalah masih terbatasnya olahan berbahan baku TOGA, pengelolaan usaha masih perlu ditingkatkan, serta masih memerlukan bantuan peralatan produksi. Kegiatan PKM meliputi: Pelatihan dan praktik Olahan Kelor (Nuget Kelor, Omelet Kelor, dan Sayur Kelor), Penyuluhan Manajemen Usaha, Bantuan seperangkat alat olahan Kelor. Metode yang digunakan yaitu: FGD, pelatihan dan praktek, Monev, dan Publikasi. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk menambah variasi menu makanan berupa olahan Kelor pada Angkringan TOGA dan meningkatkan manajemen usaha. Hasil PKM dapat disimpulkan bahwa kegiatan berjalan lancar, dengan hasil sesuai yang diharapkan yaitu mitra bisa membuat Olahan Kelor dengan kualitas yang baik, penyuluhan manajemen usaha bisa dipahami, alat yang diperbantukan sudah dipakai dan diinventarisir.
PENINGKATAN KAPASITAS KULINER BERBASIS TOGA DI KELOMPOK “SURTRI’AS PANBAR” BANTUL Titiek Widyastuti; Mutia Hariati Hussin; Eni Istiyanti
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 4. Pemberdayaan Kapasitas Perempuan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (998.794 KB) | DOI: 10.18196/ppm.34.285

Abstract

Pengabdian Masyarakat yang berjudul PENINGKATAN KAPASITAS KULINER BERBASIS TOGA DI KELOMPOK “SURTRI’AS PANBAR” BANTUL telah dilakukan dengan mitra Kelompok “Surtri’as Panbar” Bantul yang berlokasi di Dusun Gluntung Kidul, Caturharjo, Pandak, Bantul, DIY. Kelompok “Surtri’as Panbar” Bantul dipilih sebagai mitra karena Dusun Gluntung Kidul wilayahnya subur dan terdapat banyak pekarangan. Kelompok “Surtri’as Panbar” Bantul telah rutin melakukan budidaya TOGA di pekarangan dan sudah merintis usaha Angkringan TOGA yang berlokasi di pekarangan. Usaha ini ingin dikembangkan, namun ada beberapa permasalahan yaitu pekarangan belum tertata dengan baik, olahan TOGA masih terbatas jenisnya, pengelolaan usaha dan pemasaran masih perlu ditingkatkan, masih dibutuhkan peningkatan peralatan produksi. Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang sehat dan mandiri di Dusun Gluntung Kidul, Kelurahan Caturharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul, DIY. Kegiatan meliputi pembuatan taman TOGA, pelatihan dan praktik olahan kelor dan olahan jahe, penyuluhan manajemen usaha dan strategi pemasaran, bantuan peralatan untuk pembuatan taman TOGA serta alat olahan kelor dan jahe. Metode yang digunakan adalah FGD, pelatihan dan praktik, ceramah dan diskusi, monev, dan publikasi. Hasil kegitan adalah: Taman TOGA sudah bermanfaat; Olahan kelor berupa bakmi kelor (mentah dan matang), puding kelor, dan wedang kelor, serta olahan jahe berupa permen jahe, manisan jahe, air infused jahe, sirup jahe, sudah bisa dibuat; penyuluhan bisa dipahami; alat yang diperbantukan sudah dipakai dan diinventarisir.
Pemberdayaan Anggota Aisyiyah Ranting Sendangsari Melalui Pengembangan Agroindustri Pangan Lokal Eni Istiyanti; Sarjiyah Sarjiyah; Titiek Widyastuti
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223 KB) | DOI: 10.18196/ppm.23.400

Abstract

Sebagian besar Ibu-ibu anggota Aisyiyah Ranting Sendangsari mempunyai pekerjaan sebagai pengrajinolahan pangan (agroindustri pangan) dengan bahan baku dari daerah sekitarnya. Pengetahuan danketrampilan masyarakat tentang olahan makanan dengan bahan pangan lokal yang memenuhi syaratkeamanan pangan masih terbatas. Para pengrajin belum mempunyai wadah berkumpul untukmembahas permasalahan yang dihadapi misalnya masalah pemasaran produk. Tujuan dari kajian iniyaitu 1) Mengidentifikasi peran kelompok olahan makanan berbasis bahan pangan lokal, 2)meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan olahan makanan berbasis bahan pangan lokal, 3)mengembangkan strategi pemasaran olahan makanan yang tepat Guna mengatasi permasalahan tersebutdiperlukan sosialisasi dan pendampingan pembentukan kelompok, pelatihan dan fasilitasi peralatanterkait pengolahan makanan dari bahan pangan lokal dan pendampingan dalam penentuan strategipemasaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa adanya kelompok pengrajian olahan pangan dapatmembantu pengrajin mengatasi permasalahan dalam usahanya. Adanya pelatihan dapat meningkatkanketrampilan dalam mengolah bahan pangan lokal seperti ubi jalar menjadi berbagai kue. Strategipemasaran yang dijalankan dengan kerjasama antara kelompok pengrajin olahan makanan AisyiyahRanting Sendangsari dengan organisasi otonom Muhammadiyah di Kecamatan Pajangan danKabupaten Bantul. Abstrak dibuat dalam bahasa Indonesia. Abstrak disusun dalam satu paragrafdengan jumlah kata tidak lebih dari 200 kata. Isi mencakup latar belakang, tujuan, metode, hasil danimplikasi serta simpulan
PENINGKATAN BRANDING MELALUI DIGITAL MARKETING Titiek Widyastuti; Nafi Ananda Utama; Sukuriyati Susilo Dewi
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1142.899 KB) | DOI: 10.18196/ppm.44.647

Abstract

Pandemi Covid-19 berimbas pada berbagai sektor, termasuk Usaha Kecil dan Menengah (UMKM). Kondisi tersebut menjadikan pengusaha harus berinovasi agar usahanya tetap bertahan, salah satunya dengan digital marketing. Digital marketing bagi pengusaha merupakan bagian yang sangat penting demi kelangsungan dan kemajuan usahanya, karena dengan menggunakan digital marketing produknya akan lebih dikenal masyarakat dengan jangkauan yang lebih luas. Dalam implementasinya, digital makerting membutuhkan pengetahuan dan ketrampilan untuk bisa menghadirkan iklan produk yang bisa menarik minat konsumen untuk membelinya. Tahap pertama yang harus dilakukan adalah membuat desain produk dengan tampilan yang menarik, kemudian mengiklankannya secara online. Ikatan Pengusaha ‘Aisyiyah (IPAS) Bantul yang beranggotakan pengusaha UKM masih sedikit anggotanya yang memahami digital marketing. Saat ini produk yang dihasilkan oleh anggota IPAS Bantul masih belum dikenal oleh masyarakat luas, karena produk yang dihasilkan kebanyakan informasinya masih disediakan secara offline. Untuk itu maka dilakukan pelatihan dan praktik Peningkatan Branding Melalui Digital Marketing Pada Anggota Ikatan Pengusaha ‘Aisyiyah Bantul. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dalam membuat desain produk usaha dengan Canva dan mengiklankannya secara online. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan peserta tentang digital marketing serta peserta bisa membuat desain produk menggunakan Canva dan telah memanfaatkannya untuk beriklan di beberapa media sosial.
ECOPRINT BANGKIT SAAT PANDEMI COVID 19 DI KOTA YOGYAKARTA Muchamad Zaenuri; Titiek Widyastuti
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.26 KB) | DOI: 10.18196/ppm.44.763

Abstract

Paper ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) ecoprint untuk bangkit dalam menghadapi situasi pandemi covid 19. Kelompok pengrajin Canting Makaryo yang terletak di Kelurahan Brontokusuman, Mergangsan, Kota Yogyakarta juga gamang dalam menghadapi situasi pandemi sekarang ini. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah menurunnya omset penjualan dan tidak lagi terselenggaranya berbagai pelatihan ecoprint yang biasanya dilakukan. Solusi yang ditawarkan adalah dengan membangkitkan kembali semangat untuk melakukan pemasaran berbasis digital dan menawarkan produk pelatihan dengan sistem daring bagi konsumen. Tujuan yang ingin dicapai adalah agar dapat mengembalikan dan meningkatkan omset penjualan dan menyelenggarakan pelatihan jarak jauh yang aplikatif dan sesuai kebutuhan konsumen. Target khusus yang ingin dicapai adalah terpenuhinya target penjualan kembali seperti normal dan terselenggaranya pelatihan seperti kondisi semula. Metode yang dipakai melalui penyusunan sistem informasi pemasaran produk berbasis digital dan penguatan pemasaran, serta pembuatan modul pelatihan berbasis digital. Hasil dari program ini adalah tersusunnya sistem informasi pemasaran berbasis digital dan modul pelatihan. Manfaat yang diperoleh dari program pengabdian masyarakat ini adalah bahwa UMKM mitra menjadi terbantu dan mampu bangkit menghadapi pandemi covid 19. Tindak lanjut dari program ini adalah perlunya evaluasi pelaksanaan untuk melihat kenaikan omset penjualan dan respon konsumen.
Penguatan Tata Kelola dan Pemasaran Olahan Salak untuk Wisatawan Mancanegara Muchammad Ichsan; Titiek Widyastuti
Berdikari: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Vol 5, No 2 (2017): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/bdr.5220

Abstract

Marketing of souvenir products in the form of snacks for tourism services is an important thing especially for foreign tourists. Without good marketing tourists will not know that souvenirs become an alternative for tourists visiting Sleman. Souvenirs in the form of processed salak food into alternative tourists who visit Yogyakarta other than gudeg, bakpia, geplak and so on. During this cultivation of marketing processed salak products produced by small usha group has not been done optimally, just merely dititipkan on certain stalls. The problem has been resolved by the existence of community service program with PKM scheme. Through the training of governance and marketing, the preparation of business plans and also various innovations memdia promotion can develop business pondak salak processing to foreign tourists. Besides, by giving English-language promotional media getting closer to foreign tourists. For prospective buyers who from abroad also prepared an English brochure containing prouduk specifica-tion and price. Management assistance activities have also been conducted regularly every week. The results of this program include making leaflets, English packaging and English web. The benefits gained from both “Crystal” and “Jewel” partners are that they have been able to penetrate the foreign tourist market. This means increasingly open new market opportunities and can be the pride of the Sleman community.Keywords: governance, marketing, processed of “salak” fruit.
Penataan Halaman Sekolah Sebagai Ekoedukasi Titiek Widyastuti; Rini Juni Astuti
Berdikari: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Vol 4, No 1 (2016): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/bdr.416

Abstract

Halaman sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dapat dimanfaatkan sebagai ajang bermain dan belajar, karena itu perlu penataan yang dapat berfungsi sebagai ekoedukasi. Program penataan kebun sekolah PAUD sebagai sarana ekoedukasi juga belum menjadi perhatian untuk ditangani dengan baik. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan motivasi dan pengetahuan guru, wali murid, dan pengurus Taman Kanak-kanak (TK) tentang penataan halaman sekolah PAUD sebagai ekoedukasi. Adapun metode kegiatan yang dilakukan, meliputi penyuluhan dan motivasi, pelatihan tentang budidaya tanaman dalam pot dan sistem vertikultur, pendampingan penataan halaman sekolah PAUD, penguatan teknologi berupa satu set peralatan budidaya tanaman. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan, bahwa pengetahuan dan ketrampilan dalam penataan halaman sekolah PAUD sebagai ekoedukasi meningkat. Dampak pengabdian masyarakat yakni adanya keberlanjutan kegiatan pemeliharaan halaman sekolah PAUD dan pemanfaatannya sebagai ekoedukasi, sehingga kebutuhan siswa PAUD akan sarana pembelajaraan di luar kelas dapat terpenuhi.Kata kunci : Penataan, Halaman sekolah, PAUD, Ekoedukasi
INOVASI KETRAMPILAN ANGGOTA 'AISYIYAH MELALUI PEMANFAATAN TUMBUHAN DALAM KREASI ECOPRINT Tamaroh, Siti; Widyastuti, Titiek
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v3i2.10504

Abstract

Pada saat ini kerajinan kain berbentuk ecoprint sangat diminati. Hal ini disebabkan bahan pembuatnya ramah lingkungan dan dapat dilakukan dalam skala rumah tangga. Bahan baku pembuatan kain ecoprint banyak terdapat dilingkungan. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pelatihan, praktek pembuatan kain dan kaos dengan teknik ecoprint. Sasaran masyarakat pada kegiatan ini adalah anggota Ranting ‘Aisyiyah Tamantirto Utara, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Potensi pengembangan teknik ecoprint sebagai inovasi dengan berbagai kreasi guna mewadahi banyaknya peminat handmade clothing menginspirasi kelompok sasaran bisa memproduksi ecoprint. Tujuan kegitan ini adalah menambah pengetahuan dan praktrk tentang pembuatan ecoprint dan penyediaan bahan bakunya. Hasil kegiatan menunjukkan peserta memahami tentang manfaat tumbuhan sebagai bahan baku ecoprint, jenis-jenis tumbuhan yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber pola dan warna ecoprint, cara membudidayakan tanaman bahan baku ecoprint. Peserta telah terbuka wawasannya tentang ecoprint, sudah bisa membuat ecoprint pada bahan kain dan kaos. Dari hasil kegiatan ini juga telah terbentuk kelompok ecoprinter yang sudah mulai beraktifitas. Ecoprint yang dihasilkan berlabel “ECOPRINT RATU”.
Increasing the Efficiency of Cattle Bone Ash P Fertilization with Nano Technology and Its Effect on the Growth and Yield of Shallots Hidayat, Taufiq; Widyastuti, Titiek; Wulandari, Fetty Nur Cahyati; Dewi, Sukuriyati Susilo
PLANTA TROPIKA Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Department of Agrotechnology, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/pt.v11i2.14494

Abstract

The study investigates the efficacy of nano-sized cattle bone ash as an alternative phosphorus source for shallot cultivation, aiming to reduce dependence on mined phosphate rock. The experimental study was arranged in a 4 x 3 factorial Completely Randomized Design. The first factor was the recommended dose of P fertilizer, consisting of 100%, 80%, 60%, and 40%. The second factor was using nano cattle bone ash as a foliar application, applied 3, 4, and 5 times. The observation was made on the plant growth and yield of shallot. Data analysis was conducted with an ANOVA and continued with the DMRT. The results showed no interaction effect of the dose of P fertilizer and the frequency of spraying nano cattle bone ash on the growth and yield of shallots. The application of P fertilizer at 40% of the recommended dose could already produce shallots that were the same as the application of P fertilizer according to the recommended dosage. The spraying frequency of three times was able to provide high shallot yields.  In the future, it is expected that spraying cow bone ash with nanotechnology can be applied three times with a 40% recommended dose of P to increase fertilization efficiency.