Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : DIMASLIA

PENINGKATAN KAPASITAS PENYUSUNAN RKO EFISIEN BERBASIS DATA HISTORIS DAN E-CATALOGUE DI PUSKESMAS MELALUI PELATIHAN DAN SIMULASI PENGADAAN OBAT Rahmi, Safirina Aulia
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 3 No. 2 (2025): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tim internal Puskesmas dalam menyusun Rencana Kebutuhan Obat (RKO) berbasis efisiensi harga dan data historis pemakaian. Sebanyak 17 peserta yang terdiri dari tenaga kefarmasian, pengelola program JKN, serta kepala tata usaha dan perencana mengikuti pelatihan yang menggabungkan metode simulasi efisiensi harga obat, analisis perbandingan e-Catalogue dan harga pasar, serta penyusunan template audit pengadaan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa 54% item obat lebih murah di e-Catalogue, sementara 46% lainnya justru lebih mahal, dengan potensi penghematan bersih sebesar Rp2.809.000. Evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 24,6 poin pada kelompok tenaga kefarmasian. Refleksi peserta menunjukkan perubahan cara pandang terhadap penyusunan RKO yang selama ini dilakukan tanpa analisis mendalam. Kegiatan ini juga memunculkan inisiatif pembentukan tim mini audit pengadaan obat internal sebagai bentuk perbaikan tata kelola berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan berbasis data mampu meningkatkan efisiensi, kolaborasi lintas profesi, dan akuntabilitas pengadaan di FKTP.
EDUKASI PENTINGNYA DETEKSI DINI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA USIA PRODUKTIF DI KALURAHAN DEMANGREJO Rahmi, Safirina Aulia
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 2 No. 1 (2024): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INTISARI Latar Belakang: Terjadinya transisi epidemiologi penyakit menyebabkan terjadi pergeseran prevalensi penyakit dengan prevalensi penyakit menular masih tinggi dan dibarengi dengan peningkatan prevalensi penyakit tidak menular (PTM) yang akan lebih tinggi (World Health Organization, 2022). Salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang sering ditemukan adalah hipertensi dan diabetes. Deteksi dini terkait penyakit tidak menular (PTM) pada usia produktif masih kurang karena masih berfokus pada lansia. Tujuan: Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi Masyarakat kususnya yang berada pada usia produktif untuk melakukan deteksi sebagai Upaya pencegahan penyakit tidak menular (PTM). Meyode: Metode yang digunakan adalah screening dan edukasi pentingnya deteksi dini sebagai Upaya pencegahan risiko penyakit tidak menular (PTM). Sebanyak 30 peserta berpartisipasi dalam kegiatan ini. Deteksi dini pada usia produktif dilakukan di Posyandu Balita Belik dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah, berat badan, tinggi badan dan melakukan wawancara singkat mengenai konsumsi garam, konsumsi gula dan aktivitas fisik. Hasil : Hasil yang didapatkan 20% tekanan darah peserta tinggi, 30% overweight, 13.3% obesitas, 40% mengkonsumsi garam >1 sdt per hari, 23.3% mengkonsumsi gula >4 sdm per hari, 76.7% tidak melakukan aktivitas fisik atau olahraga. Kata Kunci: penyakit tidak menular, deteksi dini, pencegahan ABSTRACT Background: The occurrence of a disease epidemiological transition causes a shift in disease prevalence with the prevalence of infectious diseases remaining high and accompanied by an increase in the prevalence of non-communicable diseases (NCDs) which will be even higher (World Health Organization, 2022). One of the non-communicable diseases (NCDs) that is often found is hypertension and diabetes. Early detection of non-communicable diseases (NCDs) in productive age is still lacking because it still focuses on the elderly. Objective: This community service aims to educate people, especially those of productive age, to carry out detection as an effort to prevent non-communicable diseases (NCDs). Method: The method used is screening and education on the importance of early detection as an effort to prevent the risk of non-communicable diseases (PTM). A total of 30 participants participated in this activity. Early detection at productive age is carried out at Posyandu Balita Belik by checking blood pressure, body weight, height and conducting short interviews regarding salt consumption, sugar consumption and physical activity. Results: The results obtained were 20% of participants' blood pressure was high, 30% were overweight, 13.3% were obese, 40% consumed >1 tsp salt per day, 23.3% consumed >4 tbsp sugar per day, 76.7% did not do physical activity or exercise. Keyword: non-communicable diseases, early detection, prevention