Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Ulil Albab

Metodologi Pemahaman Hadis Muliadi, Muliadi; Abdurrahman, Abdurrahman; Abbas Baco Miro; Rahmi Dewanti Palangkey
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 11: Oktober 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i11.10690

Abstract

Hadis merupakan sumber hukum Islam kedua setelah Al-Qur’an yang memiliki fungsi sentral dalam menjelaskan, melengkapi, dan memperinci ajaran Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Pemahaman terhadap hadis tidak dapat dilakukan secara sembarangan tanpa pendekatan metodologis yang sistematis dan komprehensif. Makalah ini bertujuan untuk mengkaji konsep dasar metodologi dalam pemahaman hadis, pendekatan-pendekatan yang digunakan, serta tantangan implementasinya di era kontemporer. Tiga pendekatan utama dalam memahami hadis dikemukakan, yakni pendekatan tekstual (lafziyah) yang menekankan pentingnya memahami lafaz secara literal; pendekatan kontekstual (ma‘nawiyah) yang mengaitkan hadis dengan konteks sejarah dan sosial; serta pendekatan interdisipliner yang mengintegrasikan kajian hadis dengan berbagai disiplin ilmu modern seperti sosiologi, psikologi, dan ilmu kesehatan. Ketiganya bersifat saling melengkapi demi menghasilkan pemahaman hadis yang utuh dan aplikatif. Namun demikian, implementasi metodologi ini menghadapi berbagai tantangan, antara lain maraknya penyebaran hadis tanpa verifikasi ilmiah di media digital, fragmentasi otoritas penafsiran, kesulitan dalam membedakan aspek universal dan partikular dari hadis, minimnya integrasi ilmu modern, serta politisasi hadis untuk kepentingan ideologis tertentu. Oleh karena itu, diperlukan revitalisasi metodologi pemahaman hadis yang responsif terhadap dinamika zaman namun tetap berlandaskan pada prinsip-prinsip otentik keislaman. Upaya ini penting untuk menjaga relevansi ajaran Nabi Muhammad SAW dalam menjawab tantangan kemanusiaan di era modern dan membentengi umat dari penyimpangan pemahaman terhadap hadis.
Takhrij Hadits : Metodologi Kritik Sanad Dan Matan Untuk Memverifikasi Keshahihan Hadits Muhammad Taufiqul Hidayat; Zhalfa Luthfi Fauza; Rahmi Dewanti Palangkey; Abbas Baco Miro
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 11: Oktober 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i11.10696

Abstract

Takhrij hadits merupakan salah satu metode ilmiah yang sangat penting dalam kajian ilmu hadits klasik maupun kontemporer. Proses ini bertujuan untuk menelusuri sumber asal suatu hadits, serta menilai validitas sanad dan matannya melalui pendekatan sistematis yang berbasis ilmu musthalah al-hadits, jarh wa ta‘dil, dan kritik matan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode studi pustaka. Data diperoleh dari jurnal ilmiah dan literatur klasik seperti Taisir Musthalah al-Hadits, al-Kifayah fi Ilm al-Riwayah, dan Tahdzib al-Kamal. Hasil kajian menunjukkan bahwa kritik sanad menekankan kesinambungan rantai periwayatan dan integritas perawi, sementara kritik matan bertujuan menilai konsistensi isi hadits terhadap al-Qur’an, hadits mutawatir, dan rasionalitas. Dalam konteks kekinian, takhrij dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu metode manual dengan kitab-kitab hadits induk dan metode digital melalui platform seperti Maktabah Syamilah dan Sunnah.com. Kombinasi keduanya menghasilkan efisiensi dan akurasi dalam proses verifikasi hadits. Di era digital yang rawan penyebaran hadits palsu, takhrij berperan sebagai instrumen epistemologis untuk menjaga kemurnian ajaran Islam serta meningkatkan literasi hadits di kalangan masyarakat luas.
Ilmu Rijal Al-Hadits Rahmi Dewanti Palangkey; Abbas Baco Miro; Nurwahida Ahmad; Lilis Permata Sari
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 11: Oktober 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i11.10730

Abstract

Ilmu Rijal Al-Hadits merupakan cabang penting dalam kajian ilmu hadits yang berfokus pada penilaian dan klasifikasi para perawi hadits. Ilmu ini berperan sentral dalam menentukan validitas suatu hadits melalui analisis integritas (ʿadālah) dan kapasitas hafalan (ḍabt) perawi. Kajian terhadap biografi, latar belakang, perjalanan intelektual, serta hubungan guru-murid perawi menjadi dasar dalam menentukan apakah suatu hadits dapat diterima atau ditolak. Melalui metode kritis dan sistematis, Ilmu Rijal Al-Hadits memastikan bahwa transmisi hadits berlangsung secara otentik dan terpercaya. Abstraksi ini bertujuan memberikan gambaran umum mengenai ruang lingkup, metode, serta urgensi Ilmu Rijal dalam menjaga kemurnian ajaran Nabi Muhammad ﷺ melalui sanad yang sahih. Dengan pemahaman yang mendalam terhadap disiplin ini, para peneliti hadits dapat melakukan verifikasi riwayat secara ilmiah, sehingga kontribusinya sangat besar dalam disiplin ilmu keislaman secara keseluruhan.
Metodologi Penyusunan Kitab Hadits Dirayah: Analisis Kritis Dan Inovasi Kontemporer Dwi Cahya Oktianto; Wa Ode Rohis Zauman; Rahmi Dewanti Palengkey; Abbas Baco Miro
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 11: Oktober 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i11.10747

Abstract

Penelitian ini membahas secara komprehensif metodologi penyusunan kitab hadits dirayah atau buhuts dengan menekankan integrasi antara pendekatan klasik dan inovasi teknologi kontemporer. Tujuan utama dari kajian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis tahapan metodologis serta prinsip-prinsip kritik hadits—khususnya dalam aspek sanad dan matan—yang menjadi dasar validitas dan otentisitas suatu hadits. Metode yang digunakan adalah studi literatur kualitatif terhadap karya-karya klasik ulama hadits serta kajian akademik kontemporer, dengan penekanan pada pemanfaatan teknologi digital seperti basis data sanad, perangkat lunak HadithTools, dan analisis berbasis Natural Language Processing (NLP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyusunan kitab hadits dirayah yang efektif harus mencakup proses verifikasi sumber hadits, kritik sanad yang mencermati kesinambungan dan kredibilitas perawi, analisis matan secara semantik dan kontekstual, serta klasifikasi hadits berdasarkan derajat keotentikannya. Penerapan teori Jarh wa Ta’dîl terbukti berperan sentral dalam proses ini, terlebih ketika dikombinasikan dengan pendekatan digital yang meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pemetaan jalur periwayatan serta pendeteksian 'illat tersembunyi. Temuan juga menekankan pentingnya pendekatan hybrid dalam penyusunan kitab dirayah, yakni memadukan kecanggihan teknologi dengan kedalaman analisis manual oleh para ulama dan akademisi. Dengan demikian, penyusunan kitab hadits dirayah dapat menjadi rujukan ilmiah yang valid, sahih, dan relevan, baik dalam tradisi klasik maupun dalam menjawab tantangan ilmu keislaman di era digital.
Metode Transmisi Sunnah: Studi Sistematik atas Teknik Periwayatan Hadits dalam Tradisi Keilmuan Islam Adji Saputra Cendana; Abdurrahim Supardi Usman; Rahmi Dewanti Palangkey; Abbas Baco Miro
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 11: Oktober 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i11.10751

Abstract

Artikel ini membahas secara mendalam mengenai teknik-teknik periwayatan hadits yang digunakan oleh para ulama dalam menjaga keotentikan dan kesinambungan transmisi sunnah Nabi Muhammad SAW. Dalam tradisi keilmuan Islam, periwayatan hadits tidak dilakukan secara serampangan, melainkan mengikuti kaidah-kaidah ilmiah yang ketat, baik dalam proses penerimaan (tahammul) maupun penyampaian (ada’) hadits. Delapan teknik utama yang dikenal dalam ilmu hadits klasik, yaitu as-sama’, al-qira’ah, al-ijazah, al-munawalah, al-mukatabah, al-i’lam, al-washiyyah, dan al-wijadah, dijelaskan secara sistematis dengan merujuk pada sumber-sumber primer dan sekunder otoritatif. Setiap teknik memiliki karakteristik, syarat, redaksi lafal, serta kedudukan hukum yang berbeda-beda, yang turut mempengaruhi validitas sanad suatu riwayat. Pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka digunakan untuk menganalisis praktik dan implikasi dari teknik-teknik tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa kompleksitas dan ketelitian dalam sistem periwayatan menjadi bukti kuat atas kesungguhan ulama dalam menjaga integritas sabda Nabi. Kajian ini juga relevan untuk konteks modern, terutama dalam penguatan metodologi studi hadits serta perlindungan terhadap otentisitas ajaran Islam dari distorsi.
Struktur Penyusunan Kitab Hadis Dirayah Dan Kontribusinya Bagi Perkembangan Ilmu Pendidikan Islam Saleh, Abd Rahim; Kurniawati, Kurniawati; Abbas Baco Miro; Rahmi Dewanti Palangkey
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 11: Oktober 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i11.10911

Abstract

Perkembangan keilmuan Islam dari masa klasik hingga kontemporer menunjukkan dinamika yang adaptif terhadap perubahan sosial dan epistemologis. Salah satu disiplin yang menunjukkan sistematika metodologis tinggi adalah ilmu hadis dirayah, yang berorientasi pada kritik ilmiah terhadap sanad dan matan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur penyusunan kitab hadis dirayah, prinsip-prinsip kritik yang digunakan, serta implikasinya terhadap pengembangan ilmu pendidikan Islam. Melalui pendekatan kualitatif berbasis kajian pustaka, penelitian ini menemukan bahwa metode dirayah mengintegrasikan prinsip validitas data yang ketat seperti keadilan (‘adālah), ketelitian (ḍabṭ), kesinambungan sanad (ittiṣāl), dan deteksi kecacatan (syudhūdz dan ‘illah), yang relevan dengan metodologi ilmiah modern. Implikasi epistemologis dari pendekatan ini adalah terbentuknya kerangka pendidikan Islam yang berbasis pada otentisitas sumber dan verifikasi ilmiah. Dalam konteks pendidikan, kitab hadis dirayah berperan penting dalam menyaring riwayat yang layak dijadikan dasar kurikulum dan praktik pembelajaran. Pendekatan ini mendorong literasi keagamaan yang kritis, kontekstual, dan mampu menjawab tantangan era disinformasi. Penelitian ini merekomendasikan integrasi metode kritik dirayah dalam kurikulum dan literasi pedagogis sebagai fondasi untuk pendidikan Islam berbasis bukti (evidence-based Islamic education).