syukurman zebua
Sekolah Tinggi Teologi Pokok Anggur Jakarta

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

HUBUNGAN KEHARMONISAN KELUARGA DENGAN PRESTASI BELAJAR ANAK DI GKKI HARVEST JAKARTA TIMUR zebua, syukurman
JURNAL POKOK ANGGUR Vol 1 No 2 (2020): Juni 2020
Publisher : STT POKOK ANGGUR JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Sesungguhnya sejak awal manusia ada, Tuhan begitu peduli dengan keharmonisan (kebahagiaan) keluarga bagi orang – orang yang percaya kepada - Nya (Kejadian 2:23 – 24).1 Kehidupan keluarga termasuk dari bagian masyarakat sebagai kesatuan yang sewajarnya dan memang bersifat bermasyarakat yang berhak mendapat perlindungan. Apabila di dalam kehidupan keluarga tidak ada keharmonisan maka itu akan mengakibatkan perkembangan dan pertumbuhan buah hatinya sendiri. Cerita tentang kenakalan remaja pelakunya hampir 100% berasal dari keluarga yang mengalami broken home dalam keluarganya. Apa yang mereka lakukan merupakan bentuk pelampiasan kemarahan karena merasa tak mendapatkan kebahagiaan di rumahnya sendiri itu di akibatkan tidak adanya keharmonisan terhadap kedua orangtuanya. Penelitian ini akan menunjukkan hubungan antara keharmonisan keluarga dengan prestasi belajar anak di GKKI HARVEST Jakarta Timur. Populasi penelitian adalah jemaat di GKKI HARVEST Jakarta Timur mengikuti ibadah raya. Usia mereka 20 – 85 tahun, terdiri dari latar belakang yang berbeda sebanyak 98 orang dengan jumlah sampel yang diambil sebanyak 30 orang. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey dengan teknik korelasional dengan mengumpulkan data-data yaitu berupa pernyataan-pernyataan untuk variabel X dan variabel Y. Hasilnya 25, 4 % artinya ini menunjukkan terdapat hubungan terdapat hubungan yang signifikan antara keharmonisan keluarga dengan prestasi belajar anak dan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara keharmonisan keluarga dengan prestasi belajar anak di GKKI HARVEST Jakarta Timur.
MEMBANGUN TOLERANSI DAN KEPEDULIAN MELALUI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN zebua, syukurman
JURNAL POKOK ANGGUR Vol 3 No 1 (2021): Desember 2021
Publisher : STT POKOK ANGGUR JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

sarana untuk membangun toleransi dan kepedulian. Ini bisa melibatkan pemahaman mendalam terhadap ajaran-ajaran Kristiani yang mengajarkan nilai-nilai seperti kasih, pengampunan, dan keadilan. Pendidikan agama Kristen dapat menjadi landasan untuk mengembangkan sikap toleransi terhadap perbedaan keyakinan dan budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi kasus, wawancara, dan analisis konten untuk menyelidiki dampak program pendidikan agama Kristen terhadap persepsi dan perilaku toleransi serta kepedulian. Dalam melaksanakan penelitian ini, partisipan yang terlibat adalah siswa dan guru agama Kristen di berbagai sekolah. Wawancara mendalam dilakukan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana materi ajar agama Kristen diintegrasikan dengan nilai-nilai toleransi dan kepedulian. Selain itu, analisis konten dilakukan terhadap kurikulum dan materi pembelajaran agama Kristen untuk mengevaluasi sejauh mana aspek-aspek toleransi dan kepedulian tercakup.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama Kristen dapat menjadi sarana efektif untuk membangun toleransi dan kepedulian. Integrasi nilai-nilai Kristiani seperti kasih, pengampunan, dan penghargaan terhadap keberagaman dapat membentuk sikap positif terhadap orang lain. Ditemukan pula bahwa pemahaman mendalam terhadap ajaran agama Kristen dapat memperkaya perspektif individu terhadap perbedaan dan mendorong sikap saling menghormati. Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan kurikulum pendidikan agama Kristen yang lebih inklusif dan relevan dengan tantangan keberagaman di masyarakat. Dengan demikian, diharapkan bahwa melalui pendidikan agama Kristen, kita dapat membangun fondasi yang kuat untuk toleransi dan kepedulian dalam menghadapi perbedaan dan mempromosikan harmoni sosial.
MEMBANGUN KESADARAN SPIRITUAL: PERAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER zebua, syukurman
JURNAL POKOK ANGGUR Vol 3 No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : STT POKOK ANGGUR JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peran pendidikan agama Kristen dalam membentuk karakter dan kesadaran spiritual individu. Tujuan utama adalah menganalisis dampak pendidikan agama Kristen terhadap pembentukan karakter, memahami metodologi yang digunakan dalam proses pembelajaran, serta mengevaluasi hasil yang diperoleh dalam meningkatkan kesadaran spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan studi kasus terhadap sejumlah partisipan yang telah mengikuti program pendidikan agama Kristen. Metodologi melibatkan analisis konten dari materi pelajaran, observasi kelas, dan wawancara dengan peserta didik dan pendidik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama Kristen memainkan peran kunci dalam membentuk karakter melalui penyampaian nilai-nilai moral, etika, dan spiritualitas. Pembelajaran berbasis kasus, diskusi kelompok, dan refleksi pribadi menjadi metode efektif dalam mencapai tujuan ini. Dalam prosesnya, peserta didik mengalami peningkatan kesadaran spiritual yang tercermin dalam perilaku positif dan pengembangan kepribadian yang seimbang. Kesimpulannya, pendidikan agama Kristen memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk karakter dan kesadaran spiritual, memberikan landasan yang kuat bagi pengembangan individu yang beretika dan bertanggung jawab.
“Menyingkap Rahasia Shema Yisrael”Telaah Historis - Teologis Ulangan 6:4-9 Tentang Pedagogi Yahudi dan Implikasinya Bagi Pendidikan Iman Anak zebua, syukurman
JURNAL POKOK ANGGUR Vol 4 No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : STT POKOK ANGGUR JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Konsep bangsa Israel didasari oleh kepercayaan dan praktik-praktik spiritual yang dikembangkan oleh orang-orang Israel sejak awal penulisan Alkitab. Dalam hukum - hukum Tuhan yang diberikan kepada Musa, ada beberapa perintah yang secara khusus mengarah kepada pendidikan anak-anak dalam hal spiritualitas. Salah satu perintah menyangkut pendidikan keimanan untuk anak yaitu Shema Yisrael yang tercantum dalam kitab Ulangan 6:4-9. Didikan orang tua bangsa Israel kepada anak-anak mereka tentunya terkait seperti yang tampak sekarang ini, Israel menjadi generasi unggul di antara bangsa-bangsa lain. Secara intuitif penulis akan mempelajari dan menelaah kembali konsep bangsa Israel tentang pedagogi yang terambil dari Ulangan 6:4-9, yakni melihatnya dari sudut pandang historis-teologis. Ada makna besar yang harus ditemukan dari kajian ini, sebab konsep bangsa Israel ternyata orang tua adalah yang seharusnya menjadi guru yang terutama dalam lingkungan keluarga.
MENYOAL RELASI POSTMODERNISME DAN DEKONTRUKSI ALA DERRIDA SERTA KONTRIBUSINYA TERHADAP KONTRUKSI TEOLOGI KONTEMPORER Zebua, Syukurman
JURNAL POKOK ANGGUR Vol 5 No 2 (2024): Juni 2024
Publisher : STT POKOK ANGGUR JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Postmodernisme, dengan fokusnya pada subjektivitas, pluralitas, dan relativisme, telah menyebabkan munculnya kritik ideologi dalam studi sastra. Jenis kritik ini menekankan peran ideologi dalam interpretasi teks dan mengeksplorasi isuisu sosial, politik, dan budaya yang tercermin dalam sastra. Kritik ini berusaha untuk memperluas perspektif dan menyoroti bagaimana karya sastra mencerminkan dan mempengaruhi realitas masyarakat. Kritik ideologis bertujuan untuk mempromosikan inklusivitas dan keadilan dalam sastra, namun seringkali bersifat subjektif, karena cenderung mencerminkan pandangan penafsir daripada maksud asli penulis, yang mengarah pada potensi distorsi. Penelitian ini menguji validitas hermeneutika dekonstruksional Jacques Derrida dan kontribusinya terhadap pemikiran teologi kontemporer, dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan penelitian kepustakaan.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MENGINSPIRASI PERUBAHAN POSITIF PADA PESERTA DIDIK Zebua, Syukurman
JURNAL POKOK ANGGUR Vol 6 No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : STT POKOK ANGGUR JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menyelidiki peran penting guru Pendidikan Agama Kristen dalam mendorong perubahan positif pada siswa. Guru, sebagai agen perubahan, membentuk karakter, moral, dan spiritualitas siswa. Dengan menggunakan metode kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan guru Pendidikan Agama Kristen dan siswa di sekolah menengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para guru secara signifikan menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, toleransi, dan kasih kepada para siswa. Melalui pengajaran yang inspiratif dan menjadi teladan, para guru secara positif mempengaruhi sikap dan perilaku siswa, menyelaraskannya dengan ajaran Kristen. Selain itu, interaksi positif antara guru dan murid menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan spiritual dan moral. Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru Pendidikan Agama Kristen memainkan peran penting dalam mengubah siswa menjadi individu yang berintegritas. Untuk meningkatkan efektivitas mereka, diperlukan dukungan dan pelatihan yang berkesinambungan. Temuan ini menyiratkan perlunya program pendidikan yang lebih holistik dan berfokus pada karakter.
MAKNA HIDUP: SUATU TELAAH KRITIS - KOMPARATIF ANTARA PANDANGAN NON KRISTEN TERHADAP PANDANGAN KRISTEN TENTANG MAKNA HIDUP Zebua, Syukurman
JURNAL POKOK ANGGUR Vol 5 No 2 (2024): Juni 2024
Publisher : STT POKOK ANGGUR JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berusaha mencari penjelasan akurat tentang makna hidup yang banyak dibicarakan oleh ‘dunia’ dengan berbagai filsafatnya. Tentu akan ditemukan perjumpaan dan juga perpisahan bila kajian makna hidup secara filosofis ditelaah lagi oleh kajian teologi Kristen – yang dalam konteks ini peneliti menggunakan tinjauan biblikal. Alkitab merupakan kitab misteri; mengungkap dengan kalimat-kalimat ‘rahasia’ bagai sebuah lukisan abstrak. Namun di dalamnya tersimpan banyak ungkapan filosofis yang tak kalah dalam, akurat dan relevan dibanding pandangan filsafat ‘dunia’. Dengan demikian keunggulan Kristen akan tampak lebih ‘bersinar’ di antara berbagai penemuan manusia dalam pencarian makna hidup.
Reconstructing the Imago Dei in the Posthuman Era: An Eschatological Theology of Mediated Embodiment Zebua, Syukurman; Haninuna, Benyamin; Buntula'bi', Semuel; Pinoa, Stevan Andy; Haluk, Paskalis
Jurnal Theologia Vol. 36 No. 2 (2025)
Publisher : The Faculty of Ushuluddin and Humanities, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/teo.2025.36.2.28820

Abstract

This article examines the theological challenges posed by posthumanism to the anthropology of Christian theology, with a focus on the doctrine of imago Dei, the meaning of the body, and the eschatological horizons of the Christian faith. The unit of analysis in this study is a theological discourse on posthumanism—especially transhumanism and critical posthumanism—which is dialogued with systematic theology and reflection of Christian education. The purpose of this research is to reconstruct the understanding of the Imago Dei in the context of the posthuman era and to formulate a theological framework that can critically respond to technological narratives without compromising human dignity or Christian eschatological expectations. This research employs a qualitative method based on literature studies, utilizing a philosophical-theological hermeneutic approach, which enables a critical interpretation of classical and contemporary theological sources, as well as major works in the philosophy of posthumanism and the philosophy of technology. The study's findings reveal that posthumanism exposes the limitations of the substantive-rational imago Dei model and encourages the reconstruction of imago Dei as a relational-eschatological category rooted in communion with God, others, and creation. From this reconstruction was born the eschatological theological concept of the mediated body, which affirms that human existence is always mediated by technology, yet still directed toward its fullness in Christ, not to technological salvation. The primary contribution of this article lies in the formulation of an integrative theological framework for the dialogue between the Christian faith and posthumanism within the context of contemplative theology.
The Effect of Educational Financing on Lecturer Performance in the Implementation of the Tridharma: An Explanatory Sequential Study at Private Islamic Higher Education Institutions Baidowi, Ach.; Zebua, Syukurman; Mujahidin, Irfan; Mokhtar, Wan Khairul Aiman Wan; Ma'ruf, Chasan
Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 16 No 2 (2025): Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/atjpi.v16i2.26614

Abstract

Lecturer performance is strongly influenced by higher education financing, including salaries, allowances, professional training, and research support, which together affect motivation, productivity, and the implementation of the university’s tridharma: teaching, research, and community service. Yet prior studies have not fully examined how implementing higher education financing standards affects lecturer performance in private Islamic higher education institutions, particularly through a mixed-methods, multisite approach. This study analyzes the effect of higher education financing standards on lecturer performance in this context. Using a mixed-methods explanatory sequential design, quantitative data were collected from 95 lecturers via structured questionnaires and analyzed with Smart PLS 4.1 to assess structural relationships. Qualitative data were then gathered through in-depth interviews, document reviews, and observations, and analyzed using a three-stage multisite analysis to contextualize the quantitative findings. Results show that higher education financing significantly and positively influences lecturer performance, explaining 26% of the variance (T = 6.035; p = 0.000; R² = 0.260). Lecturers receive monthly salaries, structural allowances, and fully funded certification and training, while research, community service, publications, and seminar participation are supported in accordance with institutional capacity, with international-oriented activities fully funded. In conclusion, comprehensive and well-structured financing is crucial for enhancing lecturer performance, academic productivity, and institutional reputation, providing policymakers with evidence to design effective, equitable, and sustainable higher education financing policies
The Contribution of Teachers’ Social and Personality Competence to the Development of a Conducive School Climate Aminah, Siti; Zebua, Syukurman; Oktari, Rici
Thawalib: Jurnal Kependidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2025): Thawalib: Jurnal Kependidikan Islam
Publisher : STAI Publisistik Thawalib Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54150/thawalib.v6i2.446

Abstract

Teachers' competencies, particularly social and personality competence, play a vital role in shaping a conducive school climate. However, research that examines explicitly their influence within local contexts remains limited. This study aims to determine the extent to which teachers’ social and personality competence affects the development of a conducive school climate at Senior High School 7 Tanjung Jabung Timur, using a quantitative approach. Employing a correlational research design with 183 respondents, data were analyzed using SPSS 26 through validity and reliability tests, classical assumption testing, and multiple linear regression analysis. The findings reveal that teachers’ social competence contributes 7.1% to the formation of a conducive school climate. Meanwhile, personality competence accounts for 12.2% of the variance. Simultaneously, both competencies significantly contribute to the school climate, with a combined contribution of 12.4%. These results suggest that integrating both competencies is essential in fostering a positive school environment. Conclusion: Teachers’ personality competence plays a significant role in creating a conducive school climate, while social competence shows a lesser, statistically insignificant effect, although both levels of competence remain relatively low.