Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

UJI FITOKIMIA DAN UJI TOKSISITAS SENYAWA METABOLIT SEKUNDER EKSTRAK ETIL ASETAT BATANG KRATOM (Mytragyna Speciosa Korth) Pince Salempa; Gusma Harfiana Abbas; Diana Eka Pratiwi; Muhammad Akbar
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 24, No 2 (2023): CHEMICA
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v24i2.54491

Abstract

Kratom (Mitragyna Speciose Korth) merupakan salah satu jenis tumbuhan potensial yang dapat ditingkatkan nilai kegunaannya, karena sejak dahulu M. Speciosa sudah dimanfaatkan secara tradisional. Penelitian eksplorasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder dari ekstrak E asetat batang kratom (Mitragyna Speciosa Korth) yang berasal dari kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahap yaitu preparasi sampel, ekstraksi atau maserasi, fraksinasi, dan  Tahapan pengujian berupa fitokimia dan bioaktivitas BSLT (Brine Shrimp Lethality Test). Hasil penelitian yang diperoleh berupa Uji fitokimia ekstrak Etil Asetat Batang  M. Speciosa  mengandung Flavanoid dan Alkaloid menggunakan  pereaksi FeCl3 dan Wegner dan Dragendroff. Adapun nilai  LC50 yang dihasilkan yaitu sebesar 36, 2576  ppm yang menunjukkan bahwa fraksi bersifat toksik
Pelatihan Bioteknologi Yoghurt menjadi Produk Usaha Potensial UMKM Desa Borikamase yang Diberdayakan KKN-Tematik IPA UNM Asriani Asriani; Ramlawati Ramlawati; Muhammad Akbar
JKM: Jurnal Kemitraan Masyarakat Volume 2 Number 1 Juni 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA Fakultas MIPA Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jkm.v2i1.47527

Abstract

This yoghurt biotechnology training activity was carried out with the aim of providing (1) information for the community, especially mothers of UMKM Borikamase Village about yoghurt business opportunities (2) providing overview how to manage milk into yoghurt as potential business product. Evaluation of the knowledge of 14 participants was carried out through filling out questionnaires. The results of the evaluation training activities showed that the average participant response to the yoghurt making process was in the agree (S) category as much 48.42%, 49.20% strongly agreed (SS), and much as 7.10% answered neutral (N). The acceptability of the product is in the very acceptable category with a value range of 8-10, and the attractiveness and opportunity of yoghurt as a business is in a very attractive category with a percentage of 93% of participants interested in developing yoghurt as product for entrepreneurship and as many as 86% of participants wish to build a yoghurt business with the brand name "Be Yoghurt". Thus it was concluded that after the provision of material and simulation of making yoghurt through training, participants could easily understand the process of processing milk into yoghurt starter and then through fermentation technology using yoghurt starter into yoghurt products.
Pelatihan Dasar Embedded System untuk Pengembangan Minat dan Bakat Siswa SMA Negeri 11 Bulukumba Andi Baso Kaswar; Nurjannah Nurjannah; Muhammad Akbar; Andi Akram Nur Risal; Marwan Ramdhany Edy
Vokatek : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2: Issue 2 (Juni 2024)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/vokatekjpm.v2i2.347

Abstract

Kegiatan ini merupakan pelatihan dasar embedded system bagi siswa SMA 11 Bulukumba sebagai upaya pengembangan minat dan bakat siswa di era revolusi industri 4.0. Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 20 orang siswa. Kegiatan ini dilaksanakan dengan beberapa tahapan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan ini berjalan dengan sukses, mulai dari tahap observasi awal hingga evaluasi akhir. Observasi awal mengungkapkan potensi besar siswa dalam bidang ini, meskipun ada keterbatasan sumber daya manusia di sekolah. Dengan fasilitas yang memadai dan komunikasi yang baik dengan pihak sekolah, tim pelaksana dapat menyusun rencana pelatihan yang efektif, mencakup pengenalan mikrokontroler Arduino, penggunaan perangkat input dan output, serta dasar-dasar pemrograman Arduino melalui metode interaktif dan praktikum langsung. Evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa, dengan hasil post-test yang jauh lebih baik dibandingkan pre-test, dan angket kepuasan mengindikasikan bahwa siswa merasa tertarik, puas, dan menganggap kegiatan ini bermanfaat serta relevan dengan kebutuhan mereka. Keberhasilan ini menjadi dasar untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang, guna memberikan manfaat yang lebih besar bagi siswa.
Implementation of Google Docs Based Learning in Academic Writing class Muhammad Akbar; Muhammad Basri; Muhammad Tahir
International Journal of Language, Education, and Literature Vol. 2 No. 3 (2025): July
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa dan Sastra- Universitas Negeri Makassar.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66720/v61pzy75

Abstract

This research explored Google Docs based learning in teaching academic writing at Indonesian Higher Education. The objective of this research is to find out the implementation of Google Docs based learning in teaching writing skills at Indonesian Higher Education. This research used a purposive sampling technique to get data. The subjects of this research were one lecturer and five students from STKIP YPUP Makassar. The data resource of this research was collected through an observation checklist in the classroom and semi-structured interviews with the lecturer and students. The result showed that, the implementation of Google Docs in Indonesian Higher Education enhances collaboration and real-time interaction in academic writing. Google Docs is Highly implemented to enhances collaboration and real-time interaction, with a few implemented Google Docs in Moderately and Low implementation. To optimize Google Docs, students should actively use this platform, Lectures should provide comprehensive tutorials, University must ensure reliable curriculum and internet and other researcher should further explore on diverse learning outcomes.
Penguatan Literasi Digital dan Berpikir Komputasional Guru SD melalui Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial Berbasis Pembelajaran Mendalam Rizal Irfandi; Muhammad Akbar; Muhammad Luthfi Siraj; Ahmad Fudhail Majid; Subakir Salnus
MAMMIRI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/mammiri.v3i2.5218

Abstract

Pelatihan koding dan kecerdasan artifisial menjadi kebutuhan strategis dalam pendidikan dasar karena guru dituntut mampu membangun literasi digital, berpikir komputasional, dan pemahaman teknologi yang relevan dengan perkembangan pembelajaran abad ke-21. Studi ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pelatihan koding dan kecerdasan artifisial bagi guru sekolah dasar di Kabupaten Bone melalui pendekatan pembelajaran mendalam. Pelatihan dilaksanakan melalui tiga tahapan pengalaman belajar, yaitu memahami, mengaplikasikan, dan merefleksi. Data diperoleh melalui dokumentasi kegiatan, observasi pelaksanaan, dan catatan reflektif, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan proses penguatan pemahaman materi, implementasi kegiatan, dan refleksi peserta. Hasil menunjukkan bahwa pelatihan memfasilitasi guru dalam memahami konsep dasar koding, kecerdasan artifisial, literasi digital, dan berpikir komputasional. Pada tahap implementasi, peserta diarahkan untuk mengaitkan materi dengan konteks pembelajaran sekolah dasar, sedangkan pada tahap refleksi peserta mengevaluasi kemungkinan penerapan pembelajaran koding dan KA di sekolah masing-masing. Studi ini menegaskan bahwa pendekatan pembelajaran mendalam dapat menjadi strategi pelatihan yang relevan untuk memperkuat kompetensi awal guru dalam pembelajaran digital.