Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : dimaslia

PERSONAL HYGIENE PADA SAAT MENSTRUASI DI PONPES AL-BAYAN SLEMAN Fauzul Husna
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 1 No. 1 (2023): DIMASLIA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Personal hygiene atau kebersihan diri merupakan tindakan merawat diri sendiri termasuk dalam memeliharakebersihan bagian tubuh seperti rambut, mata, hidung, mulut, gigi, dan kulitHygiene menstruasi adalah suatu usaha yang dilakukan untuk mempertahankan kesehatan dan memeliharakebersihan saat menstruasi. Perawatan diri selama menstruasi penting dilakukan untuk menjaga kebersihandan mencegah infeksi. Menjaga kebersihan dan mencegah infeksi dapat dilakukan dengan caramenggunakan pembalut dan mengganti pembalut minimal 2 kali sehari dan pememilihan pembalut yanglembut serta mampu menyerap cairan dengan baik, dan juga harus menjaga kebersihan daerah kewanitaandengan menggunakan air yaitu membersihkan dari arah depan kebelakang agar kuman yang ada didaerahduburtidak menempel pada daerah kewanitaanManfaat dari menjaga personal hygiene pada masa menstruasi yaitu untuk menjaga daerah vagina dandaerah sekitarnya agar tetap bersih dan nyaman, mencegah munculnya keputihan, bau tidak sedap dan gatalgatal dan menjaga pH vagina tetap normal(3,5-4,4).Tujuan personal hygiene menstruasi adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan, memelihara kesehatandiri, mencegah penyakit serta meningkatkan kepercayaan diri saat menstruasi.Untuk metode yang digunakan dalam pemberian pendidikan kesehatan personal hygiene pada menstruasi diPonPes Al-Bayan adalah ceramah menggunakan media powerpoint dan diakhir pemeberian materi dilakukan sesitanya jawab.Hasil dari pemberian pendidikan kesehatan tentang personal hygiene santri di ponpes Al-Bayan sudahmemahami dan mengetahui apa itu personal hygiene, factor yang mempengaruhi, manfaat menjaga personalhygiene, tujuan, dampak dan manajemen personal hygiene. Sebelum dilakukan pemberian materi ini santribelum paham pentingnya menjaga personal hygiene pada saat menstruasi.
UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DENGAN DETEKSI DINI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA BALITA DI PADUKUHAN SANTAN KELURAHAN GUWOSARI PAJANGAN BANTUL Fauzul Husna
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 1 No. II (2023): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK : Pertumbuhan dan perkembangan anak merupakan hal yang harus diperhatikan sejak usia dini. Kegagalan pertumbuhan dan perkembangan akan berakibat terhadap kesejahteraaan anak. Salah satu gangguan dalam pertumbuhan anak yang saat ini sedang marak dibicarakan adalah stunting. Masalah anak pendek ( Stunting) adalah salah satu permasalahan gizi yang menjadi focus Pemerintahan Indonesia. Pada tahun 2019, Yogyakarta merupakan salah satu daerah yang menjadi lokus stunting di tingkat nasional, salah satu wilayahnya adalah Kabupaten Bantul. Untuk mencegah terjadinya stunting diperlukan penanganan yang komprehensif terhadap semua pihak yang terkait dengan pertumbuhan anak yaitu orang tua terutama ibu, keluarga, lingkungan serta tenaga kesehatan dalam melakukan pemantauan pertumbuhan anak. Pengabdian ini dilaksanakan dengan cara melakukan deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan pada balita di padukuhan Santan kalurahannGuwosari pajangan Bantul. Hasil kegiatan Balita yang datang ke Posyandu adalah sebanyak 50 anak dengan dengan usia 0 -60 bulan. Balita berjenis kelamin perempuan sebanyak 26 anak (52%), sedangkan anak yang berkelamin laki – laki 24 anak ( 48%).Balita yang dengan status gizi normal berdasasrkan berat badan / umur (bb/u)sebanyak 45 anak (90%), sedangkan anak dengan status gizi kurang 5 anak (10%). Balita yang dengan status gizi normal berdasasrkan tinggi badan / umur (bb/u)sebanyak 45 anak (90%), sedangkan anak dengan status gizi kurang 5 anak (10%). Balita anak dengan perkembangan normal seabyaj 42 anak (84%). Anak dengan perkembangan meragukan sebanyak 5 anak (10%). Sedangkan anak dengan perkembangan gagal sebanyak 3 anak (6%). Oleh karena itu disarankan kepada kader posyandu dan puskesmas untuk melakukan deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan pada balita di wilayah padukuhan santanABSTRACT : Growth and development of children is something that must be considered from an early age. Failure of growth and development will have an impact on children's welfare. One of the disturbances in children's growth that is currently being discussed is stunting. The problem of stunting is one of thenutritional problems that is the focus of the Indonesian government. In 2019, Yogyakarta is one of the areas that has become a locus of stunting at the national level, one of which is Bantul Regency. To prevent stunting, comprehensive management is needed for all parties related to child growth, namely parents, especially mothers, families, the environment and health workers in monitoring children's growth. This service is carried out by carrying out early detection of growth and development in toddlers in the Santan village, Guwosari Pajangan, Bantul. The results of toddler activities that come to Posyandu are as many as 50 children aged 0 -60 months. There were 26 female children (52%), while 24 male children (48%). Toddlers with normal nutritional status based on weight/age (bb/u) are 45 children (90%), while children with poor nutritional status are 5 children (10%). Toddlers with normal nutritional status based on height/age (weight/u) are 45 children (90%), while children with poor nutritional status are 5 children (10%). Toddlers with normal development by sea are 42 children (84%). Children with underestimated development as many as 5 children (10%). While children with failed development as many as 3 children (6%). Therefore it is suggested to posyandu and puskesmas cadres to carry out early detection of growth and development in toddlers in Santan village Pajangan Bantul.
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA BALITA Andani, Mahardika Ratih Resti; Puspitasari, Riadinata Shinta; Latifahanun, Este; Husna, Fauzul
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 2 No. 2 (2024): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS ISLAM MULIA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Diharapkan masyarakat memiliki kemampuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan kesehatan dengan menjaga, memelihara, dan meningkatkan kualitas kesehatan mereka. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) keluarga adalah salah satu faktor yang menentukan kesehatan keluarga. Data Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa jumlah rumah tangga yang ber-PHBS di Indonesia meningkat sebesar 70,62% dari tahun 2017. Namun, data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo menunjukkan bahwa capaian rumah tangga yang ber-PHBS pada tahun 2021 rendah, sekitar 21,71%. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan Ibu tentang PHBS dalam rumah tangga melalui penyuluhan. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk mendorong perilaku hidup bersih dan sehat sehingga keluarga lebih menyadari PHBS. 30 Ibu berpartisipasi dalam kegiatan ini di Posyandu Belik Kalurahan Demangrejo, yang berlangsung pada tanggal 11 Januari 2024. Hasil: Hasil dari kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa pengetahuan Ibu tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebelum dan setelah penyuluhan berpengaruh. Ini adalah indikator keberhasilan kegiatan. Setelah penyuluhan, pengetahuan ibu balita meningkat dari hanya 15 orang (50%) sebelum penyuluhan menjadi 25 orang (83,3%). Kata kunci : Pengetahuan, Perilaku , Penyuluhan
KONSELING INFORMASI EDUKASI (KIE) TENTANG KEHAMILAN, PERSALINAN DAN NIFAS PADA PASANGAN USIA SUBUR DI DUSUN DADABHONG, SENDANG SARI, KAPANEWON PAJANGAN BANTUL Pratiwi, Fika; Husna, Fauzul; Puspitasari, Riadinata Shinta
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 2 No. 2 (2024): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS ISLAM MULIA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasangan Usia Subur adalah Pasangan suami istri yang saat ini hidup bersama, baik bertempat tinggal resmi ataupun tidak, dimana usia istri antara20 tahun sampai 45 tahun. Pasangan usia subur batasan usia yang digunakan disini adalah 20-45 tahun. Pasangan Usia Subur berkisar antara usia 20-45 tahun dimana pasangan (laki-laki dan perempuan) sudah cukup matang dalamsegala hal terlebih organ reproduksinya sudah berfungsi dengan baik. Ibu hamil adalah seorang wanita yaedang mengandung yang dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Kehamilan adalah waktu transisi, yaitumasaantara kehidupan sebelum memiliki anak yang sekarang berada dalamkandungan dan kehidupan nanti setelah anak itu lahir (Ratnawati, 2020) Kehamilan merupakan penyatuan dari spermatozoa dan ovumdan dilanjutkandengan nidasi. Bila dihitung dari saat fertilisasi hingga lahirnya bayi, kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu 40 minggu atau 9 bulanmenurut kalender internasional. Maka, dapat disimpulkan bahwa kehamilanmerupakan bertemunya sel telur dan sperma di dalam atau diluar Rahimdanberakhir dengan keluarnya bayi dan plasenta melalui jalan lahir (Yulaikhah,2019)
PEMANTAUAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA BALITA DI TPA AMALIA GAMPING SLEMAN Husna, Fauzul; Pratiwi, Cika Putri; Winda, Agestya; Maesaroh, Putri; Dyah, Isna Puri; Alodia, Helen
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 3 No. 1 (2025): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INTISARI Latar Belakang : Anak merupakan investasi generasi suatu bangsa, sehingga kualitas anak sangat menentukan keberlangsungan generasi dan kualitas bangsa. Kualitas anak sangat ditentukan oleh keberlangsungan proses tumbuh-kembangnya sejak periode di dalam kandungan dan periode awal kehidupannya selama masa kritis pada 3 tahun pertama. Penting untuk memastikan bahwa anak-anak berkembang secara optimal. Pemantauan tumbuh kembang adalah suatu kegiatan untuk menemukan secara dini adanya penyimpangan pertumbuhan (status gizi kurang atau buruk, anak pendek), penyimpangan perkembangan (terlambat bicara) dan penyimpangan mental emosional anak (gangguan konsentrasi dan hiperaktif) Tujuan Untuk melakukan deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan pada balita Metode : kegiatan pengabdian Masyarakat ini dilakukan dengan cara melakukan pemeriksaan tumbuh kembang pada balita Hasil : Berdasarkan hasil pemeriksaan Dari Balita yang ditimbang 80 % berat badan Balita Normal, 20 % Tidak Normal ( gizi lebih/dibawah normal). Sedangkan dari skrining tumbuh kembang di dapatkan 94% balita dengan tumbuh kembang yang sesuai, dan 6% dengan tumbuh kembang yang meragukan Kata kunci : pemantauan,Pertumbuhan,Perkembangan,Balita ABSTRACK Background: Children are an investment of a nation's generation, so the quality of children greatly determines the sustainability of the generation and the quality of the nation. The quality of children is greatly determined by the sustainability of their growth and development process since the period in the womb and the early period of their lives during the critical period in the first 3 years. It is important to ensure that children develop optimally. Growth and development monitoring is an activity to find early any growth deviations (poor or poor nutritional status, short children), developmental deviations (late speech) and mental emotional deviations in children (concentration disorders and hyperactivity) Objective To conduct early detection of growth and development in toddlers Method: This community service activity is carried out by conducting growth and development examinations on toddlers Results: Based on the results of the examination of Toddlers who were weighed, 80% of Toddlers' weight was Normal, 20% were Abnormal (overweight/below normal). Meanwhile, from the growth and development screening, 94% of toddlers were found with appropriate growth and development, and 6% with questionable growth and development Keywords: monitoring, growth, development, toddlers
PENYULUHAN TENTANG KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH DI TK PKK ARGOMULYO 29 SEDAYU BANTUL Husna, Fauzul
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 2 No. 1 (2024): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INTISARI Latar belakang :Gigi dan mulut merupakan bagian penting yang harus dijaga kebersihannya. Berbagai penyakit yang muncul disebabkan oleh berbagai faktor yaitu sikap atau perilaku yang mengabaikan kebersihan gigi dan mulut karena kurangnya pengetahuan akan pentingnya pemeliharaan gigi dan mulut, malas menyikat gigi, menyikat gigi dan mulut dengan cara yang salah dan tidak benar serta makan-makanan dan minuman yang manis. Gosok gigi adalah cara paling mudah untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Akan tetapi banyak orang yang menyepelekan pentingnya gosok gigi.Kebiasaan menanamkan peduli kesehatan gigi dan mulut perlu diajarkan sejak dini. Oleh karena itu, anak perlu diberi bekal pengetahuan tentang gosok gigi yang baik dan benar. Tujuan: meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak pra sekolah tentang cara menggosok gigi yang baik dan benar. Metode : Pengabdian Masyarakat ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan berupa penyuluhan tentang menjaga kebersihan gigi dan mulut menggunakan media phantom gigi, video animasi gosok gigi dilanjutkan dengan praktik gosok gigi yang benar Hasil: Peserta kegiatan terdiri dari anak 25 anak di TK PKK 29 Argomulyo Sedayu Bantul. Hasil evaluasi terlihat ada peningkatan pemahaman anak tentang gigi sehat, manfaat gosok gigi, dan waktu gosok gigi, serta peningkatan ketrampilan anak praktik gosok gigi yang baik dan benar. Optimalisasi gerakan gosok gigi ini hendaknya dilakukan secara kontinyu di sekolah dan dilanjutkan di rumah dengan dukungan dari orang tua. Kata kunci : kebersihan gigi dan mulut, anak pra sekolah ABSTRACK Background: The teeth and mouth are an important part that must be kept clean. The various diseases that arise are caused by various factors, namely attitudes or behaviors that neglect dental and oral hygiene due to lack of knowledge of the importance of dental and oral care, lazy brushing of teeth and mouth in the wrong and incorrect way and eating sweet foods and drinks. Brushing your teeth is the easiest way to maintain healthy teeth and mouth. However, many people underestimate the importance of brushing their teeth. The habit of instilling care for dental and oral health needs to be taught early. Therefore, the child needs to be provided with knowledge about good and correct brushing of teeth. Objective: to improve the knowledge and skills of preschool children on how to brush their teeth well and correctly. Methods: This community service was carried out by providing extension in the form of extension on maintaining dental and oral hygiene using dental phantom media, animated tooth brushing video continued with correct brushing practice Results: Participants of the activity consisted of 25 children in kindergarten PKK 29 Argomulyo Sedayu Bantul. The results of the evaluation showed that there was an increase in the child's understanding of healthy teeth, the benefits of brushing teeth, and brushing time, as well as an increase in the child's skills of good and correct brushing practices. Optimization of this brushing movement should be carried out continuously at school and continued at home with the support of parents. Keyword: dental and oral hygine,preschool children