Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

MODEL PERLINDUNGAN KONSUMEN BATIK DAN PENJAGA KEBERLANGSUNGAN BATIK ASLI KOTA PEKALONGAN MELALUI APLIKASI E-LABEL BATIK YANG MEMANFAATKAN TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY BERBASIS CLOUD COMPUTING Paminto Agung Christianto; Eko Budi Susanto; Ichwan Kurniawan
Prosiding SNATIF 2017: Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan informatika (BUKU 3)
Publisher : Prosiding SNATIF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKetidaktahuan serta kesalahan persepsi konsumen yang menganggap produk printing tekstil bermotif batik adalah produk batik asli, merupakan salah satu faktor pengganggu eksistensi batik asli di kota Pekalongan. Faktor tersebut, tidak hanya menyebabkan kerugian untuk produsen batik yang mengalami penuruan omset penjualan karena konsumen cenderung membeli produk printing tekstil bermotif batik (dihasilkan oleh pabrik tekstil) yang harganya jauh lebih murah, tetapi juga membuat konsumen menjadi rentan dari berbagai upaya penipuan oknum produsen batik yang tidak jujur. Hal tersebut menjadi perhatian bagi pemerintah kota Pekalongan dan melalui Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2014, semua produk batik asli yang dibuat dan dijual di kota Pekalongan diwajibkan menempelkan label “Batik Pekalongan”. Label tersebut menjadi penanda resmi yang membantu konsumen dalam  membedakan jenis produk batik yang dibelinya (tulis/cap/kombinasi) serta membedakannya dengan produk printing tekstil bermotif batik. Data yang terkumpul dari berbagai sumber akan dianalisis, kemudian dengan memanfaatkan teknologi augmented reality berbasis cloud computing akan dibangun aplikasi e-label batik. Aplikasi tersebut, tidak hanya mampu mencetak label “Batik Pekalongan” saja, namun juga mampu memudahkan pemerintah kota Pekalongan dan ASEPHI kota Pekalongan untuk melakukan pengawasan dan kontrol pemakaian label tersebut, sehingga keberadaannya akan memberikan kepercayaan tinggi dan melindungi hak-hak konsumen batik. Kata kunci: Agumented Reality, Batik, Label, Pekalongan, Printing
MENSINERGIKAN LEMBAGA PEMERINTAHAN, LEMBAGA KEUANGAN DAN LEMBAGA RISET DALAM SATU MEDIA KOMUNIKASI UNTUK MENGUATKAN DAYA SAING UKM KABUPATEN BATANG Slamet Joko Prasetiono; Paminto Agung Christianto; Eko Budi Susanto
RISTEK : Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang Vol 1 No 2 (2017): RISTEK :Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang
Publisher : Bapelitbang Kabupaten Batang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1036.233 KB) | DOI: 10.55686/ristek.v1i2.12

Abstract

Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) telah dimulai, tentunya ini membuka banyakpeluang dan juga memberikan ancaman bagi kelangsungan UKM Kabupaten Batang. Peluangyang ada adalah perluasan pangsa pasar, sedangkan ancaman yang ada adalah rontoknyaUKM Kabupaten Batang karena kalah bersaing dengan usaha sejenis dari negara-negaraASEAN yang tergabung pada MEA, yang tentunya akan memicu pada peningkatan angkapengangguran, angka kemiskinan serta angka kriminalitas.Penelitian ini bermaksud untukmembangun sebuah media komunikasi yang akan mensinergikan lembaga pemerintahan,lembaga keuangan dan lembaga riset yang dapat dimanfaatkan UKM Kabupaten Batanguntuk meningkatkan daya saingnya. Dengan adanya media komunikasi tersebut maka UKMKabupaten Batang batik akan memiliki keunggulan dalam bersaing di era MasyarakatEkonomi ASEAN (MEA) melalui percepatan informasi yang bisa diterima, baik berupainformasi pembiayaan dari lembaga keuangan, informasi pelatihan - dukungan pengembanganpasar dari lembaga pemerintahan dan informasi pengembangan produk - peningkatan kualitasdari lembaga riset.Ada ratusan UKM Kabupaten Batang yang bisa mendapatkan manfaat daripenelitian ini. Dengan memiliki keunggulan dalam percepatan informasi yang diterima UKMKabupaten Batang dari berbagai istansi maka akan menciptakan daya dorong untukpeningkatkan daya saing UKM Kabupaten Batang sehingga bisa meraih banyak peluang diera MEA ini dan secara tidak langsung akan berdampak pada peningkatan kesejahteraanpenduduk Kabupaten Batang.
Closed Beta Testing on e-Label Batik Application to Know the Best Environment for Optimal Application Performance Paminto Agung Christianto
JAICT Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.727 KB) | DOI: 10.32497/jaict.v4i1.1430

Abstract

—The Batik of Pekalongan is a heritage that continues to be maintained and until now it is still used as a source of livelihood for the majority of the people in Pekalongan city, so the city of Pekalongan is known as the city of batik. However, the existence of batik is facing a serious threat, caused by the abundance of textile products with batik motifs (batik printing) on the market, but not matched by increased public knowledge of batik. Various efforts, both in Pekalongan city government through the labeling of batik, and ASEPHI in Pekalongan city through the implementation of original batik hologram, has been done to maintain the sustainability of batik. But this has not yet provided optimal results, because it is still found that the fraudulent batik seller who put the original batik label/hologram on batik printing, thus harming the society, harming batik craftsmen/producers and tarnish the batik image of Pekalongan city. This happened because the batik label or the original batik hologram had not been connected to a computer-based information system, so that they cannot monitor and validate the attachment of original batik labels/holograms. For this reason, researchers developed a e-label batik application that was able to be used by the community to scan batik labels that produced by the e-label batik application, so that can know information the authenticity of the batik. The application is also equipped with facilities that provide convenience to monitor, validate, get feedback from the community and become a learning media for the community towards batik. The development of e-label batik applications has gone through the stages of alpha testing and continued with closed beta testing to find out the ideal environment, So that the performance of the batik elabel application is optimal, and can be used properly by the community.
PENGUATAN CITRA PEKALONGAN SEBAGAI KOTA BATIK MELALUI PEMBANGUNAN PUSAT INFORMASI UMKM BATIK BERBASIS MOBILE YANG MAMPU MENINGKATKAN DAYA SAING UMKM BATIK DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN ERA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN Paminto Agung Christianto; Eko Budi Susanto; M. Faizal Kurniawan
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol. 11 (2016)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.666 KB) | DOI: 10.54911/litbang.v11i0.1

Abstract

ASEAN ECONOMIC COMMUNITY (AEC) HAS STARTED, THIS WOULD OPEN UP MANY OPPORTUNITIES OR EVEN POSE A THREAT TO HUNDREDS OF SMES BATIK PEKALONGAN. OPPORTUNITIES OBTAINED IS THE EXPANSION OF MARKET SHARE, WHEREAS THE EXISTING THREAT IS THE COLLAPSE OF SMES BATIK PEKALONGAN BECAUSE OF COMPETITION WITH SIMILAR EFFORTS FROM COUNTRIES BELONGING TO THE MEA, WHICH WOULD POTENTIALLY INCREASE IN UNEMPLOYMENT, POVERTY AND CRIME RATE IN PEKALONGAN. THIS STUDY INTENDS TO ESTABLISH AN INFORMATION CENTER PEKALONGAN BATIK SMES CAPABLE OF INTEGRATING MOBILE-BASED SMES WITH BATIK PEKALONGAN BATIK OBSERVERS, AMONG FINANCIAL INSTITUTIONS, ACADEMIA, THE CHAMBER OF COMMERCE AND THE CITY OF PEKALONGAN. THIS RESEARCH RESULT IS THE CREATION OF A PROTOTYPE THAT HAS BEEN DEVELOPED WITH A WIDER RANGE OF TERRITORY NOT ONLY IN PEKALONGAN, BUT TO THE AREA OF CENTRAL JAVA. WITH THE INFORMATION CENTER, THEN BATIK SMES WILL HAVE THE ADVANTAGE IN COMPETING IN THE ERA OF THE ASEAN ECONOMIC COMMUNITY (AEC), THROUGH THE ACCELERATION OF INFORMATION THAT CAN BE RECEIVED, EITHER IN THE FORM OF INFORMATION FINANCING FROM FINANCIAL INSTITUTIONS, INFORMATION BUSINESS OPPORTUNITIES OF THE CHAMBER OF COMMERCE OF PEKALONGAN, INFORMATION INNOVATION FROM ACADEMICS AND BATIK OBSERVERS, AS WELL AS INFORMATION PROGRAMS RELATED TO HUMAN RESOURCE DEVELOPMENT OF THE BATIK SMES OF THE GOVERNMENT OF CENTRAL JAVA
SISTEM INFORMASI LAYANAN KESEHATAN BERBASIS MOBILE YANG MENGINTEGRASIKAN INSTANSI LAYANAN KESEHATAN DI KOTA PEKALONGAN Eko Budi Susanto; Paminto Agung Christianto; M. Faizal Kurniawan
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol. 11 (2016)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.226 KB) | DOI: 10.54911/litbang.v11i0.5

Abstract

THE ABSENCE OF MOBILE-BASED HEALTH INFORMATION SYSTEMS THAT CAN INTEGRATE ALL HOSPITALS, HEALTH CENTERS, HEALTH CLINICS AND PHARMACIES IN PEKALONGAN, WILL BOTHER PEOPLE WHO NEED HEALTH INFORMATION QUICKLY, ACCURATELY, ANYTIME AND ANYWHERE. LIKE SCHEDULE DOCTOR, INPATIENT ROOM AVAILABILITY INFORMATION FOR ALL HEALTH INSTITUTIONS, SO WITH THIS INFORMATION SO PEOPLE CAN MAKE DECISIONS QUICKLY AND ACCURATELY.THIS STUDY INTENDS TO SUPPORT A SOLUTION TO THE DIFFICULTY IN OBTAINING ACCURATE INFORMATION, SUCH AS THE SCHEDULE OF DOCTORS, INPATIENT, THE STOCK OF BLOOD, HOSPITAL THROUGH THE DEVELOPMENT OF INFORMATION SYSTEMS THAT INTEGRATE HEALTH-CARE INSTITUTIONS IN THE CITY OF PEKALONGAN
KESIAPAN KOTA PEKALONGAN MENUJU SMART CITY Paminto Agung Christianto; Siti Nuhayati; Mujiyono Mujiyono
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol. 11 (2016)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.679 KB) | DOI: 10.54911/litbang.v11i0.10

Abstract

THE CITY HAS A PROBLEM THAT CONTINUES TO GROW IN THE SPATIAL ARRANGEMENT OVER TIME. IT IS NOT UNCOMMON PROBLEMS THAT ARISE DUE TO THE CONSTRUCTION OF HIS OWN CITY. TO BE ABLE TO PREVENT THAT CITY MANAGEMENT IS NEEDED THROUGH A SUSTAINABLE APPROACH TO THE CONCEPT OF PLANNING. AND IS CURRENTLY DEVELOPING THE CONCEPT OF INTELLIGENT CITY AND ONE OF THE MOST IMPORTANT DIMENSIONS OF THE SMART CITY IS THAT THE CITY SHOULD PROVIDE A SERVICE THAT USES THE LATEST TECHNOLOGY AND SMART BUILDING INFRASTRUCTURE, SO AS TO PROVIDE EFFECTIVE SERVICES AND THE COST TO THE PEOPLE LIVING IN THE CITY. TICK INVOLVEMENT IN PEKALONGAN CITY BUILDING HAS BEEN GOING WELL, IT IS SEEN FROM SUPPORT FOR POLICY AND REGULATION OF PEKALONGAN CITY GOVERNMENT AND VARIOUS RELATED AWARDS RECEIVED TIK PEKALONGAN CITY GOVERNMENT BOTH REGIONALLY AND NATIONAL LEVEL. EMPOWERMENT COMPONENT OF THE COMMUNITY THROUGH VOLUNTEER BOARD TIK TIK AND ALSO DELIVER GREAT RESULTS TO ENCOURAGE PEOPLE TO BE LITERATE PEKALONGAN CITY TICK. TO DETERMINE THE LEVEL OF READINESS OF PEKALONGAN CITY TOWARDS THE IMPLEMENTATION OF SMART CITY CONCEPT, THE RIGHT STRATEGY CAN BE PROPOSED TO THE CITY GOVERNMENT SO THAT IT CAN BE REALIZED PEKALONGAN PEKALONGAN SMART CITY THAT CAN PROVIDE SERVICES EFFECTIVELY AND EFFICIENTLY AND PROVIDE COMFORT FOR THE PEOPLE LIVING IN THE TOWN OF PEKALONGAN.
Penerapan aplikasi e-label batik sebagai upaya mendukung penerapan peraturan daerah Kota Pekalongan nomor 6 tahun 2014 Paminto Agung Christianto; Eko Budi Susanto; Ichwan Kurniawan
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol. 12 (2017)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54911/litbang.v12i0.20

Abstract

Pemerintah Kota Pekalongan melalui Perda Nomor 6 Tahun 2014 telah mewajibkan untuk semua produsen batik yang memproduksi dan menjual produk batik di/dari kota Pekalongan untuk menempelkan label “Batik Pekalongan”. Perda ini merupakan upaya Pemerintah Kota Pekalongan dalam menjaga keberlangsungan pengrajin batik di kota Pekalongan, sekaligus melindungi masyarakat yang membeli produk batik di/dari kota Pekalongan, akan tetapi sejak 3 (tiga) tahun perda tersebut diterbitkan, penerapannya di lapangan belum berjalan baik. Untuk mendukung upaya pemerintah kota Pekalongan, maka melalui penelitian ini akan diciptakan aplikasi e-label batik yang mampu menghasilkan label “Batik Pekalongan” dan berfungsi sebagai penanda terpercaya untuk melindungi masyarakat pembeli produk batik di/dari kota Pekalongan sekaligus melestarikan batik sebagai warisan budaya bukan benda. Menjadi penanda terpercaya karena didalam prosesnya aka nada tahapan validasi produk batik yang ditempeli label “Batik Pekalongan” oleh pemerintah kota Pekalongan sehingga masyarakat yang membeli produk batik berlabel “Batik Pekalongan” akan terlindungi dari upaya penipuan sekaligus menjadi penanda yang membedakannya dengan produk tekstil bermotif batik.
Meningkatkan daya saing umkm batik kota pekalongan dalam menghadapi era masyarakat ekonomi asean melalui pembangunan pusat informasi berbasis web yang mengintegrasikan umkm batik dengan masyrakat umum, kalangan perbankan, kalangan akademik, Kadin dan Pemerintah Kota Pekalongan Paminto Agung Christianto; Tory Ariyanto; Eko Budi Susanto; M. Faizal Kurniawan
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol. 8 (2015)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54911/litbang.v8i0.31

Abstract

Pada akhir tahun 2015 ini kita akan memasuki era masyarakat ekonomi asean (mea) yang tentunya akan meningkatkan persaingan di dunia usaha, begitupun Kondisi persaingan yang akan dialami oleh umkm batik kota pekalongan. Agar UMKM Batik mampu bertahan dan memenangkan persaingan di era mea tersebut, Dibutuhkan suatu media yang dapat memberikan umkm batik suatu keunggulan Tersendiri serta mampu memberikan penguatan daya saingnya. Media tersebut harus Mampu mengintegrasikan kalangan pemerintah, kalangan akademisi, kalangan Pengusaha dan masyarakat umum. Untuk membangun media tersebut, peneliti Menggunakan menggunakan metode action research, dengan model pengembangan System development life cycle (sdlc) dan teknik analisis dan desain terstruktur. Dengan terbentuknya pusat informasi berbasis web tersebut maka umkm batik Pekalongan akan memiliki keunggulan tersendiri dalam menghadapi persaiangan di Era masyarakat ekonomi asean (mea) melalui percepatan komunikasi dengan Beberapa pihak terkait dan peningkatan daya saing melalui kemudahan Mendapatkan informasi, baik berupa informasi pembiayaan dari lembaga keuangan, Informasi peluang bisnis dari kadin pekalongan, informasi inovasi dari akademisi Dan informasi peningkatan sdm dari skpd terkait, informasi-informasi terkait lainya Dari komunitas pemerhati batik/masyarakat umum.
PENGEMBANGAN SMART ECONOMY KOTA PEKALONGAN MELALUI PENERAPAN E-RETRIBUSI PELAYANAN PASAR Paminto Agung Christianto; Siti Nurhayati; Mujiyono Mujiyono; Sobrotul Imtikhanah; Projo Angkasa; Shinta Dewi Rismawati; Vita Nur Latief
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol. 13 (2017)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54911/litbang.v13i0.55

Abstract

Kota Pekalongan memiliki 11 titik pasar tradisional yang masing-masing pasar memiliki puluhan hingga ratusan kios dan berdasarkan data yang tercatat dalam buku “Pekalongan Dalam Angka Tahun 2016”, jumlah pedagang yang ada sebanyak 4.531 pedagang. Kesulitan yang dialami oleh petugas Dinas Pasar Kota Pekalongan dalam mengelola retribusi pelayanan pasar untuk 4.531 pedagang tersebut adalah karena sistem yang digunakan masih manual yaitu dengan menggunakan karcis dan buku catatan, sehingga memungkinkan terjadinya kesalahan pencatatan atau terjadinya kecurangan dari oknum petugas atau pedagang yang tidak jujur. Kesulitan lain adalah dinas terkait sulit memantau dan mengawasi proses penarikan dan pelaporan dana retribusi pelayanan pasar, sehingga dimungkinkan penerimaan retribusi pelayanan pasar menjadi tidak optimal. Hasil kajian ini berupa rekomendasi kepada Pemerintah Kota Pekalongan dan khususnya dinas pasar kota Pekalongan untuk segera membangun dan menerapkan sistem e-retribusi pelayanan pasar di kota Pekalongan, sehingga proses penarikan dana retribusi pelayanan pasar dapat dipantau dan diawasi dengan mudah yang akhirnya akan berdampak pada optimalnya penerimaan dana retribusi pelayanan pasar yang dapat digunakan untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan kota Pekalongan.
Dampak Sosial Ekonomi Pembangunan Jalan dan Exit Tol di Wilayah Kota Pekalongan Siti Nurhayati; Paminto Agung Christianto; Zahro Zahro; Choliq Sabana
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol. 18 No. 1 (2020)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54911/litbang.v18i0.113

Abstract

Pekalongan Municipality Government hopes that the toll exit will be able to help ease access to the Setono Wholesale Market, so that batik traders from outside the municipality who want to shop to Pekalongan faster and easier. However, a growing phenomenon in batik traders in Setono Wholesale Market said that the construction of the toll road caused their sales turnover to decline quite a lot. Meanwhile many people who previously had a livelihood in agriculture had to give up land affected by toll road construction. Even though they get sufficient compensation, to switch professions to find a new job is not easy considering that most farmers do not have other skills. On the other hand, many people have benefited from the existence of toll roads, including the opportunity to find work during the toll road construction season, as well as those who can work in the rest area. Seeing the positive and negative perceptions of the community towards the construction of roads and toll exits, an in-depth and detailed study will be carried out on the socioeconomic impacts on the construction of toll roads and exits that pass through Pekalongan Municipality. Research data will be collected through documentation and questionnaire distribution methods, which will then be processed using descriptive methods. In general, the community stated that the construction of toll roads and exits facilitates transportation access to health servic es and education services, but does not affect the ease of access to government services, and is able to dismiss the issue that the existence of toll roads and exits causes traders' income to fall, but in fact 55.56 % of respondents stated an increase in income and increased the number of kiosks or shops to sell.