Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : HENGKARA MAJAYA

Evaluasi Pelaksanaan Standar Mutu Kepelautan di Prodi Studi Nautika Politeknik Pelayaran Barombong Rina Haryani; Rachmat Tjahjanto; Yudi Satria
Hengkara Majaya Vol. 3 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Politeknik Pelayaran Barombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61759/hmj.v3i1.59

Abstract

Standar mutu Program studi Studi Nautika di Politeknik Pelayaran Barombong berpedoman pada standar mutu kepelautan Indonesia yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur nomor. SK.8/III/POLTEKPEL.B-2021 tentang standar mutu kepelautan di lingkungan Politeknik Pelayaran Barombong, namun belum ada hasil evaluasi pelaksanaan standar mutu tersebut, sehingga perlu dievaluasi. Evaluasi pelaksanaan ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa semua standar penilaian yakni standar kompetensi lulusan, isi, proses, penbilaian, tenaga pendidik dan kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan dan pembiayaan sudah sangat baik, namun demikian dari dari setiap unsur penilaian dalam setiap standar, masih ada yang belum terpenuhi dalam standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan.
Analisis Pengoperasian Radar pada Kapal Saat Berlayar Rina Haryani; Sarce Sampe Bungin; Muhammad Ilham
Hengkara Majaya Vol. 4 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Politeknik Pelayaran Barombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61759/hmj.v4i1.66

Abstract

Radio Detection And Ranging (Radar) merupakan suatu salah satu alat navigasi yang ada di atas kapal dan digunakan untuk mendeteksi, mengukur jarak dan mengetahui benda-benda seperti kapal, pesawat dan hujan. Saat penulis praktek di kapal Oceanindo Prima Sarana Avior, penulis menemukan hasil penelitian yang sesuai dengan masalah yang penulis angkat dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pengoperasian radar dan masalah apa yang terjadi pada alat navigasi radar serta cara mengatasinya. Penelitian ini penulis lakukan pada saat praktek laut (Prala) di atas kapal Oceanindo Prima Sarana Avior di bawah manajemen PT. Oceanindo Prima Sarana dalam kurung waktu 12 bulan, penulis melakukan penelitian menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Salah satu teknik pengumpulan data tersebut yaitu dengan cara mengamati, meninjau, menganalisa objek ataupun permasalahan dan melakukan langsung terhadap perwira yang berjaga di atas anjungan sehingga dapat diketahui bagaimana cara pengoperasian alat navigasi radar dan masalah apa yang terjadi pada alat navigasi radar serta cara mengatasinya. Penelitian yang dilakukan penulis kemudian menuai hasil yakni ditemukannya fakta bahwa pengoperasian radar pada kapal Oceanindo Prima Sarana Avior secara tepat harus dilakukan oleh perwira yang handal agar tercipta pelayaran yang aman serta perlu diketahui semua fungsi-fungsi pada tombol radar. Bukan hanya itu dalam penelitian yang dilakukan juga mendapatkan hasil yaitu pada Kapal Oceanindo Prima Sarana Avior minim masalah yang terjadi pada alat navigasi radar namun saat pengoperasian radar terkadang ada masalah yaitu kurangnya pemahaman perwira terhadap fungsi tombol yang terdapat pada radar, hal tersebut terjadi karena kelalaian manusianya atau human error. Agar hal-hal yang tak diinginkan tidak terjadi maka cara mengatasinya yaitu perwira yang berjaga di anjungan perlu dibekali ilmu yang maksimal dan perawatan alat navigasi radar.
Kedaulatan Maritim dan Pengawasan Lalu Lintas Maritim di Indonesia Bokau, Joe Ronald Kurniawan; Irwan; Haryani, Rina
Hengkara Majaya Vol. 5 No. 2 (2024): September
Publisher : Politeknik Pelayaran Barombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61759/hmj.v5i2.93

Abstract

As the largest archipelagic country in the world and located right in between of two oceans, Indonesia benefited from its geographical location especially since the Malacca Strait become the major marine traffic in the world. Not only that, Indonesia also established three major waterways called Archipelagic Sea Lanes (ASL) where every international ship obliged to passing by Indonesian territorial waters without disturbance with the straits such as Sunda Strait and Lombok Strait as the major strait. In economic development, these policies impacted the growth of several major cities in Indonesia such as Medan in the Sumatera Island, Jakarta and Surabaya in Java Island and Makassar in Sulawesi Island. The archipelagic countries as defined in the UNCLOS as the waters around, between and connecting the islands belong to the Indonesian irrespective the size or dimension, therefore a constant vigilant must be conduct by Indonesian Government. In this research, we utilize AIS data from third party then analyze from the numbers of ships travelling in the waterway and the needs to maintain a state-of-the-art monitoring of every ship in the territorial waters. ABSTRAK Sebagai negara kepulauan yang terbesar didunia dan terletak diantara dua samudera, Indonesia diuntungkan dari letak geografisnya terlebih sejak Selat Malaka menjadi jalur pelayaran utama dunia. Tidak hanya itu, Indonesia juga membuka tiga jalur utama pelayaran yang disebut dengan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) dimana setiap kapal internasional dapat melewati alur pelayaran tersebut dengan damai dan tidak mengganggu kedaulatan Indonesia contohnya adalah Selat Sunda dan Selat Lombok. Dari perkembangan ekonomi, kebijakan tersebut berdampak pada pembangunan kota-kota besar seperti Medan di Pulau Sumatera, Jakarta dan Surabaya di Pulau Jawa dan Makassar di Pulau Sulawesi. Definisi negara kepulauan sesuai UNCLOS adalah segala perairan disekitar, diantara dan yang menghubungkan antara pulau-pulau merupakan bagian dari wilayah Indonesia apapun ukuran dan dimensinya, oleh sebab itu pengawasan yang berkesinambungan harus terus dilakukan oleh Pemerintah Indonesia. Penelitian ini menggunakan data AIS (Automatic Identification System) untuk melihat lalu lintas pelayaran di Indonesia serta mengambil langkah-langkah strategis untuk mengawasi pergerakan dari kapal-kapal yang berada di wilayah perairan teritorial tersebut.