Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Pra Lansia dan Lansia di Desa Kepuh Kemiri Kecamatan Tulangan Sidoarjo Muhammad Fadeli; Musahadah -; Tri Prasetijowati; Fierda Nurany; Tira Fitriawardhani; Bagus Ananda K; M. Hilmi Azis
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 5 No 2: JULI 2024
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/cvec8x66

Abstract

Karena penurunan kapasitas intrinsik dan fungsional dan resiko mengalami keterbatasan, masalah kesehatan yang lebih sering muncul dengan bertambahnya usia. Oleh karena itu diperlukan pemberdayaan potensi lansia untuk beraktivitas dan lebih produktif. Kondisi pra lansia dan lansia di desa Kepuh Kemiri Tulangan belum memiliki potensi yang dapat menunjang produktif. Melalui pelatihan budidaya dan pengolahan kelor serta literasi digital diharapan mampu secara mandiri mengolah kelor untuk kebutuhan pemenuhan nutrisi serta mampu menjual produk-produk kelor melalui internet Keberlanjutan program ini adalah terbentuknya taman lansia tempat bertemunya para lansia untuk usaha produktif. Melalui pemberdayaan masyarakat oleh tim pemberdaya Fisip Ubhara Surabaya mampu memberikan peluang kemandirian masyarakat lanjut usia di Desa Kepuh Kemiri Tulangan – Sidoarjo.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan "Kampung Markisa" Sebagai Daya Tarik Wisata di Desa Kwangsan, Sidoarjo M Fadeli; Junjung Dias; Rindu Ainni
Journal of Indonesian Society Empowerment Vol. 4 No. 1 (2026): June
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jise.v4i1.363

Abstract

Community empowerment through the utilization of local passion fruit potential aims to improve environmental quality and economic capacity to develop it into a tourist attraction. This Thematic Student Community Service (KKN Tematik) program in Kwangsan Village was implemented to optimize passion fruit potential, from cultivation techniques to post-harvest processing. The execution method utilized a participatory approach involving students, village officials, community elements, educational institutions, and youth organizations. The implemented programs included a physical initiative to arrange the passion fruit area by installing tellis frames to improve plant growth. Meanwhile, non-physical programs comprised socialization on product diversification (such as passion fruit syrup), eco-print education for MI Darun Najah students, and socialization on social media utilization and juvenile delinquency prevention for the RW 04 Youth Organization (Karang Taruna). Social activities like morning aerobics and community mutual cooperation (gotong royong) were also conducted. The results showed an escalation in community awareness and active participation in environmental greening and village potential optimization. Socialization on cultivation, product processing, and digital marketing strategies successfully expanded residents' insights into local potential-based MSME opportunities. Furthermore, educational and social programs contributed positively to instilling creativity, ecological awareness, and digital literacy in children and youth. Overall, this program delivered a multidimensional impact in transforming Kwangsan Village into "Kampung Markisa" (Passion Fruit Village) as a sustainable tourism destination. Pemberdayaan masyarakat melalui potensi lokal tanaman markisa bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan dan kapasitas ekonomi agar dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Desa Kwangsan ini dilaksanakan untuk mengoptimalkan potensi markisa dari aspek budidaya hingga pascapanen. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan mahasiswa, perangkat desa, elemen masyarakat, lembaga pendidikan, dan organisasi pemuda. Program yang diimplementasikan meliputi program fisik berupa penataan kawasan melalui pemasangan kerangka rambatan tanaman. Sementara itu, program nonfisik mencakup sosialisasi diversifikasi produk (sirup markisa), edukasi ecoprint bagi siswa MI Darun Najah, serta sosialisasi media sosial dan pencegahan kenakalan remaja bagi Karang Taruna RW 04. Aktivitas sosial seperti senam pagi dan gotong royong juga turut dilaksanakan. Hasil KKN Tematik menunjukkan adanya eskalasi kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan tata hijau lingkungan. Sosialisasi budidaya, pengolahan produk, dan pemasaran digital berhasil memperluas wawasan warga mengenai peluang UMKM berbasis potensi lokal. Selain itu, program edukatif dan sosial berkontribusi positif dalam menanamkan nilai kreativitas, kepedulian ekologis, serta literasi digital pada anak dan remaja. Secara keseluruhan, program ini memberikan dampak multidimensional dalam mengonversi Desa Kwangsan menjadi "Kampung Markisa" sebagai destinasi wisata berkelanjutan.
ANALISIS PESAN MORAL DALAM FILM AVATAR FIRE AND ASH MENGUNAKAN PENDEKATAN SEMIOTIKA ROLAND BARHES Firdaus Mizan Pratama; Muhammad Fadeli; Ratna Setyarahajoe
Jurnal Reflektif Vol 2 No 4 (2026): Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis pesan moral dalam film Avatar: Fire and Ash menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Dengan metode kualitatif, analisis difokuskan pada tiga tahap pemaknaan denotasi, konotasi, dan mitos terhadap adegan-adegan yang merepresentasikan pesan moral melalui simbol visual, dialog, dan narasi. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini mengandung pesan moral seputar hubungan manusia dengan alam, solidaritas sosial, kasih sayang keluarga, pengorbanan, dan kritik terhadap ambisi kekuasaan. Secara denotatif, film menampilkan konflik antara keluarga Sully dan Ash People; secara konotatif, konflik tersebut merepresentasikan nilai persatuan dan keharmonisan; sementara pada level mitos, film membangun ideologi keseimbangan ekologis dan bahaya dominasi kekuasaan. Dengan demikian, Avatar: Fire and Ash tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menyampaikan kritik sosial melalui sistem tanda yang kompleks.
Strategi Public Relations Pt Paragon Technology And Innovation Dalam Mempertahankan Brand Loyalty Di Pasar Kosmetik Surabaya Hananda Dyan Ekawatie; Muhammad Fadeli; Ratna Setyarahajoe
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 4 No. 4 (2026): Januari - Februari
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jishs.v4i4.4509

Abstract

The cosmetics industry in Surabaya is currently facing intense competition and challenges related to illegal products. However, PT Paragon Technology and Innovation has managed to maintain consumer loyalty by implementing a comprehensive Public Relations strategy through community engagement, digital PR, and the creation of brand experiences. This Public Relations strategy serves as a key element that functions not only as a promotional tool but also to build long term trust with consumers. This study aims to analyze Paragon's Public Relations strategy in maintaining brand loyalty within the Surabaya cosmetics market using a descriptive qualitative research method, with data collection techniques including in depth interviews with the promoter team and consumers, participant observation at various brand activations, and documentation. The most compelling aspect of this research is the use of interactive tactics such as Personal Color Analysis  services and creative DIY product making workshops, as well as strategic collaborations with communities and influencers who share the same brand values. This strategy is proven effective in building four relationship dimensions trust, commitment, satisfaction, and mutual interest which are capable of transforming impulsive buying behavior into strong loyalty. It is suggested that further research explore the influence of this strategy on broader market segments.
Strategi Komunikasi pada Konten “Bangun Budaya Digital yang Positif” di Instagram @hyabigail_ Muhammad Fadeli; Theresia Pradana
Journal of Communication Research Vol. 2 No. 1 (2026): April
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jcr.v2i1.364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi dalam konten “Bangun Budaya Digital yang Positif” pada akun Instagram @hyabigail_. Akun tersebut dipilih karena secara konsisten membagikan konten yang berkaitan dengan literasi digital, etika bermedia sosial, serta edukasi mengenai perilaku yang bertanggung jawab di ruang digital, sehingga dinilai relevan untuk mengkaji bagaimana pesan mengenai budaya digital disampaikan melalui media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis isi untuk menelaah pesan yang terdapat dalam konten, dengan melihat unsur komunikasi berdasarkan teori Harold Lasswell, yaitu siapa komunikatornya, pesan yang disampaikan, media yang digunakan, audiens yang dituju, serta efek yang dihasilkan. Analisis dilakukan dengan memperhatikan beberapa bentuk strategi yang digunakan dalam konten, seperti penggunaan gaya bahasa yang sederhana dan mudah dipahami dalam caption, pemanfaatan visual berupa desain grafis informatif, serta pemilihan waktu unggah yang disesuaikan dengan aktivitas pengguna Instagram. Melalui strategi tersebut, pesan mengenai pentingnya membangun budaya digital yang bertanggung jawab diharapkan dapat tersampaikan dengan lebih jelas kepada audiens media sosial. This study aims to analyze the communication strategies used in the content “Building a Positive Digital Culture” on the Instagram account @hyabigail_. The account was selected because it consistently shares content related to digital literacy, social media ethics, and responsible behavior in the digital space, making it relevant for examining how messages about digital culture are communicated through social media platforms. This research applies a qualitative approach using content analysis to examine the messages presented in the content. The analysis is guided by Harold Lasswell’s communication model, which focuses on the communicator, the message conveyed, the media used, the intended audience, and the resulting effects. The study specifically examines several strategic elements within the content, including the use of clear and accessible language in captions, the application of informative visual designs, and the selection of posting times that align with Instagram user activity. Through these strategies, the content seeks to effectively communicate the importance of developing responsible and constructive digital culture among social media audiences.
Pemberdayaan Kampung Asri dalam Memanfaatkan Potensi Lokal di Desa Kwangsan Sedati Sidoarjo Muhammad Fadeli; Junjung Dias; Rindu Ainni
Semeru: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 2 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55499/semeru.v2i2.1690

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa secara langsung dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan KKN Tematik ini dilaksanakan di Desa Kwangsan RT 07 RW 04, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, dengan fokus pada pemberdayaan potensi lingkungan dan peningkatan kapasitas sumber daya masyarakat. Berdasarkan hasil survei awal, Desa Kwangsan memiliki potensi pengembangan tanaman markisa yang belum dimanfaatkan secara optimal, baik dari sisi budidaya maupun pengolahan hasil panen. Program utama yang dilaksanakan meliputi pembuatan dan pemasangan kerangka tanaman markisa sebagai sarana rambatan untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan tanaman, serta sosialisasi pemanfaatan buah markisa menjadi produk olahan bernilai ekonomi, seperti sirup markisa. Selain program fisik, kegiatan nonfisik juga dilaksanakan melalui edukasi ecoprint berbasis lingkungan kepada siswa MI Darun Najah, sosialisasi pemanfaatan media sosial dan pencegahan kenakalan remaja kepada Karang Taruna, serta kegiatan senam pagi dan gotong royong bersama masyarakat. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan partisipatif, melibatkan mahasiswa, perangkat desa, masyarakat, lembaga pendidikan, dan pemuda setempat. Hasil pelaksanaan KKN menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan serta pemanfaatan potensi lokal. Pembuatan kerangka markisa memberikan manfaat nyata dalam mendukung budidaya tanaman markisa secara lebih teratur dan produktif. Sosialisasi pengolahan markisa dan pemasaran melalui media sosial meningkatkan wawasan masyarakat mengenai peluang pengembangan UMKM berbasis potensi desa. Kegiatan edukatif dan sosial juga berkontribusi dalam menanamkan nilai kreativitas, kepedulian lingkungan, serta literasi digital pada anak-anak dan remaja. Secara keseluruhan, kegiatan KKN Tematik ini mampu memberikan dampak positif dalam pemberdayaan masyarakat dan berpotensi mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.
Analisis Wacana Kritis Pada Konten Youtube Malaka Project "Generalis VS Spesialis, Siapa Yang Menang Di Dunia Kerja" Lukman Prasetya Nugraha; Muhammad Fadeli; Ratna Setyarahajoe
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial Politik Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes the critical discourse of a YouTube video from the Malaka Project channel titled "Generalist vs Specialist: Who Wins in the Job Market?". The analysis responds to rapid changes in the job market driven by advancements in artificial intelligence (AI). The method used is Teun A. van Dijk’s critical discourse analysis, examining both the macro and micro text structures as well as social cognition and the social context of the discourse. The findings reveal that the video constructs a pro-generalist narrative as a solution to the dynamic challenges of the job market, particularly in Indonesia. The use of simple and accessible language serves as a key strategy to convey the message in a systematic and organized manner, influencing viewers’ perceptions and attitudes. The content not only delivers information but also shapes an ideology emphasizing the importance of adaptability in facing changing times. It critiques the old paradigm that overly values formal education credentials while neglecting practical skills development and work flexibility. Therefore, the Malaka Project video functions as both an educational medium and an agent for shaping social discourse relevant to current societal and labor market needs.
Upaya Membangun Personal Branding Prilly Latuconsina Dengan Citra Wanita Karir Melalui Akun Instagram @Prillylatuconsina96 Sevia Yussinta Sari; Ratna Setyarahajoe; Muhammad Fadeli
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial Politik Vol. 3 No. 3 (2026): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jiksp.v3i3.4262

Abstract

Instagram has become one of the tools used by public figures to build their self-image and strengthen their personal branding widely in the digital era. This study aims to analyze how Prilly Latuconsina's efforts to build her personal branding with the image of a career woman through her Instagram account @prillylatuconsina96. Prilly Latuconsina as an actress uses Instagram not only as an entertainment medium, but also as a communication strategy to display her professionalism, independence, and the values ​​of a modern career woman. This study uses a descriptive qualitative method through observation and documentation of content in the form of uploaded photos, videos, and captions using Peter Montoya's eight pillars of personal branding theory. The results show that Prilly Latuconsina consistently displays professional activities, discipline, commitment to work, and inspirational messages that can strengthen her image as an independent and high-achieving young career woman. Prilly Latuconsina has succeeded in building a strong and relevant personal branding for the younger generation, especially women. This study confirms that Instagram is an effective medium in shaping the self-image of public figures in the digital era.
Strategi Komunikasi Pemulihan Citra Positif Pt. Deltamas Menghadapi Krisis Reputasi Kepada Stakeholder Nazwa Pratiwi Syah Putri; Muhammad Fadeli; Ratna Setyarahajoe
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial Politik Vol. 3 No. 3 (2026): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jiksp.v3i3.4284

Abstract

This study aims to analyze the communication strategies for restoring PT. Deltamas Maju Abadi's positive image in addressing a reputation crisis in front of stakeholders. The reputation crisis was caused by internal management errors in responding to the decline in wood pallet market prices, which resulted in financial losses, delayed payments to business partners, and incorrect product deliveries to consumers. These conditions led to a decrease in stakeholder trust, especially among business partners, investors, and consumers. This study uses a qualitative descriptive method with data collection techniques through in-depth interviews and documentation. Data analysis was carried out using the Situational Crisis Communication Theory (SCCT) approach to identify the type of crisis and the communication strategies employed by the company. The results of the study indicate that the crisis experienced by PT. Deltamas Maju Abadi falls into the category of a preventable crisis, prompting the company to implement a rebuild strategy in the image recovery process. This strategy is realized through open and transparent communication, conveying apologies to stakeholders, and corrective actions such as renegotiating collaborations, changing the payment system from credit to cash, adjusting purchase prices according to market indices, and consistently fulfilling commitments. The findings show that stakeholder trust is gradually being restored, although the company's image recovery has not yet been fully achieved.
Analisis Komunikasi Persuasif Film 12 Angry Men (1957) Menggunakan Pendekatan Retorika Aristoteles Dalam Semiotika Roland Bhartes Atiyya Vidia Falika; Ratna Setyarahajoe; Muhammad Fadeli
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial Politik Vol. 3 No. 3 (2026): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jiksp.v3i3.4291

Abstract

This study analyzes persuasive communication in the film 12 Angry Men (1957) directed by Sidney Lumet through the integration of Roland Barthes’ semiotic theory and Aristotle’s rhetorical approach. Using a qualitative descriptive method, this research examines key scenes, dialogues, body language, and visual elements to understand how persuasive meaning is constructed during jury deliberation. The findings reveal that signs operate at three levels: denotation, connotation, and myth. Denotatively, the film presents logical debate over trial evidence. Connotatively, it reflects themes of empathy, prejudice, and emotional tension. At the myth level, the narrative reinforces ideological concepts of justice, rationality, and moral responsibility. Rhetorical analysis shows that Juror #8 effectively employs ethos, pathos, and logos to influence other jurors without coercion. The integration of semiotics and rhetoric demonstrates how persuasive communication can transform attitudes and promote critical thinking within group decision-making contexts.