Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Etika Demokrasi

The Expansion And Equitable Access To Early Childhood Education In The City Of Baubau Asma Kurniati; Suardin Suardin
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 7, No 2 (2022): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v7i2.7168

Abstract

This study aims to determine the impact of implementing Baubau Mayor Regulation Number:   1 of 2014 regarding equitable access to early childhood education. In this research, the method used is descriptive qualitative evaluation, that is, research in which one of them describes or takes pictures of policy implementation. The results of the study indicate that the Mayor of Baubau Regulation Number 81 of 2014 concerning the Implementation of Early Childhood Education in the city of Baubau is a policy that has been carried out for a long time and has an impact on increasing and equalizing the number of units, teachers, students as a form of community participation in PAUD services. There are also supporting and inhibiting factors that use a reference in improving the rearrangement of the policy.Penelitian ini mendeskripsikan  dampak implementasi Peraturan Walikota Baubau  Nomor:81 Tahun 2014 terkait pemerataan akses pendidikan anak usia dini. Metode yang digunakan adalah evaluasi bersifat kualitatif deskriptif,  yaitu penelitian yang salah satunya  menggambarkan atau memotret  tentang implemenetasi kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peraturan Walikota Baubau Nomor 81 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini di kota Baubau merupakan kebijakan yang telah lama dilakukan dan berdampak pada peningkatan dan pemerataan pada  jumlah satuan, guru, peserta didik sebagai wujud  partisipasi masyarakat pada pelayanan PAUD. Terdapat pula faktor-faktor  pendukung dan penghambat yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam perbaikan penyusunan kembali  kebijakan tersebut.
Buton Cultural Potential in Curriculum Policy Development of Early Childhood Education Unit in Baubau City Asma Kurniati; Andi Agustang
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 7, No 1 (2022): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v7i1.6777

Abstract

This study aims to determine the potential of Buton culture in developing curriculum policies in the PAUD unit in Baubau City. In this study, the method used is qualitative, located in the city of Baubau. The technique of extracting data is through observation, interviews, and documentation. The study results show that Baubau City is a historical place rich in Buton cultural heritage and has become a tool for harmonization and harmony of diversity that has existed for hundreds of years. Buton culture is not tangible and intangible, so this potential must be preserved, developed, and integrated in a systematic and structured manner, namely through learning activities in the PAUD unit in its development in the PAUD unit, the Buton culture is creatively integrated into appropriate learning themes. . It is hoped that early childhood will have the potential of the Buton cultural character so that the Baubau City Government as a regional policyholder needs to formulate policies as a reference for developing a local curriculum based on Butonnese culture in PAUD units throughout the city of BaubauPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi budaya Buton dalam pengembangan kebijakan kurikulum di satuan PAUD Kota Baubau. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah kualitatif yang lokasinya di  kota Baubau. Teknik penggalian data yang dilakukan adalah melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Baubau adalah tempat bersejarah yang kaya akan warisan budaya Buton dan menjadi alat  harmonisasi serta kerukunan keberagaman yang telah ada sejak ratusan tahun yang lalu.  Budaya Buton ini tada yang bersifat tangible dan intangible  menjadi potensi ini harus dilestarikan, dikembangkan, dan diintegrasikan  secara sistematis dan terstruktur yaitu melalui kegiatan pembelajaran di satuan PAUD  dalam pengembangannya di satuan PAUD, budaya Buton tersebut diintegrasikan secara kreatif  ke dalam teman-tema pembelajaran yang sesuai.Diharapkan anak usia dini  kelak memiliki karakter budaya Buton yang petensial tersebut. Sehingga Pemerintah Kota Baubau sebagai pemegang kebijakan daerah  perlu untuk menyusun kebijakan sebagai acuan pengembangan kurikulum lokal berbasis budaya Buton di satuan PAUD se kota Baubau.