Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pendayagunaan Zakat Sebagai Upaya Penanggulangan Dampak Wabah Covid-19 di Baznas Boyolali Di Tinjau dari Maqa>s{id Syari>’ah Nani Feliyani; Fairuz Sabiq
El-Hayah Vol. 12 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Pascasarjana UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/elha.v12i1.5261

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : 1) menjelaskan praktik pendayagunaan zakat di Baznas Boyolali sebagai upaya penanggulangan dampak wabah Covid-19. 2) tinjauan Maqa>s{id Syari>’ah terhadap praktik pendayagunaan zakat sebagai upaya penanggulangan dampak wabah Covid-19 di Baznas Boyolali. Penelitian dilakukan pada tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif.Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian ini yaitu 1) pendayagunaan zakat di Baznas Boyolali selama pandemi wabah Covid-19 tidak mengalami perubahan yang signifikan daripada sebelumnya, hanya saja beberapa program tidak dapat dilakukan secara langsung karena adanya batasan sosial,pendayagunaaan zakat yang dilakukan oleh Baznas Boyolali sebagai upaya penanggulangan dampak Covid-19 memiliki peran di bidang ekonomi, kesehatan, dan sosial. 2) praktik pendayagunaan zakat di Baznas Boyolali sebagai upaya penanggulangn dampak wabah Covid-19 ditinjau dari Maqa>s{id Syari>’ah wabah Covid-19 berdampak terhadap kelima aspek Maqa>s{id Syari>’ah. Akan tetapi melalui program yang dijalankan Baznas Boyolali dalam penanggulangan dampak wabah Covid-19 memiliki pengaruh signifikan terhadap tiga aspek yaitu memelihara agama, memelihara jiwa, dan memelihara keturunan.
Pendampingan Gemari dan Redarkum Melalui Diseminasi “Stop Pernikahan Dini” Lila Pangestu Hadiningrum; Diana Zuhroh; Fairuz Sabiq
Jurnal Abdimas Adpi Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2021):  Jurnal Abdimas ADPI Sosial dan Humaniora
Publisher : Asosiasi Dosen Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47841/jsoshum.v2i3.148

Abstract

Indonesia is faced with increasing cases of early marriage globally. It is necessary to socialize the minimum age limit and the maturity of the marriage age as an insight to the community and awareness to teenagers so that in planning a family by considering various aspects related to married life. This study raises the priority issues used related to the lack of literacy related to the Marriage Age Limit in Pucang Miliran Village, Tulung, Klaten. Assistance for gemari and redarkum through the dissemination of "stop early marriage" is a priority for bottom-up programs that promote public and youth awareness. The model used in this mentoring is community participation (especially parents and youth). Lectures and discussions are used as methods in the implementation of mentoring through dissemination activities and efforts that can be made by teenagers to prevent early marriage. In this assistance, it becomes a community-based program that aims to prevent child marriage with activities in the program including increasing awareness of adolescents and the community, peer educators, hearings through the media, and collaboration. The need for follow-up activities in collaboration with non-formal and formal institutions in maturing the age of marriage and productive training for adolescents.
Praktik Penggunaan Traveloka Paylater di Tinjau dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Fatwa DSN MUI No:117/DSN-MUI/II/2018 tentang Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi febia nisaul; Fairuz Sabiq
El-Hayah Vol. 12 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Pascasarjana UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/elha.v12i1.5461

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) praktik penggunaan pinjaman di traveloka paylater, (2) menjeleskan analisis Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Fatwa DSN MUI No:117/DSN-MUI/II/2018 tentang Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat studi Analisis data yang dilakukan dengan mengumpulkan fakta-fakta dilapangan dan memerlukan sumber data yang bersumber dari perpustakaan kemudian dilakukan penyajian data dengan cara melakukan analisis hingga penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Praktik traveloka paylater yaitu adanya jual beli secara cicilan atau angsuran merupakan kegiatan transaksi pembayaran yang dilakukan secara bertahap atau berangsur yang telah ditentukan waktunya yang sudah disepekati oleh kedua belah pihak dengan cara mengisi data diri seperti Kartu Tanda Penduduk, mengisi data keluarga, dan mengisi data pekerjaan setelah mengisi data diri proses selanjutnya mengirim foto Kartu Tanda Penduduk dan selfi memegang KTP setelah itu proses verifikasi selama 24 jam (2) berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 bahwa ketidaksesuai traveloka dengan Undang-Undang dikarenakan pihak traveloka tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaan akun pengguna Traveloka dan berdasarkan Fatwa MUI nomor 117 Tahun 2018 menerapkan peraturan terkait pelaksanaanya, tambahan biaya dan denda yang telah ditetapkan sudah sesuai dengan prinsip syariah. Adanya denda dan tambahan biaya yang sebelumnya sudah disepakati diawal perjanjian . Kata kunci : Praktik. Traveloka, Fatwa MUI, Undang-Undang
Implementasi Strategi Funneling untuk Iklan Lembaga Amil Zakat di Facebook Sholikul Isnaini; Muh. Nashirudin; Fairuz Sabiq
Management of Zakat and Waqf Journal (MAZAWA) Vol. 4 No. 1 (2022): Management of Zakat and Waqf Journal (MAZAWA)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/mzw.2022.4.1.1-24

Abstract

Amil zakat fundraising institutions have a challenge because the law in Indonesia adheres to a voluntary system that cannot force prospective muzakki to pay zakat. On the other hand, society continues to question the high gap between the potential of zakat and the realization of its collection. It means zakat amil has to be more creative in developing marketing strategies. As an institution that operates both b-to-b and retail at once, amil zakat institutions should be able to take advantage of advertisements in online media such as Facebook. Funneling is very effective in conventional business. Unfortunately, it has not been used in many amil zakat institutions promptly. Based on data obtained, boosted posts with sponsored ads are hard selling or education about ziswaf services without collecting a database of prospective muzakki. This study is a qualitative study aimed at describing how the funneling strategy is applied to the products and services of the amil zakat. Although the ad sample was taken from Facebook, the ad flow design offered applied to other advertising media. The advertising flow was not trial as in the RND research. This design was used to strengthen the explanation regarding the application of funneling in zakat institutions. The results showed that the zakat amil must prepare a lead magnet to attract the attention of prospective muzakki to join the database management available. After prospective muzakki are in the database, zakat amil can follow up with them with various offers and education about zakat products and services and other ziswaf products.
Peran Pasar Modal Syariah terhadap Laju Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Aidilla Putri Hapsari; Fairuz Sabiq; Muh Nashirudin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.583 KB)

Abstract

Kegiatan pembiayaan dan investasi keuangan dari aspek syariah pada prinsipnya adalah kegiatan yang dilakukan oleh investor terhadap pemilik usaha. Tujuannya yaitu memberdayakan pemilik usaha dalam melakukan kegiatan usahanya dan investor berharap untuk memperoleh manfaat tertentu. Pasar modal syariah adalah pasar modal yang seluruh mekanisme kegiatannya, terutama mengenai emiten, jenis efek yang diperdagangkan dan mekanisme perdagangannya telah sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Adapun yang dimaksud efek syariah adalah efek sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal yang akad, pengelolaan perusahaan, dan cara penerbitannya memenuhi prinsip-prinsip syariah yang didasarkan syariah ajaran Islam, penetapannya dilakukan oleh DSN-MUI melalui fatwa. Dan mengetahui bagaimana laju dan pertumbuhan ekonomi indonesia pada pasar modal syariah.
IMPLEMENTASI PERMA NOMOR 5 TAHUN 2016 TENTANG SERTIFIKASI HAKIM EKONOMI SYARIAH TERHADAP PENANGANAN PERKARA DI PENGADILAN AGAMA SUKOHARJO Khaidar Rohman; Sutrisno; Zaidah nur rosidah; Fairuz Sabiq
El-Iqthisadi Volume 5 Nomor 1 Juni 2023
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/el-iqthisady.vi.35621

Abstract

Abstract Tulisan ini mengkaji Peraturan Mahkamah Agung Nomor 5 Tahun 2019 tentang Sertifikasi Hakim Ekonomi Syariah, ditegaskan bahwa masalah Ekonomi Syariah sebagai bentuk kewenangan mutlak Pengadilan Agama guna penyelesaian permasalahan atau perkara sengketa perekonomian Syariah. Keberadaan peraturan ini semakin meyakinkan masyarakat bahwa pengadilan agama memiliki kerangka hukum dan bahwasanya hakim pengadilan agama memiliki yurisdiksi khusus atas kasus ekonomi syariah. Dengan adanya peraturan tersebut, bertujuan agar tercipta efektifitas dalam meningkatkan penanganan masalah ekonomi syariah di lingkungan peradilan agama guna memenuhi rasa keadilan untuk seluruh pihak dengan mengalami perkara. Kata Kunci : Ekonomi syariah, Hakim, Keadilan. Abstract This paper examines Supreme Court Regulation Number 5 of 2019 concerning Certification of Sharia Economic Judges, emphasizing that Sharia Economic issues are a form of absolute authority of the Religious Courts to resolve Sharia economic problems or dispute cases. The existence of this regulation further convinces the public that the religious courts have a legal framework and that religious court judges have special jurisdiction over sharia economic cases. With this regulation, it aims to create effectiveness in improving the handling of sharia economic problems in the religious court environment in order to fulfill a sense of justice for all parties who experience cases. Keywords: Islamic economics, judges, justice.
Zakat dan Transformasi Digital: Tantangan dan Peluang Pengelolaan Zakat Era Modern Berdasarkan Perspektif Hukum Syariah Sujantoko, Gatot; Nashirudin, Muh.; Sabig, Fairuz
Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol 8, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-hes.v8i1.11217

Abstract

Digital transformation has an impact on various aspects of human life, including the way humans connect with God and fulfill their responsibilities as servants. For example, digital transformation is also bringing changes to conventional zakat mechanisms towards zakat that is integrated with internet and digital technology. This research aimed to explore the mechanism of zakat in the digital transformation era, the opportunities that arise, and the challenges that must be faced. This study used a qualitative approach, with data obtained from various literature studies. The results of the study showed that digital zakat has a unique mechanism that distinguishes it from conventional zakat management, including: 1) efficiency of the target selection system; 2) accessibility and convenience; 3) transparency and accountability; 4) efficient distribution and scale expansion; 5) ethical considerations; 6) individual interactivity and community involvement. In addition to individual interactivity and community involvement, the entire mechanism has complied with and is in accordance with Islamic law. Opportunities from the implementation of digital zakat are related to efficiency, the broader impact of zakat, and increased awareness and compliance of zakat payers. However, there are also challenges that must be faced related to institutional challenges, interpersonal challenges, security and privacy challenges, and regulatory challenges.Islamic law; digital transformation; digital zakat; zakat management.
Risiko Risywah dalam Konteks Pemilu 2024 di Indonesia Eka Prakusya, Lintang; Sabiq, Fairuz
Rayah Al-Islam Vol 8 No 1 (2024): Rayah Al Islam Februari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i1.931

Abstract

Pemilihan umum (Pemilu) di Indonesia adalah tonggak penting dalam menyelenggarakan proses demokrasi yang menentukan arah kebijakan negara. Akan tetapi semakin dekatnya Pemilu di Indonesia, praktik Risywah atau suap telah menjadi sebuah kekhawatiran yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi risiko Risywah, menganalisis dampaknya terhadap kualitas dan keadilan pemilihan, dan merumuskan strategi pencegahan yang tepat guna memastikan proses Pemilu yang bersih dan jujur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metodologi analisis dokumen. Penelitian ini menggabungkan analisis teoritis dan penelusuran kasus empiris untuk mengidentifikasi potensi Risywah dalam konteks Pemilu di Indonesia tahun 2024. Hasil penelitian diharapkan adanya upaya pencegahan dan penegakan integritas pemilihan dapat ditingkatkan. Memastikan bahwa pemilu berlangsung dalam suasana yang adil, transparan, dan bebas dari praktik korupsi. Memberikan kontribusi signifikan dalam upaya meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia. General elections (Pemilu) in Indonesia are an important milestone in implementing a democratic process that determines the direction of state policy. However, as the general election in Indonesia approaches, the practice of Risywah or bribery has become a significant concern. This research aims to identify the potential risks of Risywah, analyze its impact on the quality and fairness of elections, and formulate appropriate prevention strategies to ensure a clean and honest Election process. The method used in this research is qualitative using document analysis methodology. This research combines theoretical analysis and empirical case tracking to identify the potential of Risywah in the context of the 2024 Elections in Indonesia. It is hoped that the results of the research will improve efforts to prevent and enforce election integrity. Ensure that elections take place in an atmosphere that is fair, transparent and free from corrupt practices. Providing a significant contribution to efforts to improve the quality of democracy in Indonesia.
TRADISI PERNIKAHAN MENGELILINGI PUNDEN, SUMUR DAN MANDI AIR SENDANG MENURUT PANDANGAN ‘URF Iswiyah, Deviyana Khoirotul; Sabiq, Fairuz
Hukum Islam Vol 23, No 2 (2023): HUKUM ISLAM
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/hi.v23i2.22278

Abstract

This research discusses wedding traditions which have various versions of the procession according to the culture and context in which the wedding is held. Among the wedding processions that are considered unique, one of them is the wedding tradition of surrounding punden, wells and spring water bathing in Gembong Hamlet, Malanggaten Village, Kebakkramat District, Karanganyar Regency, Central Java. This tradition is interesting to study because every bride and groom who comes from that area or if only one of the bride and groom is a native of that area, both of them still have to carry out this tradition. The type of research in this study is field research and to achieve this goal the author uses a descriptive qualitative approach. Data collection was achieved through observation, interviews and documentation studies. Interviews were conducted with several residents of Gembong Hamlet, Malanggaten Village, Kebakkramat District, Karanganyar Regency. The results of this research show that the wedding tradition of surrounding punden, wells and bathing in spring water is a traditional wedding tradition in Gembong Hamlet, Malanggaten Village, Kebakkramat District, Karanganyar Regency, the implementation of which refers to the culture of the Surakarta palace. In terms of its validity, this tradition is categorized as 'Urf ṣahih, because it is known to the public and does not conflict with the Islamic propositions', so the implementation of this wedding tradition is permissible. This tradition is permitted because the essence of its implementation is to offer prayers to Allah SWT, and aims to introduce local residents to the ancestors who built the village, preserve the culture that has been passed down from generation to generation, and maintain local wisdom.
The Dual Role of Career Women in Strengthening Family Resilience: A Study in Tulung District, Klaten Regency Muhdi, Muhdi; Sabiq, Fairuz; Hadiningrum, Lila Pangestu; Zuhroh, Diana
Jurnal Al-Hakim: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Studi Syariah, Hukum dan Filantropi Vol. 7 No. 1 May 2025
Publisher : Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/jurnalalhakim.v7i1.11034

Abstract

Advancements in science and technology have reshaped societal perspectives, leading to significant social changes, including expanded career opportunities for women. As wives and mothers increasingly enter the workforce, their dual roles influence family resilience. This study examines the role of career women in supporting family resilience in Tulung District, Klaten Regency. Using a field research approach, data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the Milles Huberman interactive analysis method. Findings reveal that women in Tulung District engage in diverse professions while balancing responsibilities in both domestic and public spheres. Their ability to maintain family resilience depends on effective communication and decision-making with their spouses. The study highlights that career women contribute to family resilience across multiple dimensions, including physical, economic, psychological, and socio-cultural aspects. The division of responsibilities between husband and wife reflects mutual cooperation, guided by principles such as mītsāqan ghalīẓan, zawāj, mu’āsharah bil ma’rūf, mushāwarah, and tarāḍin min humaā. These principles align with the fulfillment of the eight core family functions, reinforcing family stability and well-being.