Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Youth Appreciation of The Existence of Historical Buildings (Vredeburg Fort) Bashri, Muhammad Hasan Al; Herliana, Emmelia Tricia
Dimensi: Journal of Architecture and Built Environment Vol. 51 No. 1 (2024): JULY 2024
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/dimensi.51.1.1-7

Abstract

Yogyakarta is a city that has a diverse history and cultural heritage both physically and non-physically. Physically in the form of buildings - historical heritage buildings such as the Vredeburg Fort building which is one of the relics of VOC colonialism in the city of Yogyakarta since 1765. Now its existence has changed its function to become a historical heritage fort and its presence as a historical heritage building now greatly affects the sense of concern in the current era, especially the younger generation of the current era. As a result, the awareness of knowing and appreciating historical buildings is low due to the advancement of civilisation. The purpose of this research is to explore the perceptions of young people that lead to appreciation of Fort Vredeburg in the current era. The research method applied by conducting observations, data collection and questionnaire interviews. The result of this research is to reveal the form of appreciation from young people's perception towards Fort Vredeburg today.
Kajian Persepsi Kaum Muda terhadap Arsitektur Tradisional Jawa: Studi Kasus Pendopo Ndalem Kaneman Kanaya, Audia; Herliana, Emmelia Tricia
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 14 No. 2 (2025): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v14i2.451

Abstract

Ndalem Kaneman di Yogyakarta, salah satu kediaman kerabat Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, merepresentasikan arsitektur tradisional Jawa yang sarat nilai sejarah dan budaya. Namun, keberadaan serta makna arsitekturalnya kurang dikenal oleh kaum muda. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi faktor dan proses yang terjadi pada persepsi mahasiswa Arsitektur Universitas Atma Jaya Yogyakarta terhadap bangunan tradisional Jawa, dengan fokus pada Pendopo Ndalem Kaneman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui wawancara mendalam dan analisis dokumen. Partisipan dibagi dalam tiga kategori: penari, asisten dosen, dan penonton. Hasil penelitian menunjukkan persepsi mahasiswa beragam, dipengaruhi latar belakang dan pengalaman masing-masing. Kegiatan di lokasi berdampak positif dalam mendorong etika, pemahaman budaya, dan adaptasi elemen desain tradisional ke dalam karya modern. Mayoritas responden memperoleh wawasan baru, peningkatan tata krama, dan inspirasi arsitektur, meskipun sekitar 26,67% belum merasakan dampak signifikan, baik dalam sikap maupun proses desain. Penelitian ini menunjukkan bahwa pelestarian arsitektur tradisional oleh generasi muda dimungkinkan melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan budaya yang nyata, di mana intensitas dan jenis kegiatan memengaruhi persepsi dan motivasi pelestarian.
WAYFINDING DAN AKSESIBILITAS INKLUSIF DI SITUS RATU BOKO: INTEGRASI SIMULASI SPASIAL DAN DESAIN INTERPRETATIF (Inclusive Wayfinding and Accessibility at the Ratu Boko Site: Integration of Spatial Simulation and Interpretive Design) Putri, Jessica Fitriani; Vitasurya, Vincentia Reni; Herliana, Emmelia Tricia
Tesa Arsitektur Vol 23, No 1: Juni 2025
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v23i1.13673

Abstract

Pemahaman jalur pegunjung merupakan masalah menonjol ketika wisatawan mengunjungi Kawasan Situs Ratu Boko, Lokasi situs yang berada di atas bukit menghadirkan tantangan navigasi, terutama karena minimnya peta interpretative dan Keterbatasan akses bagi difabe. Tanda arah tanpa pengaturan jalur dapat mempengaruhi pemahaman dan pengalaman meruang dalam situs. Pendekatan yang digunakan meliputi SHAPE (Spatial Human Accessibility Planning and Evaluation), survei Wayfinding Questionnaire (WQ), dan analisis spasial dengan QGIS. Metode yang digunakan adalah Mixed Method dimana pengumpulan data kondisi nyata lapangan didapat melalui observasi lapangan, sementara preferensi pengguna diperoleh melalui survei. Batasan pembangunan dan pengembangan sesuai regulasi merupakan tantangan yang harus diselesaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen wayfinding seperti tanda-tanda, peta, dan penanda arah di dalam mempengaruhi navigasi pengunjung. Diperlukannya intervensi sistem informasi non-permanen dan adaptif untuk mendukung aksesibilitas dan konservasi. Rekomendasi diarahkan pada penguatan elemen visual, penambahan media informasi berbasis teknologi, dan pengembangan jalur akses umum dan difabel sesuai dengan regulasi pelestarian cagar budaya.
Pemetaan Aset Wisata Berbasis Partisipasi di Kelurahan Cokrodiningratan, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta Depari, Catharina; Herliana, Emmelia Tricia; Y.P. Suhodo Tjahyono, Y.P. Suhodo
Jurnal Atma Inovasia Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v4i4.9432

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini diusulkan untuk menjawab permasalahan akan minimnya proses pelibatan masyarakat dalam perencanaan kepariwisataan dan merespon harapan warga dan para penggerak pariwisata di bantaran Kali Code akan pendampingan akademisi terhadap upaya lokal dalam memetakan aset wisata. Berlokasi di Kelurahan Cokrodiningratan, Kecamatan Jetis, Yogyakarta, pemetaan aset wisata berbasis partisipasi dilaksanakan oleh Tim Pengabdian pada Masyarakat Departemen Arsitektur FT UAJY dengan melibatkan mahasiswa peserta Kerja Praktik sebagai fasilitator dan dengan menggunakan metode Focus Group Discussion dan teknologi digital. Tujuan dari pemetaan aset wisata adalah memberikan dasar bagi penyusunan masterplan kepariwisataan Kelurahan Cokrodiningratan berupa data jenis aset wisata yang dinilai vital oleh warga dan peta sebaran aset wisata melalui perencanaan berbasis partisipasi. Kegiatan ini melibatkan 6 mahasiswa dan 13 warga yang berasal dari RW V-XI dan berhasil menjaring sedikitnya 94 aset wisata yang dinilai vital sebagai atraksi wisata unggulan. Kata Kunci—pemetaan aset wisata, potensi wisata, Focus Group Discussion, partisipasi masyarakat
Pengalaman Pengunjung Sebagai Sumber Interpretasi Arsitektur Pada Elemen Bangunan Situs Keraton Ratu Boko Dita Melindasari, Tiara; Surya, Vincentia Reni Vita; Herliana, Emmelia Tricia
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 12 No 2 (2025): December
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v12i2a11

Abstract

The Ratu Boko Palace site is an 8th-century archaeological site with high historical, cultural, and spiritual value. However, the presentation of information at this site is still limited, so it has not yet built a deep interpretive experience for visitors. This study aims to (1) identify visitor profiles and perceptions, (2) map the routes and visual quality of viewpoints, and (3) evaluate the presentation of information in order to formulate a strategy for interpreting the site's architectural elements. The research method used mixed methods through questionnaires to 22 respondents, qualitative interviews, and spatial analysis using GPS Maps Camera. The analytical framework refers to Tilden's principles of cultural heritage interpretation and the UNESCO-ICOMOS conservation concept to ensure alignment with preservation standards. The results show that the majority of visitors are aged 31-40 years old with an interest in history and culture. The visit route is centered on the main gate, while other elements such as the pendapa, keputren, and cave are rarely visited. The information media was only rated “adequate” in terms of accuracy, readability, and relevance, indicating that the interpretation is still descriptive and lacks digital elements. These findings confirm the gap between visitor needs and the existing interpretation system. The study recommends the development of digital media such as QR codes, audio guides, and virtual tours to enrich the interpretive experience and support the preservation of cultural heritage sites.