Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

UJI ANTI VIRUS SENYAWA ETIL 4-(3,5-DIMETILFENIL)-6-METIL-2-OKSO-1,2,3,4-TETRAHIDROPIRIMIDIN-5-KARBOKSILAT DENGAN MODEL NEWCASTLE DISEASE Fatkhurohman, Muhammad Reza; Saifudin, Azis
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i2.120

Abstract

Penemuan senyawa baru penuntun antivirus diperlukan untuk mengantisipasi munculnya penyakit-penyakit baru yang disebabkan oleh virus varian baru. Dihidropirimidinon (DHMPs) dengan gugus inti cincin pirimidin, dilambangkan sebagai senyawa Biginelli dengan aktivitas farmakologis yang memiliki efektivitas tinggi. Aktivitas yang dimiliki diantaranya antibakteri, antivirus, antitumor, antiinflamasi dan antioksidan. Newcastle Disease adalah virus yang termasuk dalam famili paramyxoviridae, genus Para-myxovirus. Pada manusia, virus ini menyebabkan suatu peradangan konjungtiva. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana aktivitas antivirus senyawa Etil 4-(3,5-dimetilfenil)-6-metil-2-okso-1,2,3,4-tetrahidropirimidin-5-karboksilat. Penelitian ini menggunakan telur ayam KUB berusia 9-11 hari. Penelitian ini menggunakan ruang allantonis yang berisi cairan alantonis yang terus diproduksi seiring perkembangan embrio. Pengamatan penghambatan virus menggunakan uji Hemaglutinasi. Perhitungan persentase penghambatan didapatkan pada kelompok kontrol menunjukkan hasil 0%, pada kelompok 1 (1 µg/mL) adalah 0%, kelompok 2 (10 µg/mL) 92,3% dan kelompok 3 (100 µg/mL) adalah 99,6%. Data yang didapat menunjukkan hasil yang linear, peningkatan pemberian konsentrasi senyawa menyebabkan peningkatan persen penghambatan yang tinggi pula.
UJI AKTIVITAS ANTIVIRUS FRAKSI ETIL ASETAT EKSTRAK METANOL KULIT JERUK PURUT (Citrus hystrix) DENGAN MODEL NEWCASTLE DISEASE Pratiwi, Audina Putri; Saifudin, Azis
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 4 (2022): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i4.138

Abstract

Jeruk purut merupakan salah satu tanaman herbal yang dapat tumbuh dengan mudah di wilayah Indonesia. Senyawa yang terdapat di dalam jeruk purut sangat beragam. Limonine merupakan senyawa yang dipercaya memiliki aktivitas antivirus dari jeruk purut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antivirus fraksi etil asetat ekstrak metanol jeruk purut terhadap virus Newcastle. Jeruk purut diekstraksi dengan metode maserasi dan difraksinasi cair-cair. Hasil fraksinasi kemudian diinokulasikan kedalam telur ayam berembrio (TAB) berumur 9-11 hari dan diinkubasi selama 3 hari. Terdapat 3 seri konsentrasi dalam penelitian ini yaitu, 1 µg/mL, 10 µg/mL dan 100 µg/mL. Selama proses inkubasi, dilakukan pengecekan untuk melihat kematian embrio. Metode yang digunakan dalam melihat aktivitas antivirus dalam penelitian ini adalah uji hemaglutinasi. Hasil uji hemaglutinasi menunjukkan adanya aktivitas antivirus dari fraksi etil asetat ekstrak metanol jeruk purut dengan ditandai menurunnya jumlah titer virus pada pemberian senyawa dengan konsentrasi yang meningkat. Kelompok konsentrasi senyawa yang memiliki efek antivirus yang baik adalah 10 µg/mL dan 100 µg/mL dengan persentase penghambatan 99,93%.
AKTIVITAS ANTIVIRUS EKSTRAK ETANOL DAUN BANDOTAN (Ageratum conyzoides) TERHADAP VIRUS NEWCASTLE DISEASE Muhayaroh, Miftah; Saifudin, Azis
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i2.152

Abstract

Virus Newcastle disease merupakan avian paramyxovirus yang bisa menyerang sistem pernapasan. ND memiliki protein HN (hemagglutinin neuraminidase) mengaglutinasi sel darah merah. Secara umum pengobatan antivirus diatasi dengan beberapa hal, seperti penggunaan tanaman herbal. Ageratum conyzoides termasuk tanaman herbal yang dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional masyarakat. Ageratum conyzoides mengandung senyawa kimia yaitu quercetin (flavonoid). Pada dosis sedang, daun bandotan dengan esktrak etanol dapat menghambat aktivitas antivirus yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antivirus ekstrak etanol daun bandotan terhadap virus ND. Ageratum conyzoides diekstraksi dengan metode maserasi dengan pelarut apa?. Uji antivirus dilakukan dengan metode uji hemaglutinasi. Hasil ekstraksi diinokulasikan ke dalam telur ayam berembrio (TAB) berumur 9-12 hari dan diinkubasi selama 3 hari. Sebanyak 12 telur ayam dibagi menjadi 4 kelompok (kontrol virus, 1µg/mL, 10µg/mL dan 100µg/mL). Selama proses inkubasi, dilakukan pengecekan telur untuk melihat kematian embrio. Hasil uji hemaglutinasi menunjukkan tidak adanya aktivitas antivirus dari ekstrak etanol daun bandotan yang ditandai dengan tidak terbentuknya dot pada sumuran mikroplate. Beberapa faktor yang menyebabkan kegagalan seperti, lama penyimpanan dan suhu. Pada lama penyimpanan akan sangat berpengaruh terhadap ekstrak daun bandotan karena semakin lama penyimpanan maka semakin banyak meningkatkan aktivitas mikroorganisme yang dapat menyebabkan kegagalan.
Evaluasi Penyusunan Profil Lulusan Program Studi Kefarmasian Berbasis Locus dan Body of Knowledge Azis Saifudin
Journal of Pharmascience Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v11i1.17599

Abstract

Program studi farmasi baik sarjana dan diploma sudah berdiri ratusan program studi. Di sisi lain, jumlah program profesi apoteker juga makin meningkat saat ini. Profil lulusan diperlukan sebagai dasar penyusunan kurikulum masih menjadi problem di banyak institusi pendidikan farmasi, terutama pada saat menghadapi akreditasi. Rumusan profil lulusan yang dijumpai di banyak program studi disusun berdasarkan acuan yang belum merujuk pada prioritas keilmuan (body of knowledge) dan wadah keilmuan (locus of knowledge). Studi ini dilakukan untuk menganalisis ketepatan penyusunan profil lulusan dari 4 sampel program studi sarjana farmasi menurut area praktek kefarmasian, regulasi dan kerangka kualifikasi. Perumusan profil lulusan yang koheren dengan tuntutan kompetensi praktek akan menjadi pengarah lebih lanjut pada capaian pembelajaran lulusan (CPL) dan diturunkan menjadi kurikulum mata kuliah yang logis dan koheren. Elaborasi lebih lanjut dilakukan berdasarkan pengalaman mendampingi banyak program studi dalam meninjau dan menyusun kurikulum yang ditujukkan untuk meningkatkan ketepatan penyusunan profil lulusan dan mencegah potensi kebuntuan pola keruntutan produk kurikulum dari profil lulusan yang disebabkan karena pernyatan-pernyataan rumusan yang kurang mengacu pada locus dan body of knowledge dan skill dari praktek kefarmasian. Berdasarkan analisa temuan sampel rumusan dari beberapa program studi terpilih dapat disimpulkan bahwa profil lulusan yang disusun masih banyak bersifat umum dan belum mencerminkan kompetensi khusus rumpun keilmuan. Di sisi lain, banyak profil lulusan yang belum mengandung unsur penciri institusi. Kata Kunci: Body of Knowledge, Kurikulum, Profil Lulusan, Farmasi, Program Studi  Hundreds of pharmacy study programs, both undergraduate and diploma, have been established. On the other hand, the number of professional pharmacist programs is also increasing at this time. The graduate profile required as a basis for curriculum preparation is still a fundamental issue in many pharmaceutical education institutions, especially when facing accreditation. The formulation of graduate profiles found in many study programs is prepared based on references that do not refer to scientific priorities (body of knowledge) and scientific container (locus of knowledge). This study was conducted to analyze the accuracy of preparing graduate profiles from 4 samples of undergraduate pharmacy study programs according to pharmaceutical practice areas, regulations and qualification frameworks. The formulation of a graduate profile that is coherent with the demands of practical competency will be a further guide to graduate learning outcomes (CPL) and be reduced to a logical and coherent course curriculum. Further elaboration was carried out based on the experience of assisting many study programs in reviewing and compiling curricula aimed at increasing the accuracy of preparing graduate profiles and preventing potential incoherence in the pattern of curriculum product sequence from graduate profiles caused by formulated statements that do not refer to the locus and body of knowledge. and skills from pharmacy practice. Based on the analysis of the findings of selected study programs, it can be concluded that the graduate profiles prepared are still largely general in nature and do not reflect the specific competencies of scientific groups. On the other hand, many graduate profiles do not contain institutional characteristics.
Health Education and Applying Appropriate Technology for Instant Ginger Milk in PKK Gonggangan Fauzi, Ahmad; Saifudin, Azis; Hidayatullah, Muhammad Haqqi; Amanda, Pramaisshela Rizvya
Jurnal Inovasi Sains dan Teknologi Untuk Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/instem.v4i1.60004

Abstract

Inappropriate use of household medicine poses risks of side effects, adverse interactions, and hazards due to improper storage and disposal. This education activity was conducted to increase public knowledge and awareness regarding the DAGUSIBU (Get, Use, Save, Dispose) concept among members of the PKK group in Gonggangan Hamlet, Bolon, Colomadu, Karanganyar, Central Java. The materials provided included how to obtain medicine from official facilities such as pharmacies, usage according to dosage and indication, correct storage to maintain stability, and safe and responsible disposal of expired medicine . The delivery method consisted of interactive presentations and discussions, followed by training on the application of appropriate technology for producing instant ginger milk made from fresh ginger, lemongrass, cloves, cinnamon, cardamom, sugar, and fresh cow's milk. This training aimed to enhance skills based on local potential while opening opportunities for small and medium enterprises. Evaluation using pre-post tests showed an increase in average knowledge scores from 62.5 to 87.3 (+ 39.68%), with 90.6% of participants stating they would apply this knowledge in their daily lives. Some participants also expressed interest in developing the production of instant ginger milk for family consumption and local sales. The results indicated that DAGUSIBU education is effective in increasing awareness of proper medicine use, while appropriate technology-based training triggers entrepreneurial motivation. The combination of these two activities is expected to encourage independence in maintaining family health while improving the economic welfare of their households.