Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGEMBANGAN KURIKULUM PRODI AL-AHWAL AL-SYAKHSHIYYAH KE ARAH KOMPETENSI SYARIAH DAN KEBUTUHAN MASYARAKAT Sabiq,dkk, Fairuz
Kodifikasia Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.887 KB) | DOI: 10.21154/kodifikasia.v6i1.764

Abstract

Tulisan ini membahas Pengembangan Kurikulum Program Studi al-Ahwal al-Syakhshiyyah Jurusan Syari?ah Fakultas Syari?ah dan Ekonomi Islam Institut  Agama  Islam  Negeri  (IAIN)  Surakarta  ke  Arah  Kompetensi Syari?ah  dan  kebutuhan  masyarakat  dengan  meng  analisis  pengembangan  kurikulum  Program  Studi  al-Ahwal  al-Syakhshiyyah.  Model pengem bangan kurikulum yang dibutuhkan program studi al-Ahwal alSyakhshiyyah adalah pengembangan kurikulum yang berbasis kompetensi syariah. Saat ini, kurikulum dalam program studi ini ada yang mendukung ke arah kompetensi syari?ah dan kebutuhan masyarakat, tetapi ada juga kurikulum yang terdiri dari sebaran mata kuliah dan praktikum yang sama  sekali  tidak  mendukung  dua  tuntutan  tersebut.  Kurikulum  yang tidak mendukung hanya berupa ilmu pengetahuan bagi mahasiswa secara umum, bukan untuk mahasiswa program studi ini, misalnya mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar. Seharusnya sebaran mata kuliah dan praktikum yang mendukung kompetensi syariah dan kebutuhan masyarakat harus diperkuat kembali dan ditambahkan sesuai visi dan misi program studi, serta mengurangi mata kuliah dan praktikum yang kurang mendukung kompetensi syariah dan kebutuhan masyarakat. Misal nya, memperkuat mata kuliah perkawinan atau keperdataan Islam dengan bobot sks yang lebih, dosen yang kompeten, serta praktikum yang bersifat reguler bukan simultan.
PENDAMPINGAN GEMARI DAN REDARKUM MELALUI DISEMINASI “STOP PERNIKAHAN DINI” hadiningrum, Lila; Zuhroh, Diana; Sabiq, Fairuz
Jurnal Abdimas Adpi Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2021): Jurnal Abdimas ADPI Sosial dan Humaniora
Publisher : Asosiasi Dosen PkM Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47841/jsoshum.v2i3.231

Abstract

ABSTRACT Indonesia is faced with increasing cases of early marriage globally. It is necessary to socialize the minimum age limit and the maturity of the marriage age as an insight to the community and awareness to teenagers so that in planning a family by considering various aspects related to married life. This study raises the priority issues used related to the lack of literacy related to the Marriage Age Limit in Pucang Miliran Village, Tulung, Klaten. Assistance for gemari and redarkum through the dissemination of "stop early marriage" is a priority for bottom-up programs that promote public and youth awareness. The model used in this mentoring is community participation (especially parents and youth). Lectures and discussions are used as methods in the implementation of mentoring through dissemination activities and efforts that can be made by teenagers to prevent early marriage. In this assistance, it becomes a community-based program that aims to prevent child marriage with activities in the program including increasing awareness of adolescents and the community, peer educators, hearings through the media, and collaboration. The need for follow-up activities in collaboration with non-formal and formal institutions in maturing the age of marriage and productive training for adolescents. Keywords: mentoring, dissemination, marriage age limit ABSTRAK Indonesia dihadapkan pada kasus pernikahan dini secara global terus meningkat. Untuk kemaslahatan berumah tangga diperlukan sosialisasi batas usia minimal dan pendewasaan usia perkawinan sebagai wawasan kepada masyarakat dan kesadaran kepada remaja agar dalam merencanakan keluarga dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang berkaitan dengan kehidupan berumah tangga. Kajian ini mengangkat isu prioritas yang digunakan terkait kurangnya literasi terkait Batas Usia Nikah di Desa Pucang Miliran, Tulung, Klaten. Pendampingan gemari (gerakan masyarakat peduli) dan redarkum (remaja sadar hukum) melalui diseminasi “stop pernikahan dini” menjadi prioritas bottom up program yang mengusung kesadaran masyarakat dan remaja. Model yang digunakan dalam pendampingan ini adalah partisipatif masyarakat (khususnya orang tua dan remaja). Ceramah dan diskusi digunakan sebagai metode dalam pelaksanaan pendampingan melalui kegiatan diseminasi dan upaya-upaya yang dapat dilakukan remaja untuk mencegah pernikahan dini. Dalam pendampingan ini menjadi community-based programme yang bertujuan untuk mencegah pernikahan usia anak dengan kegiatan-kegiatan yang ada dalam program meliputi peningkatan kesadaran remaja dan masyarakat, peer educators, dengar pendapat melalui media, dan kerja sama dengan berbagai pihak. Perlunya kegiatan follow up dalam kerjasama dengan lembaga non formal dan formal dalam pendewasaan usia pernikahan serta pelatihan produktif untuk remaja. Kata Kunci: pendampingan, diseminasi, batas usia nikah
PENGEMBANGAN KURIKULUM PRODI AL-AHWAL AL-SYAKHSHIYYAH KE ARAH KOMPETENSI SYARIAH DAN KEBUTUHAN MASYARAKAT Sabiq,dkk, Fairuz
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v6i1.764

Abstract

Tulisan ini membahas Pengembangan Kurikulum Program Studi al-Ahwal al-Syakhshiyyah Jurusan Syari’ah Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam Institut  Agama  Islam  Negeri  (IAIN)  Surakarta  ke  Arah  Kompetensi Syari’ah  dan  kebutuhan  masyarakat  dengan  meng  analisis  pengembangan  kurikulum  Program  Studi  al-Ahwal  al-Syakhshiyyah.  Model pengem bangan kurikulum yang dibutuhkan program studi al-Ahwal alSyakhshiyyah adalah pengembangan kurikulum yang berbasis kompetensi syariah. Saat ini, kurikulum dalam program studi ini ada yang mendukung ke arah kompetensi syari’ah dan kebutuhan masyarakat, tetapi ada juga kurikulum yang terdiri dari sebaran mata kuliah dan praktikum yang sama  sekali  tidak  mendukung  dua  tuntutan  tersebut.  Kurikulum  yang tidak mendukung hanya berupa ilmu pengetahuan bagi mahasiswa secara umum, bukan untuk mahasiswa program studi ini, misalnya mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar. Seharusnya sebaran mata kuliah dan praktikum yang mendukung kompetensi syariah dan kebutuhan masyarakat harus diperkuat kembali dan ditambahkan sesuai visi dan misi program studi, serta mengurangi mata kuliah dan praktikum yang kurang mendukung kompetensi syariah dan kebutuhan masyarakat. Misal nya, memperkuat mata kuliah perkawinan atau keperdataan Islam dengan bobot sks yang lebih, dosen yang kompeten, serta praktikum yang bersifat reguler bukan simultan.
The Syncretization of Sunan Kalijaga Teachings: A Structuralism Study In Determining Qibla Direction of Demak Great Mosque Fairuz Sabiq
Millati: Journal of Islamic Studies and Humanities Vol 6, No 2 (2021): Bridging the Gap between Islamic Thought and Islamic Studies in Post-Pandemic Er
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/mlt.v6i2.6341

Abstract

The history of the spread of Islam in Java was carried out by the sunans or known as walisongo. They spread and develop Islam with various methods and without violence, so that Islam can be accepted by the community and become the religion of the majority of the Javanese population. One of the walisongo who taught and developed Islam in Java with the method of syncretization or acculturation between culture and Islam religion was Sunan Kalijaga. The syncretization of Sunan Kalijaga’s teachings is a propaganda medium that has succeeded in attracting people to adhere to Islam. Sunan Kalijaga built a mosque that combines Islamic culture and teachings. He also determined the qibla direction of the Great Mosque of Demak by combining Islamic teachings with Javanese culture. Sunan Kalijaga’s determination of the Qibla direction is by raising the right hand holding the Ka’ba (symbol) and the left hand (silent) holding the mustoko of the Demak mosque. If studied from Levi-Strauss Structuralism, it will be clearly seen the true meaning or message of the syncretization of Sunan Kalijaga’s teachings of the Qibla direction. One of the meanings or messages is that the determination of the Qibla direction can be done with the medium of the shadows of the Sun. Currently, this method is known as ras}dulqiblah.
The Qibla Direction of the Great Mosque Inherited from the Islamic Kingdom in Java: Myth and Astronomy Perspective Fairuz Sabiq
ADDIN Vol 13, No 1 (2019): ADDIN
Publisher : LPPM IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/addin.v13i1.5727

Abstract

The determination of the direction of the qibla at the Great Mosque that was inherited from the Islamic Kingdom of Java had executed by waliyullah. Through the folklore and history of the Land of Java or known as a Babad, those stories explained that waliyullah was the person who determining direction of Qibla by raising his right-hand and holding Masjidil Haram in Makkah. On the other hand, he was holding mustoko of the mosque. A line between his right and left-hand as a line of direction of the mosque’s Qibla. This kind of story was widespread in society as a myth. This myth was related to karomah (divine distinction) of waliyullah. Therefore, Qibla of the mosque could not be changeabled, eventhough, the qibla direction of Great Mosque is not unidirectional with direction of Masjidil Haram. People’s opinions said that Qibla direction of the mosque is right according to jihatul Ka’bah. This research is integrated with myth and astronomy. The results of this research are different from formerly perspectives. Firstly, ulama received the result of myth but they were not catching messages of the myth. Ulama were only understood of the explicit meanings of the myth but they were not understand of the implicit meanings of the myth. Secondly, Sunan Kalijaga had determined direction Qibla of the Mosque with his knowledge about falak, he was not doing it by only his karomah (divine distinction). Thirdly, the direction of the Qibla at the Great Mosque that was inherited from the Islamic Kingdom of Java was determined its Qibla direction by using ‘ainul Ka’bah method and not only by using jihatul Ka’bah method. The last, Java society has a feodalistic character.
Pendayagunaan Zakat Sebagai Upaya Penanggulangan Dampak Wabah Covid-19 di Baznas Boyolali Di Tinjau dari Maqa>s{id Syari>’ah Nani Feliyani; Fairuz Sabiq
El-Hayah Vol. 12 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Pascasarjana UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/elha.v12i1.5261

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : 1) menjelaskan praktik pendayagunaan zakat di Baznas Boyolali sebagai upaya penanggulangan dampak wabah Covid-19. 2) tinjauan Maqa>s{id Syari>’ah terhadap praktik pendayagunaan zakat sebagai upaya penanggulangan dampak wabah Covid-19 di Baznas Boyolali. Penelitian dilakukan pada tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif.Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian ini yaitu 1) pendayagunaan zakat di Baznas Boyolali selama pandemi wabah Covid-19 tidak mengalami perubahan yang signifikan daripada sebelumnya, hanya saja beberapa program tidak dapat dilakukan secara langsung karena adanya batasan sosial,pendayagunaaan zakat yang dilakukan oleh Baznas Boyolali sebagai upaya penanggulangan dampak Covid-19 memiliki peran di bidang ekonomi, kesehatan, dan sosial. 2) praktik pendayagunaan zakat di Baznas Boyolali sebagai upaya penanggulangn dampak wabah Covid-19 ditinjau dari Maqa>s{id Syari>’ah wabah Covid-19 berdampak terhadap kelima aspek Maqa>s{id Syari>’ah. Akan tetapi melalui program yang dijalankan Baznas Boyolali dalam penanggulangan dampak wabah Covid-19 memiliki pengaruh signifikan terhadap tiga aspek yaitu memelihara agama, memelihara jiwa, dan memelihara keturunan.
Pendampingan Gemari dan Redarkum Melalui Diseminasi “Stop Pernikahan Dini” Lila Pangestu Hadiningrum; Diana Zuhroh; Fairuz Sabiq
Jurnal Abdimas Adpi Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2021):  Jurnal Abdimas ADPI Sosial dan Humaniora
Publisher : Asosiasi Dosen Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47841/jsoshum.v2i3.148

Abstract

Indonesia is faced with increasing cases of early marriage globally. It is necessary to socialize the minimum age limit and the maturity of the marriage age as an insight to the community and awareness to teenagers so that in planning a family by considering various aspects related to married life. This study raises the priority issues used related to the lack of literacy related to the Marriage Age Limit in Pucang Miliran Village, Tulung, Klaten. Assistance for gemari and redarkum through the dissemination of "stop early marriage" is a priority for bottom-up programs that promote public and youth awareness. The model used in this mentoring is community participation (especially parents and youth). Lectures and discussions are used as methods in the implementation of mentoring through dissemination activities and efforts that can be made by teenagers to prevent early marriage. In this assistance, it becomes a community-based program that aims to prevent child marriage with activities in the program including increasing awareness of adolescents and the community, peer educators, hearings through the media, and collaboration. The need for follow-up activities in collaboration with non-formal and formal institutions in maturing the age of marriage and productive training for adolescents.
Praktik Penggunaan Traveloka Paylater di Tinjau dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Fatwa DSN MUI No:117/DSN-MUI/II/2018 tentang Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi febia nisaul; Fairuz Sabiq
El-Hayah Vol. 12 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Pascasarjana UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/elha.v12i1.5461

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) praktik penggunaan pinjaman di traveloka paylater, (2) menjeleskan analisis Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Fatwa DSN MUI No:117/DSN-MUI/II/2018 tentang Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat studi Analisis data yang dilakukan dengan mengumpulkan fakta-fakta dilapangan dan memerlukan sumber data yang bersumber dari perpustakaan kemudian dilakukan penyajian data dengan cara melakukan analisis hingga penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Praktik traveloka paylater yaitu adanya jual beli secara cicilan atau angsuran merupakan kegiatan transaksi pembayaran yang dilakukan secara bertahap atau berangsur yang telah ditentukan waktunya yang sudah disepekati oleh kedua belah pihak dengan cara mengisi data diri seperti Kartu Tanda Penduduk, mengisi data keluarga, dan mengisi data pekerjaan setelah mengisi data diri proses selanjutnya mengirim foto Kartu Tanda Penduduk dan selfi memegang KTP setelah itu proses verifikasi selama 24 jam (2) berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 bahwa ketidaksesuai traveloka dengan Undang-Undang dikarenakan pihak traveloka tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaan akun pengguna Traveloka dan berdasarkan Fatwa MUI nomor 117 Tahun 2018 menerapkan peraturan terkait pelaksanaanya, tambahan biaya dan denda yang telah ditetapkan sudah sesuai dengan prinsip syariah. Adanya denda dan tambahan biaya yang sebelumnya sudah disepakati diawal perjanjian . Kata kunci : Praktik. Traveloka, Fatwa MUI, Undang-Undang
Implementasi Strategi Funneling untuk Iklan Lembaga Amil Zakat di Facebook Sholikul Isnaini; Muh. Nashirudin; Fairuz Sabiq
Management of Zakat and Waqf Journal (MAZAWA) Vol. 4 No. 1 (2022): Management of Zakat and Waqf Journal (MAZAWA)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/mzw.2022.4.1.1-24

Abstract

Amil zakat fundraising institutions have a challenge because the law in Indonesia adheres to a voluntary system that cannot force prospective muzakki to pay zakat. On the other hand, society continues to question the high gap between the potential of zakat and the realization of its collection. It means zakat amil has to be more creative in developing marketing strategies. As an institution that operates both b-to-b and retail at once, amil zakat institutions should be able to take advantage of advertisements in online media such as Facebook. Funneling is very effective in conventional business. Unfortunately, it has not been used in many amil zakat institutions promptly. Based on data obtained, boosted posts with sponsored ads are hard selling or education about ziswaf services without collecting a database of prospective muzakki. This study is a qualitative study aimed at describing how the funneling strategy is applied to the products and services of the amil zakat. Although the ad sample was taken from Facebook, the ad flow design offered applied to other advertising media. The advertising flow was not trial as in the RND research. This design was used to strengthen the explanation regarding the application of funneling in zakat institutions. The results showed that the zakat amil must prepare a lead magnet to attract the attention of prospective muzakki to join the database management available. After prospective muzakki are in the database, zakat amil can follow up with them with various offers and education about zakat products and services and other ziswaf products.
Peran Pasar Modal Syariah terhadap Laju Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Aidilla Putri Hapsari; Fairuz Sabiq; Muh Nashirudin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.583 KB)

Abstract

Kegiatan pembiayaan dan investasi keuangan dari aspek syariah pada prinsipnya adalah kegiatan yang dilakukan oleh investor terhadap pemilik usaha. Tujuannya yaitu memberdayakan pemilik usaha dalam melakukan kegiatan usahanya dan investor berharap untuk memperoleh manfaat tertentu. Pasar modal syariah adalah pasar modal yang seluruh mekanisme kegiatannya, terutama mengenai emiten, jenis efek yang diperdagangkan dan mekanisme perdagangannya telah sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Adapun yang dimaksud efek syariah adalah efek sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal yang akad, pengelolaan perusahaan, dan cara penerbitannya memenuhi prinsip-prinsip syariah yang didasarkan syariah ajaran Islam, penetapannya dilakukan oleh DSN-MUI melalui fatwa. Dan mengetahui bagaimana laju dan pertumbuhan ekonomi indonesia pada pasar modal syariah.