Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Desa Jadi Geneng Kulon Tuban Melalui Pelatihan Strategi Pemasaran Dan Desain Logo Merek Di Era Digital Rohmatillah, Renzy Ayu; Safa'atin, Haya Nur; Nababan, Lambok
Eastasouth Journal of Effective Community Services Vol 4 No 02 (2025): Eastasouth Journal of Effective Community Services (EJECS)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/ejecs.v4i02.423

Abstract

Perkembangan digital marketing menjadikan peluang bagi pelaku UMKM dan masyarakat. Tetapi, masih terdapat pelaku usaha dan masyarakat yang belum memahami mengenai peluang tersebut. Pengabdian ini bertujuan untuk melakukan pemberdayaan masyarakat khususnya di Desa Jadi Geneng Kulon Tuban yang berkaitan dengan strategi pemasaran dan desain logo merek di era digital. Dengan menggunakan pedekatan partisipatif, aplikatif, dan bertahap, sehingga mampu memastikan bahwa seluruh tahapan dapat dilaksanakan dengan baik, terukur, dan berkelanjutan. Hasil pengabdian yang dilaksanakan di Desa Jadi Geneng Kulon Tuban yakni mampu meningkatkan pengetahuan strategi pemasaran di era digital dan peningkatan keterampilan dalam penerapan desain logo merek melalui aplikasi Canva.
Mengakselerasi UMKM Desa Karangasem, Jenu, Tuban: Strategi Transformasi Digital melalui Platform E-commerce Putri, Rismaya Nikmatul Hida Saskia; Nababan, Lambok
Eastasouth Journal of Effective Community Services Vol 4 No 02 (2025): Eastasouth Journal of Effective Community Services (EJECS)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/ejecs.v4i02.440

Abstract

UMKM di Desa Karangasem menghadapi tantangan dalam mengakses pasar digital akibat keterbatasan literasi teknologi dan pendampingan yang tidak berkelanjutan. Untuk menjawab permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian ini mengimplementasikan metode baru bernama Digital Acceleration Pathway for Rural MSMEs (DAP-RMSME), yang mengintegrasikan asesmen kesiapan digital, pelatihan berbasis persona pengguna, dan pendampingan berbasis komunitas. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan 30 pelaku UMKM di Desa Karangasem, Tuban. Hasil menunjukkan bahwa 28 peserta (93,3 persen) berhasil membuat toko daring aktif di platform Shopee dan Instagram, serta 23 di antaranya (82,1 persen) mencatat transaksi pertama dalam 30 hari pasca-pelatihan. Selain itu, lima peserta ditetapkan sebagai Digital Champion untuk memperkuat ekosistem lokal. Pendekatan ini terbukti efektif dalam mempercepat adopsi e-commerce secara inklusif dan berkelanjutan. Temuan ini memberikan wawasan bahwa transformasi digital di pedesaan memerlukan strategi yang kontekstual, partisipatif, dan berbasis pemberdayaan komunitas.
Mengurai akar kredit bermasalah: Kajian faktor dan solusi pada PNM Mekaar Madura Shofi, Fadhoilus; Nababan, Lambok
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1027

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kredit bermasalah dan solusi penyelesaiannya di PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar Madura. Masalah kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) merupakan isu yang signifikan yang dapat berdampak pada kelangsungan program pembiayaan mikro. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan survei dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 110 responden, yaitu debitur yang memiliki tunggakan lebih dari 180 hari. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda menggunakan JASP. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pengawasan kredit, jenis usaha yang dikelola oleh nasabah, penyalahgunaan kredit, dan kebijakan pemerintah memiliki pengaruh signifikan terhadap terjadinya kredit bermasalah. Penyalahgunaan kredit terbukti sebagai faktor utama yang meningkatkan risiko NPL, sementara pengawasan kredit dan kebijakan pemerintah memiliki pengaruh negatif yang signifikan dalam mengurangi kredit bermasalah. Koefisien determinasi (R²) sebesar 61% menunjukkan bahwa keempat variabel tersebut secara bersama-sama menjelaskan variasi kredit bermasalah, sedangkan 39% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak tercakup dalam penelitian. Keterbatasan penelitian – Penelitian ini memiliki keterbatasan pada ruang lingkup lokasi, jumlah sampel yang hanya mencakup 110 debitur PNM Mekaar Madura dengan tunggakan lebih dari 180 hari, serta variabel yang diteliti sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasi ke seluruh unit PNM Mekaar di Indonesia. Implikasi –  Temuan ini menekankan pentingnya penguatan pengawasan internal, pendampingan usaha, serta peningkatan efektivitas kebijakan pemerintah untuk mengurangi risiko kredit bermasalah di PNM Mekaar Madura. Kebaruan –  Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis simultan pengawasan kredit, karakteristik usaha nasabah, penyalahgunaan kredit, dan kebijakan pemerintah dalam konteks lokal PNM Mekaar Madura, dengan identifikasi penyalahgunaan kredit sebagai faktor dominan penyebab NPL yang menghasilkan implikasi praktis bagi penguatan strategi mitigasi risiko.