Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENDAMPINGAN DIDIKAN SUBUH BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER SEBAGAI UPAYA PENGUATAN KARAKTER KEAGAMAAN ANAK DI MDA USWATUN HASANAH Nur Manna; Gusmirawati; Martin Kustati; Rezki Amelia
Journal of Humanity Dedication Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Humanity Dedication
Publisher : Institut Agama Islam Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55062/1169

Abstract

Bagian Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk memberikan arahan kegiatan didikan subuh berbasis karakter sebagai upaya dalam memperkuat karakter keagamaan anak. Kegiatan didikan subuh merupakan suatu bentuk upaya keagaaman dari lembaga pendidikan keagamaan yang biasanya dilakukan pada waktu selepas subuh untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan, kedisiplinan, dan membentuk karakter keagamaan anak-anak sejak usia dini. Meskipun demikian, beberapa lembaga pendidikan keagamaan menghadapi sejumlah kendala dalam pelaksanaan didikan subuh. Rendahnya partisipasi siswa dan dan kurangnya variasi dalam strategi pengajaran, hal ini membuat kegiatan didikan subuh menjadi kurang menarik. Kondisi tersebut juga teramati dalam kegiatan didikan subuh di MDA Uswatun Hasanah, yang belum berjalan secara optimal. Dalam kegiatan pendampingan ini digunakan metode Berbasis Aset (ABCD) yang mencakup tahapan-tahapan, dimulai dari tahapan discovery, dream, design, dan terakhir tahapan destiny. Hasil dari kegiatan pendampingan ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan partisipasi anak-anak dalam kegiatan-kegiatan dalam program didikan subuh, dan adanya perkembangan karakter keagamaan anak, dari percaya diri, tanggung jawab, disiplin beribadah, kejujuran, toleransi, empati, sabar, dan akhlak yang baik. Maka dari itu kegiatan pendampingan didikan subuh berbasis pendidikan karakter dapat menjadi suatu strategi yang bermanfaat dalam menumbuhkan karakter kegamaan anak-anak di masyarakat.
INTEGRASI METODE TAHFIDZ DALAM PENDIDIKAN KARAKTER: MEMBUMIKAN AL-QUR'AN DI TENGAH FENOMENA DEGRADASI MORAL REMAJA Wina Susanti; Gusmirawati; Martin Kustati; Rezki Amelia
AL IBTIDAIYAH: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 7 No. 3 (2026): Juli
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/r1ca5421

Abstract

The moral decline among adolescents in the digital age poses a serious challenge to Islamic education, necessitating an effective and sustainable character-building model. This study aims to analyze the integration of the Qur’an memorization method as a character-building tool for students aged 11–13 at the Fastabiqul Khairat Qur’an Memorization Center in Padang, West Sumatra. The study employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through six months of participant observation, in-depth interviews with nine informants, and analysis of supporting documents. Data analysis was conducted thematically to identify patterns and internal mechanisms of character formation through tahfidz activities. The results indicate that the practice of Al-Qur'an memorization significantly contributes to strengthening five key dimensions of character: honesty, discipline, responsibility, empathy, and emotional control. The findings reveal that the processes of repetition, interpretation, and internalization of Al-Qur'anic verses form a mechanism for the gradual and continuous internalization of values. Based on these findings, this study proposes two theoretical contributions: the Spiral Internalization concept, which explains the recursive process of character formation through the repetition of verses; and the Tahfidz-Character Nexus (TCN) construct, which identifies the relationship between tahfidz practice, the internalization of values, and character strengthening. These findings fill a gap in the literature regarding the internal mechanisms of character formation among early adolescent santri in the context of tahfidz education. Therefore, the TCN model and the Spiral Internalization mechanism have the potential to be developed as a pedagogical framework for strengthening Qur’an-based character education in the digital age.