Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Efektivitas Penggunaan Kombinasi Krim Dan Terapi Laser Dibandingkan Penggunaan Krim Terhadap Tingkat Perbaikan Melasma Firdauscha, Shelomita Zayndafa; Krisnarto, Eko; Tatius, Bintang
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i1.21669

Abstract

Melasma merupakan keadaan dimana kulit mengalami hiperpigmentasi sehingga muncul bercak-bercak berwarna kecoklatan, dan tidak simetris. Keadaan kulit tersebut dapat mengganggu estetika sehingga dapat menurunkan kepercayaan diri serta kualitas hidup penderita. Terdapat berbagai macam tatalaksana melasma, beberapa diantaranya adalah krim serta kombinasi krim dan terapi laser. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas krim dengan kombinasi krim disertai laser. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi observasional analitik retrospektif. Instrumen yang digunakan adalah skor mMASI. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Uji bivariat menggunakan Mann-Whittney Test. Sampel pada penelitian ini adalah rekam medis pasien melasma dengan kombinasi terapi laser dan krim dan rekam medis pasien melasma dengan terapi krim pada tahun 2020-2023. Sampel sebanyak 60 responden. Tingkat perbaikan melasma pada pasien dengan penggunaan kombinasi krim dan terapi laser didapatkan rata-rata 26,95, sedangkan pada penggunaan krim didapatkan rata-rata 34,05. Analisis bivariat penilaian skor mMASI pada rekam medis pasien melasma dengan terapi krim dibandingkan kombinasi terapi krim dan laser didapatkan p-value sebesar 0.107 (0.05). Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara selisih skor mMASI pada krim dibandingkan dengan kombinasi krim dan terapi laser pada rekam medis pasien melasma.
The Association Between Gender and SRQ-29 Domains of Substance Use and Psychotic Experiences Among Preclinical Medical Students Bintang Tatius; Ratih Widayati; Erwin Ulinnuha Fahreza
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.774

Abstract

Latar Belakang: Mahasiswa kedokteran preklinik berada dalam lingkungan akademik dengan tekanan tinggi yang dapat memengaruhi kesehatan mental. Jenis kelamin merupakan faktor sosial-demografik yang dapat berkaitan dengan perbedaan kerentanan terhadap penyalahgunaan zat dan pengalaman psikotik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan jenis kelamin dengan domain penyalahgunaan zat dan pengalaman psikotik berdasarkan Self-Reporting Questionnaire-29 pada mahasiswa kedokteran preklinik. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian berjumlah 367 mahasiswa S1 Kedokteran preklinik yang diperoleh menggunakan teknik total sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner demografi dan Self-Reporting Questionnaire-29. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Besar hubungan dianalisis menggunakan odds ratio dan risk ratio. Hasil: Jenis kelamin berhubungan signifikan dengan penyalahgunaan zat dan pengalaman psikotik. Pada domain penyalahgunaan zat, diperoleh p = 0,004 dengan OR = 14,85 dan RR = 14,06. Pada domain pengalaman psikotik, diperoleh p = 0,009 dengan OR = 2,08 dan RR = 1,82. Sebaliknya, jenis kelamin tidak berhubungan signifikan dengan distress emosional (p = 0,696) maupun stres pascatrauma (p = 0,973). Kesimpulan: Jenis kelamin berhubungan dengan penyalahgunaan zat dan pengalaman psikotik pada mahasiswa kedokteran preklinik. Skrining kesehatan mental berkala dan intervensi yang sensitif terhadap perbedaan gender diperlukan untuk mendeteksi perilaku berisiko dan pengalaman psikologis secara dini.