Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Masker Medika

HUBUNGAN KERJASAMA TIM DENGAN PENERAPAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT BHAYANGKARA PALEMBANG TAHUN 2018 Arini, Tiara P; Yulia, Sri; Romiko, Romiko
Masker Medika Vol 6 No 2 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Budaya Keselamatan pasien merupakan fondasi keselamatan pasien. Membangun budaya keselamatan pasien merupakan kata kunci terwujudnya pelayanan yang bermutu dan aman, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi penerapan budaya keselamatan pasien yaitu salah satunya yaitu kerjasama tim. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan kerjasama tim dengan penerapan budaya keselamatan pasien di ruang rawat inap Rumah Sakit Bhayangkara Palembang Tahun 2018. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah quantitative descriptive study dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling sebanyak 42 responden. Alat pengumpulan data berupa kuesioner tentang kerjasama tim, dan penerapan budaya keselamatan pasien. Hasil : Kerjasama tim baik 30 responden (71,4%), dan penerapan budaya keselamatan pasien baik 28 responden (66,7%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan kerjasama tim dengan penerapan budaya keselamatan pasien (p value 0,009). Kesimpulan: Perlu diadakan evaluasi standar kriteria seorang leader tim dengan merumuskan niai-nilai professional perawat, perlu adanya seorang leader yang yang dapat mendrong anggota tim dalam membudayakan komunikasi yang terbuka, adanya evaluasi tim baik individu maupun kelompok melalui kegiatan informal ruang rawat, bangun kesadaran akan nilai keselamatan pasien dengan menerapkan budaya keselamatan pasien di semua lini tatanan rumah sakit mulai dari perawat pelaksana sampai ke level manajer di semua ruang rawat inap Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. Background: The culture of patient safety is the foundation of patient safety. Building a patient safety culture is the key word for creating good and safe service, there are several factors that influence the implementation of patient safety culture, one of them is team work. Research Objectives: To find out the correlation between teamwork and the implementation of patient safety culture hospitalization room of Bhayangkara Hospital Palembang 2018. Research Method: This study was quantitative descriptive study with cross sectional approach. The total sample that has been collected through total sampling were 42 respondents. The questionnaire used in this study consisted of 19 questions of team work, and 30 questions of patient safety culture implementation. Results: Good teamwork consisted of 30 respondents (71.4%), and patient safety culture implementation consisted 28 respondents (66.7%). The result of statistical test showed that there was a correlation between teamwork and patient safety culture implementation (ρ value 0,009). Conclusions and Suggestion: It is necessary to evaluate the criteria standards of a team leader by formulating the values of professional nurses, the need for a leader who can support team members in cultivating open communication, evaluating both individual and group teams through informal activities in the ward, building awareness of the value of safety patients by applying a culture of patient safety in all lines of the hospital setting from the nurse level to the manager level at all inpatient rooms of Bhayangkara Hospital Palembang.
ANALISIS KEPATUHAN PERAWAT TERHADAP PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG Romiko, Romiko
Masker Medika Vol 8 No 1 (2020): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v8i1.396

Abstract

Latar Belakang: Infeksi nosokomial sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh dan dapat meningkatkan morbiditas serta mortalitas. Kejadian infeksi nosokomial di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang masih banyak ditemukan, kepatuhan perawat dalam mencegah dan mengendalikan infeksi merupakan faktor yang sangat penting dalam pencegahan terjadinya infeksi nosokomial. Tujuan Penelitian: untuk menganalisis kepatuhan perawat terhadap pencegahan dan pengendalian infeksi di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang serta determinanya. Metode Penelitian: Jenispenelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan interaktif. Sumber informan sebanyak tiga orang perawat pelaksana, tiga orang kepala ruang, dan satu orang perawat PPIRS. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi dan observasi. Analisis diuraikan dalam bentuk deskriptif dan naratif. Hasil: hasil penelitian menunjukkan bahwa delapan kemampuan perawat dalam melakukan pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial belum sesuai dengan aturan menurut WHO. Determinan dalam pelaksanaannya antara lain pendidikan perawat, lama bekerja, tempat tugas, kebutuhan SDM dan alat pendukung, kenyamanan terhadap fasilitas pendukung, pelatihan/sosialisasi, monitoring dan evaluasi serta koordinasi antar unit. Kesimpulan: kemampuan perawat dalam pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial di RSMP masih belum optimal dan banyak hambatan dalam pelaksanaannya. Manajemen rumah sakit dan Tim PPI disarankan melakukan penyegaran kembali materi tentang PPI dan melakukan monitoring terhadap penerapan SPO PPI. Background: Nosocomial infection is very influential on a patient's overall health condition and can increase morbidity and mortality. The incidence of nosocomial infections in Muhammadiyah Hospital Palembang is still widely found, nurses' adherence in preventing and controlling infections is a very important factor in preventing nosocomial infections. Research Objectives: to analyze nurses' adherence to infection prevention and control at Palembang Muhammadiyah Hospital and its determinants. Research Methods: This type of research is a qualitative research with an interactive approach. Informants were as many as three associate nurses, three head nurses, and one Infection Prevention Control Nurse (IPCN). Data collection through in-depth interviews, documentation studies and observations. The analysis is described in descriptive and narrative form. Results: The results showed that eight nurses' ability to prevent and control nosocomial infections was not in accordance with WHO regulations. Determinants in its implementation include nurse education, length of work, place of assignment, human resource needs and supporting tools, comfort of supporting facilities, training, monitoring and evaluation as well as coordination among units. Conclusion: the ability of nurses in the prevention and control of nosocomial infections in RSMP is still not optimal and there are many obstacles in their implementation. Hospital management and the IPC Team are advised to re-refresh the material on IPC and to monitor the implementation of IPC standard operational procedures.
HUBUNGAN KERJASAMA TIM DENGAN PENERAPAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT BHAYANGKARA PALEMBANG TAHUN 2018 Tiara P Arini; Sri Yulia; Romiko Romiko
Masker Medika Vol 6 No 2 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Budaya Keselamatan pasien merupakan fondasi keselamatan pasien. Membangun budaya keselamatan pasien merupakan kata kunci terwujudnya pelayanan yang bermutu dan aman, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi penerapan budaya keselamatan pasien yaitu salah satunya yaitu kerjasama tim. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan kerjasama tim dengan penerapan budaya keselamatan pasien di ruang rawat inap Rumah Sakit Bhayangkara Palembang Tahun 2018. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah quantitative descriptive study dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling sebanyak 42 responden. Alat pengumpulan data berupa kuesioner tentang kerjasama tim, dan penerapan budaya keselamatan pasien. Hasil : Kerjasama tim baik 30 responden (71,4%), dan penerapan budaya keselamatan pasien baik 28 responden (66,7%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan kerjasama tim dengan penerapan budaya keselamatan pasien (p value 0,009). Kesimpulan: Perlu diadakan evaluasi standar kriteria seorang leader tim dengan merumuskan niai-nilai professional perawat, perlu adanya seorang leader yang yang dapat mendrong anggota tim dalam membudayakan komunikasi yang terbuka, adanya evaluasi tim baik individu maupun kelompok melalui kegiatan informal ruang rawat, bangun kesadaran akan nilai keselamatan pasien dengan menerapkan budaya keselamatan pasien di semua lini tatanan rumah sakit mulai dari perawat pelaksana sampai ke level manajer di semua ruang rawat inap Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. Background: The culture of patient safety is the foundation of patient safety. Building a patient safety culture is the key word for creating good and safe service, there are several factors that influence the implementation of patient safety culture, one of them is team work. Research Objectives: To find out the correlation between teamwork and the implementation of patient safety culture hospitalization room of Bhayangkara Hospital Palembang 2018. Research Method: This study was quantitative descriptive study with cross sectional approach. The total sample that has been collected through total sampling were 42 respondents. The questionnaire used in this study consisted of 19 questions of team work, and 30 questions of patient safety culture implementation. Results: Good teamwork consisted of 30 respondents (71.4%), and patient safety culture implementation consisted 28 respondents (66.7%). The result of statistical test showed that there was a correlation between teamwork and patient safety culture implementation (ρ value 0,009). Conclusions and Suggestion: It is necessary to evaluate the criteria standards of a team leader by formulating the values of professional nurses, the need for a leader who can support team members in cultivating open communication, evaluating both individual and group teams through informal activities in the ward, building awareness of the value of safety patients by applying a culture of patient safety in all lines of the hospital setting from the nurse level to the manager level at all inpatient rooms of Bhayangkara Hospital Palembang.
ANALISIS KEPATUHAN PERAWAT TERHADAP PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG Romiko Romiko
Masker Medika Vol 8 No 1 (2020): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v8i1.396

Abstract

Latar Belakang: Infeksi nosokomial sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh dan dapat meningkatkan morbiditas serta mortalitas. Kejadian infeksi nosokomial di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang masih banyak ditemukan, kepatuhan perawat dalam mencegah dan mengendalikan infeksi merupakan faktor yang sangat penting dalam pencegahan terjadinya infeksi nosokomial. Tujuan Penelitian: untuk menganalisis kepatuhan perawat terhadap pencegahan dan pengendalian infeksi di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang serta determinanya. Metode Penelitian: Jenispenelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan interaktif. Sumber informan sebanyak tiga orang perawat pelaksana, tiga orang kepala ruang, dan satu orang perawat PPIRS. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi dan observasi. Analisis diuraikan dalam bentuk deskriptif dan naratif. Hasil: hasil penelitian menunjukkan bahwa delapan kemampuan perawat dalam melakukan pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial belum sesuai dengan aturan menurut WHO. Determinan dalam pelaksanaannya antara lain pendidikan perawat, lama bekerja, tempat tugas, kebutuhan SDM dan alat pendukung, kenyamanan terhadap fasilitas pendukung, pelatihan/sosialisasi, monitoring dan evaluasi serta koordinasi antar unit. Kesimpulan: kemampuan perawat dalam pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial di RSMP masih belum optimal dan banyak hambatan dalam pelaksanaannya. Manajemen rumah sakit dan Tim PPI disarankan melakukan penyegaran kembali materi tentang PPI dan melakukan monitoring terhadap penerapan SPO PPI. Background: Nosocomial infection is very influential on a patient's overall health condition and can increase morbidity and mortality. The incidence of nosocomial infections in Muhammadiyah Hospital Palembang is still widely found, nurses' adherence in preventing and controlling infections is a very important factor in preventing nosocomial infections. Research Objectives: to analyze nurses' adherence to infection prevention and control at Palembang Muhammadiyah Hospital and its determinants. Research Methods: This type of research is a qualitative research with an interactive approach. Informants were as many as three associate nurses, three head nurses, and one Infection Prevention Control Nurse (IPCN). Data collection through in-depth interviews, documentation studies and observations. The analysis is described in descriptive and narrative form. Results: The results showed that eight nurses' ability to prevent and control nosocomial infections was not in accordance with WHO regulations. Determinants in its implementation include nurse education, length of work, place of assignment, human resource needs and supporting tools, comfort of supporting facilities, training, monitoring and evaluation as well as coordination among units. Conclusion: the ability of nurses in the prevention and control of nosocomial infections in RSMP is still not optimal and there are many obstacles in their implementation. Hospital management and the IPC Team are advised to re-refresh the material on IPC and to monitor the implementation of IPC standard operational procedures.
Pengaruh Terapi SEFT dengan Pendekatan Kolcaba Comfort Theory Terhadap Skor Kelelahan Pasien Jantung Joko Tri Wahyudi; Romiko Romiko
Masker Medika Vol 11 No 1 (2023): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v11i1.530

Abstract

Latar Belakang: Penyakit jantung atau yang dikenal juga dengan penyakit kardiovaskuler merupakan sekelompok kelainan yang terjadi pada organ jantung dan pembuluh darah yang disebabkan gangguan fungsi jantung dan pembuluh darah. Penelitian ini menitikberatkan pada penyakit kardiovaskuler secara fungsional, yaitu antara lain penyakit jantung koroner, angina pektoris, serangan jantung akut, gagal jantung kongestif, dan disritmia. Salah satu gejala yang seirng muncul pada pasien jantung adalah kelelahan. Terapi SEFT merupakan terapi yang dapat diberikan kepada pasien jantung untuk menurunkan tingkat kelelahan pasien jantung. Terapi SEFT merupakan terapi yang dapat diintegrasikan dengan tori kenyaman menurut Kolcaba yang menjelaskan bahwa terdapat 4 dimensi pada kenyamanan, yaitu kenyamanan fisik, kenyamanan psikospiritual, kenyamanan lingkungan, dan kenyamanan sosiokultural. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh terapi SEFT dengan pendekatan Kolcaba Comfort Theory terhadap skor kelelahan pada pasien jantung. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian Pre Eksperimental. Metode sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 22 sampel. Hasil: Berdasarkan hasil uji analisis dependent t test didapatkan nilai p sebesar 0,000 (p value < 0.05), dengan demikian dapat diartikan terdapat perbedaan skor kelelahan pasien dengan penyakit kardiovaskuler antara sebelum dan setelah intervensi terapi SEFT. Kesimpulan: Terapi SEFT dapat memberikan pengaruh untuk mengurangi kelelahan pasien dengan penyakit kardiovaskuler.
VIDEO EDUKASI TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA PADA FRAKTUR EKSTREMITAS TERHADAP PENGETAHUAN SISWA PALANG MERAH REMAJA siti Romadoni; Meilinda Aristiani; Romiko Romiko
Masker Medika Vol 11 No 1 (2023): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v11i1.533

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Kejadian cedera patah tulang di Indonesia tahun 2018 sebanyak 5,5%, kejadian patah tulang di provinsi Sumatera Selatan sebanyak 4,2% dan angka kejadian patah tulang pada anak sekolah mencapai 4,2%. Pengetahuan pertolongan pertama sangat dibutuhkan untuk mengurangi angka kejadian cedera patah tulang. Pengetahuan dapat ditingkatkan melalui video edukasi. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh video edukasi tentang pertolongan pertama pada fraktur ekstremitas terhadap pengetahuan siswa palang merah remaja (PMR) di SMA PGRI 2 Palembang. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan pre eksperimen dan pendekatan one group pre test–post test design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel 20 responden. Analisis data yang digunakan Uji Paired T-Test. Hasil: Nilai rata-rata pengetahuan sebelum diberikan video edukasi 12,10, nilai rata-rata pengetahuan sesudah diberikan video edukasi 15,55 dengan nilai P value 0,001 < 0,05. Simpulan: ada pengaruh video edukasi tentang pertolongan pertama pada fraktur ekstremitas terhadap pengetahuan siswa palang merah remaja (PMR) di PGRI 2 Palembang. Sehingga dari hasil penelitian diharapkan penelitian ini dapat dijadikan tambahan pengetahuan dan mengaplikasikan video edukasi tersebut saat kegiatan ekstrakulikuler PMR berlangsung atau dapat mempratikkan ilmu tentang pertolongan pertama pada fraktur ekstremitas. Kata Kunci : Fraktur Ekstremitas, Pengetahuan Pertolongan pertama, Video Edukasi. ABSTRACT Introduction: The incidence of fractures in Indonesia in 2018 was 5.5 %, the incidence of fractures in South Sumatra province was 4.2 % and the incidence of fractures in schoolchildren was 4.2 % . Knowledge of first aid is needed to reduce the incidence of fractures. Knowledge can be increased through educational videos. Objective: to determine the effect of educational videos about first aid on extremity fractures on the knowledge of adolescent red cross ( PMR ) students at SMA PGRI 2 Palembang. Methods : This research was a type of quantitative research with a pre-experimental design and a one-group pre-test-post-test design approach. The sampling technique used was total sampling with a sample of 20 respondents. Data analysis used a Paired T - Test. Results: The average value of knowledge before being given an educational video was 12.10, the average value of knowledge after being given an educational video was 15.55 with a P value of 0.001 < 0.05. Conclusion: there was an effect of educational videos about first aid on extremity fractures on the knowledge of adolescent red cross ( PMR ) students at SMA PGRI 2 Palembang. Therefore, it is hoped that this research can be used as additional knowledge and applied to the educational video when PMR extracurricular activities take place or when one can practice knowledge about first aid for limb fractures. Keywords : Extremity Fracture , Knowledge of First Aid , Educational Video.