Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT

EFEKTIVITAS TEKNIK RESTRUCTURING COGNITIVE DALAM MENGEMBANGAKAN PENALARAN MORAL Royhanun Siregar; Ulfah Nury Batubara; Nabilah Siregar
Jurnal Education and Development Vol 9 No 2 (2021): Vol.9.No.2.2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.79 KB) | DOI: 10.37081/ed.v9i2.2531

Abstract

Penelitian bertitiktolak dari fenomena masih banyak remaja yang belum mencapai penalaran moral otonom yang mengakibatkan perilaku delinquent pada remaja. Secara umum penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendekatan konseling kognitif perilaku dalam mengembangkan penalaran moral peserta didik kelas VIII di SMP Dewi Sartika Kota Bandung tahun ajaran 2019/2020. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen, non-equivalent control-group design. Teknik pengambilan sampel dengan teknik homogeneous sampling pada 68 peserta didik kelas VIII di SMP Dewi Sartika Kota Bandung. Pengumpulan data menggunakan Instrumen penalaran moral berupa kuesioner (angket) berbentuk cerita. Hasil penelitian menunjukkan: 1) profil penalaran moral peserta didik kelas VIII SMP Dewi Sartika Bandung secara umum berada kategori tahapan semi otonom; 2) program intervensi konseling kelompok dengan teknik assertive training dan teknik restructuring cognitive untuk mengembangkan penalaran moral yang memadai terdiri dari komponen rasional, deskripsi kebutuhan, tujuan, sasaran, tujuan, sasaran, kompetensi guru bimbingan dan konseling, peran guru bimbingan dan konseling, struktur dan tahapan program, serta evaluasi dan indikator keberhasilan; 3) teknik restructuring cognitive efektif untuk mengembangkan penalaran moral, sedangkan teknik assertive training tidak efektif untuk mengembangkan penalaran moral.
LIBERALISME JOHN LOCKE DAN PENGARUHNYA DALAM TATANAN KEHIDUPAN Ulfah Nury Batubara; Royhanun Siregar; Nabilah Siregar
Jurnal Education and Development Vol 9 No 4 (2021): Vol.9 No.4 2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.657 KB) | DOI: 10.37081/ed.v9i4.3189

Abstract

Liberalisme adalah paham yang menjunjung kebebasan individu. Pemikiran ini lahir tidak terlepas dari perkembangan mutakhir Barat sejak era Renaissance/Aufklarung (zaman pencerahan), sebagai tolak belakang dari zaman dark ages (zaman kegelapan). Salah satu tokoh dalam pemikiran ini adalah John Locke. Berkat pengalaman masa lalunya yang hidup saat peperangan antara kaum puritan dengan Raja Charles I, menempa pribadi John Locke akan pentingnya penghargaan kebebasan, demokrasi, pembatasan kekuasaan politik sampai toleransi terhadap perbedaan keyakinan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif. Penelitian hanya menggambarkan bagaimana pandangan John Locke tentang Liberalisme dan pengaruhnya dalam tatanan kehidupan manusia. Kesimpulan yang bisa ditarik dari penelitian ini yakni paham Liberalisme masih banyak diadopsi oleh masyarakat, padahal tokoh liberal seperti John Locke sudah lama meninggal. Pengaruh Liberalisme dalam bidang politik, lahirnya gagasan nasionalisme dan perubahan format politik maupun kehidupan sosial budaya yang dulunya bersifat kerajaan berubah konsep menjadi negara demokratis. Dalam bidang Ekonomi, kegiatan ekonomi berubah dari pertanian ke industri. Dalam bidang ilmu pengetahuan, kebebasan berfikir dan pengakuan hak-hak individu.
PENGGUNAAN TEKNIK ASSERTIVE TRAINING DALAM MENGEMBANGAKAN PENALARAN MORAL Royhanun Siregar; Ulfah Nury Batubara; Nabilah Siregar
Jurnal Education and Development Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2. 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.901 KB) | DOI: 10.37081/ed.v10i2.3760

Abstract

Masa remaja merupakan priode penting dalam perkembangan penalaran moral dan juga masa pencarian identitas diri. Sehingga, pada masa inilah remaja mudah terpengaruh oleh aktivitas-aktivitas negatif yang paling banyak didapatkan dari lingkungan sekitar remaja seperti, pergaulan bebas, penyalahgunaan obat terlarang, tawuran antar pelajar, aborsi dan tindakan-tindakan yang meresahkan masyarakat. pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan remaja menunjukkan akan rendahnya penanaman nilai moral dalam kehidupan, yang pada akhirnya remaja tidak mampu memilah mana perilaku yang baik dan mana perilaku yang buruk. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas moral dan menghambat terjadinya perilaku amoral pada remaja adalah dengan mengembangkan penalaran moral dengan membenahi kembali kognitif atau cara berfikir sehingga mampu menolak akan perilaku amoral dan mengembangkan perilaku yg sesuai dengan aturan. Teknik assertive training merupakan salah satu teknik yang ada pada pendekatan konseling kognitif perilaku yang berfungsi menyadarkan remaja akan perilaku yang keliru dan dapat mengelola kembali perilaku sesuai dengan nilai-nilai norma.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR CHOTS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERFIKIR TINGKAT TINGGI SISWA SMA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH Nury Batubara, Ulfah; Siregar, Royhanun; Trisna, Ayu
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 1 Januari 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i1.3187

Abstract

Abad 21 merupakan era Revolusi Industri generasi 4.0 yang ditandai dengan meningkatnya konektivitas, interaksi serta perkembangan sistem digital, kecerdasan buatan dan virtual. Dengan demikian kehidupan manusia mengalami banyak perubahan yang fundamental dan sangat berbeda dari kehidupan abad sebelumnya. Dunia Pendidikan memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi agar mampu menghadapi tantangan tersebut. Pendidikan abad 21 mengharuskan siswa untuk memiliki keterampilan 4C (Critical Thinking, Creativity, Communication, and Collaboration) sehingga pendidik memiliki tantangan dan tanggung jawab besar dalam menyiapkan siswa agar memiliki keterampilan tersebut dan mampu bersaing secara global. Higher Order Thinking Skill (HOTS) adalah keterampilan berpikir tingkat tinggi yang menuntut seseorang berpikir kritis, kreatif, analitis terhadap informasi dan data dalam memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar CHOTS dalam pemeblajaran sejarah agar siswa memiliki kemampuan berfikir tingkat tinggi. Adapun tempat penelitian dilakukan di MAS At-Twoifi Padang Bolak. Setelah dilakukan uji coba lapangan hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase tingkat pencapaian 94%. Dengan demikian, Ho ditolak dan H1 diterima, karena nilai T hitung 5,44 dan nilai T tabel 2,14. Hipotesis H1 yakni terdapat perbedaan nilai hasil belajar pada siswa yang memperoleh pembelajaran tanpa bahan ajar CHOTS dalam meningkatkan keterampilan berfikir tingkat tinggi dengan nilai hasil belajar siswa yang menggunakan bahan ajar CHOTS dalam meningkatkan keterampilan berfikir tingkat tinggi (diterima).
ANALISIS BUDAYA MAKKOBAR (BERPIDATO) DALAM PESTA ADAT PABAGAS BORU DI TAPANULI SELATAN Lubis, Mina Syanti; Batubara, Ulfah Nury; Lubis, Ilham Sahdi; Harahap, Sri Mahrani
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 2 Mei 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i1.6918

Abstract

Pesta perkawinan merupakan salah satu kegiatan yang bernuansa adat dan kebiasaan di sekitar lingkungan Tapanuli Selatan. Kegiatan pesta perkawinan di Tapanuli Selatan disebut dengan horja pabagas boru (pesta menikahkan anak perempuan). Hal yang paling penting dalam marhorja pabagas boru adalah makkobar. Di beberapa daerah di Tapanuli Selatan kegiatan makkobar adalah penghargaan yang diberikan kepadanya pada saat acara pesta adat tersebut. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis budaya makkobar (berpidato) dalam pesta pernikahan di Kabupaten Tapanuli Selatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis terhadap 27 data yang bersumber dari 14 sampel, bahwa setiap sampel berpidato secara sistematis dengan mengikuti sistematika penyampaian pidato pada umumnya. Adapun sistematika berpidato pada umumnya tersebut terdiri dari pendahuluan, isi dan penutup. Dari 14 sampel tersebut pembukaan, isi dan penutup hampir ditemukan di kegiatann makkobar. Maka dapat disimpulkan bahwa struktur makkobar di dalam adat pabagas boru batak angkola memiliki struktur pidato yang baik dan terstrutur.